Studi Lapangan ke Batu Malang, Maguwoharjo Dalami Penguatan Kapasitas LPM dan Perlindungan Warga

Sleman — Dalam rangka Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Linmas, Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo melaksanakan studi lapangan ke Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Malang, pada 7–8 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan menambah pengetahuan bagi LPM serta Linmas Kalurahan Maguwoharjo dalam mengembangkan peran kelembagaan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, yang dalam sambutannya menyampaikan berbagai potensi unggulan Desa Tulungrejo, terutama pada sektor pertanian buah apel. Beliau menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Tulungrejo berkomitmen kuat dalam memberikan jaminan perlindungan sosial bagi warganya, salah satunya melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

“Seluruh petani di Desa Tulungrejo telah dijamin melalui BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, seluruh anggota lembaga desa, termasuk Linmas, juga mendapatkan perlindungan yang sama. Hal ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap para kader yang mengabdikan diri bagi masyarakat. Jika ada anggota yang meninggal dunia saat masih aktif, keluarganya akan menerima santunan sebesar Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Suliono.

Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, Lilik Nuryahya, selaku Plt. Jagabaya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Desa Tulungrejo.

“Kami sangat berterima kasih atas penerimaan yang luar biasa ini. Apa yang disampaikan oleh Kepala Desa Suliono, terutama tentang peran pemerintah desa dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat, menjadi inspirasi berharga bagi kami untuk diterapkan di Kalurahan Maguwoharjo,” ungkapnya.

Selain diskusi dan kunjungan kelembagaan, rombongan dari Maguwoharjo juga diajak mengunjungi kebun apel dan mengalami langsung proses memetik buah apel segar. Di akhir kegiatan, peserta mendapatkan buah tangan khas Desa Tulungrejo sebagai kenang-kenangan.

Melalui kegiatan studi lapangan ini, diharapkan kapasitas kelembagaan LPM dan Linmas Kalurahan Maguwoharjo semakin meningkat serta dapat memperkuat kerja sama antar pemerintah desa/kalurahan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Andri Sheva P./KIM Depok)




Peringati Hari Pahlawan, Ratusan Warga Candi Karang Sleman Gelar Jalan Sehat dan Pengukuhan Jagawarga

Sleman – Suasana meriah memenuhi Lapangan RW 09 Candi Karang, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, saat Komunitas Gaple Mania Candi Karang menggelar Jalan Sehat, Senam Massal, sekaligus pengukuhan Jagawarga Candi Karang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Minggu (9/11/2025).

Acara dihadiri ratusan warga serta sejumlah tokoh, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Sleman Fraksi PKS, Yani Faturahman, dan Lurah Sardonoharjo, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan masyarakat ini.

Dalam sambutannya, Lurah Sardonoharjo menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menyelenggarakan acara besar ini. “Kegiatan sehat ini bukan hanya memperingati Hari Pahlawan, tetapi juga menunjukkan semangat perjuangan dan kebersamaan warga Candi Karang,” ujarnya.

Sementara itu, Yani Faturahman menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai kebutuhan mendasar setiap orang. Ia juga memberikan penjelasan mengenai program BPJS Kesehatan yang pembiayaannya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain kegiatan jalan sehat dan senam massal, momen penting lainnya adalah pengukuhan Jagawarga Candi Karang, sebagai bentuk penguatan peran masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan solidaritas sosial di lingkungan padukuhan.

Acara berlangsung santai dan penuh keakraban. Pelepasan peserta dilakukan oleh Lurah Sardonoharjo dan Anggota DPRD Sleman. Sesampainya di garis finis, peserta disambut sajian teh hangat dan bubur kacang hijau yang menambah suasana hangat.

Panitia kegiatan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan warga yang telah memberikan dukungan sehingga acara berjalan sukses. Kemeriahan semakin bertambah dengan pembagian doorprize, termasuk sepeda, berbagai peralatan elektronik, dan perlengkapan rumah tangga, yang disambut antusias oleh peserta.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat Hari Pahlawan, di mana kebersamaan, kesehatan, dan kepedulian sosial terjalin erat dalam satu momentum penuh makna di Candi Karang. (ESK/KIM DSN NGAGLIK)




Gerakan “Hijaukan Sungai”, Pemuda Turen Tanam Puluhan Pohon di Kali Pelang Sleman

Sleman — Sekitar 30 peserta dari berbagai unsur masyarakat berpartisipasi dalam aksi penanaman pohon di kawasan Kali Pelang, Turen, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Minggu (9/11/2025).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Kali Pelang Turen yang tergabung dalam Pekatik (Pemimpi Kali Pelang Cantik), sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian sungai dan penghijauan kawasan bantaran Kali Pelang. Aksi tersebut diikuti oleh pemuda dan warga Turen, Karang Taruna Desa Sardonoharjo, mahasiswa KKN UNY, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari program CSR Bank BPD DIY serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.

Dalam kegiatan ini, peserta menanam berbagai jenis pohon yang bermanfaat bagi lingkungan, di antaranya pohon gayam, jambu kristal, dan alpukat, yang diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem serta memperindah kawasan sungai.

Samsudin, selaku koordinator acara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali semangat peduli lingkungan di Turen.

“Kami berharap penanaman pohon ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi awal dari gerakan berkelanjutan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Kali Pelang. Alam akan kembali memberi manfaat ketika kita menjaganya dengan cinta,” ujarnya.

Sementara itu, Danar, perwakilan dari Karang Taruna Sardonoharjo, memberikan apresiasi atas inisiatif yang melibatkan banyak pihak ini.

“Kolaborasi antara pemuda, masyarakat, akademisi, dan instansi seperti ini adalah contoh nyata bahwa menjaga alam bisa dimulai dari langkah kecil bersama,” ungkapnya.

Melalui aksi sederhana ini, para pemuda Turen berharap Kali Pelang dapat menjadi ikon lingkungan bersih dan hijau yang membanggakan bagi Sardonoharjo dan Sleman. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




PCM Turi Gelar Hari Syiar Muhammadiyah, Tekankan Interaksi Produktif dengan Al-Qur’an

Sleman — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar kegiatan Hari Syiar Muhammadiyah pada Ahad (9/11/2025), bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi. Acara yang mengusung tema “Memahami Interaksi Produktif dengan Al-Qur’an” ini menghadirkan narasumber M. Husnaini, seorang akademisi FIAI UII sekaligus dai Muhammadiyah.

Kegiatan rutin ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai ranting dan amal usaha Muhammadiyah di wilayah Turi. Petugas piket dari SD Muhammadiyah Girikerto turut berperan dalam mendukung kelancaran acara.

Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Muhammadiyah yang konsisten hadir dalam kegiatan syiar ini.

“Hari Syiar merupakan ajang kita bersama untuk meneguhkan komitmen dakwah, memperdalam pemahaman Islam, dan memperkuat ukhuwah di lingkungan PCM Turi,” ujarnya.

Dalam ceramah utamanya, M. Husnaini mengajak jamaah untuk memahami Al-Qur’an bukan sekadar sebagai bacaan ritual, melainkan sumber inspirasi produktif dalam kehidupan. Ia menjelaskan empat langkah mempelajari Al-Qur’an yang dicontohkan oleh Kiai Ahmad Dahlan, yakni membaca dengan tartil dan benar, memahami isinya, melihat apakah berupa perintah dan melaksanakannya, serta meninggalkan apabila berupa larangan.

“Semakin produktif seseorang berinteraksi dengan Al-Qur’an, semakin tinggi pula nilai kebermanfaatannya di masyarakat,” tutur Husnaini.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan reflektif dan kontekstual dalam memahami pesan-pesan Al-Qur’an agar dapat menjawab tantangan zaman modern. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarwarga Muhammadiyah. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Embung Tambakboyo Sleman, Destinasi Favorit untuk Jogging dan Memancing Bernuansa Alam

Sleman — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban Kabupaten Sleman, Embung Tambakboyo telah menjelma menjadi ikon baru bagi masyarakat, baik untuk berolahraga maupun menyalurkan hobi memancing. Kawasan ini menawarkan suasana yang berbeda, dikelilingi pepohonan rindang dengan udara sejuk, pemandangan waduk yang tenang, serta latar Gunung Merapi yang terlihat megah di kejauhan.

Bagi banyak warga, memancing atau jogging di Embung Tambakboyo adalah cara melepas penat dan mempererat silaturahmi. Jalur lari mengelilingi embung menjadi rute utama para pelari menikmati pagi, sementara area tepian sering dipadati pemancing yang duduk rapi.

Salah satu pengunjung rutin, Muhammad Arif Nugroho, mengungkapkan pengalamannya memancing. “Kalau mancing di Tambakboyo itu rasanya beda. Suasananya damai, ikannya banyak, dan yang paling penting, suasana kekeluargaannya terasa,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).

Pengunjung rutin lainnya, Nicholas Dika Setiawan, seorang mahasiswa, juga mengungkapkan hal senada terkait aktivitas jogging. “Saya cukup sering jogging di sini karena suasananya tenang dan pemandangannya indah. Selain bisa olahraga, rasanya seperti melepas penat dari aktivitas kuliah,” ujarnya.

Embung yang terletak di perbatasan Condongcatur, Maguwoharjo, dan Wedomartani ini ideal untuk aktivitas tersebut. Kegiatan di tempat ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk, hanya dikenakan biaya parkir.

Secara administratif, Embung Tambakboyo berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak. Dibangun pada tahun 2007, embung ini berfungsi sebagai kawasan konservasi air dan pengendali banjir dengan kapasitas tampung meter kubik. BBWS Serayu Opak secara rutin melakukan perawatan infrastruktur dan penataan vegetasi. Masyarakat diimbau untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan demi kelestarian Embung Tambakboyo sebagai ruang publik hijau.

Dengan kombinasi antara fungsi konservasi, keindahan alam, dan akses publik yang mudah, Embung Tambakboyo menjadi destinasi olahraga sekaligus rekreasi yang memperkuat gaya hidup sehat masyarakat Sleman dan sekitarnya. (Athiful/KIM Depok)