Dosen UGM: Sisa Usia Adalah Modal Utama, Amal Harus Istiqamah Agar Husnul Khotimah

Sleman – Nur Hadi, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), menyampaikan tausiah bertema “Memaksimalkan Sisa Umur untuk Beramal Sholeh dan Beribadah” pada Pengajian Rohis (Rohaniawan Islam) Fisipol UGM Angkatan 1989. Pengajian berlangsung pada Minggu (16/11/2025) di Aula Mushala Fisipol UGM.

Dalam ceramahnya, Nur Hadi menekankan bahwa usia merupakan modal utama manusia untuk beramal. Ia mengutip pesan Hasan Al-Bashri untuk menguatkan kesadaran akan waktu. “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu hari hilang, maka hilang pula bagian dari dirimu,” ujarnya, menegaskan bahwa manusia sesungguhnya tidak memiliki apa-apa selain waktu yang terus berkurang.

Nur Hadi menjelaskan bahwa amal saleh dalam syariat harus memenuhi tiga unsur: niat yang baik, cara yang sesuai syariat, dan memberikan manfaat. Ia juga mengingatkan bahwa urusan ibadah dan muamalah seharusnya bersifat saling melengkapi, bukan dijadikan bahan saling mengkritik. “Jika ada kekurangan pada salah satunya, itu bukan untuk diserang, tapi untuk dinasehati dan diperbaiki,” ungkapnya.

Mengutip tafsir Ibnu Katsir, ia menjelaskan bahwa sumpah Allah dalam Surat Al-‘Ashr merupakan penegasan pentingnya waktu sebagai ladang amal manusia. Ia menyebut kerugian terbesar adalah hilangnya kesempatan beramal seiring berkurangnya umur. Jalan keselamatan yang disebut dalam surat tersebut, yaitu iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan kesabaran, menjadi kunci keluar dari kerugian hidup.

Terkait dengan akhir kehidupan, Nur Hadi mengingatkan bahwa amal sangat ditentukan oleh penutup usia seseorang. Oleh karena itu, pembiasaan amal kecil tapi istiqamah sangat penting. “Teori probabilitas mengajarkan bahwa jika kebiasaan kita baik, kemungkinan akhir kita juga baik,” ujarnya, merujuk pada anjuran pentingnya amal yang berkesinambungan.

Di akhir tausiah, Nur Hadi menyampaikan tujuh pesan utama sebagai strategi memaksimalkan usia. Strategi tersebut meliputi menyadari kefanaan dan tidak menunda amal, mengutamakan amal prioritas menjelang usia senja (amal harian, amal modal, dan amal jariyah), serta strategi mengelola waktu melalui muhasabah harian. Selain itu, ia berpesan agar umat menata niat, memperbaiki hati, serta menambah bekal akhirat lewat membaca surat-surat tentang akhirat seperti Al-Waqi’ah dan memperbanyak doa memohon husnul khotimah. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Turba Satkorcab Banser Sleman Perkuat Soliditas Kader Gamping: Penjaga Keamanan dan Kemanusiaan

Sleman – Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Sleman menggelar kegiatan turun ke bawah (turba) di Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Kapanewon Gamping. Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Assalimiyah, Pundung, Nogotirto, Minggu (16/11/2025), ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali makna pengabdian kader.

Turba dipimpin oleh Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Sleman, Jalal Machali, bersama jajarannya, dengan tujuan menyamakan langkah, memperkuat kedisiplinan, dan merawat soliditas keluarga besar Banser di tingkat akar rumput.

Jalal mengatakan bahwa program ini berfungsi sebagai ajang silaturahmi antara pengurus cabang dengan kader di tingkat kapanewon dan kalurahan dalam upaya memperkuat komando, kedisiplinan, dan militansi kader Banser. “Di saat ini, Banser harus tetap menjadi barisan yang kokoh, siap menjaga keamanan kegiatan masyarakat, dan tanggap terhadap situasi sosial maupun kebencanaan,” tandasnya.

Ia berharap kehadiran Satkorcab di Gamping mampu memberikan penyegaran, motivasi, dan penguatan nilai-nilai dasar ke-Banser-an, seperti keikhlasan, ketaatan, solidaritas, serta rasa cinta tanah air. Ia menegaskan, Banser bukan sekadar pasukan keamanan, tetapi sekaligus pasukan kemanusiaan yang bergerak tanpa pamrih.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Assalimiyah, Nurharis, menyambut baik kegiatan turba ini sebagai momentum untuk memperkokoh silaturahmi, menyatukan hati, serta memantapkan komitmen pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. “Semoga Allah SWT senantiasa menjaga langkah-langkah kita dan memberikan keberkahan pada setiap ikhtiar,” ucapnya.

Nurharis pun menyampaikan terima kasih kepada Banser Gamping yang selama ini aktif membantu masyarakat, pesantren, dan pemerintah setempat. Harapannya, turba ini semakin menguatkan langkah anggota Banser dalam mengabdi, melayani, dan menjaga marwah organisasi Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama.

Pada kesempatan ini, Kepala Biro Pendidikan dan Latihan Satkorcab Sleman, Toyong Angga, bersama Kepala Satuan Khusus Protokoler, Budi Raharjo, melakukan peningkatan kapasitas 50 anggota Satkoryon Banser Gamping. Materi yang diberikan mengenai tugas dan fungsi Banser sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan nilai-nilai kebangsaan, termasuk penghayatan Nawa Prasetya Banser.

“Pemahaman yang baik tentang tugas Banser membantu setiap kader menjalankan perannya secara tepat, disiplin, dan terarah sehingga kehadiran mereka benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Angga. Dengan pengetahuan ini, setiap Banser diharapkan dapat menjaga marwah organisasi dan semakin solid dalam bergerak. (Adnan Nurtjahjo/KIM Gamping)




Setengah Abad BK3S DIY: GKR Hemas Tegaskan Pengabdian Sosial Berkelanjutan di Tengah Tantangan Kompleks

Sleman – Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) DIY merayakan ulang tahun emasnya yang ke-50 dengan mengusung tema “Bersama Menginspirasi Kesejahteraan Sosial yang Berkelanjutan.” Lembaga sosial yang didirikan pada 2 Agustus 1975 ini menggelar perayaan di Hall A–B Lantai 2 Plaza Ambarrukmo, Depok, Sleman, pada Sabtu, 15 November 2025.

Perayaan dihadiri oleh Ketua Umum BK3S DIY GKR Hemas, Paniradyapati Kaistimewan, Forkompinda DIY, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemda DIY, termasuk Kepala Dinas Sosial DIY, serta perwakilan dinas sosial dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Turut hadir Keluarga Pendiri dan Perintis BK3S DIY serta mitra perusahaan pendukung acara.

Sekretaris Umum dan Ketua Panitia Pelaksana, Sugiyanto, melaporkan rangkaian acara berlangsung dari pagi hingga malam. Kegiatan dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada perintis, pendiri, mitra, serta pengurus dan karyawan dengan masa pengabdian 20 tahun dan kelipatannya.

“Tujuan dan dampak Peringatan HUT 50 tahun BK3S adalah untuk memberikan penghormatan kepada perintis, pendiri dan pemimpin BK3S DIY, di samping itu sebagai siar keberadaan BK3S agar lebih dimengerti dan dimanfaatkan pihak-pihak yang berkepentingan,” ungkap Sugiyanto.

Peringatan usia emas ini juga ditandai dengan peluncuran Lembaga Pelatihan Kerja (LPK-BK3S), peluncuran penerbitan Journal of Society Bridge, dan penerbitan buku berjudul Jejak Pengabdian dari Masa ke Masa BK3S DIY (1975–2025). Acara dimeriahkan pula dengan Expo & Show Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang menampilkan produk-produk kreatif LKS binaan, serta Night Talk Show bertema “Sociopreneurship”.

Ketua Umum BK3S DIY, GKR Hemas, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BK3S telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat kapasitas lembaga kesejahteraan sosial di seluruh DIY, sejalan dengan visi meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan.

“Memasuki usia emasnya, BK3S DIY dihadapkan pada tantangan sosial yang semakin kompleks, mulai dari ketimpangan sosial, isu kesehatan mental, dinamika ekonomi keluarga, hingga penanganan kelompok rentan yang membutuhkan pendekatan multidisiplin,” tutur GKR Hemas. Ia berharap BK3S semakin memperkuat peran sebagai rumah koordinasi yang ngemong, mengayomi, dan mendorong kolaborasi lintas sektor.

“Saya bangga dengan program inovasi BK3S seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK-BK3S) yang di hari ini kita launching, penerbitan Journal of Society Bridge dan penerbitan buku berjudul Jejak Pengabdian Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial DIY,” tutup GKR Hemas.

Sementara itu, salah satu Panitia dan Pengurus BK3S DIY yang juga menjabat Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menjelaskan bahwa penyelenggaraan HUT ke-50 di pusat perbelanjaan (Plaza Ambarrukmo) merupakan strategi untuk memperluas akses publik terhadap produk hasil kreativitas LKS se-DIY. “Ini merupakan bentuk kerja sama sekaligus ruang untuk menampilkan unit usaha dari berbagai LKS yang dapat lebih mudah diakses masyarakat umum yang sedang berkunjung atau berbelanja di Mal ini,” ujarnya.

BK3S DIY saat ini membina 365 LKS yang bergerak dalam berbagai pelayanan kesejahteraan sosial, termasuk panti asuhan, panti lansia, serta pelayanan anak terlantar dan yatim. Melalui momentum emas ini, BK3S DIY bertekad untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjadi inspirasi utama dalam membangun kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Yogyakarta. (Wasana/KIM Depok)




Karang Taruna DSN Sardonoharjo Gelar Turnamen Badminton Piala Yakult 2025

Sleman – Karang Taruna Dharma Satria Nusantara (DSN) Kalurahan Sardonoharjo kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kekompakan dan sportivitas antar pengurus melalui penyelenggaraan Pertandingan Antar Divisi Piala Yakult 2025. Turnamen ini digelar pada Minggu malam, 16 November 2025, di GDS Gor Darusalam, dan mendapatkan dukungan penuh dari Yakult sehingga berjalan meriah dan terkoordinasi.

Seluruh unsur kepengurusan Karang Taruna DSN ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari divisi KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara), UKS (Usaha Kesejahteraan Sosial), UEP (Usaha Ekonomi Produktif), ROK (Rekreasi, Olahraga, Kesenian), Media, MPKT (Majelis Pertimbangan Karang Taruna/Eksternal), serta pamong kalurahan. Setiap divisi menurunkan perwakilan terbaik untuk bertanding dalam cabang badminton ganda campuran.

Sejak awal pertandingan, suasana kompetitif namun hangat langsung terasa. Masing-masing tim tampil maksimal dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sekaligus memanfaatkan momen ini untuk mempererat interaksi lintas divisi.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bukan hanya seru, tetapi juga mempererat kebersamaan. Antusiasme peserta luar biasa, dan dukungan dari Yakult membuat acara semakin lengkap,” ujar Aziz, selaku pelaksana kegiatan sekaligus Ketua Divisi ROK, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh divisi.

Setelah melalui babak demi babak, MPKT berhasil meraih posisi juara pertama. Divisi ROK menempati juara kedua, disusul KSB sebagai juara ketiga, dan Divisi Media berada di posisi keempat.

Ketua Karang Taruna DSN, Imam Saiful, menegaskan pentingnya agenda seperti ini dalam membangun kekuatan internal organisasi. “Ini adalah ajang yang bisa membuat Karang Taruna semakin solid. Ketika seluruh divisi berkumpul, berinteraksi, dan berkompetisi secara sehat, nilai kebersamaan itu tumbuh dengan kuat,” tegasnya.

Dengan semangat seluruh peserta dan dukungan dari Yakult, kegiatan Piala Yakult 2025 ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar divisi di Karang Taruna DSN Sardonoharjo. (ESK/KIM DSN)




Perempuan Bangsa Sleman Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas, Tegaskan Peran Perempuan dalam Pembangunan

Sleman – Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan 2025 yang digelar Perempuan Bangsa (PB) Kabupaten Sleman berlangsung sukses pada Minggu, (16/11/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh PB, badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menghimpun perempuan dari berbagai kalangan, ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.

Kegiatan dibuka dengan penegasan pentingnya literasi politik dan pemahaman regulasi bagi kader perempuan. Materi inti mencakup sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) serta pelatihan keterampilan dasar berpolitik, yang menjadi bekal penting agar perempuan mampu tampil aktif dalam proses kebijakan publik.

Narasumber pertama, Rahayu Widi Nuryani, menekankan bahwa peningkatan kapasitas kader perempuan adalah investasi strategis bagi kualitas demokrasi. Sementara itu, Subanar Surya Saputra menyoroti pentingnya karakter, komunikasi, serta kesiapan mental perempuan dalam menghadapi dinamika publik.

“Kami ingin memastikan setiap kader perempuan memahami bahwa kapasitas bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga mentalitas dan keberanian untuk berjejaring dan mengambil peran dalam proses kebijakan publik,” ujar Susi Yuliarti, Koordinator acara.

Sesi soft outbound menjadi bagian paling menarik, menghadirkan Unit Usaha KIM DSN Outbound Sardonoharjo yang telah berpengalaman di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Melalui permainan edukatif, peserta dilatih membangun kerja sama, ketangguhan, dan kepemimpinan dalam situasi dinamis.

Konsep pelatihan dirancang komprehensif agar peserta mendapatkan pengalaman nyata, tidak hanya teori. Hal senada disampaikan oleh perwakilan panitia lainnya, yang menilai antusiasme peserta sebagai bukti kuat bahwa kader perempuan siap terus berkembang.

“Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan bahwa kader perempuan di Sleman memiliki semangat yang membara untuk terus belajar dan berkontribusi. Kami percaya, dari workshop ini akan lahir pemimpin-pemimpin perempuan masa depan yang siap menggerakkan masyarakat,” kata Sri Puji Purwanti, Ketua PB Sleman, memberikan dukungannya.

Tokoh perempuan PB Sleman lainnya, Endhita (Bendahara Umum PKB), juga turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

Workshop ditutup dengan optimisme bahwa kader perempuan akan semakin siap menjadi penggerak masyarakat, berperan aktif dalam pembangunan daerah, serta menjadi bagian dari lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan masa depan. (ESK/KIM DSN)