Lestarikan Budaya, Paguyuban Sekar Manunggal Sleman Gelar Sarasehan Macapat Lintas Bahasa

Sleman – Paguyuban Sekar Manunggal Sembada (SMSS) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sarasehan Macapat yang diisi dengan praktik membuat syair tembang macapat sekaligus praktik nyekar (melantunkan). Sarasehan ini diikuti oleh perwakilan dari 17 Kapanewon, di mana masing-masing Kapanewon mengirimkan tiga peserta. Acara berlangsung pada Senin (17/11/2025) di RM Bale Roso, Jalan Kaliurang, Ngaglik.

Narasumber utama dalam sarasehan bertema “Mengembangkan Macapat di Kapanewon” ini adalah Dwijo Jayengmardowo. Ia menjelaskan bahwa tembang macapat winengku ing paugeran (terikat ketentuan), yaitu Guru Gatra (jumlah baris) di setiap tembang, Guru Wilangan (jumlah suku kata setiap baris), serta Guru Lagu (suara di setiap akhir baris). Jumlah baris setiap tembang berbeda-beda, misalnya Dhandhangula 10 baris, Sinom 9 baris, Durma 7 baris, Kinanthi 6 baris, dan seterusnya, hingga tembang pendek Pocung dan Maskumambang yang masing-masing 4 baris di setiap pada (bait).

Usai paparan terkait ketentuan serta sifat-sifat tembang, peserta diarahkan untuk membuat tembang yang berisi lelucon, petunjuk, petuah, pendidikan, maupun cerita. Selanjutnya, peserta diajak mengarang tembang sesuai pilihan. Untuk beradaptasi dengan zaman, peserta diperbolehkan membuat tembang menggunakan bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, bahkan menggunakan bahasa Inggris.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan dari kalangan generasi muda. Mereka praktik membuat tembang dan melantunkan secara bergantian. Dari 17 Kapanewon yang hadir, tercatat lima peserta membuat tembang menggunakan Bahasa Indonesia. Isinya pun beragam, mulai dari mengenalkan nama Kalurahan tempat tinggalnya, ajakan mencari ilmu, sampai menceritakan keberadaannya di tempat sarasehan.

Sarasehan ini difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman. Kepala Seksi Bahasa dan Sastra, Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman, Ita Kurniawati, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Sekar Manunggal Sleman Sembada (SMSS) Kabupaten Sleman.

“Kami mengapresiasi SMSS yang tidak henti-henti berperan dalam pelestarian dan pengembangan Macapat,” ujar Ita.

Dalam konteks kelembagaan, SMSS diharapkan menjadi induk organisasi yang maju dan berkembang dan selalu menyertakan anggota dari masing-masing Kapanewon dalam berkegiatan. “Tampilnya lebih banyak kalangan generasi muda memang seperti yang diharapkan,” lanjutnya. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Komunikasi Lewat Batu: Karya Seniman Patung Sleman Tembus Pasar Global

Sleman – Dari dusun kecil Jenengan, Kalurahan Pondokrejo, Tempel, Sleman, karya seni pahat batu yang diciptakan pematung otodidak Ipung melalui perusahaannya, Mey-mey Watu, telah tersebar ke pelosok tanah air hingga ke mancanegara.

Ditemui di rumahnya yang berada di sudut padukuhan di tepi sawah, Ismiyatun, pemilik Mey-mey Watu sekaligus istri Ipung, bercerita tentang proses pembuatan prasasti dari batu besar yang hampir semua sisinya dipahatkan tulisan. “Kami pelajari permintaan pemesan, kemudian kami cari batu yang tepat baik bentuk, jenis, maupun besarnya,” jelasnya pada Minggu (16/11/2025).

“Kalau batu itu tidak ada dalam stock kami, kami datangkan dari luar kota dan diangkut dengan truk yang dilengkapi katrol,” tambahnya.

Halaman rumah Ipung yang rindang sekaligus menjadi ruang pamer hasil karyanya, menampilkan berbagai patung batu, baik realistik maupun abstrak, yang bertebaran di sana. Permukaan dinding teras dihias dengan beragam hasil kerajinan batu, termasuk ukiran relief. Bahkan, meja tamunya terbuat dari marmer cokelat, sementara kursinya juga terbuat dari batu yang lekukan permukaannya dipahat halus.

Ismi, panggilan akrab Ismiyatun yang juga berasal dari keluarga seniman, mengatakan bahwa sebagian besar pesanan diperoleh dari komunitas seniman yang saling berbagi pekerjaan.

“Kami berada dalam kumpulan seniman yang sangat bersahabat, saling mendukung dan membantu, sehingga pekerjaan terus mengalir,” katanya.

Mey-mey Watu juga banyak menerima pesanan dari seniman luar negeri seperti Amerika, Belanda, Perancis, dan Korea.

“Biasanya sesama seniman kami bisa berkomunikasi lebih detail dalam masalah teknis dan desain,” sambung Ismi.

Ismi juga menyebutkan peran Art Jog sangat membantu dalam promosi, komunikasi, dan edukasi para seniman di Jogja. Seperti diketahui, Art Jog adalah festival seni kontemporer tahunan yang berlangsung selama sebulan penuh di Jogja. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Belajar Kesiapsiagaan Bencana Merapi, PMI Kota Yogyakarta Kunjungi PMI Lereng Merapi Sleman

Sleman – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Turi, Cangkringan, dan Pakem memaparkan peran masing-masing PMI baik dalam situasi penanganan bencana maupun kondisi aman. Paparan ini disampaikan di hadapan peserta Kunjungan PMI Kota Yogyakarta beserta Pengurus PMI Kemantren se-Kota Yogyakarta, Minggu (16/11/2025), di Pendopo Kapanewon Pakem.

Kunjungan ini bertujuan untuk membagikan informasi keterlibatan dan peran PMI sesuai dengan pengalaman yang selama ini dilakukan. Informasi tersebut disampaikan oleh Suwardi dari PMI Kapanewon Turi, Endri dari PMI Kapanewon Cangkringan, dan Ranto Kresek dari PMI Kapanewon Pakem.

Di hadapan rombongan tamu yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI Kota Yogyakarta, HK Astana, para perwakilan relawan PMI tersebut secara rinci menyampaikan kiprah mereka. Saat kondisi aman, relawan aktif melakukan edukasi kesiapsiagaan menghadapi potensi dan ancaman bencana Merapi, ancaman dampak hidrometeorologi, dan bencana sosial. Mereka juga membahas langkah antisipasi, mitigasi, dan operasional saat terjadi bencana.

“Yang tidak kalah utama adalah menyangkut koordinasi, baik jalur internal PMI, maupun dengan saluran komunikasi dengan penanggung jawab komando serta sesama kelompok relawan,” jelas salah satu perwakilan.

Selain itu, dijelaskan pula berbagai kegiatan yang difasilitasi oleh PMI Kabupaten Sleman, meliputi rapat kerja, musyawarah anggota, sosialisasi Ladamanis, dan gelaran Donor Darah Rutin. Masing-masing Kapanewon menyelenggarakan donor darah 4-5 kali dalam setahun, di luar yang diselenggarakan kelompok masyarakat dan kelompok keagamaan. PMI juga aktif berperan dalam penjagaan Malam Natal dan Tahun Baru, Siaga Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, peringatan Hari Nasional maupun Keagamaan, serta pelatihan Pertolongan Pertama bagi para siswa.

Plt Ketua PMI Kota Yogyakarta, HK Astana, menuturkan bahwa silaturahmi dalam bentuk kunjungan lapangan ke PMI Kabupaten Sleman memang diarahkan ke tiga Kapanewon kawasan lereng Merapi, yaitu Turi, Pakem, dan Cangkringan.

“Harapannya para pengurus PMI Kemantren mendapatkan gambaran peran PMI tiga Kapanewon baik ketika terjadi bencana maupun saat aman,” ujar HK Astana.

Menurutnya, silaturahmi itu bertujuan meningkatkan bekal dan wawasan bagi pengurus PMI Kemantren agar dapat meningkatkan peran dan fungsi organisasi. Terlebih, situasi Kota Yogyakarta tidak terlepas dari kondisi Kabupaten Sleman, terutama bila terjadi bencana alam erupsi Merapi, seperti banjir lahar dingin, awan panas, maupun banjir akibat tingginya curah hujan.

Kehadiran rombongan PMI Kota Yogyakarta diterima oleh Ketua, Sekretaris, dan Pengurus PMI Kabupaten Sleman, beserta Relawan dan semua Pengurus PMI Kapanewon Turi, Pakem, dan Cangkringan. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Kapanewon Pakem Gelar Upacara Hari Pahlawan dan HUT KORPRI ke-54, Usung Tema Pahlawanku Teladanku

Sleman – Kapanewon Pakem beserta seluruh jajaran pamong dan staf se-Kapanewon menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun KORPRI ke-54 di halaman kantor Kapanewon Pakem, Senin pagi (17/11/2025).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan petugas dari Kalurahan Purwobinangun Pakem. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Tri Akhmeriyadi, Panewu Pakem, yang juga membacakan amanat Bupati Sleman kepada seluruh peserta.

Dalam amanatnya, Panewu Pakem menyampaikan bahwa tema Hari Pahlawan tahun ini, “Pahlawanku Teladanku”, harus menjadi pengingat bagi seluruh aparatur bahwa semangat perjuangan para pahlawan tidak boleh hanya diperingati secara seremonial.

“Dengan mengusung tema ‘Pahlawanku Teladanku’, tentunya Hari Pahlawan bukan hanya sebuah momentum saja. Akan tetapi mari kita jadikan Hari Pahlawan sebagai cerminan,” ujar Tri Akhmeriyadi.

Ia menekankan bahwa kemerdekaan diusung dari keikhlasan, rela berjuang, bahkan rela berkorban tanpa pamrih. “Teladan itulah yang harus kita terapkan setiap hari, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat. Sehingga perjuangan para pahlawan tersebut adalah teladan perjuangan yang abadi,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan kembali tentang Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang disebut sebagai salah satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi Nasional Indonesia.

“Pengorbanan arek-arek Surabaya untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia ini patut kita warisi, kita hidupkan, dan kita wujudkan sesuai peran dan tanggung jawab kita masing-masing,” tegasnya.

Hal ini sesuai dengan tema yang diusung, yaitu terus bergerak melanjutkan perjuangan. “Perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti di lembar sejarah, melainkan harus terus berdenyut dalam nadi setiap langkah kita sebagai anak bangsa yang mencintai tanah air,” imbuhnya.

Selain peringatan Hari Pahlawan, upacara ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT KORPRI ke-54. Panewu Pakem mengucapkan selamat kepada seluruh anggota KORPRI yang hadir dan mengapresiasi kekompakan peserta yang mengenakan seragam KORPRI lengkap.

Ia juga menekankan pentingnya kesehatan fisik dan mental kepada seluruh anggota KORPRI. “Jika fisik dan mental kita tidak baik maka mustahil kita akan menghasilkan generasi yang sempurna untuk menyongsong Indonesia Emas di 2045 nanti,” pungkasnya.

Upacara berlangsung lancar dan penuh semangat, mencerminkan komitmen para ASN Kapanewon Pakem dalam meneladani nilai perjuangan pahlawan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. (Asrori/KIM Pakembinangun)




Perkuat Talenta Sains Nasional, UNY Ikut Serta dalam ONMIPA-PT 2025

Sleman – Kemajuan ilmu pengetahuan menuntut hadirnya generasi muda yang kuat dalam matematika dan sains. Kompetisi akademik seperti Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) menjadi wadah penting untuk menumbuhkan kualitas tersebut, bukan hanya sebagai ajang meraih prestasi, tetapi juga ruang pembinaan talenta yang akan menentukan daya saing bangsa di masa depan.

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali berpartisipasi dalam ONMIPA-PT 2025 yang digelar di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, pada 16 sampai 20 November 2025. UNY mengutus Muhammad Syarif Al-Ihsani, mahasiswa Departemen Matematika FMIPA, sebagai delegasi utama.

Koordinator ONMIPA UNY, Tsania Nur Diyana, menyampaikan bahwa kompetisi yang meliputi bidang matematika, fisika, kimia, dan biologi tersebut digelar Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendikbudristek dan telah berjalan rutin sejak 2009.

Tsania menegaskan bahwa ONMIPA-PT merupakan sarana pembinaan unggul bagi mahasiswa MIPA.

“Perlombaan ini bukan sekadar untuk meraih medali. Penguasaan matematika dan IPA adalah fondasi bagi kemajuan teknologi, inovasi, dan daya saing di tingkat global,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ia menjelaskan, kompetisi ini penting untuk mendorong peningkatan kualitas sains Indonesia, terutama di tengah capaian TIMSS dan PISA yang masih perlu ditingkatkan. Lebih jauh, ia menekankan pentingnya karakter dalam proses kompetisi. “Berhasil atau tidak bukan hanya ditentukan kecerdasan intelektual, tetapi juga integritas dan kedisiplinan seseorang,” tambahnya.

ONMIPA-PT sendiri dilaksanakan melalui tiga tahap, yakni tingkat perguruan tinggi, tingkat wilayah, dan tingkat nasional.

Tsania berharap keikutsertaan UNY pada ONMIPA-PT 2025 tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat semangat mahasiswa untuk terus bertumbuh dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Setiap langkah mereka merupakan bagian dari upaya kolektif membangun masa depan sains tanah air,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)