Peringati Sumpah Pemuda, Puluhan Warga Dabag Sleman Antusias Ikuti Donor Darah

Sleman – Dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, puluhan warga Dabag, Condongcatur, Depok, Sleman, mengikuti kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna RW 27 pada Minggu (2/11/2025). Kegiatan sosial tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari masyarakat setempat.

Ketua RW 27 Dabag, Suprayitno, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kontribusi nyata warga dalam memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Menurutnya, donor darah tidak hanya sekadar aksi kemanusiaan, tetapi juga wujud solidaritas dan empati terhadap sesama.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, selain membantu memenuhi stok darah di PMI, juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah secara sukarela dan rutin,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan semacam ini, pengurus RW berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat gotong-royong dan kepedulian di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Salah seorang peserta donor darah, Maryati, mengaku senang dapat ikut berpartisipasi. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga menumbuhkan rasa bahagia bagi para pendonor.

“Alhamdulillah saya bisa ikut memberikan sedikit bantuan untuk sesama. Rasanya justru lega karena bisa berbagi,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan donor darah dapat menjadi agenda rutin yang mempererat solidaritas sosial dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi demi kemanusiaan. (Athiful / KIM Depok)




Semarak Sumpah Pemuda di Dabag Sleman, Ratusan Warga Ikuti Senam Sehat

Sleman – Ratusan warga Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, menggelar kegiatan Senam Sehat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Serbaguna Jalan Bongso Ijoyo pada Minggu (2/11/2025) ini berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, menyampaikan bahwa momentum Sumpah Pemuda merupakan pengingat penting bagi seluruh generasi bangsa tentang makna persatuan. Menurutnya, 97 tahun lalu para pemuda dari berbagai daerah telah menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan besar yang mampu mempersatukan bangsa menuju kemerdekaan.

“Semangat itu harus terus kita jaga. Saya berharap generasi muda mampu melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi nyata,” ujar Riska.

Ia menambahkan, kegiatan senam sehat menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Selain mempererat silaturahmi antarwarga, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran pentingnya pola hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Riska menegaskan bahwa kekompakan dan kesolidan antarwarga merupakan modal utama dalam membangun Kalurahan Condongcatur yang lebih baik. Semangat Sumpah Pemuda, katanya, harus terus dihidupkan dalam berbagai bentuk kegiatan positif yang menumbuhkan rasa persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial.

“Semangat persatuan dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk membangun Condongcatur yang maju dan sehat,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Padukuhan Dabag Ahmad Sunarya dan Ketua Forum KIM Depok Adi Yananta, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang menumbuhkan semangat kebersamaan dan kesehatan warga. (Athiful / KIM Depok)




Solidaritas Warga Keditan: Gotong Royong Perbaiki Meja Inventaris Lingkungan

Sleman – Di tengah arus modernisasi, warga RT 01 RW 26 Keditan, Trihanggo, Sleman, menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi dengan bergotong royong memperbaiki meja inventaris milik lingkungan pada Minggu (2/11/2025). Aksi sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi napas kehidupan sosial di tingkat akar rumput.

Beberapa warga membawa alat pertukangan, sementara yang lain menyiapkan meja portable dan besi penyangganya. Tanpa dikomando, masing-masing sudah tahu apa yang harus dikerjakan. Ada yang memperbaiki kaki meja berkarat, mengamplas permukaan meja, dan mengaduk cat. “Ini bukan cuma soal memperbaiki meja, tapi menjaga rasa memiliki terhadap fasilitas bersama,” ujar Prihatin Al Taufik, Ketua RT setempat.

Gotong royong memperbaiki belasan meja inventaris itu muncul dari kesadaran bersama. Meja-meja tersebut digunakan dalam setiap kegiatan warga, mulai dari rapat RT, posyandu, hingga acara sosial seperti pengajian dan resepsi pernikahan. Alih-alih menunggu bantuan dari luar, warga memutuskan untuk memperbaikinya secara mandiri.

Selain memperbaiki fasilitas, kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga. Sambil bekerja, mereka saling bercanda dan bertukar cerita dalam suasana hangat. Para ibu juga turut berperan dengan menyiapkan hidangan sederhana berupa teh hangat dan gorengan yang menjadi penyemangat para pekerja.

Menurut Taufik, kegiatan ini mencerminkan kepedulian sosial yang tinggi. Warga menyadari bahwa keberlangsungan sarana lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga pada partisipasi aktif masyarakat itu sendiri. “Kesadaran kolektif seperti inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang mandiri dan tangguh,” sambung Taufik.

Dari kegiatan sederhana itu, warga juga belajar nilai-nilai tanggung jawab bersama yang dapat diwariskan kepada generasi muda. Setiap paku yang dipasang dan setiap cat yang dioleskan menjadi simbol komitmen menjaga aset lingkungan.

“Gotong royong adalah identitas bangsa kita. Kalau dari lingkungan kecil seperti ini terus dijaga, saya yakin rasa persatuan di masyarakat akan semakin kuat,” ucapnya penuh semangat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




PDM Sleman Resmi Buka Milad ke-113 PCM Berbah, Tekankan Semangat Bergembira dalam Beramal

Sleman – Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman, Irfan Haris, resmi membuka rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke-113 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah. Acara berlangsung di Masjid Al-Hikmah Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, pada Minggu (2/11/2025), bertepatan dengan pengajian rutin Ahad pon PCM Berbah.

Irfan Haris menyampaikan pesan dari ketua PDM Sleman untuk lebih menyemarakkan kegiatan Milad Muhammadiyah ke-113. Ia mengajak warga Muhammadiyah untuk bergembira dalam melaksanakan kegiatan beramal usaha Muhammadiyah. Irfan juga mengingatkan pentingnya mengajak seluruh keluarga, terutama generasi muda, untuk mendatangi tempat ibadah.

“Semakin banyak beribadah dan bersyukur kepada Allah, maka kehidupannya akan mendapatkan kemudahan dari Allah,” jelas Irfan.

Acara ini dihadiri oleh Irfan Haris, penceramah Ahmad Faesol, anggota DPR Kabupaten Sleman Wanto, Ketua PCM Berbah Ahmad Muhajir Hanifi, PCA Berbah Isrodah, Panewu Berbah Djaka Sumarsono, ketua panitia Milad Heriyanto, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta segenap warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Berbah.

Ketua PCM Berbah, Ahmad Muhajir Hanifi, menyampaikan bahwa pengajian Ahad pon merupakan pengajian rutin tiga bulan sekali yang mengumpulkan lima ranting yang ada di Berbah. Kali ini, pengajian istimewa karena bersamaan dengan menyongsong Milad Muhammadiyah ke-113.

Rangkaian kegiatan telah dimulai dengan khitanan massal. Kegiatan berikutnya adalah donor darah pada hari Sabtu di SMP Muhammadiyah Berbah, bekerja sama dengan PMI Kapanewon Berbah. Puncak kegiatan Milad akan diadakan pada Minggu (16/11/2025) berupa senam sehat di lapangan Kadisono, dengan hadiah utama satu ekor sapi dan satu ekor kambing.

Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, ikut berbangga dan mengapresiasi gerakan Muhammadiyah yang berperan aktif mendirikan dan menjaga NKRI. Ia mengharapkan dukungan warga Muhammadiyah untuk mensukseskan pembangunan di Kapanewon Berbah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program ketahanan pangan berupa penanaman Kelapa Pandanwangi dan sistem tanam padi satu kali tanam empat kali panen (TIPAK).

Ahmad Faesol, yang juga direktur RS PKU Gamping, menyampaikan perlunya menjalin silaturahmi yang banyak memberi manfaat berupa rezeki dan bertambahnya umur dalam arti bertambah amal. Ia juga mengingatkan agar manusia bersyukur atas karunia wujud fisik manusia yang baik dan proporsional sebagai ayat kauniyah, sementara ayat qauliyah adalah ayat dalam Al-Qur’an sebagai ketentuan dari Allah. “Ayat-ayat dari Allah harus kita pahami, kita terima tanpa pertentangan,” pungkas Ahmad Faesol. (Kusnadi / KIM Berbah)




“Generasi Inovatif”, Pemuda Modinan Gamping Gelar Gebyar Sumpah Pemuda

Sleman – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, pemuda Padukuhan Modinan menggelar kegiatan bertajuk Gebyar Sumpah Pemuda 2025. Mengangkat tema “Generasi Inovatif, Satu Tujuan Untuk Bangsa”, acara ini bertujuan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan nasionalisme di kalangan generasi muda melalui pentas seni, kreativitas warga, dan potensi UMKM dari 14 RT.

Acara yang berlangsung di Halaman Padukuhan Modinan, Gamping, Sleman, pada Sabtu malam (1/11/2025) ini dihadiri oleh Panewu Anom Gamping R. Hery Subagio, Lurah Banyuraden Sudarisman, dan Anggota DPRD Kabupaten Sleman Herman Budi Pramono, bersama ratusan warga setempat.

Dalam sambutannya, Panewu Anom Gamping R. Hery Subagio menuturkan bahwa pemerintah tidak bisa memajukan kalurahan maupun kapanewon tanpa peran pemuda. Ia menekankan perlunya kolaborasi dan semangat persatuan yang diwariskan sejak 1928 untuk dihidupkan dalam bentuk karya nyata.

“Lewat tema ‘Generasi Inovatif, Satu Tujuan Untuk Bangsa,’ kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus mempererat persaudaraan antar warga,” tuturnya. Menurut Hery, di era digital saat ini, inovasi dan kolaborasi menjadi kunci bagi pemuda untuk beradaptasi dan berpikir kritis.

Herman Budi Pramono, anggota DPRD Kabupaten Sleman, berharap momentum ini menjadikan semangat para pemuda untuk membangun Banyuraden lebih maju. Ia mengapresiasi kegiatan yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan zaman. “Kebersamaan, kreativitas, dan semangat gotong royong yang ditunjukkan malam ini merupakan modal sosial yang luar biasa untuk membangun daerah kita,” ucapnya.

Suhartono, Dukuh Modinan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada para pemuda yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian generasi muda Modinan terhadap sejarah bangsa sekaligus semangat untuk membangun lingkungan.

Para orang tua berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal. Gebyar Sumpah Pemuda di Modinan menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan melalui langkah kecil yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)