Penyuluhan Hukum: Pinjaman Cepat, Masalah Panjang, Pentingnya Melek Hukum di Dunia Pinjol

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Harapan Yogyakarta dan Kementerian Hukum dan HAM Wilayah DIY menggelar kegiatan penyuluhan hukum bertema “Pinjaman Cepat, Masalah Panjang: Pentingnya Melek Hukum di Dunia Pinjol”, bertempat di ruang wacanaloka, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri Lurah, Carik dan Pamong Kalurahan Condongcatur interaktif dan penuh antusiasme. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang risiko dan konsekuensi pinjaman online dengan narasumber dari LBH Harapan dan juga dari Kemenkumham Wilayah DIY.

Acara dibuka oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji yang dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan memahami aspek hukum dalam penggunaan layanan pinjaman online agar tidak terjebak dalam praktik illegal.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Condongcatur semakin melek hukum dan mampu mengambil keputusan finansial yang aman dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Perwakilan LBH Harapan, Sigit Ugra Nugraha dalam paparannya menjelaskan tentang dasar hukum, jenis pelanggaran, serta langkah-langkah perlindungan bagi masyarakat terdampak pinjaman online (Pinjol).

“Saat ini sedang marak pinjaman online yang membuat resah masyarakat. Sedangkan pinjol sendiri ada yang legal dan ilegal. Harapannya setelah menerima penyuluhan ini, masyarakat memahami hal-hal terkait pinjaman online dan tidak terjerumus dalam pinjaman online illegal, dan paham terkait apa saja yang harus dilakukan sebelum terjadi sengketa terhadap pinjaman online,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIY, Ineke menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang merupakan langkah penting dalam pembaharuan hukum pidana di Indonesia.

” KUHP) yang baru ini akan berlaku pada 2 Januari 2026. Sosialisasi kami lakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang KUHP baru kepada masyarakat, akademisi, dan aparat penegak hukum,” ungkapnya.

“Pembaharuan KUHP bertujuan untuk menghadirkan sistem hukum pidana yang lebih manusiawi, berorientasi pada keadilan korektif, restoratif, dan rehabilitatif, serta mencerminkan nilai-nilai Pancasila,” sambung Ineke.

Ia menambahkan, KUHP baru ini membawa perubahan signifikan dalam sistem hukum pidana Indonesia, termasuk perubahan pada aspek legislasi, yudikasi, dan edukasi hukum pidana. Dengan adanya KUHP baru, diharapkan sistem hukum pidana di Indonesia menjadi lebih modern, manusiawi, dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. (Wasana / KIM Depok)




MWCNU Gamping Kukuhkan Ukhuwah Lewat Mujahadah dan Pengajian An-Nahdliyah Sembada

Sleman – Jama’ah Nahdliyin dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gamping bersama badan otonomnya memenuhi Pendhapa Rumah Dinas Bupati Sleman untuk melakukan mujahadah dan pengajian Jamiyah An-Nahdliyah Sembada, pada Rabu (5/11/2025).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman ini menjadi momentum spiritual yang dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat. Melalui forum seperti ini, diharapkan tercipta komunikasi yang harmonis dan sinergi dalam membangun Kabupaten Sleman yang religius, damai, dan sejahtera.

Mujahadah yang dipimpin oleh Pengasuh Pondk Pesantren Assalimiyyah Mlangi, Gus Nasikhin guna memperkuat keimanan, kebersamaan, dan semangat pengabdian warga NU dalam menjalankan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Lantunan dzikir yang menggema di pendhapa memberi nuansa damai dan menghadirkan suasana batin yang tenang bagi para jamaah. Kegiatan ini tidak sekadar ritual keagamaan, melainkan juga bentuk muhasabah dan penguatan spiritual di tengah dinamika kehidupan modern yang sering kali menjauhkan manusia dari nilai-nilai ketenangan batin.

Usai mujahadah, pengajian Jamiyah An-Nahdliyah Sembada disampaikan oleh Rois Syuriah MWCNU Gamping, K.H. Ahmad Mabarun (Gus Barun) mengulas mengenai penyangga negara. Disebutkan bahwa terdapat empat unsur penting tegaknya sebuah negara yaitu ilmunya para ulama, keadilan para pemimpin, kedermawanan orang kaya, serta doa orang fakir.

Menurut Gus Barun, keempatnya menggambarkan keseimbangan sosial dan spiritual yang menjadi fondasi utama bagi terciptanya masyarakat yang adil, makmur, dan berkeadaban. “Ketika keempat unsur ini berjalan harmonis, maka kehidupan bernegara akan stabil karena setiap lapisan masyarakat berperan sesuai fungsinya dengan penuh tanggung jawab,” terangnya.

Ilmunya para ulama menjadi cahaya yang menerangi arah kehidupan bangsa. Melalui ilmu, dakwah, dan keteladanan, para ulama menanamkan nilai-nilai keimanan, kejujuran, serta kasih sayang antar sesama.

Sementara itu, keadilan para pemimpin menjadi tiang utama yang menjaga kestabilan pemerintahan. Dalam tradisi Islam, keadilan adalah inti dari kepemimpinan, karena dari sanalah lahir kepercayaan publik dan legitimasi moral.

“Ketika keadilan ditegakkan, maka rakyat akan merasa terlindungi, dan negara pun menjadi tempat yang damai serta berkeadilan sosial,” tandas Gus Barun.

Selanjutnya, kedermawanan orang kaya berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kemakmuran dengan keberkahan. Orang kaya yang dermawan memahami bahwa harta bukan sekadar alat untuk menikmati dunia, melainkan amanah yang harus dimanfaatkan untuk menolong sesama.

Yang tak kalah penting, doa orang fakir merupakan kekuatan spiritual yang sering kali tidak terlihat, namun sangat berpengaruh bagi keberlangsungan sebuah bangsa. Doa orang fakir adalah simbol kesabaran dan keikhlasan yang menjadi penopang moral bagi masyarakat.

Selama empat pilar yaitu ulama berilmu, pemimpin adil, orang kaya dermawan, dan orang fakir yang berdoa maka negara akan tegak, masyarakat tenteram, dan kehidupan berbangsa akan dipenuhi keberkahan dari Allah SWT. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pertemuan Rutin SRIKANDI Tempel: Sekolah Rabu Hadirkan Inspirasi dan Dukungan Langsung dari DPRD Sleman

Sleman – Semangat pemberdayaan perempuan terus digaungkan melalui kegiatan Sekolah Keterampilan SRIKANDI, yang kembali menggelar pertemuan rutin Sekolah Rabu pada minggu pertama bulan November. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (5/11/2025) diselenggarakan di aula Kapanewon Tempel ini, dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan bersama Panewu Tempel, Dakiri, Panewu Anom, Eni Yuliani, serta jajaran Pokja II dan anggota SRIKANDI dari berbagai kalurahan di wilayah Tempel.

Program Sekolah Rabu merupakan agenda pembelajaran rutin yang digagas oleh SRIKANDI Tempel di bawah kepemimpinan Ida Eri Kurniawati, dengan dukungan Pokja II Kapanewon Tempel selaku penasehat yang diketuai oleh Dewi Sulastri, serta dibina oleh Ketua TP-PKK Kapanewon Tempel, Suharmi.

Kegiatan ini dilaksanakan dua kali setiap bulan, yakni pada Rabu minggu pertama dan keempat, dengan peserta utama ibu-ibu PKK dari delapan kalurahan di wilayah Tempel.

Pada pertemuan kali ini, Kalurahan Tambakrejo bertugas sebagai pelaksana kegiatan. Tema yang diangkat berfokus pada pelatihan olahan pangan kreatif, dengan praktik langsung membuat sup matahari, yang dipandu langsung oleh Ketua SRIKANDI, Ida Eri Kurniawati.

Dalam sambutannya, Wahyudi Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kiprah SRIKANDI Tempel dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kreativitas perempuan di tingkat kalurahan.

“Program seperti ini sangat penting karena memberikan ruang belajar dan berkreasi bagi ibu-ibu. Pemerintah daerah tentu mendukung upaya pemberdayaan yang bisa menumbuhkan kemandirian ekonomi keluarga. Harapan saya, kegiatan ini terus berlanjut dan menghasilkan inovasi baru di bidang keterampilan dan kewirausahaan,” ujar Wahyudi.

Sementara itu, Panewu Tempel, Dakiri juga memberikan apresiasi terhadap konsistensi kegiatan ini.

 “Sekolah Rabu telah menjadi wadah yang efektif untuk menyalurkan potensi kaum perempuan di Tempel. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antaranggota PKK dan masyarakat,” tuturnya.

Ketua SRIKANDI, Ida Eri Kurniawati menyampaikan bahwa kegiatan hari ini tidak hanya sekadar praktik memasak. Namun juga menjadi sarana untuk mengasah kreativitas dan membangun kebersamaan.

“Melalui praktek membuat sup matahari ini, kami ingin menunjukkan bahwa dari bahan-bahan sederhana pun bisa tercipta sajian yang bernilai jual. Ke depan, kami akan terus menghadirkan pelatihan-pelatihan yang aplikatif dan inspiratif,” jelasnya.

Salah satu peserta, Yumariyah menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat senang bisa belajar langsung bersama ibu-ibu dari kalurahan lain. Kegiatan seperti ini memberi banyak ide baru untuk diterapkan di rumah maupun dalam kegiatan PKK di tingkat kalurahan,” ujarnya penuh semangat.

Dengan semangat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, Sekolah Rabu SRIKANDI Tempel diharapkan terus menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas perempuan serta wadah berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. (SBD KIM Tempel)




Cegah Difteri dan Tetanus, Siswa SDN Sleman 1 Terima Imunisasi

Sleman – Ruang Pusat Kegiatan Guru SD Negeri Sleman 1 yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar dan rapat pada hari Rabu (5/11/2025) berubah menjadi tempat pelaksanaan imunisasi Difteri Tetanus (Dt) dan Tetanus Difteri (Td) bagi para siswa kelas I, II, dan V.

Kegiatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Sleman sebagai bagian dari upaya rutin menjaga kesehatan anak usia sekolah dasar. Anak-anak tampak berbaris rapi menunggu giliran, sebagian terlihat tegang, namun sebagian lainnya tampak antusias. Hal ini menjadikan Petugas kesehatan yang ramah dan berpengalaman berusaha menenangkan para siswa agar tidak takut saat disuntik.

Kepala SD Negeri Sleman 1, Kustantina Indah dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan imunisasi yang rutin setiap tiga bulan sekali dilaksanakan di sekolahnya. Menurutnya, imunisasi tidak hanya melindungi individu, namun juga menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) yang penting bagi seluruh warga sekolah.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini karena menjadi bagian dari pembentukan generasi sehat dan kuat,” ungkapnya.

Menurut Indah, imunisasi Dt dan Td ini sangat penting bagi anak didiknya. Lewat imunisasi, tubuh mereka akan memiliki pertahanan terhadap penyakit berbahaya seperti difteri dan tetanus yang dapat mengancam jiwa. Karena itu, pihaknya berharap seluruh siswanya dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, dan para orang tua turut mendukung serta memahami betapa pentingnya imunisasi bagi kesehatan buah hatinya.

Difteri dan tetanus merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak yang sistem kekebalannya belum sempurna. Difteri menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bisa menyebabkan gangguan pernapasan serius, sedangkan tetanus menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kejang otot yang fatal.

“Karena itulah, pemberian imunisasi Dt dan Td untuk kelas I dan II, serta Td untuk kelas V menjadi langkah penting untuk mencegah kedua penyakit tersebut,” ujar Indah.

Harapannya, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pola hidup sehat di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa program imunisasi di sekolah dasar merupakan kerja sama lintas sektor antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Puskesmas berperan aktif mendatangi sekolah-sekolah untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Langkah ini dinilai efektif karena menjangkau anak-anak secara langsung di lingkungan belajar mereka tanpa mengganggu proses pendidikan.

Selain imunisasi, petugas kesehatan juga memberikan edukasi singkat perihal pentingnya menjaga kebersihan diri dan pola makan sehat demi memperkuat daya tahan tubuh. Edukasi ini menjadi pelengkap yang bermanfaat agar anak-anak memahami bahwa kesehatan bukan hanya tentang suntikan imunisasi, namun juga kebiasaan hidup bersih dan sehat sehari-hari.

Dengan dukungan sekolah, orang tua, dan tenaga medis, imunisasi di SD Negeri Sleman 1 menjadi wujud nyata kolaborasi untuk membangun generasi muda Sleman yang tangguh dan sehat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




HIPMI Sleman dan PT Pos Indonesia Jalin Sinergi Dukung Pengusaha Muda Sleman

Sleman — Dalam upaya memperkuat jaringan bisnis dan mendukung pertumbuhan wirausaha muda di Kabupaten Sleman, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sleman menggelar kegiatan Rabu BerHIPMI Bersama dengan menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Utama (KCU) Yogyakarta. Acara ini berlangsung di Edirne Coffee, Ngaglik, Sleman, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan rutin yang diinisiasi oleh HIPMI Sleman ini menjadi ajang berbagi inspirasi, memperluas jaringan, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara pengusaha muda dan BUMN di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, hadir dua narasumber dari PT Pos Indonesia, yaitu Totok Sumanto, Manajer Penjualan Korporat Kurir dan Logistik, serta Singgih Pramuda Trisnanto, Manajer Ritel dan Keagenan. Keduanya memaparkan berbagai layanan logistik modern dan solusi bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha muda untuk mendukung aktivitas operasional mereka.

“PT Pos Indonesia sebagai BUMN yang bergerak di bidang logistik siap mendukung pertumbuhan bisnis pengusaha muda Sleman melalui jaringan dan layanan yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Totok Sumanto dalam paparannya.

Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Sleman, Haryo Prima Arief Primanto menyampaikan bahwa sinergi antara HIPMI Sleman dan PT Pos Indonesia menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah.

“Melalui kolaborasi ini, anggota HIPMI Sleman dapat mengakses layanan logistik yang modern, efisien, dan kompetitif dari PT Pos Indonesia, baik di tingkat ritel maupun korporasi,” ungkap Haryo.

Ia menambahkan, kerja sama dengan BUMN seperti PT Pos Indonesia diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi anggota HIPMI Sleman, terutama dalam hal efisiensi distribusi, pengiriman produk, dan penguatan rantai pasok usaha lokal.

Kegiatan Rabu BerHIPMI Bersama kali ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha, pemerintah, dan perusahaan milik negara di wilayah Sleman dan sekitarnya. “Sinergi antara HIPMI dan BUMN ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga membangun jejaring dan semangat gotong royong dalam menggerakkan ekonomi daerah,” tutup Haryo. (Ilhamagus/KIM Seyegan)