Rakorpim Pemkap Pakem Mempererat Sinergi dan Komunikasi antar Pimpinan Lembaga

Sleman – Pemerintah Kapenewon Pakem menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Tingkat Kapanewon Pakem serta acara pisah sambut Danramil 02/Pakem Kamis (13/11/2025), di Rumah Makan Limasan Watuadeg, Purwobinangun, Pakem.

Rakorpim dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan, antara lain pimpinan perangkat daerah, pemerintah kalurahan, serta instansi vertikal di wilayah Kapanewon Pakem. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka sinkronisasi, monitoring, dan evaluasi penyelenggaraan urusan pemerintahan, sekaligus peningkatan efektivitas pelaksanaan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Hadir dalam kegiatan Ketua Fraksi PKS DPRD Sleman, Yani Fathu Rahman, Ketua Fraksi PKB DPRD Sleman, Wiratno, serta Ketua Fraksi Golkar DPRD Sleman, Banudoyo Manggolo.

Dalam sambutannya, Panewu Pakem, Tri Akhmeriyadi, menyampaikan dua hal penting. Pertama, mengenai mitigasi bencana yang perlu diantisipasi pada musim hujan serta potensi erupsi Gunung Merapi, yang statusnya telah ditetapkan Siaga 3 sejak tahun 2020. Kedua, mengenai dukungan seluruh pimpinan wilayah terhadap program-program nasional dan kabupaten agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Saat ini Kapanewon Pakem masih dalam kondisi landai, hanya saja tetap perlu waspada. Mari kita bersama-sama berkolaborasi dan berkoordinasi dalam mitigasi bencana musim hujan dan erupsi Merapi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tri Akhmeriyadi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk lembaga pendidikan, dalam mendukung berbagai program pemerintah.

“Program nasional seperti MBG yang berdampak lintas sektoral membutuhkan kerja sama yang baik. Pihak sekolah sebagai penerima manfaat harus aktif melaporkan hal-hal yang perlu evaluasi untuk mencari solusi terbaik secara internal,” tambahnya.

Akhmeriyadi juga mengingatkan agar program-program kabupaten, seperti perbaikan jalan dan penerangan, serta optimalisasi koperasi desa “Merah Putih” di tiap kalurahan, terus didukung bersama. Masyarakat diminta segera melaporkan kondisi jalan rusak atau penerangan kurang memadai kepada pihak kapanewon dengan melampirkan dokumentasi foto sebagai bahan tindak lanjut.

Laporan dan informasi dari berbagai unsur pimpinan, diantaranya Kapolsek Pakem, pimpinan UPT, BPPTKG, Para Lurah, KUA, dan Lapas, mendapat tanggapan langsung dari perwakilan DPRD Sleman yang hadir.

Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan agenda pisah sambut Danramil 02/Pakem. Dalam rotasi jabatan tersebut, Kapten Arm Wahyu Kuncoro yang sebelumnya menjabat Danramil 03/Turi saat ini menempati posisi baru sebagai Danramil 02/Pakem, sementara posisi lamanya di Turi diisi oleh Kapten Czi Supriyanto, yang sebelumnya menjabat Danramil 02/Pakem. 

Salah satu dari perwakilan sekolah, Humas MAN 4 Sleman, Dwi Astuti Handayani menegaskan komitmen madrasah berkolaborasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah Kapanewon Pakem, guna mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam pembangunan daerah.

(Edy KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kominfo Sleman Dorong Kreativitas KIM Lewat Lomba Video Pertunjukan Rakyat 2025

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika resmi mengadakan Lomba Video Pendek Pertunjukan Rakyat 2025 untuk seluruh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Lomba yang berlangsung pada 15 Oktober sampai dengan 30 November 2025 ini bertujuan mendorong kreativitas KIM dalam menyampaikan informasi publik sekaligus melestarikan budaya lokal.

Peserta diminta mengangkat isu-isu aktual seperti artificial intelligence, pinjaman online, judi online, stunting, hingga pengelolaan sampah rumah tangga. Setiap karya wajib menyertakan unsur tradisional Sleman, mulai dari bahasa daerah, kostum tradisional, hingga alat musik khas. Video harus berdurasi dua sampai lima menit dengan resolusi minimal 1080p dan format landscape.

Ketua FKIM SEMBADA, Adnan, menyambut baik penyelenggaraan lomba ini dan menilai kegiatan tersebut sebagai ruang kreatif bagi KIM untuk berperan aktif dalam literasi publik.

Sementara itu Divisi Humas FKIM SEMBADA, Sastra, juga menegaskan bahwa akan terus mendorong seluruh KIM di tingkat kapanewon dan kalurahan untuk menampilkan karya terbaik mereka.

“Kami akan terus mendorong seluruh KIM di tingkat kapanewon dan kalurahan untuk menampilkan karya terbaik mereka,” ujarnya.

Penilaian karya dijadwalkan pada 2 sampai 4 Desember 2025, dan pemenang diumumkan 5 Desember 2025. Pemkab Sleman menyiapkan total hadiah Rp15 juta yang bersumber dari APBD Dinas Kominfo 2025. Lomba ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam penyebaran informasi yang cepat, tepat, dan berbudaya. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)




Posyandu Tanjung II Condongcatur Mengikuti Workshop Posyandu 6 SPM DIY

Sleman – Workshop Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Daerah Istimewa Yogyakarta digelar di Hotel Grand Rohan Jogja, Banguntapan, Bantul, Kamis (13 November 2025). Kegiatan ini diikuti oleh lintas sektor dari seluruh kabupaten/kota se-DIY, termasuk perwakilan dari Kabupaten Sleman.

Workshop yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY tersebut bertujuan memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas layanan Posyandu di seluruh tingkatan. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui Instagram Kominfo DIY.

Acara dihadiri Ketua TP Posyandu DIY GKR Hemas, Wakil Ketua I GKBRAA Paku Alam, TP Posyandu Kabupaten/Kota, Dinas PMK, kader berprestasi, serta Posyandu berprestasi DIY Tahun 2025. Dari Kabupaten Sleman turut hadir Ibu Sari Danang Maharsa beserta jajaran TP Posyandu Sleman, TP Posyandu Kapanewon dan Kalurahan yang ditunjuk, kader, Posyandu berprestasi, serta undangan lainnya.

Workshop ini juga menghadirkan sesi talkshow dengan moderator Indah Ardina. Narasumber pertama, Bp. Mardiyana ., ., Kepala Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta, memaparkan materi “Kebijakan & Implementasi Posyandu 6 SPM” sekaligus menjelaskan isi Permendagri No. 13 Tahun 2024. Narasumber kedua, Ewang Sewoka ., M.A., Motivator dan Certified Trainer, menyampaikan materi “Kader Posyandu Bahagia, Masyarakat Sehat dan Berdaya.”

Dalam kegiatan ini turut disosialisasikan konsep Posyandu 6 SPM, yaitu inisiatif inovatif yang memperluas layanan Posyandu dari yang semula berfokus pada kesehatan menjadi enam Standar Pelayanan Minimal yang lebih komprehensif. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh melalui layanan dasar yang terintegrasi, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial, sebagaimana dijelaskan dalam Permendagri No. 13 Tahun 2024.

Sebagai Posyandu Berprestasi Kabupaten Sleman Tahun 2025, Posyandu Tanjung II Kalurahan Condongcatur turut berpartisipasi dalam workshop ini. Ketua Posyandu Tanjung II, Tri Suhartati, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut.

“Kami senang bisa diberi kesempatan untuk turut serta. Harapannya program Posyandu 6 SPM bisa segera dilaksanakan dengan menunggu arahan dari pusat, dan semoga dapat disosialisasikan hingga tingkat bawah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin siap memperkuat sinergi lintas sektor serta mengoptimalkan peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat di DIY. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Mbah Warno Menakar Rezeki Melalui Segarnya Es Serut

Sleman – Siang panas di bawah sengatan matahari akan nikmat ditemani segarnya es serut milik Mbah Warno (60 th). Ditemui saat menjajakan dagangannya di halaman SD Negeri Berbah, Kamis (13/11/2025).

Dengan mengendarai sepeda jengki warna biru yang cat sudah tidak mengkilap lagi, Mbah Warno menapaki hari mengayuh kehidupan dengan berjualan es serut. Ia berjualan dari sekolah ke sekolah berpindah menyesuaikan dengan jam istirahat atau jam pulang.

Selain jualan di sekolah Mbah Warno juga berjualan ditempat yang ada keramaian, misal saat senam masal, Jathilan dan tontonan yang lain.

Alat utama membuat es serut adalah serutan atau pasah. Alat pasah tersebut mirip dengan pasah manual yang dipergunakan tukang kayu untuk menghaluskan permukaan kayu.

“Bentuknya hampir sama cuma lebih lebar dan mata pisau lebih tipis. Bahannya dari bekas gergaji selendang yang tipis,” jelas Mbah Warno.

Dengan mata bilah serut yang tipis bisa menghasilkan serutan es yang lebih lembut.

“Kalo menggunakan pasah tukang kayu hasil serutan es kasar. Anak kurang suka,” sambungnya.

Mbah Warno mengatakan bahwa pembeli es serut kebanyakan merupakan adalah anak-anak.

“Dalam melayani pembeli anak-anak harus ramah dan fleksibel. Harga kadang kadang tidak bisa dipatok. Biasanya menjual es serut 5000 untuk cup besar ukuran 12 dan harga 3000 untuk cup yang kecil,” ujarnya.

Namun dirinya tetap melayani andai ada anak yang membeli dengan uang dua ribuan bahkan seribuan pun dia layani. Meski dengan porsi yang disesuaikan.

“Kasihan anak-anak bila tidak dilayani. Cuma es ini,” Kata Mbah Warno sembari melayani pelanggan.

Dengan membawa persediaan es batu yang dia bikin sendiri. Sirup pemanis juga dibuat sendiri setiap hari meraih rezeki lewat dinginnya es dan manisnya sirup warna. Tantangan berjualan es adalah rasa malas dan hujan.

“Memasuki musim penghujan seperti ini merupakan tantangan tersendiri. Namun ya mesti dijalani. Untuk menyambung kehidupan dan menjalani takdir-Nya,” ungkap Mbah Warno.    (Kusnadi KIM Berbah)




Peringati Hkn Ke-61, RS Queen Latifa Gelar Profil Faskes dan Adakan MCU Dihadapan Kader Kesehatan Seyegan

Sleman – Dihadapan lebih dari 100 kader kesehatan, Puskesmas Seyegan mengadakan kegiatan jambore kader kesehatan dengan menggandeng RS Queen Latifa Yogyakarta dalam kegiatan Medical Check Up (MCU), pada Rabu (12/11/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di RM Tanah Kita, Margokaton, Seyegan tersebut diberikan secara gratis bagi masyarakat, sebagai bentuk pengenalan profil RS Queen Latifa sebagai faskes dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kader kesehatan, Panewu Seyegan, Kawat Sosial Kapanewon Seyegan dan Kamituwo dari lima kalurahan di wilayah Seyegan.

Humas dan Marketing RS Queen Latifa Yogyakarta, Didik Triwibowo dalam kesempatan tersebut menjelaskan tentang Profil RS Queen Latifa. Ia menyampaikan sejarah RSU Queen Latifa yang bermula dari sebuah Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin (BPRB) yang didirikan sekitar tahun 2001 oleh Syaifudin dan Siti Purwanti.

“Izin operasional sebagai rumah sakit umum diterbitkan pada 31 Desember 2009. Per 2 Juni 2025, rumah sakit ini resmi naik kelas menjadi Tipe C,” ujarnya.

Adapun keunggulannya adalah melayani Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam, menyediakan pendaftaran online dan kemudahan layanan melalui WA.

“Punya layanan spesialis dan sub‑spesialis seperti ortopedi, kanker, pencernaan,” jelasnya.

Hadirnya unit hemodialisa (cuci darah) sebagai layanan baru untuk pasien ginjal kronis. Rumah sakit ini telah terakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM‑KPRS) Paripurna.

“Dengan upgrade menjadi tipe C, berarti fasilitas, spesialisasi, dan peralatan medis sudah naik ke level yang lebih lengkap dibanding sebelumnya”, jelas Didik.

Visi adalah “Menjadi rumah sakit yang terakreditasi paripurna dan disukai oleh pelanggan”. Dengan Motto: “Rumah Sakit Keluarga yang Terpercaya”. Sedangkan misi mencakup: memberikan pelayanan kesehatan secara profesional, berkualitas, terpercaya dan bersifat kekeluargaan, bertanggung jawab.

Secara keseluruhan, RSU Queen Latifa ingin menjalankan pelayanan kesehatan yakni dengan kualitas tinggi, empati, responsif, penuh perhatian, dan dapat dipercaya.

Selain menjelaskan profil RS Queen Latifa, tim juga memberikan pemeriksaan gratis atau medical check up bagi kader yang meliputi Pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol dan Tekanan darah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)