Publikasi Buku Profil Kebudayaan Sardoharjo 2025 Tegaskan Langkah Besar Digitalisasi Arsip Budaya

Sleman— Pemerintah Kalurahan Sardoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, resmi meluncurkan Buku Profil Kebudayaan Kalurahan Sardoharjo Tahun 2025 dalam sebuah acara yang dihadiri Pamong Kalurahan, para Dukuh, serta tokoh-tokoh seni dan budaya, Kamis (11/12/2025). Peluncuran ini tidak hanya menandai upaya pelestarian budaya, tetapi juga langkah strategis menuju digitalisasi arsip kebudayaan.

Carik Kalurahan Sardoharjo, Achmad Budi Setiawan dalam sambutannya menegaskan bahwa buku tersebut merupakan panduan sejarah awal yang akan terus diperbarui setiap tahun. Ia menjelaskan bahwa seluruh dokumentasi, foto, data wawancara, dan perkembangan budaya nantinya akan dihimpun dalam sebuah sistem arsip digital terpadu.

“Sistem ini disiapkan agar informasi kebudayaan dapat diakses dengan mudah, aman, dan berkelanjutan oleh generasi sekarang maupun mendatang,” katanya.

Perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Endah Kusuma Wardani menyampaikan bahwa modal sosial yang kuat seperti gotong royong, solidaritas, dan empati, menjadi pilar terpenting dalam penyusunan profil kebudayaan ini.

“Transformasi digital arsip budaya harus tetap mengedepankan nilai-nilai lokal dan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi review isi buku yang memuat sejarah Kalurahan Sardoharjo, adat istiadat, seni tradisi, potensi budaya, hingga peran tokoh-tokoh pelestari budaya. Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan buku profil secara simbolis kepada tokoh masyarakat sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga warisan budaya.

Peluncuran buku dan rencana digitalisasi arsip budaya ini menjadi tonggak baru bagi Sardoharjo dalam memperkuat identitas budaya melalui inovasi, sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai aset strategis dalam pembangunan daerah.

(ESK – KIM DSN)




Puskesmas Ngaglik 2 Galang Komitmen Bersama Kader Posyandu dalam Rangka Implementasi ILP

Sleman – Puskesmas Ngaglik 2 menggelar kegiatan penggalangan komitmen bersama kader sewilayah Puskesmas Ngagli II, yang bertajuk Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu. Kegiatan ini diikuti oleh 70 kader posyandu dari Kalurahan Donoharjo, Sariharjo, dan Sukoharjo, pada Rabu (10/12/2025) di Pantai Drini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari upaya penguatan lintegrasi layanan primer sekaligus langkah awal menuju proses re-akreditasi Puskesmas tahun 2027 yang menjadi syarat penting dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

ILP merupakan pendekatan pelayanan yang berdasarkan siklus hidup dan mengintegrasikan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara menyeluruh dan berkesinambungan di Puskesmas, puskesmas pembantu, hingga posyandu. Melalui penguatan ILP, pelayanan kesehatan diharapkan lebih holistik serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum awal persiapan bimbingan teknis bagi kader Posyandu yang akan berperan sebagai garda terdepan implementasi ILP di tingkat masyarakat.

Kepala Puskesmas Ngaglik 2, Sri Mujiyanto menegaskan bahwa re-akreditasi merupakan aspek krusial karena berhubungan langsung dengan keberlanjutan kerja sama Puskesmas dengan BPJS Kesehatan.

“Tanpa akreditasi, Puskesmas tidak dapat memperpanjang kerja sama (pelayanan kesehatan tingkat pertama) PKTP. Sehingga tidak bisa melayani pasien BPJS dan tidak menerima pembayaran klaim kapitasi,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Sri Mujiyanto menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kader yang selama ini menjadi mitra kerja terdepan Puskesmas.

“Amanah kami tidak hanya pelayanan di dalam gedung, tetapi juga kegiatan di masyarakat. Dengan petugas hanya 42 orang untuk tiga kalurahan, mustahil semua dapat kami jalankan tanpa dukungan Ibu-Ibu kader yang bekerja tanpa pamrih,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Drini merupakan bentuk ungkapan terima kasih dan apresiasi bagi para kader.

“Mohon jangan dilihat dari sisi nilainya, tetapi sebagai wujud penghargaan atas dedikasi panjenengan semua,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, para kader diminta menandatangani lembar komitmen sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ILP dan kesiapan Puskesmas menuju re-akreditasi 2027.

Sri Mujiyanto menjelaskan bahwa ILP bukan sekadar program penanganan stunting atau peningkatan kesehatan masyarakat. Tetapi merupakan konsep pengamanan siklus hidup yang menyasar semua kelompok usia mulai bayi, balita, remaja, ibu hamil, dewasa hingga lansia.

“Pendekatan menyeluruh ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas, sejalan dengan misi pembangunan kesehatan di wilayah Ngaglik,” pungkasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Paguyuban Puspito Laras Terus Nguri-Uri Seni Karawitan di Kapanewon Turi

Sleman – Keinginan untuk melestarikan budaya Jawa masih sangat kuat di masyarakat Turi. Hal ini tampak dalam kiprah Paguyuban Seni Karawitan Puspito Laras Keringan Turi Slemanyang, yang menggelar kegiatan latihan rutin semenjak Juni 2024. Latihan itu diikuti oleh para pecinta seni karawitan dari berbagai padukuhan di wilayah tersebut.

Latihan digelar setiap Selasa malam pukul WIB dengan menghadirkan Jumari sebagai pelatih utama. Jumari dikenal sebagai pengrawit senior di wilayah Sleman yang telah lama berkecimpung dalam dunia karawitan. Latihan tersebut diikuti oleh 14 orang penabuh gamelan, dan dua seniwati yang hadir untuk mempelajari sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam seni karawitan.

Salah satu anggota karawitan, Sri Sumiyati mengungkapkan alasan dirinya terus aktif dalam kegiatan tersebut.

“Kami ingin nguri-uri kabudayan Jawa supaya tidak punah. Anak muda sekarang lebih banyak mengenal budaya luar. Maka kami merasa punya tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan warisan leluhur ini,” tuturnya pada Rabu (10/12/2025).

Ia juga menambahkan bahwa melalui latihan bersama, para anggota semakin memahami nilai kehalusan budi dan filosofi kehidupan yang terkandung dalam seni karawitan.

Selain itu kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat identitas budaya serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi Jawa. Latihan rutin seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan karawitan, terlebih di tengah derasnya arus budaya modern yang kian mendominasi kehidupan sehari-hari.

Kehadiran Puspito Laras juga menjadi wadah silaturahmi antarwarga. Para anggota hadir dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk menjaga agar kesenian tradisional tetap hidup di tengah hingar bingar modernisasi agar tidak kehilangan akar budaya. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Rapat Koordinasi Satlinmas, Destana, dan KSB Condongcatur Bahas Plotting Pengamanan Hari Jadi ke-79

Sleman – Rapat koordinasi antara Satlinmas, Destana, dan KSB Condongcatur resmi digelar pada Rabu (10/12/2025), di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini dihadiri oleh Jagabaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh relawan yang hadir.

Jagabaya Condongcatur, Rudi Antariksawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan atas dukungan, kerja sama, dan kontribusi yang telah diberikan selama ini. Pada kesempatan itu, ia juga memimpin koordinasi terkait pengamanan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur.

“Pengamanan akan dilakukan dengan plotting tugas pada masing-masing relawan untuk berbagai agenda besar yang akan berlangsung, antara lain senam lansia, CMC (Condomgcatur Moeslem Competition), Expo UMKM, funwalk, bregada, dan lainnya,” kata Rudi.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Condongcatur, Aiptu Bastian mengimbau seluruh relawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kasus pencurian yang masih sering terjadi.

“Sinergi antara relawan, Satlinmas, dan aparat keamanan sangat penting untuk menjaga ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan,” tandasnya.

Rapat berjalan lancar dan menghasilkan pembagian tugas yang jelas sebagai langkah kesiapan dalam menyukseskan peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur. (Tri Suhartati KIM Depok)




Technical Meeting Condongcatur Moeslem Competition (CMC) Diikuti 29 TKA-TPA se-Kalurahan Condongcatur

Sleman – Forum TKA-TPA Kalurahan Condongcatur menggelar technical meeting sebagai persiapan pelaksanaan Condongcatur Moeslem Competition (CMC), di Masjid Al-Qonaah Krangkungan, Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kamis (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi agenda penting sebelum lomba dimulai, karena seluruh teknis acara dibahas secara rinci.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 29 TPA-TPQ se-Kalurahan Condongcatur. Para ustaz dan ustazah hadir untuk mendapatkan penjelasan terkait aturan perlombaan, mekanisme penilaian, serta pembagian jadwal setiap cabang lomba.

Suasana berlangsung komunikatif dengan banyak peserta aktif berdiskusi dan memastikan seluruh ketentuan dipahami dengan baik, agar pelaksanaan lomba berjalan lancar pada 13 Desember 2025 mendatang.

Pada kesempatan itu, Ketua Forum TKA TPA Condongcatur, Suyitno menyampaikan daftar cabang lomba yang akan dipertandingkan dalam CMC tahun ini.

“Adapun jenis lomba yang diikuti para santri meliputi Hafalan Surat Pendek (TKA), Mewarnai (TKA), Hafalan (TPA), Tartil (TPA), Shalat Berjamaah (TPA), Nasyid Grup (TPA), Tartil (TQA),” katanya.

Dengan adanya technical meeting ini, panitia berharap seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan kompetisi. Forum TKA-TPA Condongcatur menegaskan bahwa kegiatan CMC bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an, memperkuat karakter islami, serta mempererat ukhuwah antar-TPA di wilayah Condongcatur.

CMC diharapkan menjadi momentum positif dalam membina generasi Qur’ani yang berprestasi, berakhlak mulia, dan siap membawa nama baik TPA masing-masing. (Tri Suhartati KIM Depok)