Kader Kesehatan Seyegan Antusias Ikuti Talk Show THT Sehat untuk Semua

Sleman – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dimanfaatkan oleh Puskesmas Seyegan untuk mengadakan jambore kader kesehatan sekaligus peningkatan kapasitas bagi kader dengan menyelenggarakan Talk Show THT Sehat untuk Semua: Kunci Produktivitas dan kualitas hidup yang lebih baik.

Kegiatan yang dilaksanakan di RM Tanah Kita pada Rabu (12/11/2025) tersebut merupakan kerja sama dengan Rumah Sakit Queen Latifa Yogyakarta. Acara ini sendiri diikuti oleh kader kesehatan dari lima kalurahan yang berjumlah lebih dari 100 orang.

Penanggung jawab promosi kesehatan Puskesmas Seyegan, Dian Kusuma menyampaikan apresiasi kepada para kader atas dedikasinya dalam mendampingi masyarakat di bidang kesehatan.

“Kader adalah ujung tombak layanan kesehatan di masyarakat. Melalui edukasi tentang THT ini, diharapkan para kader mampu mengenali gejala awal gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan serta memberikan penyuluhan sederhana di lingkungan masing-masing,” ujar Dian.

Ia juga berpesan bahwa kader adalah duta kesehatan di lingkungan masing-masing. Dengan memahami dasar-dasar perawatan THT, kader bisa membantu mencegah banyak masalah sebelum menjadi penyakit serius.

Talk show tersebut menghadirkan narasumber dr. Deoni Daniswara, yang menjelaskan berbagai topik seputar perawatan telinga, pencegahan flu dan sinusitis, hingga cara menjaga kesehatan tenggorokan. Para kader diajak berdiskusi interaktif mengenai kebiasaan masyarakat yang sering keliru, seperti membersihkan telinga dengan cotton bud atau mengabaikan etika batuk dan bersin.

Dalam materinya, Deoni menyampaikan bahasan mengenai mengapa THT itu penting, masalah THT yang biasa ditemui, dan peran kader kesehatan terkait dengan edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terkait kesehatan THT. Kader diberi panduan untuk menyampaikan pesan kunci kepada warga, seperti pentingnya menjaga kebersihan telinga, etika batuk, serta menghindari rokok dan polusi udara sebagai upaya pencegahan penyakit saluran napas atas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader kesehatan dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan.

 “Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini bisa diteruskan kepada masyarakat di posyandu dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” ujar dr. Deoni diakhir paparannya.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, semangat para kader kesehatan Seyegan untuk menjaga kesehatan masyarakat semakin kuat. Dengan ilmu baru tentang telinga, hidung, dan tenggorokan, mereka siap menjadi agen perubahan menuju masyarakat yang lebih sehat dan sadar THT.

Dengan kegiatan edukatif seperti ini, Puskesmas Seyegan berharap para kader semakin siap menjadi agen perubahan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dari kader untuk warga, menuju Seyegan yang sehat, peduli, dan berdaya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kenal Lebih dekat dengan Hewan Reptil, Antusiasme Santri Meriahkan Edukasi Reptil

Sleman -Ponpes Barokah Kalimasada menjadi tempat kemeriahan sebuah acara edukatif bertajuk “Yuk Mengenal Reptil di Madinta Kalimasada” yang berlangsung pada Kamis (13/11/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Madrasah Diniyyah Takmiliyyah (Madinta) Kalimasada ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas wawasan santri, tetapi juga menjadi momen penutupan rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah mengabdi di wilayah tersebut.

Acara yang dipenuhi dengan antusiasme santri ini merupakan hasil kolaborasi yang apik antara pihak madrasah dan Karang Taruna Sardonoharjo, yang berperan aktif sebagai narasumber utama. Dalam sesi yang interaktif, para santri diajak menyelami dunia reptil, mulai dari pengenalan umum berbagai jenis hewan melata, bagaimana membedakan mana reptil yang aman dan mana yang berpotensi berbahaya, hingga mempelajari langkah-langkah aman yang perlu diambil saat mereka tak sengaja berpapasan dengan reptil di lingkungan sekitar. Edukasi ini disampaikan dengan cara yang ringan dan mudah dicerna, memastikan setiap informasi terserap dengan baik oleh para peserta.

Kepala Madrasah Madinta Kalimasada, Saviera Ajeng menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlangsungan acara semacam ini.

“Kegiatan tersebut sangat vital sebagai bekal edukasi praktis bagi para santri, memberikan mereka pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana berinteraksi dengan hewan reptil secara aman dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Senada dengan itu, salah satu guru Madrasah Madinta Kalimasada, Lisa Trisna juga menambahkan harapannya agar anak-anak didik dapat tumbuh dengan kewaspadaan yang tinggi serta memiliki pengetahuan yang memadai untuk lebih dekat mengenal berbagai jenis hewan reptil yang menjadi bagian dari ekosistem mereka.

Semangat para santri tampak membara sepanjang acara, menunjukkan betapa menariknya topik yang disajikan. Setelah mendapatkan berbagai informasi penting dan pengetahuan baru mengenai reptil, acara dilanjutkan dengan kegiatan yang tak kalah menarik, yaitu mewarnai gambar hewan reptil.

Sesi kreatif ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga metode edukatif untuk memperkuat ingatan dan pemahaman santri terhadap materi yang telah mereka pelajari, sembari mengasah motorik dan kreativitas mereka. Kolaborasi strategis antara Madinta Kalimasada, Karang Taruna Sardonoharjo, dan kontribusi nyata dari mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini berhasil menciptakan sebuah kegiatan edukasi yang berkesan dan memberikan dampak positif yang nyata bagi pengembangan santri. (Ajeng -KIM DSN)




Peringati Milad Majelis Taklim Taman Surga: Teguhkan Nilai Ilmu dan Keistiqomahan di Ngaglik

Sleman – Dalam suasana penuh keberkahan dan kehangatan ukhuwah Islamiyah, Majelis Taklim Taman Surga di Masjid As-Sakinah, yang berlokasi strategis di Ngentak, Sinduharjo, Ngaglik, merayakan peringatan miladnya. Acara ini diselenggarakan pada Kamis (13/11/2025), sebagai penanda perjalanan Majelis Taklim ini dalam menyebarkan dakwah dan ilmu di tengah masyarakat.

Majelis yang telah menjadi sentra pendidikan nonformal agama Islam ini merupakan hasil inisiasi dan pendirian dari Ustadz Sakhirin, SHI, bersama dengan Ibu Fatmanisari.

Sebagai wujud sinergi antara lembaga dakwah masyarakat dan institusi keagamaan resmi, Majelis Taklim Taman Surga mendapatkan pembinaan dan bimbingan langsung dari Penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Ngaglik. Tim pembina yang berdedikasi ini terdiri dari empat tokoh penting, yaitu Ustaz Sakhirin, Ustaz Agus Ali, Masropin dan Ustaz Tarwadi. Kehadiran para penyuluh ini memastikan materi yang disampaikan selalu terarah dan sesuai dengan nilai Islam yang moderat.

Pengajian sore dalam rangka milad ini dimulai dengan lantunan merdu Asmaul Husna, menciptakan atmosfer spiritual yang khidmat bagi seluruh jamaah yang hadir. Puncak acara diisi dengan penyampaian tausiyah dengan tema yang sangat mendalam dan relevan bagi kehidupan sehari-hari Muslim, yakni “Mempunyai Ilmu Harus Diamalkan.”

Tema ini bukan sekadar ajakan untuk menuntut ilmu, melainkan juga penekanan pada tanggung jawab moral setiap individu yang berilmu untuk menjadi sosok yang senantiasa belajar dan mengajarkan apa yang diketahuinya. Ilmu, dalam pandangan Majelis Taklim ini, harus bertransformasi menjadi amal nyata yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan, tidak hanya berhenti sebagai koleksi pengetahuan pribadi.

Mengakhiri rangkaian acara, Ibu Masropin, mewakili penyuluh KUA Ngaglik, menyampaikan pesan penutup yang sangat menyentuh. Ia mengungkapkan harapan besar agar pengajian ini dapat selalu istiqomah (konsisten dan teguh) dalam menjalankan misinya.

“Teruslah membimbing dan mencerahkan masyarakat. Sehingga Majelis Taklim Taman Surga dapat menjadi pilar spiritual yang kokoh, serta wadah silaturahmi dan peningkatan kualitas hidup keagamaan di Ngentak, Sinduharjo, Ngaglik, dan sekitarnya,” ujarnya. (Ajeng -KIM DSN)




Jambore Kader Kesehatan Kapanewon Seyegan 2025: Kader Kesehatan Garda Terdepan Penanganan Kesehatan Masyarakat

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Puskesmas Seyegan pada Rabu (12/11/2025), menyelenggarakan kegiatan Jambore Kader Kesehatan Tahun 2025, dengan mengusung tema ‘Generasi Sehat, masa depan Hebat’. Kegiatan ini menempatkan kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan di RM Tanah Kita ini diikuti oleh ratusan kader kesehatan dari seluruh kalurahan se-Kapanewon Seyegan. Acara dibuka oleh Bety Nur Utami, selaku Penanggung Jawab Program Gizi Puskesmas Seyegan.

Dalam sambutannya, Bety menyampaikan apresiasi serta penghargaan kepada seluruh kader kesehatan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung program-program kesehatan di wilayah Seyegan.

“Kader kesehatan memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan jambore ini, diharapkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan profesionalitas kader semakin meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Seyegan yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan jambore kader kesehatan tersebut, Panewu Seyegan, Kawat Sosial Kapanewon Seyegan dan Kamituwo dari lima kalurahan di wilayah Seyegan. Adapun rangkaian kegiatan jambore meliputi senam sehat bersama, penyuluhan tentang penyakit THT, medical check up gratis, dan penyematan PIN Kecakapan Kader.

Harapannya, melalui kegiatan tersebut, para kader memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta mempererat kerja sama antar-kader lintas kalurahan.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan, Subagyo Rahayu dalam sambutannya  menambahkan bahwa peran kader sangat strategis dalam mendeteksi dini masalah kesehatan dan melakukan edukasi kepada masyarakat.

“Kader kesehatan adalah mitra utama tenaga medis di lapangan. Kami berharap melalui kegiatan jambore ini, kader semakin tangguh dan siap menjadi garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Panewu Seyegan, Agung Endarta dalam sambutannya juga mengapresiasi peran kader yang secara nyata membantu ketugasan dari tenaga kesehatan puskesmas. Tanpa kader, Puskesmas akan kesulitan memberi edukasi kepada masyarakat. Disisi lain, mencari kader sangatlah sulit, bisa dikatakan dalam perencanaan program, kader juga menjadi ujung tombak karena akurasi data menjadi ketugasan utama dari kader kesehatan.

“Jambore Kader Kesehatan Kapanewon Seyegan Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Seyegan secara berkelanjutan”, pesan Panewu mengakhiri sambutannya.

Pada kesempatan itu, Panewu Seyegan berkenan menyematkan PIN Kecakapan Kader kepada 3 kader kesehatan dari Margoluwih dan Margodadi yang telah melakukan asesmen dan berhak memperoleh PIN Purwa, PIN Madya dan PIN Utama. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi KSB Sleman Periode 2025–2028

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial menggelar pengukuhan forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Sleman periode 2025–2028, di Aula Rumah Dinas Bupati Kabupaten Sleman, Kamis (13/11/2025).

Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, perwakilan Dinas Sosial DIY, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Ketua FK KSB DIY, FK Tagana, FK Pordam, Forum Relawan Kabupaten Sleman, serta perwakilan 31 Kampung Siaga Bencana dari seluruh kelurahan di Sleman.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sarastomo Ari Saptono menyampaikan bahwa pembentukan forum ini bertujuan memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-KSB di Sleman.

“KSB adalah wujud partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi hingga rehabilitasi. Forum ini menjadi wadah bersama agar koordinasi antar-KSB lebih efektif,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa menegaskan dukungan penuh terhadap forum ini.

“KSB adalah garda terdepan di masyarakat. Dengan adanya forum, sinergi dengan BPBD semakin kuat dan penanganan bencana bisa lebih cepat,” katanya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto dalam arahannya berharap pengurus baru mampu memperkuat koordinasi lintas lembaga agar risiko bencana di Sleman dapat diminimalkan.

Ketua Forum KSB Sleman Sriyono menyampaikan bahwa terdapat 10 pengurus inti yang dilantik untuk periode 2025–2028.

 “Kami menargetkan respons cepat maksimal 15 menit setelah kejadian bencana. Forum juga akan rutin mengadakan pertemuan antar-KSB untuk peningkatan kapasitas relawan,” jelasnya.

Acara ditutup dengan ucapan selamat kepada pengurus baru serta sesi foto bersama. Dengan kepengurusan baru ini, diharapkan sinergi antar masyarakat dan pemerintah semakin kuat menuju Sleman Tangguh Bencana. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)