Perkuat Nasionalisme, Kalurahan Margorejo Tempel Gelar Pembinaan Wawasan Kebangsaan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda pada Jumat (31/10/2025). Acara ini bertujuan untuk memperkuat semangat nasionalisme dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan pemuda.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program aspirasi (pokir) anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Komisi A, Aditya Bima Santosa Putra.
Acara yang berlangsung di aula Kalurahan Margorejo ini menghadirkan narasumber utama dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, Dwijo Anggono, selaku Ketua Tim Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Lurah Margorejo Abdul Azis Muh Ridwan, S.H., beserta pamong kalurahan, dan diikuti oleh perwakilan karang taruna dari tiga kalurahan di Kapanewon Tempel, yakni Lumbungrejo, Merdikorejo, dan Margorejo selaku tuan rumah.
Dalam sambutannya, Lurah Margorejo Abdul Azis Muh Ridwan menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pembinaan semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme yang mulai pudar di kalangan generasi muda akibat derasnya arus globalisasi.
“Saat ini, kita melihat adanya gejala menurunnya rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap bangsa sendiri. Budaya gotong royong, sopan santun, dan semangat kebersamaan yang menjadi jati diri bangsa perlahan mulai luntur,” ungkap Abdul Azis.
Ia menegaskan bahwa kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali nilai-nilai luhur bangsa. “Wawasan kebangsaan adalah fondasi penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan arah dan tetap mencintai bangsanya sendiri,” lanjutnya.
Sementara itu, Dwijo Anggono dari Kesbangpol Sleman dalam paparannya menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Generasi muda adalah penerus bangsa. Wawasan kebangsaan bukan hanya untuk diketahui, tetapi harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, pemuda akan mampu menjadi perekat di tengah keberagaman,” ungkap Dwijo.
Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan semangat gotong royong, toleransi, serta kepedulian sosial sebagai cerminan jati diri bangsa Indonesia.
“Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Jangan sampai perbedaan justru memecah belah kita,” tambahnya.
Antusiasme peserta tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Para anggota karang taruna aktif mengikuti sesi tanya jawab dan berdiskusi mengenai isu-isu kebangsaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Iman Taufiq, Ketua Karang Taruna Padukuhan Kadiluwih, mengaku sangat terinspirasi dari materi yang disampaikan narasumber. “Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Ternyata nilai-nilai kebangsaan itu bisa kita praktikkan lewat hal-hal sederhana seperti menghormati perbedaan, bekerja sama, dan ikut menjaga lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar pemuda makin sadar akan peran pentingnya bagi bangsa,” ujarnya.
Kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda di Kalurahan Margorejo ini berjalan lancar dan penuh semangat, diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga semangat persatuan dan cinta tanah air. (sbd/KIM Tempel)



