DPUPKP Sleman Rehabilitasi Jembatan Denokan Maguwoharjo

Sleman – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman melaksanakan pekerjaan rehabilitasi Jembatan Denokan yang berlokasi di Padukuhan Denokan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas kerusakan jembatan akibat hujan deras pada 16 Agustus 2025, dengan total anggaran Rp442,48 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Sleman.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Dedie Kusuma menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan sarana transportasi warga tetap berfungsi dengan baik.

Menurutnya, jembatan bukan hanya prasarana fisik, tetapi juga penghubung penting bagi roda perekonomian dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

“Jembatan memiliki peran vital bagi warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial. Ketika infrastruktur rusak, dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan fungsi pengawasan agar pelaksanaan pembangunan berjalan transparan dan sesuai spesifikasi teknis. Dedie juga berharap proyek ini dapat selesai sesuai jadwal, sehingga akses masyarakat segera pulih dan aktivitas warga dapat kembali normal tanpa hambatan.

Sementara Panewu Depok, Djoko Muljanto menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Denokan memiliki arti strategis karena menjadi jalur penghubung antarkalurahan dan akses utama menuju berbagai fasilitas publik.

Djoko mengapresiasi langkah DPUPKP yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dan menilai pembangunan ini sebagai investasi penting dalam memperkuat infrastruktur wilayah Depok.

“Dengan jembatan yang kuat dan aman, mobilitas warga meningkat, ekonomi bergerak, dan kualitas hidup masyarakat ikut naik,” ungkap Djoko.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Denokan nanti, diharapkan akses transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat Maguwoharjo serta sekitarnya semakin lancar, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sleman bagian timur. (Athiful/KIM Depok)




Kelompok Seni Kobro Siswo Eko Siswo Terima Hibah Gamelan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman

Sleman — Pada Rabu (12/11/2025), Kelompok Seni Kobro Siswo Eko Siswo menerima hibah gamelan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Penyerahan hibah berlangsung di Gedung Kesenian Kabupaten Sleman, dan diserahkan langsung kepada perwakilan kelompok seni penerima. Adapun hibah yang diterima oleh Kelompok Seni Eko Siswo berupa seperangkat alat musik tradisional seperti kendang, bedug, rebana, dan bendhe.

Kelompok Seni Eko Siswo yang beralamat di Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, menjadi salah satu dari 19 kelompok kesenian yang berkesempatan menerima hibah gamelan pada tahun ini.

Kepala Seksi Lembaga Budaya Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Gregorius Khrisna Wicaksono menjelaskan bahwa pada tahun 2025 ini, pihaknya menyalurkan hibah gamelan kepada berbagai kelompok seni di Sleman.

“Tahun ini Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman membagikan gamelan untuk 19 kelompok kesenian, yang terbagi menjadi lima jenis kelompok, yakni empat kelompok jathilan, empat kelompok bregodo, empat kelompok hadroh, empat kelompok badui, dan tiga kelompok seni kobro siswo. Salah satunya diterimakan kepada Kelompok Seni Eko Siswo dari Padukuhan Sedogan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman,” terang Khrisna.

“Tentu saja kami berharap hibah ini bermanfaat dan dapat menambah semangat para pelaku seni untuk terus kreatif serta aktif dalam pelestarian kesenian lokal,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Seni Kobro Siswo Eko Siswo, Prayitno menyampaikan rasa bangga dan syukur atas bantuan yang diterima.

“Kami mewakili kelompok seni Eko Siswo sangat senang dan bersyukur, karena sejak berdirinya kelompok kami pada 19 September 1965, ini adalah kali pertama kami menerima hibah gamelan,” ungkap Prayitno.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman yang telah mengakomodir proposal kami dan memberikan kesempatan untuk menerima hibah ini. Hibah ini juga terbilang cepat — kami baru mengajukan proposal pada tahun 2024 dan syukurlah pada 2025 sudah terealisasi. Ini sungguh keberuntungan bagi kelompok kami,” lanjutnya.

Prayitno juga menyampaikan apresiasinya kepada Paguyuban PASER Kabupaten Sleman yang turut memberikan perhatian kepada kelompok seni religi di wilayah tersebut.

“Kami juga berterima kasih kepada Paguyuban PASER yang selalu mendukung kami sebagai bagian dari paguyuban seni religi yang hingga kini masih konsisten berkarya dan mengembangkan kesenian daerah Sleman,” tutupnya.

Dengan diterimanya hibah gamelan ini, diharapkan Kelompok Seni Eko Siswo semakin bersemangat untuk melestarikan dan menampilkan kesenian tradisional khas Sleman kepada generasi muda serta masyarakat luas. (AIS-KIM Senyum Tempel)




DLH Sleman Bangun Ruang Terbuka Hijau di Lapangan Condongcatur

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Lapangan Perumnas, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok.

Proyek senilai Rp1,9 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Sleman ini merupakan hasil aspirasi masyarakat untuk menjadikan lapangan sebagai ruang publik yang lebih tertata, fungsional, dan ramah lingkungan.

Panewu Depok, Djoko Muljanto saat meninjau lokasi pembangunan menyampaikan bahwa kawasan lapangan kini tengah menjalani sejumlah pekerjaan fisik, meliputi urug tanah, fabrikasi pembesian, pembangunan fondasi footplat, pondasi batu kali, galian saluran, serta pemasangan U-Ditch ukuran 40×60.

“Kawasan ini akan dilengkapi dengan penanaman rumput, jogging track, area olahraga, dan penataan foodcourt agar lebih menarik dan dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan,” ungkap dia, Rabu (12/11/2025)

Djoko menjelaskan bahwa pembangunan RTH ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas publik yang menyeimbangkan kebutuhan ruang sosial dan ekologis masyarakat perkotaan.

Ia menegaskan bahwa keberadaan RTH bukan sekadar menambah keindahan kawasan, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, sejuk, dan berkelanjutan.

“Di tengah padatnya pertumbuhan kawasan, masyarakat membutuhkan tempat untuk berolahraga, berinteraksi, sekaligus beristirahat dalam suasana yang asri. Karena itu, kami berharap lapangan ini menjadi ruang publik yang hidup, dimanfaatkan dengan baik, dan dijaga kebersihannya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, pembangunan fisik hanya akan bermakna apabila warga turut memiliki rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan fasilitas tersebut.

“Setelah pembangunan selesai, tugas kita bersama adalah menjaga agar lapangan ini tetap bersih, tertib, dan hijau. Kalau masyarakat merasa memiliki, ruang publik seperti ini akan terus hidup dan menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.

Djoko berharap ke depan RTH Condongcatur dapat menjadi model ruang publik ideal di wilayah perkotaan Kabupaten Sleman.

“Semoga menjadi tempat masyarakat beraktivitas, mengembangkan ekonomi lokal melalui area kuliner, sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




DPRD Sleman Tinjau Proyek Drainase dan Pengaspalan Jalan di Caturtunggal

Sleman – Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Budi Sanyoto dan Dedie Kusuma meninjau sejumlah proyek infrastruktur di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, pada Rabu (12/11/2025). Peninjauan meliputi pembangunan saluran drainase di Padukuhan Karangwuni dan Padukuhan Karanggayam, serta proyek pengaspalan jalan yang dibiayai dari berbagai sumber anggaran daerah.

Kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Caturtunggal.

Total anggaran yang digelontorkan lebih dari Rp1 miliar, terdiri atas Rp684,16 juta untuk pembangunan saluran drainase di Padukuhan Karangwuni, untuk drainase sepanjang 140 meter di Padukuhan Karanggayam, serta Rp67,952 juta untuk pekerjaan pengaspalan jalan sepanjang 548 meter persegi bersumber dari APBKalurahan Caturtunggal.

Dalam kunjungan tersebut, Budi Sanyoto menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan drainase, menjadi prioritas DPRD Sleman karena berhubungan langsung dengan keselamatan warga, aktivitas ekonomi, dan kenyamanan lingkungan.

“Drainase dan jalan yang baik bukan hanya soal fisik, tetapi bentuk nyata pelayanan publik. Infrastruktur yang terpelihara akan menciptakan lingkungan aman dan ekonomi yang bergerak lebih lancar,” ujarnya.

Budi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam merencanakan serta melaksanakan program pembangunan agar tepat sasaran.

“Rakyat memiliki wakil untuk menyampaikan aspirasi, dan kami di DPRD memiliki tanggung jawab moral untuk mendengar, menindaklanjuti, dan memastikan aspirasi itu terealisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Dedie Kusuma menyampaikan bahwa pembangunan drainase berfungsi ganda, yakni menjaga lingkungan agar tetap aman serta melindungi infrastruktur dari kerusakan akibat genangan air atau erosi.

“Drainase yang tertata dengan baik mampu mengurangi risiko banjir, melindungi jalan, dan memperpanjang usia bangunan di sekitarnya. Ini adalah investasi lingkungan jangka panjang,” katanya.

Dedie juga menyoroti manfaat proyek pengaspalan jalan bagi masyarakat. Menurutnya, perbaikan akses jalan di wilayah padat aktivitas seperti Caturtunggal akan memberi dampak signifikan terhadap mobilitas warga dan kegiatan ekonomi lokal.

“Pengaspalan jalan memperlancar pergerakan warga, memudahkan akses usaha, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Semua ini bagian dari pelayanan dasar yang harus terus diperhatikan,” ungkapnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mengawal aspirasi pembangunan agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Masyarakat di sini memiliki saya sebagai wakilnya. Sudah menjadi kewajiban saya untuk hadir, mendengar, dan membantu mencari solusi atas kebutuhan infrastruktur warga,” pungkas Dedie. (Athiful/KIM Depok)




Kalurahan Sumberrejo Tampilkan Inovasi Unggul dalam Lomba Kalurahan Inovatif 2025

Sleman – Suasana penuh semangat tampak di Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, ketika tim juri dari Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan kunjungan lapangan dalam rangka Lomba Kalurahan Inovatif Tahun 2025.

Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi kalurahan di Kabupaten Sleman untuk menampilkan inovasi terbaik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat. Kalurahan Sumberrejo pun tampil percaya diri dengan mengusung tema “Kalurahan Cerdas, Masyarakat Mandiri”, yang menonjolkan transformasi digital dan partisipasi warga dalam lima bidang utama yaitu layanan esensial, layanan dasar, layanan administrasi, layanan ekonomi dan bisnis, serta kepemimpinan partisipatif.  

“Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Inovasi yang kami jalankan lahir dari aspirasi dan gotong royong warga bersama perangkat kalurahan,” ujar Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto dalam sambutannya di hadapan tim juri dan tamu undangan.

Salah satu inovasi unggulan yang ditampilkan adalah digital archive Sumberrejo, sistem pengarsipan berbasis cloud yang memudahkan akses dokumen publik dengan lebih efisien dan akuntabel. Selain itu, program Sumberrejo Care juga mendapat apresiasi tinggi karena berhasil menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran melalui pemetaan digital rumah tangga penerima manfaat.

Kepala Bidang Pengembangan, Kelembagaan, dan Aparatur Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Al Adib Burochmad yang memimpin langsung tim juri, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras pemerintah dan masyarakat Kalurahan Sumberrejo.

“Kami melihat inovasi yang ditampilkan benar-benar tumbuh dari bawah. Sumberrejo mampu menggabungkan teknologi, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan sangat baik. Ini bisa menjadi model bagi kalurahan lain,” ujarnya.

Kehadiran tim juri yang terdiri dari lintas perangkat daerah turut menambah bobot penilaian. Mereka berasal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP2AKB)

Dalam kegiatan ini, Panewu Tempel diwakili oleh Panewu Anom, Eni Yuliani menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat.

“Inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun budaya partisipasi dan kolaborasi. Sumberrejo membuktikan bahwa kemajuan bisa dicapai melalui kerja bersama yang terencana,” tutur Eni Yuliani.

Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Sumberrejo, Ika Puji Astuti juga menampilkan peran aktif PKK dalam mendukung berbagai bidang inovasi sosial dan ekonomi keluarga. “Kader PKK ikut mendampingi warga agar lebih melek digital, mengembangkan usaha rumahan, serta menjaga kebersihan dan ketahanan pangan keluarga. Kami ingin memastikan inovasi juga berdampak langsung pada kesejahteraan rumah tangga,” ujar Ika penuh semangat.

Lomba Kalurahan Inovatif 2025 ini menjadi momentum penting bagi seluruh kalurahan di Sleman untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas hidup warga, serta menumbuhkan budaya inovasi yang berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan partisipatif, Kalurahan Sumberrejo Tempel diharapkan menjadi inspirasi bagi kalurahan lain di Indonesia dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, adaptif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. (SBD / Kim Tempel)