Bupati Sleman Lantik 103 Pejabat Baru, Tekankan Komitmen Pelayanan dan Inovasi

Sleman – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, kembali melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman pada Senin (8/12/2025).

Berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman, pelantikan dimulai dengan pengambilan sumpah yang dilanjutkan penyerahan SK oleh Bupati Sleman beserta jajaran Forkopimda Sleman.

Adapun pejabat yang dilantik berjumlah 103 orang. Mereka terdiri dari Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Kepala Sekolah, dan Kepala Puskesmas di lingkungan Pemkab Sleman.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan bahwa pengambilan sumpah dan pelantikan ini merupakan bagian dari dinamika perkembangan organisasi yang berorientasi pada efektivitas organisasi. Ia juga memberikan arahan kepada pejabat yang dilantik untuk menguatkan kembali komitmen bersama dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Saya mengajak seluruh perangkat daerah mulai dari pimpinan sampai dengan pelaksana untuk menguatkan komitmen dan integritas. Menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Selain itu, Harda juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kreativitas dan inovasinya sehingga pelayanan terus membaik demi kesejahteraan masyarakat Sleman.

“Lakukan yang terbaik untuk masyarakat Sleman, jangan sampai ada yang kecewa,” ujar Harda.

Acara pelantikan yang digelar di lingkungan Pemkab Sleman ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sleman.




268 PNS Pemkab Sleman Terima SK Pensiun

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan 268 Surat Keputusan (SK) Pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) calon purna tugas Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari sampai dengan 1 Juni 2026. Penyerahan dilakukan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, pada Senin (8/12/2025) di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.

Di antara penerima SK pensiun tersebut adalah Sekda Sleman, Susmiarto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Taupiq Wahyudi, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa, dan Kepala Diseperindag Sleman, RR. Mae Rusmi Suryaningsih.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman mengucapkan terima kasih kepada calon purna tugas atas pengabdiannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Ia berharap calon purna tugas nantinya dapat tetap terus produktif di masyarakat, serta dapat menikmati kehidupan yang berkualitas, sehat, dan bahagia.

“Memasuki masa pensiun ini kita harus banyak-banyak mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada kita. Itu cara agar kita tetap sehat, tetap semangat,” kata Harda.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa bekal pengetahuan, keterampilan, serta jaringan yang dimiliki oleh calon purna tugas ketika masih aktif sebagai abdi negara dapat dimanfaatkan dalam berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, calon purna tugas tetap dapat produktif dan mampu berperan aktif di masyarakat.

Kepala BKPP Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, menyebutkan pada tahun 2026 nanti, jumlah PNS Pemkab Sleman yang memasuki usia pensiun ada sebanyak 517 orang. Adapun yang diserahkan pada acara tersebut ada 268 SK pensiun untuk PNS yang mencapai batas usia pensiun dari bulan Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut berasal dari 30 instansi yang ada di lingkungan Pemkab Sleman.




Dukung Pelestarian Budaya, Pemkab Sleman Serahkan Hibah Alat Musik ke 19 Kelompok Seni

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman menyerahkan hibah alat musik kepada 19 kelompok budaya pada Senin (8/12/2025) di Rumah Dinas Bupati Sleman. Penyerahan secara simbolis dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, kepada perwakilan masyarakat kelompok budaya.

Danang dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada kelompok kesenian dan sanggar budaya yang telah menerima bantuan hibah alat musik tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa penyerahan hibah alat musik ini merupakan wujud kepedulian sekaligus dukungan Pemkab Sleman kepada para kelompok kesenian dan sanggar budaya untuk terus melestarikan, mempertahankan, dan mengembangkan seni budaya tradisional Yogyakarta.

“Saya berpesan agar alat musik ini dijaga dengan baik. Jangan didiamkan dan lebih baik rusak karena dipakai daripada rusak karena tidak dipakai sama sekali karena fungsinya adalah untuk pelestarian budaya melalui aktivitas kebudayaan,” ujar Danang.

Ia berharap, bantuan ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk belajar dan mengembangkan seni budaya yang ada di tengah masyarakat, serta dapat menjadi motivasi agar terus berkarya, melestarikan budaya lokal, dan menginspirasi masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, melaporkan hibah alat musik tahun 2025 yang diserahkan sejumlah 19 set kepada 19 kelompok budaya dan sanggar kesenian di Kabupaten Sleman. Total keseluruhan hibah senilai , yang bersumber dari BKK Dana Keistimewaan DIY.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi kepada kelompok kebudayaan masyarakat melalui penyediaan sarana kebudayaan sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya sendiri,” kata Ishadi.

Lebih lanjut, Ishadi menyampaikan dengan bantuan ini diharapkan mampu memberikan dinamika positif terhadap aktivitas seni budaya dalam mewujudkan masyarakat Sleman yang berbudaya dan memperkokoh keistimewaan DIY.




Merdikorejo Gelar Pelatihan Pengelolaan Informasi Publik Digital, Dorong Transparansi Desa

Sleman – Kalurahan Merdikorejo menyelenggarakan pelatihan Pengelolaan Informasi Publik Berbasis Digital pada Selasa (9/12/2025) di Ruang Rapat, dimulai pukul WIB. Kegiatan ini merupakan langkah memperkuat transparansi dan meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Acara dibuka oleh Lurah Merdikorejo, Agus Prasetyo, bersama pamong, staf, dan kader Adminduk Kalurahan Merdikorejo.

Hadir sebagai narasumber Adnan Iman N.A dan Sutarto, Anggota KIM Sembada Kabupaten Sleman, yang membawakan materi mengenai etika penulisan berita, meliputi independensi, menghindari fitnah, meminimalisir kerugian, kejujuran, keadilan, serta atribusi yang tepat.

“Berita itu harus berdasar fakta dan kebenaran yang memenuhi 5W + 1H serta menghindari plagiarisme,” ujar Adnan.

Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan pengelolaan informasi, tetapi juga menjadi langkah strategis menuju desa digital. Melalui pemanfaatan media sosial secara kreatif dan bertanggung jawab, Perwakilan Masyarakat Kalurahan Merdikorejo diharapkan mampu menampilkan berbagai potensi desa mulai dari budaya, UMKM, layanan publik, hingga kegiatan masyarakat agar semakin dikenal luas dan memberikan manfaat bagi warga. (Dony/KIM Tempel)




KIM Senyum Tempel Luncurkan “Senyum Channel” untuk Perkuat Informasi Digital Masyarakat

Sleman – Setelah resmi meluncurkan buletin UMKM KITA, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel kembali membuat langkah besar dengan memperkenalkan kanal YouTube resminya yang diberi nama “Senyum Channel”. Peluncuran ini digelar pada Selasa (9/12/2025) di Pendopo Kapanewon Tempel. Kanal ini dihadirkan untuk memperkuat diseminasi informasi publik melalui format video yang lebih dinamis, mudah diakses, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Peluncuran kanal ini dilakukan di hadapan jajaran pemerintah Kapanewon Tempel, unsur Forkopimkap, Dinas Kominfo Sleman, perwakilan kalurahan, pengurus KIM Senyum Tempel, serta para pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Panewu Tempel, Dakiri, menekankan bahwa kanal YouTube kini menjadi salah satu media paling kuat dalam penyebaran informasi publik.

“Pemanfaatan kanal YouTube seperti Senyum Channel adalah langkah maju. Ini sarana yang sangat efektif untuk menyebarkan informasi bermanfaat bagi masyarakat Kapanewon Tempel, khususnya generasi muda yang sudah sangat akrab dengan konten digital,” ujar Dakiri.

Ia berharap kanal tersebut dapat dikelola secara profesional agar mampu menjangkau masyarakat lebih luas. “Saya berharap KIM Senyum Tempel bisa menjaga konsistensi. Jika dikelola dengan baik, Senyum Channel dapat menjadi referensi informasi lokal yang kredibel,” tambahnya.

Perwakilan Dinas Kominfo Sleman, Agastya Dedi Kusuma, juga memberikan sambutan dan apresiasinya. Ia menyoroti bahwa KIM Tempel memiliki sumber daya dan talenta kreatif yang kuat, terbukti dari prestasi mereka meraih Juara 2 Lomba Video Pendek Pertunjukan Rakyat antar KIM se-Kabupaten Sleman bulan lalu.

“Kami mengapresiasi KIM Tempel yang kemarin berhasil meraih juara dua lomba video pendek. Itu membuktikan bahwa KIM Tempel memiliki bakat, talenta, dan potensi kreativitas yang kuat,” ujar Agastya.

Ia menilai peluncuran Senyum Channel adalah langkah tepat untuk memaksimalkan potensi tersebut.

“KIM Tempel ini termasuk KIM yang lengkap. Semua potensi ada di Tempel seperti SDM, kreativitas, dan jejaring. Tinggal bagaimana merawat konsistensi dan keberlanjutannya agar karya-karya yang diproduksi tidak berhenti di satu momentum saja,” tegasnya.

Kanal YouTube Senyum Channel direncanakan memuat berbagai konten, mulai dari dokumentasi kegiatan masyarakat, profil UMKM dan potensi ekonomi lokal, edukasi publik dan literasi digital, konten kreatif bertema budaya Tempel, hingga program informasi layanan pemerintah.

KIM Senyum Tempel berkomitmen untuk menjaga ritme produksi konten agar kanal ini berkembang menjadi media digital yang modern dan relevan, yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerdaskan masyarakat. (SBD/KIM Senyum Tempel)