SMP Muhammadiyah 1 Berbah Gelar Donor Darah, Bagian Rangkaian Milad ke-113

Sleman – SMP Muhammadiyah 1 Berbah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Berbah, didukung PMI Kabupaten Sleman, menyelenggarakan kegiatan donor darah pada Sabtu, 15 November 2025. Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung di komplek SMP Muhammadiyah 1 Berbah, Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah, Ahmad Muhajir Hanifi, yang turut menjadi peserta donor darah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menolong sesama dengan sedekah darah. Selain itu, kegiatan ini menjadi rangkaian acara dalam memperingati Milad Muhammadiyah ke-113 PCM Berbah.

“Puncak acaranya adalah jalan sehat pada Ahad, 16 November 2025, di Lapangan Kadisono, Tegaltirto. Silakan warga berbondong-bondong bergembira dengan Milad Muhammadiyah ke-113 dengan door prize utama satu ekor sapi,” jelas Muhajir.

Endah Susmiyati yang mewakili Panewu Berbah menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya acara donor darah hasil kerja sama SMP Muhammadiyah 1 Berbah dan PMI Kapanewon Berbah. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pendonor.

“Dengan setetes darah yang didonorkan, insyaallah sangat bermanfaat untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Semoga bernilai ibadah dan bisa menjadi bekal bagi kita menuju Jannah-Nya Allah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa manfaat donor darah selain sebagai amal juga menyehatkan bagi tubuh. “Semoga acara semacam ini bisa terselenggara dengan rutin dan menebar manfaat bagi sesama. Semangat, sukses selalu PMI Kapanewon Berbah,” ungkap Endah.

Bendahara PMI Kapanewon Berbah, Ning, menyampaikan bahwa dalam donor darah kali ini diikuti 70 pendaftar, meskipun ada beberapa yang tidak lolos skrining kesehatan. Donor diikuti oleh warga Muhammadiyah dan juga masyarakat umum Kapanewon Berbah. “Dengan donor darah, harapannya bisa menguatkan stok darah di PMI Sleman,” ujar Ning. (Kusnadi/KIM Berbah)




Resmi Dibuka Panewu Moyudan, Porkal Sumbersari Pertandingkan Cabang Bola Voli

Sleman – Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumbersari Tahun 2025 secara resmi dibuka oleh Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, pada Minggu (16/11/2025). Pembukaan berlangsung di Lapangan Bola Voli Menulis, Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Upacara pembukaan dihadiri oleh Panewu beserta jajaran, Kapolsek beserta anggota, Danramil Moyudan, Lurah Sumbersari Sukadi beserta Pamong, serta Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sumbersari.

Ketua panitia Porkal Sumbersari, Junaidi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Porkal tahun ini hanya mempertandingkan cabang olahraga bola voli putra dan putri. Pertandingan akan menggunakan sistem setengah kompetisi dan diikuti oleh 13 regu putra serta 10 regu putri. “Pertandingan akan berlangsung selama 20 hari, apabila tidak terjadi gangguan,” ujar Junaidi.

Lebih lanjut, Junaidi menuturkan bahwa panitia akan mengambil juara 1 sampai 4 untuk kategori putra maupun putri. “Para juara nantinya, panitia akan memberikan hadiah berupa trofi dan sejumlah uang pembinaan,” sambungnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas. “Pada pertandingan kali ini kita buat komitmen bersama, apabila terjadi keributan, seluruh pertandingan akan dihentikan, bagi tim atau perorangan yang membuat keributan diwajibkan mengganti seluruh biaya pertandingan,” imbuhnya.

Lurah Sumbersari, Sukadi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyiapkan segala sesuatu demi suksesnya Porkal. Ia menyoroti bahwa pembukaan tepat pada 16 November 2025, bertepatan dengan Hari Jadi Kalurahan Sumbersari ke-79. “Semoga hal tersebut berimbas kepada kami untuk menggelorakan semangat dalam pelayanan dan pengabdian,” harap Sukadi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan sportivitas. “Olahraga merupakan sarana untuk mempererat silaturahmi antarwarga, jangan malah dijadikan hal yang sebaliknya. Bagi pemenang jangan sombong, yang kalah harus bisa menerima,” ungkap Sukadi.

Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kalurahan Sumbersari atas diselenggarakannya Porkal. “Selama ini sudah empat Kalurahan di Moyudan telah melaksanakan Porkal. Insya Allah tahun depan kami akan menyelenggarakan Panewu Cup,” ujar Agung. Ia juga menilai Porkal merupakan sarana untuk menemukan bibit-bibit olahraga dari wilayah, dengan harapan nantinya Moyudan bisa memunculkan atlet nasional.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Porkal Sumbersari tahun 2025 secara resmi kami nyatakan dibuka,” ucap Agung Dwi Maryoto mengakhiri sambutannya. Sebagai tanda dimulainya pertandingan, dilakukan pemukulan bola pertama oleh Panewu Moyudan, Lurah Sumbersari, dan Ketua Panitia Porkal. (Giek/KIM Moyudan)




Metafest SMP Muhammadiyah 1 Berbah Sukses Gali Bakat Pelajar

Sleman – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 1 Berbah menyelenggarakan Metafest, sebuah ajang perlombaan untuk pelajar SD kelas 3 hingga kelas 6. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 14–15 November 2025 di komplek sekolah, Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, ini bertujuan menggali bakat sekaligus memperkenalkan sekolah sebagai pilihan unggulan.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Berbah, Tri Muriana Budianto, menyampaikan bahwa Metafest merupakan rangkaian kegiatan pendukung Milad Muhammadiyah ke-113 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah, yang puncaknya berupa jalan sehat pada Minggu, (16/11/2025) di Lapangan Kadisono.

“Kegiatan yang kita lakukan selain mendukung Milad Muhammadiyah ke-113 juga sebagai upaya lebih mengenalkan SMP Muhammadiyah 1 Berbah sebagai pilihan anak-anak untuk belajar di sekolah unggulan,” jelas Tri.

Ketua penyelenggara Metafest yang juga Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 1 Berbah, Sholihin Al Awwali, menyampaikan bahwa lomba memang ditujukan untuk anak SD kelas 3 sampai kelas 6. Terdapat 10 cabang yang dilombakan, termasuk lomba Azan, lomba menyanyi, dan banyak lagi. Setiap peserta hanya membayar biaya pendaftaran dan mendapatkan minuman serta kudapan. “Nantinya setiap cabang lomba akan diambil juara satu, dua, dan tiga. Pemenang akan mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan,” jelas Sholihin.

Lomba mobile legend menjadi cabang yang paling diminati dan meledak di luar perkiraan panitia. Perkiraan awal hanya tujuh kelompok, namun hingga hari pelaksanaan peserta yang ikut mencapai 20 kelompok. Mengingat satu kelompok terdiri dari lima orang, “Jadi dalam lomba mobile legend terlibat 100 peserta,” kata Sholihin.

Selain mengadakan lomba non-akademik, SMP Muhammadiyah 1 Berbah juga menyelenggarakan try out gratis bagi siswa kelas 6 yang akan mengikuti ujian akhir. Try out diikuti oleh 570 siswa dari berbagai sekolah di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.

Dengan try out yang berlangsung secara luring, peserta bisa merasakan langsung fasilitas yang dimiliki SMP Muhammadiyah 1 Berbah, seperti ruangan ber-AC dan penggunaan TV Android untuk proses pembelajaran. “Pemakaian TV Android mempunyai kelebihan daripada menggunakan proyektor, yakni bisa disambungkan (koneksikan) dengan perangkat ponsel, jadi lebih praktis. Didukung dengan adanya Wi-Fi gratis terbuka,” pungkas Sholihin. (Kusnadi/KIM Berbah)




Optimalisasi Dana Desa, Lumbungrejo Perkuat Sarpras Posyandu dan Posbindu

Sleman – Dana Desa kini berperan strategis dalam pembangunan di tingkat Kalurahan, termasuk sebagai instrumen penting untuk memperkuat sektor kesehatan masyarakat. Salah satu wujud nyata dari pemanfaatan Dana Desa tersebut terlihat dalam upaya peningkatan sarana prasarana Posyandu dan Posbindu di Kalurahan Lumbungrejo.

Pada Minggu, 16 November 2025, pukul WIB, Lurah Lumbungrejo M Misbah Al Hakim bersama Carik, Kamituwa, dan staf kalurahan melaksanakan penyerahan sarana prasarana Posyandu dan Posbindu secara bergilir di padukuhan-padukuhan. Pada hari itu, giliran Padukuhan Tempel dan Padukuhan Kromodangsan yang menerima paket peralatan kesehatan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi VI DPR RI, GM Totok Hedi Santosa, yang turut menyerahkan sarana prasarana Posyandu Lansia dan Posbindu, serta paket sembako untuk para kader kesehatan.

Dalam penyerahan tersebut, Lurah Lumbungrejo memberikan tambahan peralatan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) seperti stik gula darah, stik asam urat, stik kolesterol, sarung tangan medis, alkohol swabs, serta peralatan kesehatan lainnya. “Hari ini kita serahkan peralatan cek kesehatan terutama untuk Posbindu kepada Padukuhan Tempel dan Kromodangsan. Sebelumnya, pada Sabtu 15 November 2025, penyerahan juga telah dilakukan di Padukuhan Wonokerso dan Sedogan,” jelas Misbah.

Ia berharap peningkatan fasilitas ini dapat mendorong semangat para kader Posyandu dalam mengabdi kepada masyarakat. “Harapan kami, para ibu-ibu kader semakin semangat dalam melayani masyarakat melalui Posyandu Lansia, Balita, maupun Posbindu. Apalagi hari ini kita kedatangan GM Totok Hedi Santosa yang turut memberikan bantuan meja lipat, tensimeter, alat cek kesehatan, biskuit, susu UHT, serta paket sembako. Semoga bantuan aspirasi maupun Dana Desa ini bermanfaat bagi Posyandu dan Posbindu di padukuhan,” tutur Misbah.

Selain pengadaan peralatan, Dana Desa Lumbungrejo juga dialokasikan untuk mendukung operasional Posyandu dan Posbindu. “Dana Desa kami manfaatkan untuk penyediaan makanan tambahan bergizi dengan memprioritaskan produk lokal, bantuan transport kader, serta pemberian insentif bagi kader kesehatan yang berdedikasi,” tambah Misbah.

Dalam kesempatan yang sama, GM Totok Hedi Santosa kembali menyerahkan sarpras berupa meja lipat untuk Padukuhan Wonokerso, Tempel, dan Kromodangsan, serta alat tensimeter dan perangkat penunjang lainnya. Ia menyampaikan apresiasinya kepada para kader sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. “Ibu-ibu kader adalah kunci kesehatan masyarakat. Semoga bantuan sarpras ini dapat menambah semangat ibu-ibu dalam mendedikasikan diri sebagai kader kesehatan. Semoga bermanfaat bagi Posyandu di Kalurahan Lumbungrejo,” ujar Totok Hedi.

Ketua Posyandu Anyelir Padukuhan Kromodangsan, Listiana (Anna), menyampaikan rasa terima kasih mewakili para kader. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo dan GM Totok Hedi yang sudah mendukung kami dengan sarana prasarana Posyandu dan Posbindu. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.

Dengan sinergi antara Pemerintah Kalurahan, kader kesehatan, serta dukungan aspirasi legislator, Dana Desa kembali membuktikan perannya sebagai instrumen vital dalam memperkuat kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Optimalisasi alokasi yang tepat tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh warga Lumbungrejo. (Ais/KIM Tempel)




Rosse Bambu Sleman Gelar Pelatihan Training of Trainers untuk Pengrajin dari Fiji

Sleman – Sekolah Bambu, Rosse Bambu, yang berlokasi di Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman, ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian Indonesia untuk menyelenggarakan program Training of Trainers (TOT) bertajuk “Training of Trainers For Fiji Bamboo Craftsmen”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis pengrajin Fiji sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara dalam pengembangan industri bambu berkelanjutan.

Pelatihan di Rosse Bambu berlangsung selama dua hari pada 14 hingga 15 November 2025, menghadirkan sejumlah instruktur berpengalaman dari kalangan akademisi. Peserta dari Fiji mendapatkan materi komprehensif mengenai teknik pengolahan bambu modern, desain produk, manajemen usaha kecil, hingga inovasi pemanfaatan bambu sebagai material ramah lingkungan.

Direktur Rosse Bambu, Marzuni, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring serta berbagi praktik terbaik dalam industri bambu. “Kami ingin menunjukkan bahwa bambu memiliki potensi ekonomi besar, dan Indonesia siap berbagi pengalaman dengan negara-negara sahabat,” ujarnya.

Marzuni menambahkan, pelatihan ini juga merupakan komitmen lembaga dalam mendukung pembangunan industri bambu berkelanjutan di kawasan Pasifik. “Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam memanfaatkan bambu sebagai material ekonomi dan budaya. Kami ingin berbagi keahlian tersebut agar pengrajin dari Fiji juga dapat mengembangkan industrinya secara mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebanyak 15 pengrajin bambu yang mewakili berbagai komunitas di Fiji mengikuti kegiatan TOT ini. Mereka datang untuk memperdalam pengetahuan mengenai pengolahan bambu modern sekaligus mempelajari teknik pelatihan yang dapat mereka terapkan kembali di negara asal.

Di awal pelatihan, peserta dibekali materi teknik pemilahan dan pengawetan bambu untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan material. Materi unggulan Rosse Bambu, yaitu teknik laminasi, secara khusus disampaikan oleh Aji Dewanto dari Teknik Mesin UII. Sementara materi pembuatan furnitur, kerajinan dekoratif, dan perlengkapan rumah tangga didampingi oleh Anom Wibisono dari Desain Interior ISI Yogyakarta.

Dalam pelaksanaannya, peserta TOT dibagi menjadi dua regu untuk kegiatan outing class di Rosse Bambu dan kegiatan inclass dengan materi anyaman bambu dan batik yang dilaksanakan di Balai Kerajinan dan Batik di Yogyakarta. Sebelum praktik, peserta dibekali teori tentang kerajinan bambu, termasuk desain dan inovasi produk agar bambu dapat bersaing di pasar global, manajemen usaha kecil, dan strategi pemasaran. Pemberian materi menggunakan metodologi pelatihan yang membantu peserta menjadi instruktur yang siap mengajar di komunitas mereka.

Perwakilan peserta, Soka dan Andy, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti TOT ini membuka wawasan baru tentang potensi bambu. “Kami tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami cara mengajar dan membangun komunitas pengrajin. Ini sangat berharga untuk pengembangan bambu di Fiji,” katanya.

Kegiatan praktik selama dua hari tersebut menargetkan pembuatan karya berupa satu set furnitur, yang terdiri dari satu kursi bambu panjang, satu kursi bambu pendek, dan satu buah meja bambu. Sementara produk dari bambu laminasi yang dibuat adalah tempat tisu dan tempat sendok-garpu.

Mengingat keberadaan tanaman bambu di Fiji tidak sebanyak di Indonesia, Rosse Bambu sebagai Sekolah Bambu yang mengembangkan tanaman bambu dari hulu sampai hilir akan memfasilitasi kelas khusus tentang budidaya tanaman bambu, mulai dari pemilihan bibit hingga pemeliharaannya. Rosse Bambu berharap kerja sama ini dapat menjadi program rutin dan mempererat hubungan Indonesia-Fiji dalam pengembangan ekonomi berbasis bambu. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)