Posyandu Tanjung II Kalurahan Condongcatur Ikuti Launching Edukasi MMS Digital Dinkes DIY

Sleman – Dinas Kesehatan Provinsi DIY menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 pada Selasa, (18/11/2025). Acara dipusatkan di Taman Budaya Yogyakarta, Gedung Militaire Societeit tersebut dimulai dengan senam bersama yang diikuti peserta dari berbagai instansi kesehatan, lembaga pendidikan, serta kader kesehatan dari kabupaten/kota se-DIY.

Usai kegiatan senam, acara dilanjutkan dengan launching Edukasi MMS Digital. Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi menegaskan bahwa tema HKN ke-61, yaitu “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

“Tema itu menjadi landasan penting untuk mendorong transformasi kesehatan menuju masyarakat yang lebih produktif dan berdaya saing. Di mana, kualitas kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama dalam memajukan bangsa,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan DIY resmi meluncurkan edukasi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Digital. MMS merupakan suplemen yang mengandung berbagai mikronutrien esensial seperti zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin D, zinc, yodium, selenium, serta mineral penting lainnya. MMS berperan penting dalam menurunkan risiko stunting, kelahiran prematur, bayi lahir mati, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), serta risiko bayi lahir dengan lingkar kepala kecil.

Peluncuran edukasi MMS Digital bertujuan untuk mempermudah pemahaman masyarakat, khususnya ibu hamil, mengenai pentingnya nutrisi selama masa kehamilan sebagai upaya mencegah anemia serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Edukasi ini disampaikan melalui Komunikasi Antar Pribadi (KAP), media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta WhatsApp Group ibu hamil agar informasi dapat tersampaikan dengan cepat dan mudah diterapkan.

Selain seminar dan launching MMS Digital, pada kesempatan ini juga diumumkan para pemenang lomba yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HKN ke-61, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat DIY.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-DIY, lintas program Dinas Kesehatan DIY, perwakilan Puskesmas, SMA/SMK, OPD Pemda DIY, serta kader kesehatan dan kader posyandu.

Puskesmas Depok II dan Posyandu Tanjung II Karangasem, Padukuhan Gempol, turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan HKN ke-61 ini sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat di berbagai lini.

Melalui rangkaian kegiatan peringatan HKN ke-61 ini, Dinas Kesehatan DIY berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya gizi, kesehatan ibu dan anak, serta upaya pencegahan stunting. Seluruh kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing tinggi. (Tri Suhartati KIM Depok)




PMI Kapanewon Depok Gelar Donor Darah, Perkuat Stok di Sleman

Sleman – Ketua PMI Kapanewon Depok, Susi Sulistyaningsih memimpin pelaksanaan kegiatan donor darah yang digelar di SD Muhammadiyah Condongcatur, Depok, Sleman, pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat ketersediaan darah bagi masyarakat.

Dalam keterangannya, Susi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 53 calon pendonor, namun hanya 37 orang yang memenuhi syarat. Seleksi dilakukan ketat, dan sejumlah calon pendonor dinyatakan tidak lolos karena faktor usia, tekanan darah rendah, konsumsi obat, kondisi batuk, serta kurang istirahat.

“Aspek keamanan dan kelayakan medis menjadi prioritas utama kami untuk menjamin darah yang diterima PMI aman didistribusikan,” ujarnya.

Susi menjelaskan bahwa aksi donor darah ini merupakan bagian dari komitmen PMI Kapanewon Depok untuk memastikan stok darah di Kabupaten Sleman tetap tersedia dalam jumlah yang cukup dan aman.

“Kita mendorong partisipasi masyarakat seluas-luasnya sebagai wujud kepedulian sosial terhadap sesama, mengingat kebutuhan darah yang terus meningkat di berbagai fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Susi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Menurutnya, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam menyelamatkan nyawa.

“PMI Kapanewon Depok akan terus meningkatkan edukasi dan kesadaran publik terkait urgensi donor darah,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi dapat memicu partisipasi lebih besar dari warga dalam program kemanusiaan mendatang. “Kami juga berkomitmen membangun budaya peduli dan berbagi demi kesehatan masyarakat Sleman secara berkelanjutan,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Rempeyek Sokanata: Camilan Rumahan yang Mengantar Widarti Bertemu Wapres Gibran

Sleman – Di Dusun Soka, Tegal, Kalurahan Merdikorejo, Tempel, aroma rempeyek hangat menjadi rutinitas harian di rumah Widarti. Sejak 2015, setelah berhenti dari usaha penggergajian batu, ia mengembangkan usaha Rempeyek Sokanata, sebuah camilan tradisional yang kini dikenal hingga berbagai toko oleh-oleh dan pasar di wilayah kecamatan.

Saat ditemui Senin (17/11/2025), Widarti menunjukan dapur dan penggorengan yang biasa digunakannya. “Proses pembuatannya tetap manual, tanpa mesin, mempertahankan cita rasa khas rempeyek rumahan,” jelasnya.

“Bahan utamanya adalah tepung beras dari pabrik Karanganyar Solo, dan tepung tapioka dari Pasar Tempel,” sambungnya.

Rempeyek buatannya dilengkapi dengan beberapa pilihan isian, yaitu kacang, rebon, kedelai, teri, bayam, kacang hijau, serta daun kelor yang ia beli dari Pasar Tempel. Setiap hari, Widarti memproduksi lima hingga 10 kilogram, dan saat pesanan membludak ia dibantu tiga karyawan. Rempeyek Sokanata dijual melalui pasar, toko oleh-oleh, dan pemasaran daring.

Dalam tradisi Jawa, rempeyek selalu hadir dalam acara kenduri. Tak jarang, ketika stok habis dan pesanan mendesak, Widarti harus menarik kembali barang titipan di pedagang untuk memenuhi permintaan warga.

Capaian menarik diraih Widarti saat produk rumahan ini mempertemukannya dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Sandiaga Uno lewat gelaran UMKM. Dari dapur sederhana di Soka Tegal, Rempeyek Sokanata membuktikan bahwa usaha kecil pun dapat menembus panggung besar. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Lomba Yel-Yel Warnai Peringatan HUT ke-54 Korpri di Tempel

Sleman — Semangat pengabdian Aparatur Sipil Negara kembali menggema di Kapanewon Tempel melalui gelaran lomba yel-yel semangat Korpri, dalam rangka memperingati HUT ke-54 Korpri. Acara yang digelar di Pendopo Kapanewon Tempel, Selasa (18/11/2025) ini diikuti lima kalurahan, yaitu Pondokrejo, Sumberejo, Banyurejo, Mororejo, dan Lumbungrejo.

Dengan balutan kostum warna-warni dan atribut menarik, para peserta menampilkan yel-yel bertema pelayanan publik, integritas birokrasi, serta semangat sinergi pemerintah desa. Suasana pendopo yang awalnya tenang berubah menjadi penuh energi saat seluruh tim menampilkan koreografi atraktif, nyanyian penuh semangat, hingga pesan-pesan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Korpri Kapanewon Tempel sekaligus Panewu Anom, Eni Yuliani, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para perangkat kalurahan yang tetap semangat di tengah padatnya aktivitas pemerintahan.

“Lomba ini bukan sekadar hiburan, tetapi wujud komitmen bahwa ASN harus tetap solid, kreatif, dan dekat dengan masyarakat. Semangat itu kita tegaskan melalui slogan Korpri tahun ini yaitu Korpri bersinergi, masyarakat terlayani,” uajrnya.

Eni menambahkan bahwa kegiatan yel-yel menjadi simbol bahwa pelayanan publik membutuhkan kekompakan, koordinasi, serta karakter yang membangun suasana kerja positif.

Setelah melalui penilaian ketat dari tim juri, diperoleh beberapa pemenang, sebagai berikut juara satu diraih oleh Kalurahan Banyurejo. Juara dua, Kalurahan Pondokrejo. Juara tiga, Kalurahan Sumberejo. Juara harapan satu, Kalurahan Lumbungrejo, dan jaura harapan dua darih oleh Kalurahan Mororejo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong aparatur di tingkat desa untuk terus menjaga integritas dan profesionalitas, sekaligus memperkuat jalinan sinergi antarwilayah. Gelaran ini juga menunjukkan bahwa peringatan Korpri di Kapanewon Tempel tak hanya bersifat seremonial, tetapi ikut menumbuhkan nilai kebersamaan dan dedikasi kepada publik.

Dengan selesainya lomba ini, pemerintah kapanewon berharap semangat positif para perangkat dapat terus terbawa dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. (SBD KIM Senyum Tempel)




Kajian AKRAB Bahas Beratnya Tantangan Umat Islam di Era Modern

Sleman – Di tengah dinamika sosial yang berubah cepat, sebuah kajian tematik bertajuk “Beratnya Tantangan Umat Islam di Era Modern” digelar di Omah Katentreman, Ayam Goreng Kremes Sehati, Garongan, Kembang, Wonokerto, Turi, Sleman, pada Selasa (18/11) pukul WIB. Kegiatan yang diberi nama Kajian AKRAB (Aqidah Kokoh, Relasi Aman, Batin Tenang) ini menghadirkan El Candra sebagai pemateri utama dan diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah.

Kajian tersebut mengangkat beragam persoalan aktual yang kini membelit masyarakat, mulai dari kerusakan ekonomi, maraknya judi online, pinjaman online ilegal yang menjerat, hingga meningkatnya keretakan rumah tangga. Peserta diajak melihat problem tersebut secara lebih mendalam melalui sudut pandang akidah, moral, dan sistem sosial Islam.

Dalam paparannya, El Candra menegaskan bahwa persoalan yang muncul di tengah masyarakat modern sejatinya bukan fenomena tanpa sebab. “Kerusakan zaman ini tidak terjadi tiba-tiba. Ia memiliki akar, dan salah satunya adalah jauhnya manusia dari ilmu dan petunjuk Allah,” ujar El Candra. Ia menambahkan, banyak orang memisahkan urusan dunia dari akhirat, padahal keduanya diikat oleh syariat Islam yang sempurna.

Ia menambahkan bahwa syariat Islam bukan hanya mencakup ritual ibadah, tetapi sebuah sistem hidup yang komplet, mencakup ekonomi, keluarga, hubungan sosial, hingga tata kelola masyarakat. “Semua problem kehidupan, sekecil apa pun, pasti memiliki solusi dalam syariat,” katanya.

Panitia penyelenggara, Nanda, menyampaikan bahwa kajian ini digelar sebagai upaya memperkuat pemahaman umat di tengah derasnya arus perubahan zaman.

“Banyak orang gelisah dengan keadaan sekarang. Judi online, kekerasan, perceraian, hingga krisis ekonomi membuat banyak keluarga terpuruk. Melalui kajian ini, kami ingin mengajak umat kembali melihat akar persoalan dan memahami betapa Islam memberi jalan keluar yang praktis dan menyeluruh,” paparnya.

Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan seputar peran agama dalam menghadapi tekanan sosial di era digital, termasuk bagaimana menanamkan akidah yang kokoh di keluarga dan lingkungan. Kegiatan yang khusus diperuntukkan bagi ikhwan ini diharapkan mampu menjadi ruang literasi keislaman yang lebih dekat dan nyaman bagi masyarakat.

“Langkah kecil menuju majelis ilmu adalah tanda bahwa hati ingin diperbaiki. Dari majelis seperti inilah umat bisa kembali kuat,” tutup El Candra. (SBD/KIM Senyum Tempel)