Sekda Sleman Lepas Jalan Sehat Milad ke-65 SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Tekankan Kolaborasi Pendidikan

Sleman – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Susmiarto, melepas peserta Jalan Sehat Milad ke-113 Muhammadiyah yang sekaligus menjadi puncak Milad ke-65 SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Sleman, pada Minggu (16/11).

Dalam kesempatan itu, Susmiarto menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman. Ia menegaskan bahwa kegiatan jalan sehat tidak hanya menjadi agenda perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat spirit pendidikan.

“Mudah-mudahan kegiatan jalan sehat ini menjadi semangat dan motivasi seluruh jajaran Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di SMP Muhammadiyah 1 Prambanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kontribusi Persyarikatan Muhammadiyah dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Sleman sudah terbukti nyata. “Sudah tidak diragukan lagi peran Muhammadiyah dalam meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman,” tegasnya.

Kegiatan jalan sehat berlangsung meriah sebagai bagian dari rangkaian peringatan milad sekolah yang menghadirkan ribuan peserta. Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, yang hadir dalam pembukaan Musapra Fest 2025, turut mengapresiasi inovasi SMP Muhammadiyah 1 Prambanan dalam pengembangan potensi peserta didik.

“Kreativitas dan semangat berinovasi di SMP Muhammadiyah 1 Prambanan ini patut menjadi contoh bagi sekolah lainnya,” ungkap Mustadi.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Lembaga Pengelola Olahraga (LPO) PWM DIY, Edy Prajaka, yang menilai acara ini berhasil menjadi wadah ekspresi siswa. “Tadi ada penampilan yang sangat bagus dari adik-adik. Kami mengajak masyarakat untuk bergabung di SMP Muhammadiyah 1 Prambanan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Daswati Rofiatun Sahifah, menjelaskan bahwa jalan sehat menjadi rangkaian kegiatan yang dipadukan dengan bakti sosial dan pembagian piala Musapra Fest 2025.

“Kegiatan ini tidak lain untuk menjalin silaturahmi, memperkuat dakwah pendidikan, sekaligus mengembangkan bakat anak-anak agar bisa berekspresi dan berprestasi,” tuturnya.

Ia menyebut Musapra Fest 2025 ini diikuti siswa melalui tryout online dan menghadirkan 15 jenis lomba dari bidang olahraga, seni budaya, keagamaan, hingga umum. Daswati menegaskan komitmen SMP Muhammadiyah 1 Prambanan sebagai sekolah berbasis pengembangan talenta.

“SMP Muhammadiyah 1 Prambanan menjadi sekolah anak saleh sekaligus sekolah bakat multitalenta, dengan tujuh kelas unggulan seperti tahfidz, multimedia, olahraga, chef, tapak suci, sainsku, dan kelas lainnya,” jelasnya. (Athiful/KIM Depok)




Rayakan Milad ke-98, SD Muhammadiyah Domban 1 Gelar Ekspo Kreatif dan Luncurkan SPMB 2026/2027

Sleman – Dalam rangka Milad ke-98 dan peluncuran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, SD Muhammadiyah Domban 1 Tempel menggelar “Domban 1 Ekspo #2”. Kegiatan yang didukung oleh Ranting Muhammadiyah Mororejo, Cabang Muhammadiyah Tempel, serta Aisyiyah Cabang Tempel dan Ranting Mororejo ini mengambil tema “Membangun Generasi Hebat, Kreatif dan Berkarakter Islami”.

Ekspo dilaksanakan di halaman dan ruang kelas SD setempat pada Sabtu (15/11/2025). Acara dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, termasuk lomba mewarnai dan lomba hafalan untuk tingkat TK, pementasan seni dari siswa kelas 1 hingga 6, market day, dan sesi dongeng oleh Kak Aris Satria Bertopeng.

Acara ini diikuti oleh seluruh murid, wali murid, dan guru SD Domban 1. Selain itu, hadir pula 67 peserta lomba mewarnai dan 25 peserta lomba hafalan dari luar sekolah beserta para pendampingnya.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Domban 1, Marfungah, menjelaskan bahwa Domban 1 Ekspo #2 memiliki tujuan utama yang bersifat edukatif, sosial, dan promotif.

“Tujuan kami adalah menumbuhkan rasa syukur sekolah atas usia pengabdian yang ke-98 tahun, memberikan ruang ekspresi bagi peserta didik, menjalin silaturahmi, dan memperkuat sinergi,” ujar Marfungah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan citra positif sekolah, serta mendorong semangat kreativitas dan inovasi pembelajaran.

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil)/Pengawas SD Kapanewon Tempel, Nur Hayati, mengucapkan selamat atas capaian SD Muhammadiyah Domban 1 yang telah berusia hampir satu abad. Menurutnya, ini merupakan bukti nyata komitmen lembaga dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menanamkan nilai-nilai keislaman pada masyarakat.

“Kami berharap ke depannya sekolah bisa berkembang lebih baik lagi, berprestasi, dan jumlah muridnya semakin bertambah,” ucap Nur Hayati.

Ketua panitia sekaligus guru SD Domban 1, Nuryanti Widiasih, mengemukakan bahwa banyak prestasi yang telah diraih anak didiknya pada tahun 2025. Di antaranya adalah juara 1 lomba gladhi kawruh bahasa Jawa, juara 2 atletik, juara 1 tartil, juara 2 qiraah, juara 2 lomba bercerita, dan juara 2 lomba angklung.

Domban 1 Ekspo #2 menampilkan hasil karya dan prestasi anak dalam berbagai bidang pelajaran. Ajang ini juga menunjukkan kreativitas anak-anak dalam bidang seni tari, menyanyi, dongeng, angklung, dan tapak suci.

Dalam sesi dongengnya, Kak Aris mengajak anak-anak untuk menjadi pahlawan mulai dari hal-hal kecil. Ia menekankan pentingnya menolong orang lain tanpa pamrih, berani membela kebenaran dengan cara mengatakan yang benar walaupun sulit, dan menolak mengikuti perilaku buruk orang lain.

“Kalian juga harus bertanggung jawab dengan menyelesaikan tugas dengan baik, serta peduli terhadap lingkungan dengan menghemat air dan tidak membuang sampah sembarangan,” pesan Kak Aris kepada para peserta.

Acara diakhiri dengan pengumuman dan pembagian piala bagi para pemenang lomba. TK ABA Tegal Domban dan TK ABA Kragan berhasil meraih juara 1 dan 2 pada lomba mewarnai dan hafalan. (Sulistiyono/KIM Seyegan)




UMKM Berbah Dukung Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah

Sleman – Ketua panitia Milad Muhammadiyah ke-113 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah, Heriyanto, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua warga Muhammadiyah dan simpatisan yang telah menyukseskan kegiatan peringatan Milad.

“Terutama dukungan dari pelaku usaha UMKM Berbah yang bekerja sama dengan wadah amal usaha Muhammadiyah,” ucapnya di hadapan ribuan peserta jalan sehat yang memadati lapangan Kadisono, Berbah, Sleman, Yogyakarta, pada Minggu (16/11/2025).

Ia menyampaikannya sambil menanti pengumuman pembagian door prize utama berupa satu ekor sapi sumbangan dari Midun Tlogowono.

Ketua UMKM Berbah, Sri Andayayani, yang akrab disapa Yani, mengatakan bahwa para pelaku usaha UMKM Kapanewon Berbah berjajar menggelar aneka produk jualan, mulai dari dagangan basah dan kering. Berbagai aneka minuman, makanan, camilan, dan kudapan tersedia. Ada juga yang menjajakan aksesori dan fashion dengan berbagai jenis dan harga.

Panitia menyiapkan 18 tenda kerucut di pinggir lapangan sisi timur, selatan, dan utara. Sementara itu, rombongan penjual asongan bermotor berada di sisi selatan pojok timur. “Mereka mempergunakan payung besar milik sendiri untuk menahan sengatan panas matahari,” jelas Yani.

Kelompok UMKM yang biasanya berjualan setiap hari di Showroom Kapanewon Berbah, kali ini turut serta menggelar dagangan di arena Milad Muhammadiyah dalam rangka menyemarakkan acara. Semua UMKM melakukan kegiatan ini dengan bergembira, sesuai pesan Ketua PCM Berbah, Ahmad Muhajir Hanifi.

“Dalam Bermuhammadiyah harus bergembira. Menyenangkan, menyejahterakan, dan membahagiakan umat,” tuturnya.

Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, memberikan apresiasi yang tinggi kepada organisasi Muhammadiyah yang nyata berjasa memberikan sumbangan untuk mencerdaskan bangsa dengan pendirian berbagai sekolah dari TK sampai perguruan tinggi. Muhammadiyah juga memberikan pencerahan umat dengan amal usaha dan pelayanan dalam berbagai bidang kehidupan.

“Semoga dengan bermilad, Muhammadiyah dapat berkembang lebih baik dan memberikan kemanfaatan lebih besar bagi umat,” harapnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Asosiasi LPK Nusantara Berdaya Gelar Rakornas, Siapkan SDM Unggul Dukung Target 500 Ribu Pekerja Migran

Sleman – Asosiasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Nusantara Berdaya menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bertema “Bersinergi, Berdaya, dan Tumbuh Bersama untuk Indonesia Gemilang.” Acara yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 15–16 November 2025, di Hotel Sahid Raya ini dihadiri 43 anggota LPK, 7 Sending Organizer (SO), dan 2 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Ketua Asosiasi LPK Nusantara Berdaya, Fitri Istiantoro, menegaskan bahwa Rakornas ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antar-lembaga guna menyiapkan tenaga kerja produktif.

“Ini merupakan langkah awal dari kolaborasi sinergi kita semua untuk bersama-sama membangun tenaga-tenaga kerja produktif untuk kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. Kami mengundang semua pihak untuk bergabung dalam asosiasi ini, berkolaborasi, dan saling membantu meningkatkan produktivitas tenaga kerja—kita latih, kita berdayakan, menjadi manusia yang unggul,” ungkapnya.

Dukungan pemerintah turut hadir melalui pemaparan Muhammad Arfian, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI bidang Pemagangan Luar Negeri. Ia menjelaskan arah besar kebijakan Presiden Prabowo yang menargetkan pengiriman 500 ribu tenaga kerja ke luar negeri. “Ini tantangan besar bagi kita. Saya berharap melalui Rakornas ini, Asosiasi LPK Nusantara Berdaya dapat menyiapkan rencana kerja 2026 dan menjadi asosiasi yang disegani serta dijadikan rujukan, sehingga makin banyak LPK yang bergabung,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian materi strategis, di antaranya adalah pembahasan mengenai kesuksesan program Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Jepang yang profesional dan terampil, pemberdayaan purna pekerja migran agar menjadi individu unggul dan produktif, sidang komisi dan sidang pleno penyusunan arah program kerja, sesi berbagi praktik baik oleh LPK yang menangani penempatan ke Jepang, Jerman, dan Australia, serta pemaparan Program Sahabat Migran Indonesia.

Rakornas ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kualitas pelatihan, memperluas jejaring internasional, dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global. Melalui semangat sinergi dan pemberdayaan, Asosiasi LPK Nusantara Berdaya menegaskan tekadnya untuk turut membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Gemilang. (Andy Ahmad/KIM DSN)




PSC SES Sleman Gelar Bimtek, Puluhan Ambulans Non-Faskes Perkuat Tatalaksana Kegawatdaruratan

Sleman – Unit Pelaksana Teknis Daerah Public Service Centre Sleman Emergency Service (UPTD PSC SES) Dinas Kesehatan Sleman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tatalaksana Kegawatdaruratan bagi Tim Ambulans Non-Faskes Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan mutu pelayanan kegawatdaruratan di seluruh wilayah.

Kegiatan yang diikuti puluhan penyedia layanan ambulans dari berbagai organisasi masyarakat, lembaga sosial, hingga komunitas kemanusiaan ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah Sleman. Beberapa layanan yang hadir antara lain Ambulans LAZISNU Seyegan, AmbulansMU PCM Turi, Ambulans Emergency SAR DIY, hingga Panda Ambulans Jogja.

Kepala UPTD PSC SES Sleman, Dharmawan Lingga Artama, menegaskan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk menguatkan kemampuan teknis tim ambulans non-fasilitas kesehatan (non-faskes) dalam menghadapi situasi darurat dan meningkatkan kapasitas pelayanan kegawatdaruratan medis.

Materi inti pelatihan diawali dengan Kegawatdaruratan Neurologi Saraf yang disampaikan oleh Eni Nurhidayati. Peserta antusias mengikuti penjelasan teknis mengenai tata laksana kasus stroke, kejang, hingga penurunan kesadaran dalam kondisi pra-fasilitas. Sesi kedua diisi oleh Ahkob Krisnanto, dengan topik Kegawatdaruratan Trauma Abdomen.

Sesi vital terkait regulasi dan sistem disampaikan oleh Kudiayana. Ia memaparkan tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Ia menegaskan, SPGDT adalah sistem yang menjamin masyarakat akan pelayanan kegawatdaruratan medis, meningkatkan akses dan mutu pelayanan, mempercepat respons, serta menyelamatkan jiwa dan mencegah kecacatan. Dalam paparannya, ditekankan pula perbedaan fungsi dan kelengkapan medis yang wajib ada pada Ambulans Transport dan Ambulans Gawat Darurat.

Pada sesi akhir, panitia mengadakan perumusan dan deklarasi Garda Sleman, yaitu jejaring relawan ambulans non-faskes yang diharapkan berperan aktif dalam koordinasi SPGDT di tingkat kabupaten.

Dharmawan Lingga Artama dalam penjelasan penutupnya mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan upaya membangun jejaring komunikasi antar-ambulans agar setiap kasus kegawatdaruratan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. “Kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan ini di lapangan sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin,” ujarnya.

Irwan Susanto, salah satu peserta Bimtek dari AmbulanMu PCM Turi, menilai pelatihan ini penting mengingat tingginya angka kegawatdaruratan sehari-hari, potensi bencana, serta belum meratanya sumber daya fasilitas kesehatan. Dengan adanya Bimtek ini, UPTD PSC SES Sleman berharap seluruh layanan ambulans non-faskes dapat menjalankan standar pelayanan yang selaras dengan ketentuan nasional, mulai dari kesiapan armada hingga koordinasi dengan rumah sakit rujukan. (Arief Hartanto/KIM Turi0