Jaga Semangat Kebangsaan, Puluhan Purna Paskibraka Sleman Ikuti Outbound

Sleman – Sebanyak 29 anggota Purna Paskibraka Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan outbound yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, pada Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di kawasan wisata alam Kandang Kuning Merapi, Umbulharjo, Cangkringan.

Ketua Tim Kerja Pembinaan Karakter Bangsa Kesbangpol Sleman, Hendri Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih kekompakan, kerja sama, dan mempererat persaudaraan di antara para Purna Paskibraka.

“Mereka juga masih memiliki tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera pada Upacara Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni mendatang,” ujar Hendri.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan ini menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan. Para peserta merupakan generasi muda pilihan yang sebelumnya bertugas dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI di tingkat Kabupaten Sleman.

Di sela-sela permainan dan ice breaking yang menumbuhkan semangat tim, peserta juga mendapatkan materi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air yang dikemas secara menarik.

Melalui kegiatan ini, Badan Kesbangpol Sleman berharap para Purna Paskibraka tidak hanya menjadi generasi muda yang disiplin dan tangguh, tetapi juga memiliki semangat bela negara yang kuat serta rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air. Kegiatan berlangsung lancar dan penuh keakraban, mencerminkan semangat gotong royong dan jiwa nasionalisme yang menjadi dasar penguatan karakter bangsa di kalangan generasi muda Sleman. (Andy Ahmad/KIM DSN NGAGLIK)




Lapak UMKM Sembada Dinkop UKM Sleman Dorong Pemasaran Produk Lokal

Sleman – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman secara rutin menggelar “Lapak UMKM Sembada” setiap hari Jumat pukul hingga WIB di halaman PLUT Sleman (UMKM Center). Kegiatan ini bertujuan membantu pemasaran produk-produk UMKM lokal, menyajikan beragam produk kuliner dan kerajinan.

Afifah Adinda Tanjungsari, salah satu konsultan PLUT Sleman, menjelaskan tiga tujuan utama lapak ini. “Pertama, membantu UMKM memasarkan produk secara langsung atau offline. Kedua, membangun relasi antar-UMKM, dinas, dan instansi swasta. Ketiga, mengupayakan UMKM Sleman menjadi lebih kuat dan “naik kelas”,” ujarnya, Jumat (31/10/2025)

Lapak ini dimulai sejak akhir 2023 dengan nama Lapak Sobat PLUT, kemudian berganti nama menjadi Lapak UMKM Sembada pada Agustus 2024. Setiap minggunya, lapak ini diisi oleh 13 UMKM binaan dinas, yang dilakukan secara bergantian setiap dua minggu sekali dari sekitar 80 UMKM yang telah mendaftar dan lolos kurasi produk.

UMKM Sleman yang berminat bergabung dapat mendaftar ke admin PLUT Sleman dengan memenuhi persyaratan dan mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Di setiap kegiatan lapak, juga dibuka layanan konsultasi bisnis di berbagai bidang, termasuk pemasaran, legalitas, produksi, pembiayaan, dan SDM.

Untuk memeriahkan suasana dan menghibur pengunjung, ditampilkan sajian musik dari D’Koperku Band, sebuah grup musik yang dibentuk dan digawangi oleh para konsultan dan pegawai PLUT Sleman.

Afifah mengakhiri perbincangan dengan mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan “Geber Gaspol” (Gerakan bersama Gunakan selalu produk lokal) dan “Borong Bareng” produk UMKM Sleman. (Sulistiyono/KIM Seyegan)




“Satu Lereng Sejuta Cerita”, Jelajah Wisata Merapi Semarakkan Sport Tourism Sleman

Sleman – Ratusan peserta dari berbagai komunitas olahraga dan masyarakat memeriahkan kegiatan Jelajah Wisata Lereng Merapi 2025 di Lapangan Sepak Bola Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, pada Sabtu (1/11/2025). Mengusung semangat “Satu Lereng Sejuta Cerita”, acara ini memadukan olahraga, wisata, dan petualangan di kaki Gunung Merapi.

Acara yang diinisiasi oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) ini diawali dengan senam pemanasan bersama. Selanjutnya, peserta melakukan jelajah wisata sejauh empat kilometer, melewati rute menantang di tengah panorama alam indah dan udara sejuk khas lereng Merapi.

Sambutan Bupati Sleman Harda Kiswaya, yang dibacakan oleh Panewu Cangkringan Tamziz Sarwana, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi KORMI Sleman dan AJWLM.

“Kegiatan sport tourism seperti Jelajah Wisata ini menjadi bentuk sinergi antara olahraga, pariwisata, dan pelestarian alam. Selain memperkenalkan potensi keindahan alam Sleman, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Harda dalam amanatnya.

Ketua KORMI Sleman, Suparman menyampaikan apresiasi terhadap peran AJWLM yang telah memajukan wisata dan olahraga petualang di Sleman, bertepatan dengan usia AJWLM yang ke-14 tahun.

“Olahraga petualangan bukan hanya menyehatkan, tetapi juga mendorong ekonomi kreatif dan promosi wisata alam Lereng Merapi,” ungkap Suparman.

Ia juga menambahkan bahwa Sleman baru saja meraih Juara Umum Festival Olahraga Petualangan dan Tantangan KORMI DIY 2025.

Usai kegiatan jelajah, acara dilanjutkan dengan pengundian doorprize bagi seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportivitas dan cinta alam, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga dan komunitas olahraga. (ESK/KIM DSN Ngaglik)




Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Sumbersari Moyudan Perkuat Pilar Pembangunan

Sleman – Kerukunan umat beragama dan masyarakat merupakan kunci utama dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang. Para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan kerukunan antar dan intern umat beragama.

“Kerukunan merupakan pilar utama dalam pembangunan. Tanpa kerukunan kita tidak dapat melaksanakan dan menikmati pembangunan,” papar Muhammad Wazid, narasumber Pembinaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalurahan Sumbersari Moyudan, pada Jumat malam (31/10) di pendopo setempat.

Pembinaan ini diikuti oleh para tokoh lintas agama, dukuh, babinsa, bhabinkamtibmas, serta Lurah Sumbersari Sukadi beserta staf.

Menurut Wazid, terwujudnya kerukunan menjadi tanggung jawab bersama. Setiap agama mengajarkan kasih sayang dan gotong royong, serta tidak memaksakan suatu keyakinan, bahkan di intern umat beragama. Kerukunan antar dan intern umat beragama diterapkan melalui empat pilar moderasi beragama, yakni toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan, dan mengakomodasi budaya lokal.

“Toleransi berarti saling menghormati perbedaan keyakinan, memberi kebebasan beribadah tanpa tekanan, serta menghindari segala bentuk kekerasan atas nama agama,” tegas Wazid.

Ia menilai kerukunan umat beragama di Sumbersari sudah berjalan dengan baik dan harus dipertahankan sebagai modal pembangunan.

Selain materi kerukunan, peserta juga mendapat pembinaan terkait bahaya narkotika dan obat terlarang (narkoba) dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman. Fandy Eko Prasetyo dari BNN Sleman memaparkan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat narkoba, dengan sekitar 33 orang meninggal setiap harinya akibat penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

Fandy menjelaskan berbagai jenis narkoba dan bahayanya, serta meminta para orang tua dan tokoh masyarakat untuk waspada. Generasi muda menjadi sasaran utama peredaran narkoba karena jiwanya yang masih labil dan mudah terpengaruh lingkungan.

Kamituwa Sumbersari, Agus Iskandar, menambahkan bahwa untuk mengantisipasi peredaran narkoba, tokoh agama dapat menghadirkan tim BNN Sleman dalam kegiatan keagamaan tanpa dipungut biaya. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Perkuat Sinergi, Kalurahan Margorejo Gelar Pembinaan RT dan RW Se-Wilayah

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo menggelar kegiatan pembinaan bagi seluruh Ketua RT dan RW di Balai Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, pada Jumat (31/10/2025). Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengurus lingkungan terhadap peran strategis mereka dalam pembangunan, pelayanan publik, dan keamanan, sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga.

Kegiatan ini dihadiri oleh 81 Ketua RT dan 30 Ketua RW se-Margorejo, pamong kalurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta anggota DPRD Provinsi DIY Komisi C, Haris Sugiharta, , sebagai narasumber utama.

Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh. Ridwan, menegaskan pentingnya peran RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dan penghubung langsung antara pemerintah dan warga.

“Melalui pembinaan ini, kami berharap koordinasi semakin solid, komunikasi semakin lancar, dan pelayanan publik makin cepat serta transparan,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin untuk memastikan pengurus lingkungan mendapatkan pengetahuan baru dan mampu beradaptasi dengan dinamika masyarakat.

Sementara itu, Haris Sugiharta menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif.

“RT dan RW memiliki peran vital sebagai agen pembangunan sosial yang memahami langsung kebutuhan warga,” jelas Haris.

Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan untuk akurasi data warga dan transparansi.

Jogoboyo Kalurahan Margorejo, Farhan Mei Ustadza, mengapresiasi peran aktif RT dan RW dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mendukung arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kinerja lembaga kemasyarakatan kalurahan (LKK).

“Melalui penguatan kapasitas, diharapkan lembaga kemasyarakatan dapat semakin berperan aktif dalam menggerakkan pembangunan berbasis partisipasi warga,” pungkasnya.

Kegiatan pembinaan yang berlangsung interaktif ini diisi dengan diskusi mengenai isu-isu aktual di masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan hingga pengelolaan dana lingkungan. (Sbd/KIM Tempel)