Rayakan HUT Ke-71, Gabungan Organisasi Wanita Sleman Gelar Bakti Sosial di Embung Tambakboyo

Sleman — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sleman menggelar acara bakti sosial dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-71. Acara yang dipusatkan di lokasi indah Embung Tambakboyo, Kapanewon Depok, pada Senin, 15 Desember 2025, ini menjadi bukti nyata komitmen GOW Sleman dalam memberdayakan dan peduli terhadap masyarakat.

Kegiatan bakti sosial ini dihadiri oleh perwakilan dari total 37 organisasi wanita yang tergabung di wilayah Kabupaten Sleman, menampilkan semangat kebersamaan dan sinergi yang luar biasa. Kehadiran berbagai elemen organisasi ini menunjukkan kekuatan perempuan Sleman dalam memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Ketua GOW Kabupaten Sleman, Siti Purwanti, menyampaikan sambutan penuh rasa syukur dan apresiasi. Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bergotong royong.

“Ulang tahun ke-71 ini bukan hanya sekadar perayaan usia, namun momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kami dalam melayani dan berkontribusi kepada masyarakat Sleman,” ujar Siti Purwanti. “Pada kesempatan yang berbahagia ini, GOW merasa terpanggil untuk berbagi kebahagiaan melalui bantuan sosial.”

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako yang diberikan secara langsung kepada tiga kelompok sasaran utama, yaitu para pedagang di sekitar area Embung Tambakboyo, pengemudi ojek online wanita, dan warga kurang mampu yang tinggal di lingkungan sekitar Embung Tambakboyo.

Siti Purwanti juga menutup sambutannya dengan harapan besar. “Semoga ke depannya, GOW tetap jaya, terus berkembang, dan senantiasa melangkah maju, menjadi wadah yang produktif bagi semua organisasi wanita di Sleman,” pungkasnya.

Semangat tulus untuk membantu juga terpancar jelas dari para relawan yang terlibat dalam pendistribusian bantuan, salah satunya Lidya Agustina. Lidya mengungkapkan betapa kegiatan bakti sosial GOW Sleman ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dan menggugah hati.

“Sebagai seorang relawan, saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari aksi nyata GOW Sleman hari ini,” kata Lidya Agustina. “Melihat ibu-ibu pedagang dan ojek online wanita yang berjuang setiap hari, serta warga yang membutuhkan, menerima bantuan ini dengan gembira adalah bayaran yang tak ternilai harganya. Ini membuktikan bahwa sinergi dan kepedulian dari banyak organisasi wanita di Sleman benar-benar bisa membawa perubahan kecil yang berdampak besar.”

Acara bakti sosial GOW Sleman di Embung Tambakboyo ini tidak hanya menjadi puncak perayaan HUT ke-71, tetapi juga penanda bahwa Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sleman siap menyongsong tahun-tahun mendatang dengan dedikasi yang lebih besar lagi dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan.

(Lidya / KIM Depok)




Keikhlasan Hajah Amronah Wakafkan Tanah dan Rumah Senilai Rp7 Miliar untuk Muhammadiyah

Sleman — Hajah Amronah Fadhil resmi mengikrarkan wakaf tanah dan bangunan senilai total Rp7 miliar kepada Perserikatan Muhammadiyah. Ikrar wakaf diserahkan kepada Ahmad Muhajir Hanifi atas nama Perserikatan Muhammadiyah dengan Ikrar Wakaf Nomor: WT.2/200/2025 pada hari Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Berbah, Sleman.

Prosesi ikrar wakaf berlangsung di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kapanewon Berbah, Dulrohman. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Jarot Wahyudi dan Winaryo, serta Dukuh Tegalsari, Tegaltirto, Berbah, Andi Herisanto.

Ketua MPW PWM, Jarot Wahyudi, menyampaikan terima kasih kepada Kepala KUA Berbah yang telah memfasilitasi niat baik Hajah Amronah. Jarot menjelaskan bahwa wakaf ini merupakan aset keempat yang diwakafkan Hajah Amronah kepada Nadzir Muhammadiyah.

Aset wakaf yang diserahkan meliputi tanah sawah seluas 652m² yang di atasnya berdiri bangunan rumah baru, serta wakaf produktif berupa tanah sawah seluas 745m² di Padukuhan Tegalsari, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Wakaf senilai Rp7 miliar ini diamanahkan kepada Perserikatan Muhammadiyah Cabang Berbah.

“Wakaf tersebut akan diperuntukkan sebagai kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah, Gedung Dakwah Hajah Amronah Fadhil, juga Kantor LazisMu Berbah, termasuk kegiatan Islam lainnya,” ujar Jarot. Ia juga menekankan komitmen Nadzir untuk menjaga dan mengembangkan aset wakaf ini sesuai ikrar wakif.

Ahmad Muhajir Hanifi, Ketua PCM Berbah, mewakili Nadzir Perserikatan Muhammadiyah menerima wakaf tersebut. Ia berharap Hajah Amronah Fadhil beserta keluarga mendapatkan ganjaran pahala yang tidak terhenti dan senantiasa terus mengalir. “Semoga Allah memudahkan kami selaku wakil Nadzir untuk mengelola wakaf tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Hajah Amronah Fadhil, selaku wakif, menyatakan rasa syukur karena Allah memberikan jalan kebaikan untuk mewakafkan semua miliknya. Ia berharap semua yang diwakafkan memberikan manfaat kepada dirinya, keluarga, dan juga untuk kemaslahatan masyarakat Islam serta warga besar Muhammadiyah.

“Bahkan rumah tinggal di Karangkajen sudah diwakafkan beberapa waktu yang lalu,” ungkap Hajah Amronah dengan senyum lembut yang memancarkan keikhlasan. (Kusnadi / KIM Berbah)




Sambut Abad Kedua, MWC NU Ngaglik Gelar Rakor dan Bentuk Panitia Harlah NU ke-103

Sleman — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Ngaglik menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 pada Senin (15/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Lazisnu PC NU Sleman, Tambakan, Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Rakor ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Ngaglik, pengurus ranting NU se-Kapanewon Ngaglik, serta perwakilan badan otonom (Banom) NU di wilayah Ngaglik. Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal konsolidasi guna menyukseskan rangkaian kegiatan Harlah NU ke-103 yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Dalam rapat tersebut, disepakati pembentukan kepanitiaan Harlah NU ke-103 MWC NU Ngaglik. Hani Rochmanudin dari Lazisnu Sleman dipercaya sebagai Ketua Panitia. Ia menyampaikan komitmennya untuk mengoordinasikan seluruh elemen NU di Ngaglik agar peringatan Harlah NU dapat berjalan dengan tertib, khidmat, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Peringatan Harlah NU ke-103 MWC NU Ngaglik mengusung tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban NU untuk Kemaslahatan Umat.” Tema tersebut sejalan dengan komitmen Nahdlatul Ulama dalam menjaga harmoni sosial, kelestarian lingkungan, serta memperkuat peran NU dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkemaslahatan.

Rangkaian kegiatan Harlah NU ke-103 direncanakan berlangsung di beberapa lokasi strategis, di antaranya Pondok Pesantren Inayatullah Sariharjo dan Taman Budaya Loh Jinawi, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Adapun agenda kegiatan meliputi Istighosah Akbar, talk show ke-NU-an, bakti sosial berupa cek kesehatan dan donor darah, pemberian penghargaan, senam dan jalan sehat bersama jami’iyah serta jamaah, hingga bazar UMKM.

Rangkaian acara Harlah NU ke-103 MWC NU Ngaglik dijadwalkan akan dilaksanakan pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Melalui kegiatan ini, MWC NU Ngaglik berharap dapat memperkuat ukhuwah nahdliyah sekaligus menghadirkan kontribusi nyata NU bagi masyarakat luas. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Kuatkan Ketahanan Pangan, Forum Komunikasi Kelompok Wanita Tani (FORKOM KWT) Seyegan Resmi Dibentuk

Sleman — Upaya memperkuat peran dan sinergi wanita tani di wilayah Kapanewon Seyegan diwujudkan melalui pembentukan Forum Komunikasi Kelompok Wanita Tani (FORKOM KWT). Forum tersebut resmi dibentuk dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Puntadewa Lantai II, Kapanewon Seyegan, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di padukuhan-padukuhan dari lima kalurahan se-Kapanewon Seyegan. Pembentukan FORKOM KWT diharapkan menjadi wadah koordinasi, komunikasi, serta penguatan kelembagaan KWT guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan keluarga tani.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati, dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa FORKOM KWT memiliki peran strategis sebagai penghubung antara KWT di tingkat kalurahan dengan berbagai program pemerintah.

“Forum ini diharapkan mampu menyatukan langkah KWT agar program yang dijalankan lebih terarah dan berdampak nyata,” ujarnya.

Pengarahan juga disampaikan oleh Subiyanto dan Kitty dari BP4 Wilayah 3 Seyegan. Dalam pemaparannya, Subiyanto menekankan pentingnya penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas anggota. “KWT memiliki potensi besar, tidak hanya dalam sektor pertanian, tetapi juga pengembangan usaha pangan olahan dan ekonomi produktif keluarga,” kata Subiyanto.

Subiyanto juga menambahkan bahwa ke depan tantangan yang dihadapi di bidang pertanian sangatlah berat, meliputi ketersediaan pangan yang semakin sulit, alih fungsi lahan, dan ketersediaan sumber daya manusia di bidang pertanian yang semakin menurun.

Sementara itu, Kitty mengajak seluruh KWT untuk memanfaatkan FORKOM sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman. “Melalui forum ini, KWT di lima kalurahan dapat saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan tumbuh bersama,” tuturnya.

Para peserta menyambut positif pembentukan FORKOM KWT tersebut. Mereka berharap forum ini mampu melahirkan program-program inovatif yang berkelanjutan serta memperkuat jejaring kerja sama antar KWT dan dengan pemangku kepentingan terkait di Kapanewon Seyegan.

Kitty kemudian memandu peserta dalam pemilihan pengurus FORKOM KWT, dan dengan musyawarah mufakat akhirnya secara aklamasi terbentuk pengurus FORKOM KWT tingkat Kapanewon dengan Ketua terpilih adalah Tinung. Pengurus lainnya yang terpilih meliputi Sekretaris Ratih dan Asih, Bendahara Nia dan Yatmi, Seksi Humas (Muryati, Novi, Yani, Widi), Seksi Usaha dan Dana (Pujiyanti, Warsi, Erika), serta Seksi Pengembangan SDM (Risma, Kuswardati, Endang).

Dengan terbentuknya FORKOM KWT Kapanewon Seyegan, diharapkan peran Wanita Tani semakin kuat dan terorganisasi dalam mendukung pembangunan pertanian serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Warung PKK Toembasi Sendangtirto Resmi Dibuka, Jadi Etalase Produk Lokal dan Penggerak Kesejahteraan Warga

Sleman — Warung PKK Pokja 2 Sendangtirto bernama ‘Toembasi’ resmi dibuka pada Minggu, 14 Desember 2025, di kompleks perkantoran Kalurahan Sendangtirto. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK) Sendangtirto, Joko Triyono.

Pemotongan pita disaksikan oleh Lurah Sendangtirto Amir Junawan, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sendangtirto Listiana Rahmawati, Pamong dan Dukuh Sendangtirto, Ketua PKK Pokja 2 Sendangtirto Endang Prihandayani, serta ketua dan anggota Pokja PKK lainnya.

Ketua LPMK Sendangtirto, Joko Triyono, yang juga dosen Universitas AKPRIND Yogyakarta, mengungkapkan rasa bangganya atas pembukaan warung yang merupakan gagasan dari Pokja 2 PKK Kalurahan Sendangtirto.

“Adanya warung Toembasi diharapkan menjadi salah satu wujud nyata peran aktif tim penggerak PKK dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga atau masyarakat. Keberadaannya juga bisa menampung produk UMKM lokal agar lebih luas pemasarannya,” ujar Joko. Ia berharap warung ini mendapat dukungan berkelanjutan sehingga menjadi rujukan masyarakat.

Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, menyampaikan apresiasi tinggi dibukanya warung PKK Toembasi yang menempati salah satu ruang di kompleks Kantor Kalurahan Sendangtirto. Keberadaan warung diharapkan dapat membantu UMKM dengan menyediakan ruang pemasaran produk hasil produksi lokal Kalurahan Sendangtirto.

“Terutama hasil pelatihan dari Sekolah Jumat yang juga merupakan binaan Pokja 2 PKK Sendangtirto,” ucap Lurah Sendangtirto.

Amir Junawan menambahkan, meskipun bernama Sekolah Jumat (Sekjum), pelaksanaan pelatihan keterampilan dilakukan pada hari Selasa. Hal ini dilakukan karena hari Jumat dinilai terlalu pendek sehingga kurang leluasa ketika melakukan pelatihan. “Sehingga dengan berbagai pertimbangan Sekjum dilaksanakan pada hari Selasa,” jelas Amir.

Ketua Pokja 2 PKK Kalurahan Sendangtirto, Endang Prihandayani, mengucapkan terima kasih kepada Lurah Sendangtirto atas diizinkannya salah satu ruang dipergunakan sebagai warung PKK. Warung PKK Toembasi merupakan program kelanjutan Sekjum, di mana produk hasil pelatihan anggota PKK Sendangtirto sudah beragam dan siap dipasarkan.

“Warung Toembasi selain sebagai pemasaran produk lokal saja. Namun juga menyediakan sembako dan kebutuhan rumah tangga yang lain,” jelas Endang Prihandayani. “Namun selain itu juga tersedia camilan, produk kerajinan, fashion, dan lainnya,” tambahnya.

(Kusnadi / KIM Berbah)