Perkuat Ekosistem Halal, HUT ke-78 Tegaltirto Buka Layanan Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM

Sleman – Pemerintah Kalurahan Tegaltirto melalui Forum Kalurahan (Forkal) UMKM menyediakan fasilitas pendampingan pengurusan sertifikat halal secara cuma-cuma dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Kalurahan Tegaltirto. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kadisono, Berbah, Sleman, pada Sabtu, 20 Desember 2025 tersebut menjadi magnet bagi para pelaku usaha kecil yang ingin meningkatkan nilai jual dan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.

Ketua Forkal Tegaltirto, Bawono, atau yang akrab disapa Pak Bhe, menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan kepercayaan penuh untuk mengelola bazar UMKM dalam peringatan tahun ini. Puluhan tenda kerucut telah disiapkan untuk menampung berbagai produk mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, hingga wahana permainan anak. Selain menjadi ajang jual beli, bazar ini dimanfaatkan sebagai pusat edukasi legalitas usaha melalui kehadiran pojok layanan konsultasi perizinan.

“Kami menyiapkan pojok layanan ini secara khusus untuk membantu para pelaku usaha atau masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai perizinan usaha. Di sini mereka bisa mengurus Nomor Induk Berusaha atau NIB hingga mendapatkan pendampingan langsung untuk pengurusan sertifikat halal. Harapannya, setelah acara ini selesai, produk-produk warga Tegaltirto sudah memiliki legalitas yang lengkap,” ujar Bawono saat meninjau lokasi bazar.

Pendamping Proses Produk Halal (PPH) asal Sompilan, Siti Hanifah, turut hadir memberikan edukasi langsung kepada para pedagang. Ia menjelaskan bahwa PPH merupakan tenaga profesional yang bertugas membantu Usaha Mikro Kecil (UMK) mendapatkan sertifikat halal melalui skema self declare. Proses pendampingan ini mencakup verifikasi bahan, peninjauan proses produksi, hingga pendaftaran secara digital melalui sistem SiHalal yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Siti Hanifah menekankan bahwa sertifikat halal kini bukan lagi sekadar label, melainkan kebutuhan pokok bagi pelaku usaha untuk membangun kepercayaan konsumen, terutama di bidang kuliner. Menurutnya, kepemilikan sertifikat ini akan memperkuat ekosistem halal di Indonesia dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. Ia juga menambahkan bahwa produk non-makanan seperti aksesori fesyen yang bersentuhan langsung dengan kulit juga sebaiknya memiliki jaminan kehalalan.

“Pelaku usaha yang sudah memiliki sertifikat halal akan mendapatkan kepercayaan penuh dari konsumen, terutama untuk usaha kuliner. Namun, jenis usaha lain juga sebaiknya mulai mengurus sertifikat ini, seperti produk fesyen dan aksesori yang bersinggungan dengan anggota badan. Kami ingin memastikan produk UMK kita tidak hanya laku, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pembelinya,” kata Siti Hanifah menjelaskan pentingnya sertifikasi tersebut.

Lebih lanjut, Siti Hanifah memaparkan bahwa untuk menjadi seorang pendamping halal, seseorang harus memenuhi kualifikasi ketat, termasuk memiliki Sertifikat Pelatihan Pendamping yang diakui oleh BPJPH. Saat ini, Kalurahan Tegaltirto telah memiliki lima orang tenaga pendamping yang siap melayani warga. Ia menegaskan bahwa layanan ini tidak terbatas hanya pada saat perayaan hari jadi saja, melainkan tersedia setiap saat bagi warga yang membutuhkan bantuan legalitas usaha.

“Di Kalurahan Tegaltirto kami memiliki lima orang pendamping yang selalu siap sedia. Tugas kami tidak hanya mendampingi pengurusan sertifikat halal hari ini saja, tetapi juga legalitas usaha lainnya seperti NIB secara berkelanjutan. Jadi, masyarakat jangan ragu untuk datang dan berkonsultasi kapan saja demi kemajuan usahanya,” pungkas Siti Hanifah menutup pembicaraan. (Kusnadi/KIM Berbah)




Peringati Hari Ibu, Kelompok Perempuan Padukuhan Seyegan Pentaskan Fragmen Ande-Ande Lumuten

Sleman – Suasana pertigaan RT 01 dan RT 03 Padukuhan Seyegan tampak meriah saat puluhan warga memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan fragmen “Ande-Ande Lumuten”. Kegiatan yang digelar oleh Sanggar Seni dan Budaya Maton pada Sabtu, 20 Desember 2025 ini merupakan bentuk perayaan kreatif dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun 2025. Uniknya, seluruh pemain fragmen hingga pengrawit musik gamelan yang mengiringi pertunjukan tersebut merupakan kaum perempuan di wilayah setempat.

Acara seni dan budaya ini turut mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dengan hadirnya perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, jajaran Pemerintah Kapanewon Seyegan, hingga Lurah Margokaton. Kehadiran para pejabat ini menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif warga dalam melestarikan budaya tradisional Jawa melalui penguatan peran perempuan di tingkat akar rumput.

Dukuh Seyegan, Fajariyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada ibu-ibu di wilayahnya yang tetap produktif menjaga warisan leluhur di tengah kesibukan domestik. Menurutnya, seni tradisi seperti fragmen Ande-Ande Lumuten harus terus dihidupkan agar tidak tergerus zaman. Ia menilai keterlibatan ibu-ibu dalam pementasan ini merupakan wujud keteladanan nyata yang akan diwariskan secara langsung kepada generasi muda di Padukuhan Seyegan.

“Seni tradisi seperti fragmen Ande-Ande Lumuten harus terus kita hidupkan. Melalui keterlibatan ibu-ibu, budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diwariskan dengan penuh keteladanan kepada anak cucu kita. Saya sangat bangga melihat semangat para ibu yang berlatih keras di sela waktu mereka demi menyukseskan acara ini,” ujar Fajariyanto.

Senada dengan hal tersebut, Panewu Seyegan, Agung Endarta, menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam ranah seni dan budaya merupakan fondasi kuat untuk membangun karakter bangsa. Hal ini sejalan dengan tema besar Peringatan Hari Ibu tahun 2025 yakni “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”. Agung menilai bahwa perempuan yang berdaya secara sosial dan budaya akan memberikan dampak positif pada pola asuh anak yang berujung pada terciptanya generasi yang berkarakter di masa depan.

“Perempuan yang berdaya dalam seni dan budaya adalah fondasi kuat untuk membangun karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Kami melihat di Seyegan ini, perempuan tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif yang mampu mengharmonisasikan nilai-nilai tradisional dengan semangat zaman,” kata Agung Endarta saat memberikan arahannya.

Pertunjukan fragmen yang disutradarai oleh Supardiyono ini berhasil mengocok perut sekaligus memberikan pesan moral yang mendalam kepada penonton. Cerita rakyat Ande-Ande Lumuten yang sarat dengan nilai kesetiaan dan kejujuran dibawakan dengan penuh penghayatan oleh para ibu-ibu Sanggar Maton. Salah satu pemain, Sumini, mengaku sangat puas bisa ikut terlibat dalam pentas ini karena selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang efektif antarwarga.

“Kami berlatih secara rutin setiap malam setelah pekerjaan rumah tangga selesai. Rasanya sangat bangga bisa tampil di depan warga dan menunjukkan bahwa ibu-ibu juga bisa berkarya di bidang seni. Kami ingin anak-anak muda di sini tertarik untuk ikut belajar gamelan dan sandiwara jawa setelah melihat pementasan kami,” ungkap Sumini dengan penuh semangat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Padukuhan Seyegan dalam melestarikan budaya tradisional secara mandiri. Melalui pementasan ini, perempuan Seyegan tidak hanya memperingati hari besar nasional, tetapi juga memposisikan diri sebagai penjaga benteng budaya sekaligus penggerak edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai identitas lokal mereka. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sinergi Dakwah dan Kemanusiaan, PRM Sidoharjo Turi Bahas Donasi Banjir hingga Persiapan Ramadan

Sleman – Pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo bersama Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bangunkerto 1 menggelar rapat koordinasi strategis guna mematangkan agenda keumatan dan aksi sosial. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Mbak Mpok, Lungguhrejo, Donokerto, Kapanewon Turi, Sleman, pada Minggu, 21 Desember 2025 tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah organisasi menjelang akhir tahun dan menyongsong awal tahun 1447 Hijriah.

Ketua PRM Sidoharjo, Gesang Subagyo, menegaskan bahwa rapat koordinasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum strategis untuk memastikan seluruh program sosial dan dakwah dapat menyentuh masyarakat secara langsung. Ia menilai kolaborasi antara Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat ranting merupakan mesin penggerak utama dalam menjaga ritme organisasi agar tetap responsif terhadap kebutuhan jamaah dan isu kemanusiaan.

“Rapat ini kami selenggarakan untuk menyatukan langkah antara PRM dan PRA Sidoharjo, khususnya dalam menyukseskan kegiatan pengajian rutin, aksi kemanusiaan, serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Kami ingin setiap agenda yang direncanakan memiliki persiapan yang matang agar kemanfaatannya benar-benar dirasakan oleh jamaah dan warga secara luas,” ujar Gesang Subagyo saat memberikan keterangan resmi.

Fokus utama rapat diawali dengan pembahasan teknis penyelenggaraan pengajian rutin malam Jumat Pahing yang dijadwalkan pada 25 Desember 2025 mendatang dengan menghadirkan Darussalam sebagai penceramah utama. Selain urusan dakwah mimbar, organisasi ini juga menunjukkan komitmen sosialnya melalui penggalangan donasi untuk korban bencana banjir di Sumatera. PRM dan PRA Sidoharjo sepakat untuk menggerakkan seluruh potensi jamaah dan simpatisan guna menghimpun dana bantuan sebagai wujud nyata dari nilai filantropi Islam.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Sumatera. Penggalangan donasi ini merupakan wujud nyata dakwah bil hal atau dakwah melalui perbuatan nyata, yang menjadi identitas gerakan kami,” tegas Gesang Subagyo menambahkan.

Selain isu tanggap bencana, rapat juga mulai mematangkan perencanaan menyambut bulan suci Ramadan serta pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Penentuan lokasi salat, kesiapan imam dan khatib, hingga koordinasi keamanan menjadi poin krusial yang dibahas lebih awal agar pelaksanaan ibadah umat Islam di wilayah Sidoharjo dapat berjalan dengan tertib dan khidmat. Bersamaan dengan itu, dilakukan pula sosialisasi program SatuMu atau Satu Muhammadiyah yang bertujuan mengintegrasikan data administrasi organisasi secara digital agar lebih efektif dalam memberikan pelayanan kepada jamaah.

Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan suasana hangat dan semangat kebersamaan yang kuat. Upaya konsolidasi ini sejalan dengan pedoman Persyarikatan Muhammadiyah dalam memperkuat dakwah komunitas dan gerakan kemanusiaan di tingkat akar rumput. Melalui hasil rapat ini, seluruh pengurus berkomitmen untuk segera menindaklanjuti rencana kerja secara konkret demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Turi. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Perkuat Tata Kelola dan Digitalisasi, BUMKal Oerip Soemohardjo Sleman Gandeng Kemenaker dalam Program MagangHub

Sleman – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Oerip Soemohardjo (BOS) yang berlokasi di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, terus melakukan terobosan strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme lembaga. Langkah terbaru yang diambil adalah menjalin kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) melalui program MagangHub. Kerja sama ini dirancang untuk memperkuat fondasi usaha desa melalui keterlibatan tenaga muda terampil dari kalangan akademisi.

Program magang yang dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, mulai Desember 2025 hingga Juni 2026 ini, menjadi ruang bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman kerja nyata di sektor ekonomi desa. Di sisi lain, BUMKal Oerip Soemohardjo memanfaatkan momentum ini untuk melakukan percepatan pada dua lini vital, yakni komunikasi digital dan transparansi keuangan. Dalam pelaksanaannya, BUMKal membuka dua posisi spesifik yang diisi oleh mahasiswa dari berbagai universitas ternama.

Pada posisi pembuat konten atau content creator, terdapat Devi Putri Trisnanida dan Mifta Dayung Anggraeni yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Keduanya memiliki tanggung jawab besar dalam memoles citra BUMKal di ruang siber melalui produksi foto, video, hingga pengelolaan situs web resmi. Kehadiran mereka diharapkan mampu mengubah cara penyampaian informasi program dan unit usaha desa agar lebih menarik bagi generasi milenial serta memperluas jangkauan promosi potensi lokal Sardonoharjo ke tingkat nasional.

Selain fokus pada pemasaran, aspek akuntabilitas juga menjadi prioritas dengan dibukanya posisi akuntansi yang diisi oleh Wendysstilla dari Universitas Islam Indonesia dan Muthia Rera dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi SBI. Para peserta magang di bidang ini berperan aktif dalam melakukan pencatatan transaksi secara sistematis, membantu penyusunan laporan keuangan, serta memantau arus kas unit usaha. Keterlibatan mereka menjadi sangat penting untuk memastikan tata kelola administrasi keuangan BUMKal berjalan lebih akuntabel dan transparan.

Direktur BUMKal Oerip Soemohardjo, Cahyo Binarto, menegaskan bahwa partisipasi dalam Program MagangHub merupakan bentuk komitmen lembaga untuk terus berinovasi dan membuka diri terhadap kolaborasi lintas sektoral. Menurutnya, sinergi antara semangat akademis mahasiswa dan pengalaman praktis pengelola usaha desa akan menciptakan ekosistem kerja yang lebih dinamis dan profesional. Ia meyakini bahwa sentuhan anak muda akan membawa perspektif baru yang lebih segar bagi kemajuan badan usaha milik desa tersebut.

“Program ini memberikan manfaat timbal balik yang sangat besar. Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium nyata untuk mengasah keahlian mereka. Sementara bagi BUMKal, kehadiran mereka sangat berdampak positif dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme pengelolaan usaha desa menuju standar yang lebih tinggi,” ujar Cahyo Binarto saat menjelaskan urgensi program tersebut.

Keberhasilan BUMKal Oerip Soemohardjo dalam mengakses program kementerian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi badan usaha desa lainnya di Kabupaten Sleman. Cahyo Binarto menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan terus mencari peluang kerja sama serupa untuk meningkatkan daya saing usaha desa. Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui inovasi digital dan ketertiban administrasi yang berkelanjutan. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Perkuat Ketahanan Nasional dari Lingkup Terkecil, Pemberdayaan Perempuan Jadi Kunci Keluarga Sejahtera

Sleman – Pemberdayaan perempuan kini menjadi fondasi krusial dalam membangun keluarga yang harmonis, kuat, dan sejahtera. Tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hidup individu, penguatan kapasitas perempuan terbukti berpengaruh langsung terhadap ketahanan keluarga secara sosial, ekonomi, hingga psikologis. Hal ini menjadi bahasan utama dalam pertemuan kader PKK yang diselenggarakan oleh Pokja 1 Tim Penggerak PKK Kelurahan Donoharjo di Aula Kelurahan Donoharjo, Sleman, pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Novita Krisaeni, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar soal meningkatkan kemampuan individu, melainkan investasi besar bagi kualitas generasi mendatang. Menurutnya, ketika perempuan diberikan akses terhadap pengetahuan, ruang untuk berpendapat, serta dukungan emosional dan ekonomi, maka stabilitas keluarga akan terjaga secara otomatis.

“Pemberdayaan perempuan memiliki dampak sistemik pada kualitas keluarga. Perempuan yang berdaya mampu menjadi mitra sejajar bagi pasangannya dalam pengambilan keputusan strategis, mulai dari perencanaan keuangan, penentuan jenjang pendidikan anak, hingga menjaga kesehatan anggota keluarga secara kolektif,” ujar Novita Krisaeni saat memaparkan materi bertajuk pemberdayaan perempuan dalam mewujudkan keluarga harmonis.

Selain peran domestik, Novita menyoroti posisi strategis perempuan sebagai pendidik utama atau madrasatul ula bagi anak-anak. Nilai-nilai dasar seperti empati, kejujuran, disiplin, hingga pemahaman moral dan agama pertama kali ditanamkan melalui teladan seorang ibu dalam keseharian. Di sisi ekonomi, perempuan masa kini juga telah bertransformasi menjadi penggerak kesejahteraan keluarga melalui kontribusi di sektor formal maupun pengembangan UMKM yang mampu menopang pendapatan rumah tangga.

Dari aspek psikologis, perempuan sering kali berperan sebagai pengatur emosi dalam rumah tangga. Cara perempuan berkomunikasi dan mengelola konflik sangat menentukan sehat atau tidaknya suasana di dalam rumah. Novita menekankan pentingnya strategi komunikasi terbuka di mana setiap persoalan didiskusikan tanpa harus memendam konflik. Ia juga mengajak para keluarga untuk mulai meninggalkan stereotip lama dan beralih ke pembagian peran yang adil antara suami dan istri berdasarkan kesepakatan bersama.

“Masalah keluarga harus didiskusikan dengan bahasa yang baik dan empati. Kita juga perlu berbagi peran secara adil dalam urusan domestik, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pasangan. Kerja sama tim di dalam rumah tangga adalah kunci keharmonisan yang nyata,” tegas Novita.

Dalam hal manajemen ekonomi, Novita mengingatkan agar setiap keluarga memiliki perencanaan anggaran yang bijak dengan memprioritaskan kebutuhan utama dan menghindari utang konsumtif. Kestabilan ekonomi yang dibarengi dengan kesehatan jasmani serta rohani akan menciptakan ketahanan yang paripurna. Ia juga mendorong para kader PKK untuk terus aktif dalam program pemberdayaan masyarakat guna memperluas jejaring sosial dan meningkatkan kapasitas diri.

Indikator keluarga harmonis menurut Novita dicirikan dengan terpenuhinya kebutuhan dasar fisik dan spiritual, adanya rasa saling menghargai tanpa diskriminasi, serta nihilnya tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Dengan ekonomi yang stabil dan peran suami-istri yang setara, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Visi inilah yang diharapkan dapat diwujudkan oleh setiap kader PKK di Donoharjo sebagai motor penggerak di lingkungan masing-masing. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)