PKKM Wahana Penguatan Tata Kelola dan Peningkatan Mutu Layanan

Sleman (MAN 4 Sleman) — MAN 4 Sleman melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat tata kelola dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kesungguhan di Aula 2 Madrasah pada Kamis pagi (11/12/2025). 

Tim penilai dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman terdiri atas Daryono dan Asih Budiati, yang bertugas melakukan asesmen menyeluruh terhadap kinerja Kepala MAN 4 Sleman.

Proses penilaian meliputi beberapa aspek utama, antara lain kompetensi kepribadian, sosial, profesional, kewirausahaan, serta evaluasi terhadap kontrak prestasi kepala madrasah. Kegiatan diawali dengan pemaparan profile MAN 4 Sleman, laporan kinerja, dilanjutkan verifikasi dokumen dan peninjauan berbagai bukti fisik pelaksanaan program.

Para wakil kepala, guru, pegawai serta koordinator program turut mendampingi jalannya asesmen serta memberikan penjelasan sesuai bidang masing-masing. Suasana kegiatan berlangsung komunikatif dan profesional. Tim penilai juga menyampaikan beberapa catatan penguatan yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan madrasah ke depan. 

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf selaku pihak yang dinilai menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan PKKM serta dukungan seluruh pihak. 

“PKKM bukan sekadar penilaian administratif, tetapi momentum untuk meninjau kembali arah dan capaian madrasah secara objektif. Kami berkomitmen memperkuat layanan pendidikan serta mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.

Arif juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah mempersiapkan dokumen dan mendampingi proses penilaian.

“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu madrasah,” imbuhnya. 

Usai verifikasi data dan wawancara, Asih Budiati menyampaikan refleksinya. “Rapat koordinasi penting digiatkan, supervisor ditambah, agar refleksi dan pemantauan lebih efektif, dan guru diberi waktu untuk diseminasi.  Dari dialog supervisor dengan guru dapat ditemukan permasalahan yang harus diselesaikan dan dijadikan sarana memprogramkan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) maupun Pengembangan Diri (PD) guru di tahun mendatang,” tegasnya. 

Sementara Daryono mengapresiasi atas meningkatnya prestasi akademik dan non akademik yang diraih MAN 4 Sleman.  “Peningkatan siswa diterima di PTN cukup membanggakan, tingkatkan terus kinerja tim pendamping lebih optimal.  Tetap semangat mendampingi murid untuk meraih cita-cita,” tegasnya. Semua itu sebagai bentuk layanan terbaik di bidang Pendidikan dan keagamaan.  Ia juga menegaskan pentingnya sosialisasi dan promosi atas prestasi yang sudah di capai.

Pelaksanaan PKKM Tahun 2025 berjalan lancar dan menjadi bukti komitmen MAN 4 Sleman untuk terus berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berkarakter.   (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Koperasi RT 6 Sidoharjo Bangunkerto Turi, Sudah Berjalan 30 Tahun Turut Berdayakan Ekonomi Warga

Sleman – Koperasi RT 6 Sidoharjo, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, kembali menggelar pertemuan rutin bulanan, pada Rabu (10/12/2025). Agenda yang telah terselenggara secara konsisten setiap tanggal 10 ini telah berlangsung lebih dari 30 tahun, menjadi sarana pembinaan ekonomi warga sekaligus ruang komunikasi terkait perkembangan dusun.

Pertemuan dibuka dengan sambutan tuan rumah, Nuryanto, yang diwakili oleh Sutrisno. Dalam sambutannya, Sutrisno menyampaikan apresiasi atas kedatangan seluruh warga serta pentingnya menjaga kebersamaan.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh anggota koperasi dan warga RT 6 yang selalu menjaga keguyuban selama ini,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan tausiyah oleh Ustaz Syamsuri yang mengajak warga untuk senantiasa mensyukuri nikmat, termasuk hidup di wilayah yang aman dan nyaman.

“Kita patut bersyukur tinggal di daerah yang relatif aman, berbeda dengan beberapa wilayah Sumatera yang saat ini menghadapi situasi kurang kondusif,” katanya.

Lurah Bangunkerto, H. Anas Makruf,  turut hadir memberikan sambutan sekaligus menyampaikan informasi penting terkait ketertiban administrasi kependudukan. Ia menekankan pentingnya melakukan pembaruan data secara tepat waktu.

“Warga diharapkan tertib melakukan cek data kependudukan dan memastikan kesesuaian dokumen. Selain itu, proses terkait kendaraan, termasuk pengecekan dan bea balik nama, perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kendala administrasi di kemudian hari,” jelasnya.

Ketua Koperasi RT 6, Mahmud, menegaskan kembali komitmen koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga kedisiplinan dalam kegiatan koperasi.

“Kemajuan koperasi sangat bergantung pada dua hal: pengurus yang amanah dan anggota yang tertib. Jika keduanya berjalan baik, koperasi akan terus berkembang,” ungkapnya.

Selain agenda utama, pertemuan juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai informasi seputar pembangunan dusun dan RT, termasuk rencana kegiatan fisik maupun pemberdayaan masyarakat di lingkungan Sidoharjo.

Pertemuan rutin ini kembali menegaskan peran koperasi sebagai wadah penguatan ekonomi sekaligus media komunikasi warga. Dengan kebersamaan dan komitmen bersama, Koperasi RT 6 Sidoharjo diharapkan terus menjadi pilar pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

(Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Rakorpim Gamping Rumuskan Strategi Pengamanan Nataru 2025–2026

Sleman – Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Kapanewon Gamping kembali digelar sebagai forum strategis dalam memastikan kesiapsiagaan wilayah menjelang perayaan Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pertemuan yang berlangsung di RM. Mangoen Soemarto, Gamping, Sleman, Kamis (11/12/2025) ini dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Fika Chusnul Chotimah, Panewu Gamping, Suyanto, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Wahyani, Lurah, Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah tingkat Kapanewon Gamping, serta kelompok informasi masyarakat.

Forum yang dibuka secara resmi oleh Panewu Gamping, Suyanto tersebut dipandang krusial untuk menyelaraskan langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan saat periode libur panjang. Ia menegaskan bahwa peningkatan mobilitas warga pada momen Nataru selalu berimplikasi pada meningkatnya risiko di berbagai sektor. Karena itu, Rakorpim menjadi ruang penting untuk mengonsolidasikan data, memetakan titik rawan, serta membangun komunikasi terpadu lintas sektoral.

“Keberhasilan pengamanan Nataru tidak dapat hanya ditopang oleh satu institusi, namun membutuhkan sinergi menyeluruh,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, AKP Bowo Susilo selakau Kepala Kepolisian Sektor Gamping Bersama Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Wahyani menyampaikan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kemacetan arus lalu lintas, kerumunan tempat ibadah, aktivitas pusat perbelanjaan, hingga ancaman kriminalitas konvensional. Mereka menekankan pentingnya pos pengamanan terpadu dan patroli gabungan guna memastikan keamanan warga, khususnya di kawasan yang memiliki intensitas kunjungan tinggi.

Pemerintah Kapanewon Gamping juga menggarisbawahi perlunya penguatan komunikasi publik agar masyarakat memahami prosedur pengamanan, rute alternatif ketika terjadi kepadatan, serta imbauan menjaga ketertiban umum. Informasi yang tersampaikan secara terstruktur diharapkan mampu menekan risiko gangguan sekaligus memberi rasa aman bagi warga lokal maupun pendatang.

Di sisi lain, pengamanan Nataru tidak hanya mencakup aspek keamanan, namun juga kesehatan dan mitigasi bencana. Seperti yang dijelaskan Edy Margono mewakili Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta yang berlokasi di Jitengan, Gamping, Sleman bahwa perlunya kesiapan personel apabila terjadi cuaca ekstrem, banjir lokal, tanah longsor ataupun insiden lainnya. Pengawasan terhadap titik rawan bencana dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat intensitas hujan yang cenderung meningkat pada akhir tahun 2025.

Dalam konteks pengamanan Nataru, pihaknya siap mendukung melalui penyediaan data dan layanan informasi berbasis sains secara real time. Sekaligus berharap aparat kewilayahan, relawan, serta masyarakat dapat memanfaatkan kanal-kanal informasi BMKG, baik aplikasi, media sosial resmi, maupun layanan cepat tanggap untuk memastikan setiap potensi ancaman dapat direspons secara tepat.

“Dengan kolaborasi lintas sektor dan kesiapan yang matang, pemerintah Kapanewon Gamping berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gamping berlangsung aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” tutup Suyanto. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2 Berbah Unjuk Talenta untuk Masa Depan Gemilang

Sleman – Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2 berlangsung di halaman SD Muhammadiyah Pajangan 2, Gandu Sendangtirto, Berbah, Sleman, Kamis (11/12/2025).

Kepala sekolah SD Muhammadiyah Pajangan 2, Indriyani mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan dan para sponsor sehingga acara bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

Kegiatan Festival Open School merupakan hasil dari kerja keras, kerja cerdas dan kerja sama guru, karyawan dan komite sekolah.

Adapun maksud diadakan Kegiatan Festival Open School sebagai tempat mengekpresikan talenta siswa SD Muhammadiyah Pajangan 2. “Bahwa dengan adanya wadah unjuk ekspresi akan muncul talenta yang baik untuk bekal menapaki kehidupan di masa mendatang,” tutur Indriyani.

Selain itu Festival Open School juga menyelenggarakan berbagai lomba untuk jenjang Taman Kanak Kanak (TK) di sekitar. Adapun lomba berupa mewarnai, lomba adzan, tahfidz Al Qur’an dan lainnya. Pemenang lomba akan mendapatkan apresiasi dari SD Muhammadiyah Pajangan 2 sebagai kenangan.

Pengawas Korwil Berbah, Supriyati Basuki Rahayu mengapresiasi terselenggaranya Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2, sebagai tempat mengembangkan bakat siswa.

Kegiatan ini pastilah merupakan kolaborasi kerja sama yang solid antara pihak sekolah, komite, POT, serta dukungan pihak lainnya untuk kemajuan dan perkembangan SD Muhammadiyah Pajangan 2.

“Semoga kegiatan kegiatan Festival Open School yang baik seperti ini akan bisa dilaksanakan pada tahun tahun berikutnya. Semoga kegiatan berikutnya terselenggara akan lebih baik lagi,” kata Supriyati.

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ranting Sendangtirto, pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada guru, karyawan kodmitean, wali murid yang telah bekerja menyelenggarakan kegiatan Festival Open School untuk menampilkan bakat anak.

“Bahwa minat dan bakat anak harus dipupuk dikembangkan agar bisa menjadikan landasan kehidupan. Dengan menekuni satu bakat yang dipupuk, dipelihara dan diyakini semoga akan bisa menjadi jalan rezeki yang bermanfaat,” ujar Sujarwo.

Ia juga menyampaikan bahwa SD Muhammadiyah Pajangan 2 membekali siswa dengan dasar agama terutama membaca Al-Qur’an. Siswa akan bisa menghafal Al-Quran minimal satu juz.

“Ketika anak bisa menghafal Al-Quran orang tuanya kelak akan ditempatkan di taman surga,” tandasnya.

Selain belajar agama tentunya pembelajaran umum tidak ketinggalan, ditambah lagi pelajaran ekstrakulikuler seperti pencak silat tapak suci, musik, drum band, seni budaya, angklug dan lainnya. Semua itu sebagai tambahan bekal menyongsong masa depan yang baik.

“Ketika anak sekolah di SD Muhammadiyah Pajangan 2 akan memperoleh dua manfaat, yaitu manfaat di dunia serta manfaat di akhirat,” katanya.  (Kusnadi KIM Berbah)




Ustaz Luswikantoro Haris Soroti Makna Cinta kepada Allah dan Rasulullah

Sleman – Pentingnya menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah sebagai fondasi keimanan seorang muslim. Hal ini disampaikan Ustaz H. Luswikantoro Haris, atau yang lebih dikenal sebagai Ustaz Haris pada pengajian di Masjid Hidayatulloh Gondangan, Penen, Sendangadi, Mlati, Sleman pada Kamis (11/12/2025).

Pengajian dimulai dengan pembahasan Hadits Bukhari nomor 171 yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Hadits tersebut mengisahkan seorang lelaki Badui yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang waktu terjadinya kiamat. Menanggapi pertanyaan itu, Rasulullah justru balik bertanya mengenai bekal yang disiapkan sang Badui.

Ia menjawab bahwa ia tidak memiliki banyak bekal, namun ia mencintai Allah dan Rasulullah melebihi dirinya sendiri. Rasulullah kemudian menegaskan bahwa seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.

Ustaz Haris yang kini aktif sebagai pembimbing haji dan umrah Aisyiyah Kota Yogyakarta itu menekankan bahwa hadits tersebut menjadi pengingat agar umat Islam meneguhkan cinta kepada Allah.

“Bukti cinta kepada Allah adalah sering menyebut nama-Nya dan segera memenuhi panggilan-Nya,” ujarnya.

Sementara bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, menurut Ustaz Haris, dapat diwujudkan dengan memperbanyak salawat, terutama pada hari Jumat yang dihitung sejak Magrib hingga Magrib berikutnya. Selain itu, mencintai Rasul juga diwujudkan dengan mengikuti sunnah-sunnahnya.

Beliau juga mengutip QS Al-Maidah ayat 7, “Sami’na wa atho’na” yang artinya Kami mendengar dan kami taat, sebagai landasan untuk menguatkan ketaatan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Ustaz Haris memberikan contoh beberapa sunnah yang dianjurkan, seperti shalat tahajud, puasa Senin-Kamis, serta membiasakan salat berjemaah di masjid.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Haris turut menyinggung fenomena ibadah yang terasa hambar.

“Jangan sampai kita hanya khusyuk saat sedang susah. Tanamkan bahwa kita yang membutuhkan Allah, sehingga beribadah harus tetap khusyuk baik dalam keadaan senang maupun susah,” pesannya.

Pengajian ditutup dengan penjelasan tentang Hadits Muslim nomor 43 yang menyebutkan tiga perkara untuk merasakan manisnya iman mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi segalanya, saling mencintai dan berpisah karena Allah, serta membenci apa yang dibenci Allah sebagaimana seseorang membenci masuk ke dalam neraka. (Endarwati/KIM Donoharjo)