Rakorpim Gamping, Sinergi Pimpinan Susun Langkah Strategis Pembangunan Wilayah

Sleman – Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) tingkat Kapanewon Gamping menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi lintas unsur pemerintahan di wilayah tersebut. Kegiatan yang dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Gustan Ganda didampingi H. Suryana (Komisi C) dan Fika Chusnul Chotimah (Komisi B), Panewu Gamping, Suyanto, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Wahyani, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, beserta pimpinan organisasi perangkat daerah di wilayah Kapanewon Gamping berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

Acara yang dipandu Panewu Anom Gamping, R. Hery Subagio dibuka secara resmi oleh Panewu Gamping, Suyanto dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara unsur pemerintahan, keamanan, dan perwakilan rakyat dalam menyusun langkah strategis pembangunan wilayah.

Dalam sambutan pembukanya, Suyanto menuturkan pertemuan ini merupakan wadah strategis demi menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan sosial kemasyarakatan khususnya di tingkat Kapanewon Gamping.

“Hasil rakorpim ini akan dilaporkan kepada pimpinan di tingkat Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut,” terangnya.

Sementara itu, dalam konteks pemerintahan daerah, menurut Gustan Ganda selaku Ketua DPRD Kabupaten Sleman menekankan bahwa Rakorpim menjadi instrumen vital yang menjembatani kebijakan antara tingkat kabupaten dan pelaksana di tingkat kapanewon. Melalui forum ini, setiap unsur pimpinan dapat menyampaikan perkembangan, kendala, maupun gagasan dalam pelaksanaan program pemerintahan.

“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah dan memastikan program pemerintah berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Kehadiran Ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Sleman dalam Rakorpim menjadi simbol nyata dari peran legislatif dalam mendukung pembangunan di tingkat lokal. Legislator berperan sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan daerah.

Melalui Rakorpim, mereka dapat menyerap informasi langsung dari pelaksana di lapangan, sekaligus memberikan masukan agar kebijakan publik yang dirancang benar-benar berpihak pada kebutuhan warga Gamping.

Selain membahas isu keamanan dan pembangunan, Rakorpim juga menjadi forum evaluasi terhadap capaian program lintas sektor seperti penanggulangan kemiskinan dan stunting, capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, kualitas infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan layanan publik.

Kolaborasi antar pemangku kepentingan ini menumbuhkan kesadaran bahwa keberhasilan pembangunan bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kerja bersama.

Gustan mengungkapkan bahwa kecepatan dalam merespons masalah di lapangan menjadi ukuran efektivitas pemerintahan tingkat kapanewon. Dengan demikian, Rakorpim bukan hanya menjadi ajang laporan kegiatan, melainkan forum strategis untuk mencari solusi kolektif terhadap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat.

Dengan adanya komunikasi langsung antar unsur pimpinan, maka berbagai hambatan di lapangan dapat diidentifikasi lebih cepat dan dicarikan solusi bersama, sehingga tercipta tata kelola pemerintahan yang responsif dan efisien, sehingga menjadi fondasi penting bagi terciptanya pemerintahan lokal yang solid, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Tamanmartani Luncurkan Program Inovasi guna Percepat Pelayanan Adminduk

Sleman – Inovasi pelayanan prima Kalurahan Tamanmartani bertujuan mempermudah dan memperlancar proses pelayanan administrasi kependudukan. Inovasi itu muncul saat covid-9. Di mana masyarakat dibatasi mobilitasnya, sementara kepentingan masyarakat terhadap administrasi kependudukan harus tetap terpenuhi.

Terkait hal itu, pemerintah kalurahan tidak ingin layanan administrasi kependudukan warganya terhambat. Maka Pmerintah Kalurahan Tamanmartani menyepakati peluncuran program pelayanan prima. Hal itu diungkapkan Carik Tamanmartani, Tomi Nugroho saat ditemui Kamis (13/11/2025), di kantor Kalurahan Tamanmartani.

“Adapun pelayanan prima yang dimaksud ialah melayani pengurusan surat-surat kependudukan meliputi pembuatan kartu keluarga, pembuatan akta kelahiran, akta kematian, mutasi kependudukan, pengurusan KTP baik baru, hilang, ataupun rusak, serta perubahan data pokok administrasi kependudukan lainya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu petugas pelayanan prima Kalurahan Tamanmartani, Udin mengatakan masyarakat yang akan mengurus surat kependudukan cukup menghubungi dirinya melalui WhatsApp. Setelah itu, ia akan jemput bola kerumah masyarakat yang memerlukan bantuan.

“Layanan akan kami berikan sejak awal hingga surat yang dikehendaki masyarakat selesai, dan diantar sampai rumah,” terang Udin.

Ia pun mengaku, bahwa selama ini dirinya tidak mengalami kesulitan yang serius. Semua dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Semua pelayanan gratis, tanpa dipungut biaya, karena seluruh konsekuensi operasionalnya telah ditanggung oleh pemerintah kalurahan,” ujarnya.

Upaya ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat sekaligus mempercepat urusan administrasi kependudukan tersebut.

“Karena dengan program pelayanan prima itu aktifitas pribadi tetap jalan dan administrasi kependudukan yang harus dimiliki masyarakat selesai,” tandas Udin. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




LDK Wahana Siapkan Calon Pemimpin yang Inspiratif

Sleman — Sebagai upaya menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan menanamkan nilai tanggung jawab dalam berorganisasi, MAN 4 Sleman menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada Rabu (12/11/2025) dan Kamis (13/11/2025), di Hotel Wijaya 2 Kaliurang, Sleman.

Kegiatan ini diikuti oleh 58 pengurus organisasi siswa, yang terdiri dari Dewan Ambalan (DA), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). LDK menjadi wadah penting bagi para pengurus baru untuk belajar mengelola organisasi, membangun kerja sama tim, serta memperkuat karakter kepemimpinan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Tata Usaha MAN 4 Sleman, Wahir Tupono yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan LDK merupakan momentum berharga untuk mengasah kemampuan non-akademik para siswa.

“LDK ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga wadah bagi kalian untuk belajar berorganisasi, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul generasi yang berani memimpin, mampu bekerja sama, serta memiliki soft skill yang kuat untuk bekal masa depan,” ungkapnya.

LDK mengusung tema Grow to Lead, Lead to Inspire (tumbuh untuk memimpin, memimpin untuk menginspirasi).

  “Kami berharap para siswa aktif organisasi ini benar-benar bisa menjadi role model bagi teman-teman yang lain.  Inilah kesempatan yang baik untuk belajar menjadi pemimpin dan mengelola organisasi,” tegas Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Edy Suparyanto. 

“Generasi muda adalah calon pemimpin masa depan, maka jadilah pemimpin yang tulus dan menginspirasi,” tegasnya.

Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan materi tentang kesiswaan dan keorganisasian intra madrasah, dilanjutkan dengan penyusunan dan pengesahan AD/ART organisasi, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk penyusunan program kerja masing-masing organisasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjalankan roda organisasi di madrasah, serta menjadi teladan bagi siswa lainnya dalam hal kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Paguyuban Hadroh Condongcatur Gelar Pertemuan Rutin Bahas Persiapan Peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur

Sleman — Sebanyak 42 grup hadroh ibu-ibu se-Kalurahan Condongcatur malam ini menggelar pertemuan koordinasi dan silaturahmi di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antargrup hadroh yang difasilitasi oleh Pemerintah Kalurahan Condongcatur.

Pertemuan ini juga menjadi sarana wujud koordinasi dalam menjalin kerja sama antargrup hadroh, guna memperkuat peran dan kontribusi mereka dalam kegiatan keagamaan serta sosial di lingkungan Condongcatur.

Pertemuan ini juga membahas dan mengoordinasikan persiapan kegiatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur, yang akan dimeriahkan dengan parade hadroh dalam rangkaian pengajian akbar, dan menghadirkan grup hadroh terkenal El Hasyimi dari Malang.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Paguyuban Hadroh Ibu-Ibu Condongcatur Sehati Sejalan Saduluran (3S), Widayat HK menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota hadroh atas peran aktif dan eksistensinya di wilayah masing-masing.

“Grup-grup hadroh ibu-ibu di Condongcatur ini menjadi bagian penting dalam kegiatan keagamaan dan sosial di tingkat kalurahan. Mereka rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti pengajian Al-Husna setiap Sabtu Pon, pengajian malam Kamis Kliwonan, serta parade atau festival dalam rangka Hari Jadi Kalurahan Condongcatur,” ungkap Widayat.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan puluhan grup hadroh yang tumbuh subur di Condongcatur merupakan aset berharga di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.

“Di era serba modern ini, eksistensi hadroh ibu-ibu menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai religius dan tradisi islami masih tetap hidup dan lestari di masyarakat Condongcatur,” ujarnya.

Pertemuan malam ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menjadi ajang untuk memperkuat koordinasi, menjalin kerja sama, serta mempererat tali silaturahmi antargrup hadroh di Condongcatur. (Tri Suhartati KIM Depok)




Puskesmas Gamping II Perkuat Sinergi Kesehatan Lewat Lokakarya Mini Lintas Sektor

Sleman – Puskesmas Gamping II kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan melalui kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor Tribulan IV yang digelar di Aula Husada, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi berbagai unsur masyarakat dan lembaga lintas sektor untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kesehatan bersama.

Tak sekadar pertemuan rutin, lokakarya ini menjadi momentum refleksi dan konsolidasi untuk memastikan bahwa seluruh pihak bergerak dalam satu arah yaitu mewujudkan masyarakat Gamping yang sehat, mandiri, dan berdaya.

Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Gamping II, dr. Aris Misyari menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kesadaran hidup sehat. Menurutnya, kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Melalui lokakarya lintas sektor ini, kami berharap muncul kesepahaman dan langkah konkret antar instansi, baik dari pemerintahan, pendidikan, swasta maupun masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Kegiatan dihadiri oleh Panewu Gamping, Suyanto, bersama Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Gamping, Ummul Chusnah, perwakilan Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17/Gamping, Kantor Urusan Agama, Pelayanan Pendidikan, Lurah, Ketua TP-PKK, kader kesehatan Kalurahan Banyuraden, Nogotirto dan Trihanggo, Bhabinkamtibmas, Babinsa wilayah kerja Puskesmas Gamping II, perwakilan serta rumah sakit se-Kapanewon Gamping,

Diskusi lintas sektor ini membahas berbagai isu aktual seperti peningkatan cakupan imunisasi, pencegahan stunting, pengendalian penyakit menular, hingga gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS). Masing-masing peserta berkesempatan menyampaikan perkembangan dan tantangan di wilayahnya, sehingga dihasilkan rumusan langkah bersama yang lebih komprehensif.

Panewu gamping, Suyanto menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas. “Kesehatan masyarakat tidak bisa dicapai sendirian. Butuh kerja sama yang solid antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat. Di sinilah peran lokakarya lintas sektor menjadi sangat vital,” menjadi forum koordinasi, lokakarya mini ini juga menjadi sarana edukasi bagi peserta untuk meneguhkan pola pikir sehat. Tim promosi kesehatan dari Puskesmas Gamping II memaparkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan gizi seimbang, serta menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi makanan tinggi gula. Pesan utamanya sederhana namun kuat yaitu pola hidup sehat harus menjadi budaya, bukan sekadar wacana.

Kesadaran kolektif menjadi fondasi penting dalam membangun kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan lintas sektor, setiap elemen masyarakat diajak berpartisipasi aktif, tidak hanya sebagai penerima layanan tetapi juga pelaku utama dalam upaya preventif dan promotif kesehatan. Gotong royong menjadi nilai yang dihidupkan kembali dalam setiap langkah kecil yang dilakukan bersama, mulai dari kegiatan posyandu, kerja bakti, hingga pembinaan keluarga sehat di tiap dusun.

Lebih dari itu, kegiatan tribulan ini juga berfungsi sebagai ruang evaluasi capaian program kesehatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun. Melalui data dan analisis yang dibagikan, peserta dapat menilai efektivitas kegiatan, memperbaiki strategi, serta mengidentifikasi inovasi yang bisa diterapkan pada periode berikutnya. Pendekatan berbasis data inilah yang membuat Puskesmas Gamping II semakin adaptif terhadap dinamika masyarakat.

Melalui Lokakarya Mini Lintas Sektor Tribulan IV, Puskesmas Gamping II berhasil menegaskan perannya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran hidup sehat dapat tumbuh kuat jika dilandasi gotong royong dan kepedulian bersama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)