Pameran Lukis Anak 40 Tahun Persahabatan Propinsi DIY Dan Prefektur Kyoto Jepang

Sleman – Sebagai bentuk apresiasi terhadap generasi muda serta memperkuat kerja sama internasional dibidang kebudayaan sekaligus memperingati 40 tahun kerja sama persahabatan (sister city) antara Propinsi DIY dan Prefektur Kyoto Jepang, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menyelenggarakan pembukaan pameran hasil lomba lukis Jogja Kyoto 2025.
Pameran tersebut berlangsung di Art Gallery C, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Selasa (4/11/2025). Di mana, pameran ini berlangsung sampai tanggal 10 November 2025.
Pembukaan pameran sangat istimewa dengan kehadiran tamu kehormatan dari Otoritas Kyoto Jepang Hironori Furukawa (Wakil Gubernur Kyoto), Ryuzo Aramaki (Ketua DPRD Kyoto), Takahiro Yamamoto (Direktur Pameran Internasional) serta assisten dan stafnya. Rombongan itu disambut Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, Kepala GIK UGM, Alfatika Aunuriola Dini dan penulis katalog pameran Hadjar Pamadi dan Edi Sulistyo.
Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo dan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia raya. Acara dilanjutkan dengan penampilan tari Kenes Gandes dari Sanggar Kinanti Sekar Yogyakarta.
Pembacaan berita acara lomba lukis Jogja Kyoto 2025 dibacakan oleh A.C. Andre Tanama mewakili dewan juri lomba yang terdiri dari Dyan Anggraini Rais, Yuswanto Adi, Bunga Jeruk Permata Pekerti, A.C. Andre Tanama dan Kuat Art.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengungkapkan rasa syukur luar biasa telah bergulir 40 tahun kerja sama persahabatan (sister city) antara pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Prefektur Kyoto Jepang yang dimulai sejak tahun 1985.
“Realisasi kerja sama dalam bidang kesenian diantaranya dengan menyelenggarakan lomba lukis Jogja Kyoto. Lomba memilih 30 karya juara dan nominasi dari semua jenjang TK sampai SMA. Bersama karya juara dan nominasi lomba lukis dari anak-anak Kyoto secara bergantian dipamerkan di Jogja dan Kyoto Jepang,’ ujarnya.
“Setelah mencermati lomba lukis yang dilaksanakan pada 5 Oktober 2025 di Dinas Kebudayaan DIY, menimbang untuk menentukan juara berdasarkan kriteria lomba meliputi ide/gagasan, kesesuaian tema, teknik dan keunikan,” sambungnya.
Maka dewan memutuskan nama-nama berikut sebagai juara 1 – 3 dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA, serta 18 nominasi. Adapaun pemenang lomba sebagai berikut, juara jenjang TK diraih oleh Ibnaytia Descintara Ngumboro, Aishwa Zia Mafaza Ken Wisesa, dan Meysha Anindira Putri Maheswari.
Juara Jenjang SD meliputi Muhammad Al Fatih, Danysa Puan Anggit El- Hazima, dan Nada Fajria Salsabila. Juara jenjang SMP diraih oleh Velda Kirana Ardelia, Liano Verrald Jaya Kusuma, dan Bagus Putra Tama.
Selanjutnya juara jenjang SMA diraih oleh Alysha Salma Putri, Ikrima Fatimatuzahra, dan Samuel Pradipta Nareswara.
Lomba lukis diselenggarakan tiap tahun dan berjenjang dari tingkat kabupaten/kota sampai Propinsi DIY dengan tema berbeda-beda. Untuk tahun 2025 ini mengambil tema warisan budaya.
“Harapannya untuk mengajak anak-anak semakin mengenal dan bangga akan kekayaan budayanya. Menjadikan identitas budaya sebagai dasar penting dalam pembentukan karakter anak Yogyakarta,” kata Dian.
Sementara pengelola Sanggar Abida Seyegan Sleman, Sulistiyono mengucapkan rasa syukur dan bangga murid-muridnya dalam lomba lukis Jogja Kyoto 2025 mendapat lima juara dan tiga nominasi.
“Juara 1 dan 2 jenjang TK, juara 1 dan 2 jenjang SD, juara 1 jenjang SMP, 2 nominasi TK dan 1 nominasi SMA. Semoga di tahun berikutnya bisa berprestasi lagi. Amin,” kata Silistiyono. (Sulistiyono/KIM Seyegan)



