Tamanmartani Jadi Perwakilan Kapanewon Kalasan dalam Lomba Kalurahan Inovatif 2025

Sleman – Kalurahan Tamanmartani mewakili Kapanewon Kalasan, maju penilaian Kalurahan Inovatif tahun 2025 tingkat Kabupaten Sleman. Tim juri yang dipimpin Ekowati dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Kabupaten Sleman, mengulik inovasi unggulan yang disajikan Pemerintah Kalurahan Tamanmartani. Tim juri diterima oleh Lurah Tamanmartani beserta jajaran, Selasa (11/1/11/2025) di Aula Kalurahan setempat.
Usai diterima secara resmi, tim melakukan wawancara kepada petugas untuk pendalaman layanan sesuai parameter yang dikempokkan dalam sajian lima meja. Masing-masing meja layanan esensial, meja layanan dasar, meja layanan administrasi, layanan ekonomi dan Kepemimpinan. Petugas silih berganti memberikan keterangan tim Yuri sesuai bidang masing-masing.
Beberapa inovasi unggulan yang ada di Kalurahan Tamanmartani meliputi enempatan CCTV di tujuh titik rawan memasuki wilayah Tamanmartani, pelayanan ambulans gratis stu kali 24 jam, baik layanan emergensi maupun ambulans jenazah dengan empat kendaraan siap pakai.
Selain itu juga internet murah dan wifi gratis di ruang publik, bimbingan belajar gratis yang dipusatkan di tiga sektor wilayah, kader digital, permakanan bagi lansia tunggal rentan miskin dan miskin, bantuan tab kader untuk semua posyandu, Lumbung Mataram serta layanan prima administrasi kependudukan.
Lurah Tamanmartani, Gandang Harjanata, menuturkan semua layanan di Kalurahan Tamanmartani berjalan karena adanya kerjasama antara perangkat kalurahan dan masyarakat, termasuk lembaga dan para relawan.
“Bahkan relawan yang bernama Relawan Hangabehi benar benar Hangabehi, itu terlihat mereka terjun disetiap sektor, baik ekonomi, kemanusiaan, kesehatan, keamanan, dan lain-lain,” ucapnya.
Tak pelak Panewu Kalasan, Samino pun menuturkan bahwa pemerintah kalurahan sengaja tidak melakukan pengadaan kendaraan operasional, karena mengutamakan kesejahteraan masyarakat.
Usai melakukan pendalaman melalui wawancara, Ketua Tim, Ekowati memberikan apresiasi atas hasil kerja nyata Pemerintah Kalurahan Tamanmartani beserta masyarakat. Hasil evaluasi akan dijadikan rujukan dan rekomendasi keberlanjutan program di Kabupaten Sleman.
Instrumen penilaian, lanjutnya, tidak serta merta datang datang dari pemerintah kabupaten, tetapi telah melalui proses kajian panjang dengan melibatkan akademisi. Harapanya, instrumen dapat diterapkan secara berkelanjutan. (Tri Joko S – KIM Kalasan)



