Dinas Kesehatan Sleman Gencarkan Sosialisasi Rehabilitasi Medik Gandeng Yakkum Yogyakarta

Sleman – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Yakkum Yogyakarta menggelar Sosialisasi Pelayanan Rehabilitasi Medik di Ayem Ayem Coffe Tridadi, Sleman, pada Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan tentang pentingnya pelayanan rehabilitasi medik.

Acara dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sleman Aris, ., kader kesehatan dari 25 Puskesmas, dan penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Aris menyampaikan bahwa rehabilitasi medik memiliki peran penting dalam membantu pasien mencapai kemampuan fungsional optimal setelah mengalami cedera, operasi, atau penyakit kronis.

“Selama ini masyarakat sering kali hanya fokus pada pengobatan medis akut, padahal proses pemulihan fungsi tubuh sama pentingnya. Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengenalkan lebih dalam layanan rehabilitasi medik yang tersedia di rumah sakit,” ujarnya.

Aris juga menyebutkan bahwa bidang pelayanan kesehatan Dinkes Sleman mengurus tiga hal utama, yaitu jaminan kesehatan, rehabilitasi medis, serta pelayanan kesehatan tradisional dan kebencanaan.

Acara ini menghadirkan narasumber dari tim Rehabilitasi Medik Yakkum. Vena, Staf Alat Bantu Yakkum, menjelaskan bahwa kader kesehatan perlu mengenal alat bantu mobilitas, seperti ortotik (penyangga tubuh yang layu) dan prostetik (alat ganti tubuh yang hilang). Tujuan penggunaan alat bantu ini adalah untuk mengembalikan fungsi gerak, meningkatkan kemandirian aktivitas sehari-hari, menunjang kepercayaan diri, serta mengurangi risiko komplikasi.

Pembicara kedua, Debi, menjelaskan tentang clubfoot atau kaki pengkor, kelainan bawaan lahir yang dapat diatasi dengan alat bantu gratis dari program Yakkum untuk anak usia 2 hingga 5 tahun.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dapat membantu deteksi dini dan mendukung keberlanjutan rehabilitasi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Wabup Sleman Tekankan Integritas Jadi Landasan Pengabdian LBH Ansor

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, berpesan agar pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman masa khidmat 2025–2028 yang baru dilantik senantiasa mengemban amanah dengan penuh integritas dan ketulusan hati.

Pelantikan yang digelar di Pendhapa Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (1/11/2025), menjadi momentum penting bagi lahirnya semangat baru dalam perjuangan menegakkan keadilan di Bumi Sembada (Sleman).

Danang Maharsa menegaskan bahwa LBH Ansor Sleman bukan sekadar lembaga pendamping hukum, melainkan garda depan yang membawa misi kemanusiaan. Menurutnya, integritas merupakan pondasi utama dalam menjalankan amanah ini. Setiap langkah, keputusan, dan tindakan pengurus LBH Ansor harus mencerminkan kejujuran dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pesan tersebut mengandung makna mendalam bahwa perjuangan di bidang hukum tidak bisa dilepaskan dari nilai moral dan etika sosial. Sebagai pegiat bantuan hukum, mereka harus memiliki kepekaan sosial dan empati tinggi terhadap penderitaan warga yang tidak memiliki akses keadilan.

“LBH Ansor harapannya mampu hadir di tengah masyarakat bukan sebagai lembaga elitis, tetapi sebagai sahabat yang siap mendampingi warga dalam menghadapi persoalan hukum secara manusiawi dan berkeadilan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Danang Maharsa mengajak para pengurus LBH Ansor untuk menjadikan pengabdian ini sebagai ladang amal sekaligus sarana membangun kepercayaan publik. Ia menyoroti hukum yang sering kali dipersepsikan hanya berpihak pada mereka yang kuat. Di sinilah peran LBH Ansor menjadi sangat penting guna memulihkan makna hukum sebagai alat untuk melindungi, bukan menindas.

Selain menyoroti integritas, ia berpesan agar LBH Ansor aktif membangun literasi hukum di kalangan masyarakat akar rumput. Ia menilai banyak persoalan hukum muncul karena ketidaktahuan warga terhadap hak dan kewajiban hukum. LBH Ansor diminta untuk turun langsung ke lapangan, memberikan penyuluhan dan edukasi hukum, serta menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan sistem keadilan.

Pelantikan yang berlangsung khidmat menjadi saksi lahirnya tekad baru para pengurus LBH Ansor Sleman. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengemban amanah dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




LBH Ansor Sleman Resmi Dilantik, Usung Keadilan sebagai Jalan Pengabdian

Sleman – Pelantikan pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman masa khidmat 2025–2028 digelar di Pendhapa Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (1/11/2025). Mengusung tema “Keadilan sebagai Jalan Pengabdian, Bantuan Hukum sebagai Amal Perjuangan”, kegiatan ini menandai langkah konkret Ansor dalam mengawal nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan di masyarakat.

Para pengurus LBH Ansor Sleman resmi dilantik oleh Pimpinan Pusat LBH Ansor, H. Dendy Zuhairil Finsa, disaksikan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sleman, H.M. Najib Yuliantoro.

Dalam sambutannya, Danang Maharsa menuturkan bahwa momentum ini penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu dalam mengakses bantuan hukum.

“Tema yang diangkat sungguh relevan dengan semangat pembangunan daerah yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan,” ucapnya.

Ia juga menyoroti tantangan hukum yang semakin kompleks, sehingga peran lembaga bantuan hukum menjadi sangat vital dalam memberikan pencerahan, pendampingan, serta advokasi bagi warga yang membutuhkan.

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasan LBH Gerakan Pemuda Ansor, Fatchur Rizal Wahyu Ramadhan ditetapkan sebagai Ketua LBH GP Ansor Kabupaten Sleman, didampingi Stevian Khobid Herlangga sebagai Sekretaris dan Muhammad Hisyam Alfani sebagai Bendahara.

H. Dendy berharap, LBH Ansor dapat menjadi ruang bagi kader muda Nahdlatul Ulama untuk mengamalkan keilmuan hukum dengan semangat keikhlasan. “Bantuan hukum sebagai amal perjuangan bukan sekadar slogan, namun menjadi manifestasi nyata dari nilai-nilai keislaman yang menempatkan keadilan sebagai bagian dari ibadah sosial,” ujarnya.

Kehadiran LBH Ansor menjadi penting untuk memastikan masyarakat tidak menjadi korban ketidaktahuan hukum. Lewat pendekatan berbasis nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, LBH Ansor diharapkan mampu menjadi oase keadilan di tengah dinamika sosial Sleman yang terus berkembang. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Tingkatkan Kompetensi Pendidik, Paguyuban PAUD Lumbung Ilmi Gelar Pelatihan IT

Sleman – Paguyuban PAUD Lumbung Ilmi menyelenggarakan pelatihan IT bagi para pendidik PAUD di Pendopo Nitirejan Padukuhan Kromodangsan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, pada Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini merupakan tahap perdana dari empat rangkaian pelatihan yang direncanakan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Sleman Wahyudi Kurniawan, Lurah Lumbungrejo M. Misbah Al-Hakim, serta pamong kalurahan dan dukuh setempat.

Ketua Paguyuban PAUD Lumbung Ilmi, Umi Rochmatun, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wahyudi Kurniawan yang telah memfasilitasi kegiatan ini, serta kepada Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo atas dukungan nyata terhadap lembaga PAUD.

“Kami berharap Bapak Dewan dan Bapak Lurah tidak bosan membersamai kami,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wahyudi Kurniawan mengapresiasi semangat para pendidik PAUD yang terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Melalui pelatihan ini, kami harapkan terciptanya pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan anak,” ungkap Wahyudi.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi pendidik dan mendukung peningkatan fasilitas pendidikan anak usia dini di Lumbungrejo.

Sementara itu, Lurah Lumbungrejo M. Misbah Al-Hakim menyampaikan bahwa PAUD merupakan pondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Kalurahan Lumbungrejo.

“Jika pondasi kuat, maka masa depan kalurahan juga akan cerah serta mengalami peningkatan mutu pendidikan. Setelah pelatihan ini, mari kita ciptakan Lumbungrejo sebagai kalurahan dengan ekosistem PAUD yang unggul dan berbasis teknologi,” tuturnya.

Pelatihan ini menghadirkan Tri Suwarno, ., , seorang praktisi IT lokal Lumbungrejo, sebagai narasumber utama. Tri memperkenalkan pemanfaatan teknologi melalui platform Gemini menggunakan browser Chrome. Ia menekankan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan kreativitas, karena kecerdasan manusia tetap lebih unggul daripada teknologi. Seluruh peserta pelatihan juga berkesempatan mempraktikkan langsung penggunaan Gemini. (Ais/KIM Senyum Tempel)




Lantik Pamong Baru, Kalurahan Banyuraden Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Sleman – Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kamituwa dan Kepala Urusan (Kaur) Tata Laksana Pemerintah Kalurahan Banyuraden menjadi momentum penting bagi penguatan sistem pemerintahan di tingkat kalurahan. Acara berlangsung di Pendhapa Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Jumat (31/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Gamping, Suyanto; Komandan Koramil 17/Gamping, Mayor Armed Istachori, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, serta Pimpinan Universitas Widya Mataram.

Lurah Banyuraden, Sudarisman, menegaskan bahwa jabatan Kamituwa dan Kaur Tata Laksana merupakan tulang punggung dalam menjaga keteraturan administrasi dan kesejahteraan warga. Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan berintegritas.

“Semoga Kamituwa dan Kaur Tata Laksana yang baru dilantik dalam bekerja senantiasa didasari rasa ikhlas dalam melayani masyarakat, serta memperkuat sumber daya manusia yang dimiliki demi memajukan Kalurahan Banyuraden,” tutur Sudarisman dalam sambutannya.

Sumpah jabatan yang diucapkan menjadi simbol komitmen untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan nilai kejujuran, dedikasi, dan disiplin dalam pelayanan publik.

Panewu Gamping, Suyanto, menekankan agar pejabat baru mampu memahami kebutuhan masyarakat dan bekerja dengan prinsip pelayanan prima.

“Kamituwa dan Kaur Tata Laksana harus menjadi contoh dalam kedisiplinan, keterbukaan, dan kemampuan berinovasi,” tandasnya.

Suyanto juga mengajak seluruh pamong untuk memperkuat kolaborasi dan komunikasi antar sektor.

Pelantikan di lingkungan kampus Universitas Widya Mataram mencerminkan sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintahan kalurahan, di mana nilai-nilai intelektual diharapkan turut mengilhami kerja administratif. Aparatur yang baru dilantik diharapkan mampu membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi, serta menjadi fasilitator pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)