Senam Massal Kapanewon Ngaglik Semarakkan Gerakan Hidup Sehat Bersama KORMI Kapanewon Ngaglik

Sleman – Semangat hidup sehat dan kebersamaan tampak menggelora di halaman Kantor Kapanewon Ngaglik, Sleman, Jumat pagi (7/11/2025). Ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan pamong dan masyarakat dari seluruh kalurahan se-Kapanewon Ngaglik turut ambil bagian dalam kegiatan senam massal Kapanewon Ngaglik.

Senam massal ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah kapanewon dengan masyarakat dalam membudayakan pola hidup sehat, aktif, dan bugar, sekaligus menjadi wadah mempererat tali silaturahmi lintas kalurahan di wilayah Ngaglik.

Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Kapanewon Ngaglik dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Ia menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa olahraga itu bukan sekadar kegiatan seremonial. Tetapi bagian dari pola hidup. Melalui kegiatan seperti senam massal ini, kami berharap masyarakat Ngaglik semakin semangat menjaga kesehatan dan menjalin kebersamaan,” ujar Wawan.

Ia juga mengapresiasi seluruh lurah, pamong, serta masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Ngaglik memiliki semangat kebersamaan yang kuat dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya di bidang olahraga dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Jawatan Sosial Ngaglik, Rimurhani selaku pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan senam massal seperti ini akan menjadi agenda rutin Kapanewon Ngaglik. Ia juga menuturkan bahwa kegiatan serupa telah melibatkan KORMI Ngaglik pada pekan sebelumnya, dalam event tingkat Kabupaten Sleman bertajuk “Jelajah Lereng Merapi”. Ajang tersebut berhasil menggabungkan konsep sport tourism dengan promosi potensi wisata daerah.

“Kami ingin menjaga kesinambungan kegiatan positif ini. Setelah ikut di kegiatan Jelajah Lereng Merapi, kami berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan serupa secara berkelanjutan di tingkat kapanewon, agar masyarakat makin terbiasa hidup sehat dan aktif,” ungkap Rimurhani.

Suasana senam massal tampak semarak dengan iringan musik energik dan gerakan kompak dari peserta yang memenuhi halaman kantor. Tidak hanya diikuti oleh pamong kalurahan, tetapi juga dihadiri oleh PKK, karang taruna, dan perwakilan masyarakat dari berbagai padukuhan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kapanewon Ngaglik berharap dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Sleman dalam mengembangkan kegiatan olahraga masyarakat berbasis kebersamaan dan pemberdayaan warga.

“Harapan kami, semangat ini terus hidup. Olahraga bukan hanya soal kesehatan jasmani, tapi juga mempererat ikatan sosial antarwarga. Dari Ngaglik, kita mulai gerakan masyarakat sehat dan bahagia,” tutup Panewu Ngaglik dengan penuh optimisme. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)




Langkah Cerdas Peternak Kambing di Tambakrejo Tempel Sleman

Sleman – Seorang peternak kambing Dusun Blimbingan, Sulistyawati memiliki logika berpikir yang cermat. Ia hanya memelihara kambing jantan. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Pasar kambing jantan, terutama menjelang Idul Adha lebih mudah diprediksi dan nilainya cenderung stabil bahkan meningkat.

Ditemui di kandangnya, Kamis (6/11/2025) bercerita bahwa dulunya ia merupakan peternak kambing biasa dengan menjual dua puluh kambing Jantan dan betina. Namun kini ia mengubah metode tersebut dengan mengkhususkan untuk menjual kambing Jantan saja.

 “Dahulu saya memang berternak kambing seperti peternak umumnya, berternak kambing sampai lebih dari dua puluh, jantan dan betina. Kambing jantan dijual saat Idul Adha. Namun kemudian saya berganti pola pikir, bila tujuannya semata-mata untuk dijual, mengapa tidak menkhususkan hanya kepada kambing jantan saja,” ujarnya.

Ia membeli kambing-kambing jantan muda jauh sebelum Idul Adha, saat harga masih relatif rendah. Hewan tersebut kemudian dipelihara dengan pakan alami seperti daun lamtoro, rumput gajah, dan dedaunan kering yang difermentasi. Dengan perawatan rutin dan kandang yang bersih, kambing-kambing itu tumbuh sehat dan siap dijual ketika musim kurban tiba.

Menjelang Idul Adha, permintaan meningkat tajam. Saat itulah hasil kerja kerasnya berbuah. Dalam waktu beberapa bulan, kambing muda yang dulu dibeli dengan harga terjangkau berubah menjadi sumber keuntungan yang menjanjikan.

Sebuah langkah sederhana namun cerdas, memelihara kambing jantan dengan perhitungan waktu dan pasar yang tepat, menjadikan usaha ternak ini tidak hanya menguntungkan tetapi juga berkelanjutan. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Workshop Penguatan Kapasitas UMKM UMKM Kabupaten Sleman

Sleman – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman menyelenggarakan workshop peningkatan kapasitas dan sinergi forum komunikasi UMKM Kabupaten Sleman, Kamis (6/11/2025) bertempat di gedung pertemuan Bappeda kabupaten Sleman.

Workshop dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, H. Ardi Sehami, Kepala Jawatan Kemakmuran dan Ulu ulu se-Kabupaten Sleman, serta pelaku UMKM Kapanewon Sleman.

Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, Ardi Sehami menyampaikan bahwa kegiatan workshop kali ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari UMKM dan peringatan hari ulang tahun ke-3 Forkom UMKM Kabupaten Sleman. Kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha anggota Forkom Kabupaten Sleman, sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kebijakan.

“Melihat kondisi yang lalu, maka akan ada program kolaborasi denga dinas terkait dan pengusaha besar yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. Bentuk kolaborasi akan menjadi pembicaraan lebih lanjut. Harapannya dengan kolaborasi akan meningkatkan inovasi dan memberikan ruang yang luas untuk perkembangan UMKM,” jelas H. Ardi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Sutiasih mengucapkan terima kasih kepada pengurus Forkom yang telah bekerja keras untuk terselenggaranya kegiatan ini.

“Pemda Sleman sangat mendukung agar UMKM bisa lebih berkembang, lebih sejahtera, lebih berdaya saing baik di tingkat lokal, nasional ataupun tingkat global,” ungkap Sutiasih.

Ia juga mneyampaikan bahwa UMKM yang berkeinginan sukses naik kelas, perlu melakukan kolaborasi dan inovasi. Kolaborasi dengan UMKM sejenis yang lebih dahulu naik kelas atau dengan perusahaan besar yang sejenis.

“Kolaborasi juga bisa dilakukan dengan pendekatan pemerintah lewat OPD terkait. Perlu diketahui bahwa UMKM dinaungi oleh 11 OPD yang bisa membina UMKM tergantung kesesuaian produknya. UMKM juga bisa pendekatan kepada pemangku kebijakan tingkat desa atau kalurahan. Inovasi bidang manajemen dan produk wajib dilakukan untuk upaya naik kelas,” ujar Sutiasih.

“Inovasi produk tidak harus tidak dari harus hal yang baru. Bisa jadi dari produk yang sudah ada, dengan memberikan sentuhan atau penambahan tertentu dan bisa menjadi berubah lebih baik lagi itu sudah termasuk inovasi,” tandasnya.

Workshop kali ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu perwakilan Universitas AMIKOM Yogyakarta, Barka Satya yang membahas peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

Narasumber selanjutnya ialah perwakilan Forkal Sayegan, Marzuni yang juga perajin Rosse Bambu. Pada kesempatan itu, ia membicarakan manajemen kelembagaan UMKM. (Kusnadi KIM Berbah)




KUA Ngaglik dan Kapolsek Sapa Jamaah Majelis Taklim Taman Surga

Sleman — Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan Majelis Taklim Taman Surga yang digelar di Masjid As-Sakinah, Padukuhan Ngentak, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kamis (6/11/2025). Majelis rutin ini diawali dengan lantunan Asmaul Husna dan semakin semarak berkat kehadiran Kepala KUA Ngaglik, Handoyo, Kapolsek Ngaglik, AKP Yulianto, dan perwakilan dari Badan Wakaf Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Ngaglik, Handoyo menekankan bahwa majelis taklim tidak sekadar wadah pengajian. Tetapi juga media pembinaan umat yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat moral dan karakter masyarakat.

“Majelis taklim seperti ini perlu terus dipertahankan dan dikembangkan. Melalui kegiatan keagamaan, kita bisa membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi sapa jamaah, yang bertujuan mempererat sinergi antara aparat keamanan, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menciptakan ruang dialog yang terbuka antara jamaah dan para pemangku kebijakan di wilayah Ngaglik.

Sementara itu, Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliant turut memberikan penyuluhan mengenai pentingnya keharmonisan dalam rumah tangga. Ia mengingatkan masyarakat agar selalu mengedepankan komunikasi dan saling menghormati dalam keluarga, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi konflik maupun tindak kekerasan.

“Keluarga yang sehat dan harmonis adalah benteng pertama dalam mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ustazah Masropin selaku Penyuluh Agama Islam KUA Ngaglik, menyampaikan tausiyah bertema “Menebar Manfaat, Menebar Kebaikan.”

Ia mengingatkan jamaah bahwa ukuran keimanan seseorang terletak pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

“Rasulullah SAW bersabda, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” tutur Ustazah Masropin.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, meneguhkan semangat jamaah untuk terus memperkuat nilai keagamaan, menjaga kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Majelis Taklim Taman Surga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga keagamaan, aparat, dan masyarakat mampu menciptakan suasana yang damai, guyub, dan penuh keberkahan di wilayah Ngaglik. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)




Peringati Hari UMKM dan HUT Forkom Sleman untuk Ekonomi Sleman Lebih Baik

Sleman – Forum Komunikasi Forkom UMKM Kabupaten Sleman memperingati Hari Jadi UMKM dan HUT Forkom UMKM Kabupaten Sleman ke-3, Kamis (6/11/2025) di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agung Armawanta beserta Forkompim Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, H. Ardi Sehami, dan pelaku usaha UMKM.

Kegiatann peringatan empat UMKM dan HUT Forkom ke-3 Kabupaten Sleman 2025 diawali dengan senam sehat yang diikut warga dan anggota UMKM Kabupaten Sleman lebih dari seribuan orang.

Sementara itu stand pameran dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman menggelar aneka hasil produk hasil pertanian, produk makanan baik basah maupun kering. Selain itu ada juga produk fashion baik berbahan batik, lurik dan bahan kain lainnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Sutiasih mengucapkan terima kasih kepada pengurus Forkom Kabupaten Sleman yang telah sukses menggelar rangkaian peringatan Hari UMKM dan HUT Forkom UMKM Kabupaten Sleman ke-3.

Rangkaian kegiatan yang di awali dengan senam sehat dan bazar umkm dari 17 Kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman. Dilanjutkan dengan fashion show busana lurik dan batik serta menampilkan produk unggulan UMKM masing- masing Forkom Kapanewon. Selain itu ada kegiatan workshop di aula Bapeda Kabupaten Sleman.

“Adapun tema kegiatan kali ini sinergi UMKM Kabupaten Sleman inovasi, kreasi dan kolaborasi. Berdasarkan semangat tersebut, diharapkan UMKM Kabupaten Sleman naik kelas,” ungkap Sutiasih.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agung Armawanta menyampaikan bahwa acara ini mempunyai makna yang sangat penting. Tidak hanya sebagai momentum peringatan selebrasi, tetapi juga merupakan wadah refleksi sinergi dan kebangkitan semangat UMKM dalam membangun perekonomian daerah yang mandiri.

“Momentum ini kiranya menjadi titik tolak dalam memperkuat kolaborasi. Inovasi tidak hanya tangguh menghadapi perubahan zaman juga mampu menangkap peluang dan transformasi perubahan tehnologi di era digitalisasi,” ungkapnya.

“UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian daerah memberikan kontribusi nyata sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Keberadaan UMKM yang saat ini lebih dari 100 ribu serta mampu menyerap 321 ribu tenaga kerja,” sambung Agung. (Kusnadi KIM Berbah)