Puskesmas Depok II Tekankan Kewaspadaan DB Saat Musim Hujan dan Layanan Cek Kesehatan Gratis

Sleman – Sebanyak 40 kader dari masing-masing Posyandu di Kalurahan Condongcatur mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakordasi) Puskesmas Depok II yang berlangsung di Aula Pudewa pada Senin (3/11/2025).

Acara dibuka oleh Pramija Ujiana, yang menyoroti pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang sering muncul di musim penghujan, terutama Demam Berdarah (DB). Ia juga mengingatkan para kader untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah berkembangnya nyamuk penyebab penyakit tersebut. Untuk mengasah kemampuan kader, di awal pertemuan juga diadakan permainan interaktif menggunakan Game Kahoot.

Dalam kesempatan yang sama, Bernardeta Dewantari dari Puskesmas Depok II menyampaikan informasi mengenai layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini dapat diakses oleh masyarakat. Layanan ini bertujuan untuk membantu deteksi dini berbagai penyakit serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Bernardeta menjelaskan bahwa pelayanan CKG dapat dilakukan secara mandiri di Puskesmas maupun melalui pelayanan komunitas, seperti kegiatan jemput bola di Posyandu dan kegiatan kesehatan masyarakat lainnya.

Selain itu, Bernardeta juga memaparkan materi mengenai penyakit Influenza secara lebih mendalam, menjelaskan tiga jenis virus A, B, dan C. Ia menekankan bahwa sebagian besar kasus infeksi virus bersifat ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease). Namun, masyarakat perlu waspada apabila terjadi infeksi berat, terutama pada orang dengan kondisi berisiko.

Oleh karena itu, Bernardeta mengimbau agar masyarakat tidak panik tetapi tetap waspada, menjaga daya tahan tubuh, beristirahat cukup, menjaga pola makan sehat, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala berat.

“Rakordasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Puskesmas Depok II dan kader Posyandu dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menghadapi ancaman penyakit di musim penghujan,” ujarnya. (Tri Suhartati/KIM Depok)




KIM DSN Latih Penyuluh Kemenag Sleman Jadi Dai Digital Era Milenial

Sleman – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Konten Kreatif Materi Penyuluhan Angkatan 2 di Aula Lantai 3 Kantor Kemenag Sleman, Senin (3/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kelompok Informasi Masyarakat Desa Sardonoharjo (KIM DSN) yang sebelumnya juga dipercaya menjadi pemateri pada angkatan pertama.

Pelatihan diikuti oleh para penyuluh agama Islam dari berbagai Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Sleman, di antaranya KUA Tempel, Ngaglik, Sleman, Mlati, Seyegan, Moyudan, Godean, Gamping, dan Minggir.

PLT Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman, Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa dakwah di era digital tidak lagi terbatas di mimbar atau masjid.

“Saat ini sudah saatnya dakwah hadir di media sosial. Kita yang menjadi ujung tombak dakwah harus memiliki kompetensi untuk menyampaikan pesan agama dengan cara yang menarik dan relevan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Sleman, Nadhif, yang membuka kegiatan secara resmi, memberikan apresiasi atas dedikasi para penyuluh agama Islam di Sleman. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam metode dakwah agar bisa menjangkau generasi muda.

“Para penyuluh sudah bekerja dengan baik, namun sebagian besar masih menggunakan metode manual. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka agar dakwah bisa menyentuh kaum milenial lewat konten digital,” ungkapnya.

KIM DSN diwakili oleh Andy Ahmad Akbar Zulfikar, videografer DSN TV, dan Saviera Ajeng Fauqii Nuura, presenter DSN TV sekaligus konten kreator “Mbak Jawa”. Pada sesi pertama, Ajeng membagikan strategi agar konten dakwah bisa trending, tips agar masuk FYP, pemahaman algoritma media sosial, hingga teknik penyampaian pesan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Andy yang memaparkan materi teknis tentang pembuatan video penyuluhan — mulai dari perencanaan, pengambilan gambar, penggunaan alat bantu perekaman, hingga proses editing. Peserta kemudian diajak praktik langsung membuat video bertema “Pondok Pesantren”.

Suasana pelatihan berlangsung seru dan interaktif. Meskipun waktu terbatas, para penyuluh berhasil menghasilkan video yang kreatif dan penuh ide segar. Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak konten dakwah inspiratif dari para penyuluh agama Islam Sleman di dunia digital. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Perkuat Sinergi, Lazisnu Sleman Siapkan Madrasah Amil Relawan

Sleman – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman menggelar konsolidasi di Kantor Sekretariat Nahdlatul Ulama, Sinduharjo, Sleman, Minggu (2/11/2025). Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan langkah antara pengurus kabupaten dan Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Shodaqoh (Upzis) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus Upzis MWCNU dari 17 kapanewon ini berlangsung penuh semangat kebersamaan. Momentum ini menjadi sarana penting untuk mengevaluasi capaian, membahas tantangan, serta merancang strategi kolaboratif dalam meningkatkan efektivitas dan transparansi program Lazisnu di tingkat akar rumput.

Sekretaris Lazisnu Kabupaten Sleman, Luthfy Avian Ananda, menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan bentuk penguatan ideologis dan kelembagaan.

“Sinergi antar Upzis sangat diperlukan agar gerakan KOIN NU menjadi kekuatan sosial ekonomi yang nyata di tengah masyarakat,” tuturnya.

Salah satu agenda penting dalam konsolidasi ini adalah pembahasan program Madrasah Amil Relawan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para amil, relawan, dan penggerak Kotak Infak (KOIN) Nahdlatul Ulama agar memiliki pemahaman komprehensif tentang fikih zakat, manajemen filantropi, dan etika pelayanan umat.

Menurut Luthfy, Madrasah Amil Relawan KOIN NU akan menjadi wadah pendidikan berkelanjutan yang adaptif dengan era digital, menuntut transparansi dan inovasi dalam pengelolaan dana sosial umat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Dukung Gerakan Lingkungan Nasional, 15 Padukuhan di Sleman Terima Bantuan Alat Pengelolaan Sampah

Sleman – Gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus digalakkan, salah satunya di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Pada Senin (3/11/2025), digelar kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga secara serentak di seluruh wilayah kalurahan tersebut.

Sebanyak 15 padukuhan di Sardonoharjo menerima bantuan alat pengelolaan sampah sebagai langkah konkret mendukung gerakan nasional menuju pengurangan sampah dari sumbernya.

Anang Setiawan, selaku Ulu-ulu Kalurahan Sardonoharjo, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bagian dari perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kami ingin masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang untuk menambah nilai ekonomi. Langkah kecil ini memiliki dampak besar bagi lingkungan,” ujar Anang Setiawan.

Sementara itu, Harjuno Wiwoho, Lurah Sardonoharjo, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat nasional menuju Indonesia bebas sampah.

“Kami mendukung penuh gerakan nasional pengurangan sampah. Bantuan alat yang diberikan kepada 15 padukuhan ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Harjuno Wiwoho.

Kegiatan sosialisasi juga diisi dengan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, serta pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan kreatif. Langkah Sardonoharjo ini menjadi contoh nyata peran desa dan kelurahan dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus memperkuat visi “Sleman Bersih dan Hijau 2025” yang sejalan dengan arah kebijakan lingkungan nasional. (ESK/KIM DSN Ngaglik)




Desa Wisata Pulewulung Jadi Lokasi Penggemblengan Kader Hizbul Wathan UNISA

Sleman – Suasana Desa Wisata Pulewulung, Bangunkerto, Turi, Sleman, akhir pekan ini tampak semarak dengan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Hizbul Wathan (HW) yang digelar oleh Kafilah Siti Baroroh Baried Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA). Selama tiga hari, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025, lokasi wisata alam ini menjadi tempat penggemblengan ratusan peserta muda calon pemimpin masa depan Muhammadiyah.

Mengusung tema “Transformasi Energi dan Visi Menghadirkan Pemimpin Muda Berkarakter Pelanjut Estafet HW”, kegiatan ini dirancang untuk membentuk kader Hizbul Wathan yang tangguh, berkarakter, dan siap melanjutkan estafet perjuangan persyarikatan.

Menurut Aris Suryanto, pengelola Desa Wisata Pulewulung, kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung nyaman dan para peserta bisa menikmati indahnya dunia pedesaan di Bangunkerto Turi.

Hari pertama kegiatan diawali di kampus terpadu UNISA dengan pembukaan resmi, selanjutnya peserta bergerak menuju Bumi Perkemahan Pulewulung untuk melaksanakan berbagai aktivitas lapangan dan pembinaan karakter.

“Pemilihan Pulewulung bukan tanpa alasan,” jelas Ramanda Galih Adhi Isak Setiawan, salah satu pembina kegiatan. “Selain udaranya sejuk dan lingkungannya alami, kawasan ini memiliki nilai edukatif dan kebersamaan yang sejalan dengan semangat Hizbul Wathan.”

Di Pulewulung, peserta mengikuti serangkaian agenda padat mulai dari pendirian tenda, materi sejarah dan atribut HW, pelatihan kepemimpinan Islami, hingga sesi survival dan kebencanaan bersama tim MDMC Muhammadiyah. Aktivitas ini dipadukan dengan permainan interaktif dan api unggun malam yang mempererat solidaritas antar peserta.

Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu pagi, di mana para peserta melakukan jelajah alam, senam kebugaran, dan penampilan proyek kelompok. Kegiatan ini menumbuhkan daya juang, kemandirian, dan resiliensi sebagaimana tema hari ketiga, “Eskalasi Daya Juang dan Resiliensi untuk Mewujudkan Kader yang Berintegritas.”

Menurut Nisa Kamila, pemateri bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menempa kepemimpinan sejati.

“Hizbul Wathan mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan keberanian. Inilah bekal bagi pemimpin muda yang berkarakter,” ujarnya.

Kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, yang menyambut antusias kehadiran peserta dan turut menghidupkan wisata edukatif Pulewulung. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)