Relawan MTC Tempel Terus Menebar Kepedulian, Berkiprah Lintas Batas untuk Kemanusiaan

Sleman – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang kian individualistis, masih ada sekelompok orang yang konsisten menyalakan cahaya kebaikan. Mereka adalah para Relawan Media Tempel Community (MTC), sebuah komunitas sosial kemanusiaan asal Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, yang aktif menebar kepedulian tanpa mengenal batas wilayah maupun waktu.

Sejak dibentuk, MTC telah melaksanakan 29 aksi sosial dengan total nilai bantuan mencapai Rp . Ragam kegiatan yang dilakukan meliputi penyaluran paket sembako, donasi untuk masjid dan mushola, bantuan kursi roda, pembagian masker dan takjil, droping air bersih, serta santunan bagi warga sakit dan anak yatim.

Ketua Relawan MTC Tempel, Herlambang menegaskan bahwa gerakan sosial yang dijalankan komunitasnya lahir dari semangat kebersamaan warga Tempel yang ingin terus berbuat bagi sesama.

“Semangat kami sederhana membantu tanpa batas. Di mana ada yang membutuhkan, di situ kami hadir,” ujar Herlambang saat ditemui di sela kegiatan sosial MTC, Selasa (11/11/2025).

Kiprah MTC tidak hanya berpusat di wilayah Tempel, melainkan juga telah menjangkau daerah lain, seperti Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Semua kegiatan dijalankan dengan prinsip gotong royong dan dukungan penuh dari para donatur serta masyarakat yang peduli terhadap sesama.

Salah satu anggota relawan, Ratna Zuliastuti, menuturkan bahwa keterlibatan MTC bukan semata soal bantuan material. Tetapi juga upaya menumbuhkan rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kami ingin mengajak lebih banyak orang, terutama generasi muda, untuk terlibat dalam aksi sosial. Nilai kemanusiaan harus terus diwariskan dan dijaga,” jelasnya.

Dengan mengusung motto ‘Berkiprah Lintas Batas’, relawan MTC Tempel terus menjadi inspirasi bahwa solidaritas dan empati masih hidup kuat di tengah masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Herlambang, Media Tempel Community berkomitmen memperluas jangkauan aksi sosial dan memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial, pemerintah, dan komunitas lain.

“Kami ingin menjadikan MTC bukan hanya sebagai komunitas pemberi bantuan, tapi juga penggerak semangat gotong royong dan kebersamaan lintas generasi,” tambah Herlambang menutup wawancara.

Dengan satu niat dan satu aksi untuk kemanusiaan tanpa batas, Relawan MTC Tempel terus hadir menebar kasih, menyalakan empati, dan menghidupkan harapan di setiap langkahnya. (Ratna Zuliastuti – KIM Tempel)




PKK Margorejo Tempel Didorong Jadi Garda Pemberdayaan Masyarakat: Ketua DPRD Sleman Tekankan Pembangunan Tak Hanya Fisik

Sleman – Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan masyarakat. Hal ini tampak dalam kegiatan pembinaan PKK Kalurahan Margorejo yang digelar di ruang pertemuan kalurahan setempat, pada Selasa (11/11/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus PKK Kalurahan Margorejo ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam acara tersebut Lurah Margorejo Abdul Azis Muh Ridwan, Ketua TP PKK Kalurahan Margorejo, Maryana Abdul Azis, serta perwakilan dari TP PKK Kabupaten Sleman, Siti Anggraini Susiloprapti.

Sebagai narasumber utama, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y. Gustan Ganda memberikan pembinaan dan motivasi kepada seluruh peserta. Dalam paparannya, Gustan menegaskan pentingnya peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia dan sosial masyarakat. PKK memiliki peran besar dalam hal ini,” ujar Gustan.

Ia menambahkan bahwa sesuai dengan Permendagri 18 Tahun 2018 Pasal 4 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK), PKK memiliki tanggung jawab untuk membantu pemerintah desa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“PKK harus mulai merencanakan program-program strategis menuju tahun 2029, terutama yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan kapasitas perempuan, serta ketahanan sosial masyarakat,” jelasnya.

Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan TP PKK dan DPRD Sleman terhadap kegiatan pembinaan ini.

“Kami berharap PKK Margorejo semakin solid dan inovatif dalam melaksanakan 10 program pokok PKK. Kedepan, kami ingin agar PKK mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang positif di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kalurahan Margorejo, Maryana Abdul Azis menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh kader.

“Kami akan terus berupaya agar kegiatan PKK tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan keluarga, dan ekonomi produktif,” tuturnya

Kegiatan pembinaan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut program PKK tahun 2026. Suasana hangat dan antusiasme peserta mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun Margorejo yang berdaya, sejahtera, dan mandiri. (sbd kim tempel)




Pemkal Sumbersari Siap Berikan Pelayanan Singkat dan Tepat Waktu

Sleman – Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sumbersari, Moyudan, menggelar sosialisasi standar pelayanan kalurahan, yang berlangsung pada Senin (10/11/2025), di ruang rapat Kalurahan setempat.

Pada sosialisasi tersebut menghadirkan seluruh Pamong, Anggota Badan Permusyararatan Kalurahan (BPKal), dan 35 Ketus RW se- Kalurahan Sumbersari.

Carik Sumbersari, Junaidi menyampaikan bahwa standar pelayanan kalurahan menggunakan dana BKK dana keistimewaan.

Ia menjelaskan bahwa untuk pelayanan akta kelahiran, akta kematian, Kartu Keluarga dapat diselesaikan di kantor kalurahan selambat-lambatnya limaa hari, asal syarat dan prosedur sesuai, dan semua tanpa dipungut biaya.

“Hal yang sama juga dalam pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA),” tandasnya.

Junaidi menuturkan untuk pelayanan surat pengantar KTP, surat keterangan pindah WNI, pindah penduduk, dan surat keterangan beda nama, bisa diselesaikan dalam waktu antara 10 sampai dengan 30 menit.

“Hal tersebut dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat apabila tidak ada kendala non teknis,” jelasnya.

“Pemkal Sumbersari siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” imbuh Junaidi.

Diakhir acara dilakukan penandatanganan berita acara berlakunya standar pelayanan kalurahan yang ditandatangani oleh lurah, Ketua BPKal, dan tiga orang perwakilan ketua RW. (Giek / KIM Moyudan)




FKDM dan FPK Tempel Mantapkan Sinergi Kebangsaan: Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Wujudkan Indonesia Rukun dan Tangguh

Sleman – Upaya memperkuat ketahanan sosial dan menjaga stabilitas nasional terus digelorakan dari akar rumput. Salah satunya tampak dalam kegiatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, yang menggelar pertemuan rutin di Warung Makan Sormindi, Nglengkong Kidul, Kalurahan Sumberrejo, pada Selasa (11/11/2025).

Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota FKDM serta FPK dari berbagai kalurahan di wilayah Tempel. Selain membahas isu-isu aktual menjelang akhir tahun, forum ini menjadi sarana berbagi strategi memperkuat ketahanan sosial masyarakat menghadapi dinamika politik, ekonomi, dan keamanan nasional.

Hadir dalam kesempatan tersebut Panewu Tempel Dakiri didampingi oleh Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Heni Ristiawan. Turut hadir pula perwakilan dari Polsek Tempel, yaitu IPDA Salimi, Panit 1 Binmas, dan Aiptu Kusno, Panit 2 Binmas Polsek Tempel.

Ketua FKDM Kapanewon Tempel, Imam Nayoko menegaskan pentingnya peran FKDM sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas wilayah melalui deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan sosial.

“FKDM menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan. Kami hadir untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan setiap dinamika sosial agar potensi konflik bisa dicegah sejak dini. Kewaspadaan dini bukan sekadar tanggung jawab aparat, tetapi menjadi kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ketua FPK Kapanewon Tempel, Sih Budi Daryanto menekankan pentingnya pembauran kebangsaan di tengah masyarakat yang semakin majemuk. “FPK menjadi ruang bersama untuk membangun toleransi, dialog, dan kebersamaan lintas suku, agama, dan budaya. Dari Tempel, kita ingin menunjukkan bahwa kerukunan adalah kekuatan bangsa. Kewaspadaan dan pembauran bukan hanya program, tetapi semangat kebangsaan yang harus hidup di setiap hati warga Indonesia,” ungkap Budi.

Sementara itu, Panit 1 Binmas Polsek Tempel, IPDA Salimi menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan forum-forum kewaspadaan ini yang dinilai sangat membantu aparat dalam upaya deteksi dan cegah dini potensi gangguan keamanan.

“Kegiatan FKDM dan FPK sangat membantu kami dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Terutama dalam menghadapi potensi kerawanan menjelang kegiatan politik lokal, serta isu-isu seperti peredaran narkoba dan miras yang perlu diwaspadai bersama,” jelas IPDA Salimi.

Melalui sinergi FKDM dan FPK, Kapanewon Tempel kembali meneguhkan peran masyarakat sebagai benteng utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat semangat kebangsaan dari tingkat paling dasar.(SBD – KIM Tempel)




Pengukuhan Bersama Tiga Kelompok Wanita Tani di Kalurahan Lumbungrejo Berlangsung Meriah

Sleman – Pengukuhan bersama tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) yakni KWT Dahlia Bersemi Padukuhan Lodoyong, KWT Anyelir Padukuhan Kromodangsan, dan KWT Lemah Teles Padukuhan Krasakan berlangsung meriah di rumah Dukuh Lodoyong, Selasa (11/11/2025).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah III, Nurhayati, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Tempel, Siti Haryanti, Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Lumbungrejo, Purwanto, para dukuh, tokoh masyarakat, dan seluruh anggota KWT yang dikukuhkan.

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim dalam sambutannya menyampaikan selamat atas pengukuhan tiga KWT tersebut. Ia berharap agar segera bersinergi dengan pemerintah kalurahan dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.

“KWT merupakan agen strategis dalam kebijakan ketahanan pangan. Kami berharap ibu-ibu semakin semangat dan kreatif mengolah lahan pekarangan, baik secara pribadi maupun kelompok, agar menjadi lahan produktif dan bernilai ekonomi. Dengan demikian, KWT dapat menopang ketahanan pangan sekaligus ekonomi keluarga,” ujar Misbah.

Ia juga menambahkan bahwa banyak akses yang bisa dimanfaatkan oleh KWT, seperti permohonan bantuan bibit sayuran dan buah, pelatihan pengolahan hasil pertanian dan perikanan, hingga pelatihan budidaya ayam petelur dan ikan lele.

“Kunci keberhasilan kelompok ada pada kreativitas dan keaktifan ibu-ibu dalam mengembangkan kegiatan KWT agar benar-benar bisa menyejahterakan anggota,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Tempel, Siti Haryanti juga memberikan ucapan selamat dan motivasi kepada seluruh anggota KWT.

“Selamat atas dikukuhkannya ketiga KWT di Kalurahan Lumbungrejo. Semoga ke depan masyarakat semakin makmur, produktif, dan Kalurahan Lumbungrejo semakin maju,” ungkapnya.

Ketiga KWT tersebut dikukuhkan langsung oleh Kepala BP4 Wilayah III, Nurhayati. Dalam sambutannya, Nurhayati menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas semangat para anggota KWT.

“Saya sangat senang dan bangga, karena tidak menyangka pelaksanaan pengukuhan ini begitu meriah dan penuh semangat. Biasanya acara seperti ini berlangsung sederhana, tapi di Lumbungrejo disambut dengan tarian dan dekorasi yang luar biasa. Saya terharu sekaligus bangga melihat semangat ibu-ibu,” tutur Nurhayati.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Nurhayati juga mengucapkan selamat atas terbentuknya tiga KWT baru ini. Ia berpesan agar PPL Lumbungrejo segera mendaftarkan ketiga KWT tersebut dalam sistem SIMLUHTAN, agar kelompok dapat terdaftar secara resmi dan memperoleh berbagai fasilitas pembinaan.

Nurhayati menekankan tiga hal penting yang harus dijalankan oleh anggota KWT, yaitu mampu menyediakan dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kemudian memastikan pangan yang bergizi dan aman, bebas dari pestisida berbahaya. Terakhir, berperan aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan pribadi maupun kelompok.

“Hasil panen dari kegiatan KWT jangan hanya dibagikan secara cuma-cuma, tetapi dijual antaranggota dengan harga pantas. Dari situ muncul nilai ekonomi yang membuat kelompok menjadi produktif dan berkelanjutan,” pesannya.

Dengan pengukuhan ini, diharapkan KWT di Kalurahan Lumbungrejo dapat semakin aktif dan inovatif dalam mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat padukuhan. (Aisyah putri wulansari / KIM Tempel)