Kampung Zakat Lumbungrejo Salurkan Bantuan Kitab dan 40 Paket Beasiswa

Sleman – Kampung Zakat Lumbungrejo kembali melaksanakan kegiatan pemberdayaan di bidang pendidikan. Pada pukul WIB, Sabtu (6/12/2025), Kampung Zakat menyalurkan bantuan berbagai jenis kitab kepada Pondok Pesantren Al-Fatimiyah Panggung dan Hidayatul Muttaqien Lodoyong. Selain itu, mereka juga memberikan 40 paket beasiswa melalui Rumah Yatim bagi anak-anak prioritas sebagai dukungan keberlanjutan pendidikan mereka.

Ketua Kampung Zakat Lumbungrejo, M. Salim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Kampung Zakat dalam pemberdayaan pendidikan, penguatan masjid, serta dukungan kesejahteraan masyarakat. Ia memaparkan bahwa sektor pendidikan menjadi fokus utama, termasuk penyaluran kitab dan bantuan beasiswa untuk santri maupun pelajar di lingkungan Lumbungrejo.

Secara rinci, penyerahan kitab kepada Ponpes Al-Fatimiyah Panggung dan Ponpes Hidayatul Muttaqien Lodoyong meliputi 20 Kitab Bulughul Marom, 6 Kitab Riyadhussholihin, 20 Kitab Risalah Sholat, 20 Kitab Risalah Zakat, 20 Kitab Sifat Haji, dan 20 Kitab Catatan Ibadah Harian.

“Dalam sektor pendidikan hari ini, Kampung Zakat Lumbungrejo memberikan bantuan kitab-kitab tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran para santri,” jelas Salim. Ia juga menegaskan bahwa masa kerja Kampung Zakat Lumbungrejo berlangsung selama tiga tahun. “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Kampung Zakat ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan,” tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatimiyah, Muslich, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Kami ucapkan terima kasih kepada Kampung Zakat Lumbungrejo yang telah memberikan beberapa kitab. InsyaAllah kitab-kitab ini akan kami manfaatkan sebagai media edukasi bagi pemuda-pemudi Dusun Panggung, jamaah masjid, serta masyarakat sekitar,” ujar Muslich.

Dalam kegiatan yang sama, Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim, memberikan pesan kepada para wali dan penerima beasiswa agar momentum pertemuan tidak hanya menjadi ajang pengambilan santunan, tetapi juga sarana pembinaan dan komunikasi antarpenerima.

“Pertemuan pada saat penerimaan beasiswa seperti ini bisa dimanfaatkan untuk pembinaan dan saling berbagi ilmu. Jangan hanya datang untuk mengambil santunan, tetapi manfaatkan untuk bertukar informasi, pengalaman, dan saling membantu,” ungkap Misbah.

“Masyarakat bisa saling memperhatikan; yang kurang mampu bisa dibantu bersama oleh Kampung Zakat, Pemerintah Kalurahan, dan organisasi sosial lainnya di Lumbungrejo,” lanjutnya

Melalui penyaluran kitab dan beasiswa ini, Kampung Zakat Lumbungrejo menegaskan perannya sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memperkuat akses pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda. (Ais/KIM Senyum Tempel)




KWT Lestari Klisat Moyudan Praktik Membuat Arang Sekam untuk Media Tanam

Sleman – Limbah pertanian berupa sekam sering kali dianggap tidak bernilai. Padahal, sekam bisa diolah menjadi arang yang jauh lebih bermanfaat, terutama sebagai media tanam.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Fx. Naryanto, saat memberikan pelatihan pembuatan arang sekam kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Padukuhan Klisat, Sumbersari, Moyudan, Sleman, pada Jumat (5/12/2025).

Lebih lanjut, Naryanto menerangkan bahwa arang sekam memiliki manfaat sebagai media tanam yang ringan dan poros. “Karena sirkulasi udara yang tinggi, arang sekam mampu menjaga kelembaban, menggemburkan tanah, dan menaikkan pH tanah,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa arang memiliki struktur yang berongga sehingga membuat tanah lebih gembur dan tidak padat. Arang sekam mengandung pH yang cukup tinggi, yaitu antara 8,5 hingga 9,0. “Selain itu, karena proses pembakaran, arang sekam aman dari jamur dan bakteri,” sambungnya.

Naryanto kemudian menjelaskan cara pembuatan arang sekam. “Cara membuat arang sekam cukup mudah. Buat api unggun kecil, tutup api menggunakan seng, tuangkan sekam padi di atas seng secara menggunung, setelah menghitam aduklah, dan siram dengan air, lalu keringkan dan simpan,” jelas Naryanto.

Dukuh Klisat, Rama Wikan Pratama, yang turut serta mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat KWT Lestari. “Dengan pelatihan ini, kami berharap KWT bisa berdaya guna, dan menggunakan bahan alam dalam berkebun,” tuturnya. (Giek/KIM Moyudan)




Karang Taruna Sardonoharjo Gelar “Ngamen Bareng Pray For Sumatera” Galang Dana Korban Banjir

Sleman – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh para pemuda Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Melalui Divisi Unit Kesejahteraan Sosial Karang Taruna Dharma Satria Nusantara Sardonoharjo, aksi solidaritas bertajuk “Ngamen Bareng Pray For Sumatera” digelar di kawasan Pertigaan Besi, Candi Sari, sejak pagi hingga sore hari, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah awal gerakan kemanusiaan untuk membantu para korban banjir bandang di Sumatera. Para anggota Karang Taruna tampil menghibur masyarakat sembari menggalang donasi, menciptakan suasana hangat di tengah mobilitas warga.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman beserta jajaran pengurus, Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Sardonoharjo, serta pengurus Karang Taruna Sardonoharjo.

Pelaksana kegiatan, Imam Syaiful Wiicaksono, selaku Ketua Karang Taruna Dharma Satria Nusantara Sardonoharjo, menyampaikan bahwa donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung ke wilayah terdampak di Sumatera. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan titik awal dimulainya penggalangan donasi selama 10 hari ke depan.

“Kami ingin mengajak seluruh warga Sardonoharjo untuk peduli dan ikut meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera yang menjadi korban banjir bandang. Tidak harus besar, tetapi setiap kepedulian sangat berarti,” ujar Imam.

Dengan semangat kebersamaan dan empati, para pemuda Sardonoharjo menunjukkan bahwa solidaritas dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui program ini, harapan untuk Sumatera terus dinyalakan lewat langkah kecil namun penuh makna. (ESK/KIM DSN Ngaglik)




Bantuan Pendidikan Dana Desa Kalurahan Sardonoharjo Disalurkan, Dukung Siswa Tidak Mampu dan Berprestasi

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan bagi warganya. Bertempat di Aula Lantai 2 Kalurahan Sardonoharjo, program bantuan pendidikan yang bersumber dari Dana Desa (DDS) resmi disalurkan kepada siswa dari berbagai jenjang, Sabtu (6/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 siswa dari keluarga tidak mampu menerima bantuan pendidikan. Selain itu, 15 siswa berprestasi mendapatkan dukungan berupa paket perlengkapan sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka, sekaligus memastikan para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan bersemangat.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kamituwa Kalurahan Sardonoharjo, Bayu Krsidiyanto, yang mewakili Lurah. Dalam pesannya, ia mengajak para siswa untuk rajin belajar, menghormati orang tua, serta tekun beribadah, sebagai wujud syukur atas kesempatan yang diterima.

“Program ini kami jalankan untuk meringankan biaya pendidikan masyarakat sekaligus meningkatkan akses serta kualitas pendidikan di Sardonoharjo,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, saat dihubungi secara terpisah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah kalurahan akan terus berupaya menghadirkan program-program pemberdayaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Sardonoharjo yang terhambat pendidikannya hanya karena kondisi ekonomi. Pendidikan adalah fondasi masa depan, dan kami akan terus mendukung,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung tertib, diikuti oleh para penerima manfaat beserta orang tua, serta perangkat kalurahan. Program ini diharapkan menjadi dorongan positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sardonoharjo. (ESK/KIM DSN Ngaglik)




Bumkal Lumbung Sejahtera Rintis Unit Usaha Ayam Bahagia Penghasil Telur Omega

Sleman – Badan Usaha Milik Kalurahan (BumKal) Lumbung Sejahtera Kalurahan Lumbungrejo meresmikan secara sederhana unit usaha baru berupa kandang Ayam Bahagia penghasil telur omega. Peresmian ini ditandai dengan kedatangan 450 ekor ayam petelur sebagai tahap pertama, yang akan dibesarkan di kandang milik BumKal di Sedogan RT 003 RW 22 Lumbungrejo, Jumat (5/12/2025).

Bibit ayam petelur ini berasal dari rekanan yang ditunjuk oleh Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku mitra resmi BumKal Lumbung Sejahtera. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan unit usaha peternakan modern yang berorientasi pada profit dan kesehatan masyarakat.

Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim, menjelaskan bahwa program pembesaran Ayam Bahagia penghasil telur omega merupakan amanat dari program pemerintah pusat. Inisiatif ini juga menjadi salah satu strategi Kalurahan Lumbungrejo dalam meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan (PAD).

“Pembesaran ayam bahagia yang memproduksi telur omega adalah bagian dari upaya melaksanakan program ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta membantu menekan prevalensi stunting di Lumbungrejo,” ujar Misbah.

Lebih lanjut, Misbah menyampaikan bahwa jika kandang pertama ini berjalan sukses, pihaknya akan mulai memetakan potensi lahan di padukuhan-padukuhan untuk dikembangkan sebagai kandang Ayam Bahagia berikutnya.

“Harapan kami, RT dan RW bisa diberdayakan melalui pengelolaan kandang ayam petelur sehingga mereka memperoleh tambahan pendapatan. Dengan demikian, manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga, dan kami berharap kasus stunting di Lumbungrejo ke depan dapat mencapai zero stunting,” tambahnya.

Isnaini menambahkan bahwa selain kandang pertama yang saat ini mulai terisi, BumKal Lumbung Sejahtera telah menyiapkan satu kandang tambahan berukuran 8,5 x 15 meter yang dibagi menjadi dua bagian. Kedua bagian kandang tersebut masing-masing akan diisi 450 ekor ayam bahagia.

“Kandang 8,5 x 15 meter ini sudah kami siapkan sejak awal, dan masing-masing bagiannya akan diisi 450 ekor ayam. Pemesanan ayam sudah kami lakukan, dan rencananya akan turun pada bulan Februari serta akhir Mei,” jelas Isnaini.

Unit usaha Ayam Bahagia penghasil telur omega ini diharapkan menjadi tonggak baru kemandirian ekonomi Kalurahan Lumbungrejo sekaligus mendukung gerakan penurunan stunting secara berkelanjutan. (Ais/KIM Senyum Tempel)