Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Sleman Bersama Lintas Instansi Gelar Tes Urine Awak Bus di Terminal Jombor

Sleman – Dalam rangka mencegahan dan memberantas penyalahgunaan narkoba di sektor transportasi publik, BNNK Sleman bersinergi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, Polresta Sleman, Satpol PP Kabupaten Sleman, Dinas Perhubungan DIY, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan deteksi dini melalui tes urine kepada awak bus di Terminal Jombor, Sinduadi, Mlati, Sleman, pada Senin (22/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan awak bus, khususnya pengemudi dan kru, berada dalam kondisi sehat, prima, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba sehingga mampu memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Deteksi dini ini juga merupakan langkah preventif meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh zat terlarang.

Dari hasil pemeriksaan tes urine terhadap 27 orang awak bus, seluruhnya dinyatakan negatif dan tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan narkoba.

Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya pun mengimbau kepada pengemudi bus dan kru agar fokus menjalankan tugas, dan menjaga stamina tanpa menyalahgunakan narkoba. Iajuga memberikan edukasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba yang akan terjadi jika dikonsumsi oleh para awak bus.

“Keselamatan adalah faktor penting yang harus diutamakan dalam mengemudikan armada transportasi umum, sehingga sopir dan awak bus yang sehat dan bersih dari narkoba merupakan faktor penting yang harus dijaga,” katanya.

“Untuk itu, diperlukan kerja sama dari seluruh stakeholder terkait untuk bergerak bersama mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” sambung Teguh.

Sementara, Kepala Bidang Politik dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, Achmad Raharjo pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa pihaknya siap bersinergi menciptakan situasi kondusif menjelang libur nataru di wilayah Sleman.

“Kami siap bersinergi untuk menciptakan situasi kondusif menjelang libur natal dan tahun baru terutama di wilayah Sleman. Angkutan transportasi darat sebagai sarana mobilitas antar daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan keamanan, kenyamanan dan ketertiban di jalan,” tandasnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional (Dalops) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Agus Widodo menegaskan pihaknya menyambut baik program tersebut, dan siap berkolaborasi untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Kami menyambut baik dan siap bersinergi kegiatan deteksi dini tes urine untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Diharapkan dari kegiatan ini, semua armada dan awak bus selalu menjaga kesehatannya dan menghindari penyalahgunaan narkoba dalam perjalanan,” tuturnya.




Perkuat Ekoteologi, Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat Kerukunan HAB ke-80 Kemenag Sleman

Sleman – Lapangan Pandowoharjo, Sleman, menjadi saksi kemeriahan puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Senin (22/12/2025). Acara yang dikemas dalam tajuk Jalan Sehat Kerukunan dan Senam Massal ini diikuti oleh lebih dari peserta. Mereka terdiri dari para guru dan pegawai Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta, serta penyuluh agama dan personel Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi momentum peneguhan komitmen terhadap pelestarian alam melalui berbagai aksi simbolik. Panitia menyelenggarakan penanaman pohon di area sekitar lapangan serta pelepasan burung ke alam liar sebagai simbol kebebasan dan kerukunan umat beragama. Selain itu, dilakukan pula penebaran benih ikan di sungai terdekat untuk menjaga ekosistem perairan sekaligus menumbuhkan rasa cinta lingkungan di kalangan aparatur sipil negara di bawah naungan Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Nadhif, menegaskan bahwa tema yang diusung dalam peringatan tahun ini adalah Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju. Menurutnya, rangkaian kegiatan yang melibatkan unsur alam ini merupakan implementasi nyata dari program ekoteologi. Program tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian tidak terpisahkan dari tanggung jawab spiritual dan kemanusiaan bagi setiap individu.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari program ekoteologi yang kami gencarkan. Kami ingin membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kepedulian lingkungan dan semakin menguatkan komitmen peduli lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Kerukunan umat harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam agar kedamaian yang kita rasakan bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Nadhif di sela-sela acara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, yang hadir mewakili pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi berkelanjutan Kemenag Sleman. Ia menilai sinergi yang terjalin selama ini telah sangat membantu kinerja Pemerintah Daerah Sleman, khususnya dalam penguatan sektor pendidikan, sosial, dan nilai-nilai keagamaan. Susmiarto berharap kolaborasi positif ini terus dipertahankan demi terciptanya masyarakat Sleman yang religius namun tetap menjunjung tinggi persatuan.

“Kami sampaikan terima kasih atas dukungan luar biasa dari Kemenag Sleman terhadap kinerja Pemerintah Daerah selama ini. Semoga kerja sama yang harmonis ini bisa kita teruskan dengan menyebarkan nilai-nilai kebaikan, persatuan, dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk,” ungkap Susmiarto saat memberikan sambutannya.

Selain berfokus pada kerukunan dan lingkungan, panitia juga menunjukkan kepedulian sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga di sekitar wilayah Kalurahan Pandowoharjo. Semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan pun turut hadir melalui deretan stan UMKM lokal yang memadati area lapangan. Peserta yang hadir tampak antusias berbelanja produk lokal sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan pembagian berbagai hadiah menarik atau doorprize serta pengumuman pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar sebelumnya.

Peringatan HAB ke-80 ini ditutup dengan hiburan musik yang semakin mempererat kebersamaan antarpegawai. Dengan suksesnya acara ini, Kemenag Sleman optimis dapat terus menjadi pelopor dalam mewujudkan kerukunan umat beragama sekaligus garda terdepan dalam aksi-aksi pelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Sleman. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Wujud Kepedulian Sesama, Lazismu Turi Sleman Himpun Donasi Rp 60 Juta untuk Korban Banjir Sumatera

Sleman – Seruan kemanusiaan yang digelorakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk membantu korban bencana banjir di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mendapat respons luar biasa dari masyarakat di tingkat akar rumput. Di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, warga persyarikatan bergerak cepat melalui Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (KL-Lazismu) untuk menggalang dana bantuan sebagai wujud nyata persaudaraan antarwilayah.

Ketua KL-Lazismu Kapanewon Turi, Aris Suranto, menjelaskan bahwa pihaknya segera mengonsolidasikan seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan takmir masjid di wilayahnya begitu instruksi pusat turun. Dana yang dihimpun berasal dari alokasi infak salat Jumat serta donasi sukarela dari masyarakat umum selama dua pekan terakhir. Langkah ini merupakan bentuk ketaatan organisasi yang dibarengi dengan empati mendalam terhadap penderitaan warga di Sumatera yang kehilangan tempat tinggal akibat luapan air.

“Sebagai kepanjangan tangan Lazismu Kabupaten Sleman, kami langsung berkoordinasi dengan seluruh pimpinan ranting dan takmir masjid untuk menggalang donasi. Ini bukan sekadar menjalankan instruksi organisasi, tetapi merupakan bentuk kepedulian sosial yang nyata terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah besar di Sumatera. Kami melihat antusiasme jamaah sangat tinggi untuk membantu,” ujar Aris Suranto saat ditemui pada Senin (22/12/2025).

Hanya dalam waktu relatif singkat, dana yang terkumpul melalui KL-Lazismu Kapanewon Turi mencapai angka Rp . Dari total tersebut, sebesar Rp diserahkan langsung secara tunai kepada bendahara lembaga, sementara sisanya yakni Rp masuk melalui kanal transfer perbankan. Seluruh dana tahap pertama ini dipastikan telah disetorkan ke Kantor Lazismu Kabupaten Sleman yang berlokasi di RS PKU Muhammadiyah Sleman untuk segera didistribusikan ke lokasi bencana.

Aris Suranto menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam penyaluran dana umat ini. Setiap rupiah yang masuk dicatat secara detail guna menjaga kepercayaan para donatur. Ia menambahkan bahwa solidaritas yang ditunjukkan warga Turi membuktikan bahwa jarak geografis bukan penghalang bagi kemanusiaan untuk saling membantu di masa-masa sulit.

“Alhamdulillah, amanah dari para donatur sudah kami setorkan ke tingkat kabupaten agar bisa segera dikirim ke Sumatera. Kami memegang teguh prinsip akuntabilitas dalam menjaga kepercayaan umat. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, akan sangat berarti bagi proses pemulihan para korban banjir di sana,” kata Aris Suranto menambahkan.

Melihat masih tingginya keinginan masyarakat untuk berkontribusi, KL-Lazismu Kapanewon Turi memutuskan untuk memperpanjang masa penggalangan dana melalui pembukaan tahap kedua yang akan berlangsung hingga 30 Desember 2025. Donasi dapat disalurkan melalui titik-titik pengumpulan di wilayah Dadapan atau melalui rekening resmi lembaga. Aris berharap perpanjangan waktu ini dapat memaksimalkan jumlah bantuan yang dikirimkan ke wilayah terdampak.

“Penggalangan tahap kedua ini kami buka sebagai ikhtiar berkelanjutan karena masih banyak warga yang ingin menitipkan bantuan. Semoga apa yang kita berikan bersama menjadi wasilah pertolongan bagi saudara-saudara kita di Sumatera agar segera bangkit dari bencana. Inilah esensi Muhammadiyah, selalu berusaha memberi solusi nyata bagi persoalan umat dan bangsa,” pungkas Aris Suranto. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Respons Temuan Kasus Campak, Puskesmas Depok II Sleman Masifkan Edukasi Imunisasi dan Program Kejar

Sleman – Tim Gerak Cepat (TGC) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Depok II bergerak cepat melakukan sosialisasi mengenai Penyakit Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Balai RW 42 Padukuhan Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, pada Senin (22/12/2025). Langkah ini merupakan tindak lanjut serius atas ditemukannya kasus balita suspek campak di wilayah tersebut guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, jajaran Kapanewon Depok, hingga Kamituwa Kalurahan Condongcatur. Sosialisasi ini menyasar kader kesehatan dan orang tua balita sebagai garda terdepan dalam perlindungan kesehatan anak. Dalam sesi edukasi, Aurel dan Bernadeta Dewintasari memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya penyakit menular serta pentingnya ketaatan pada jadwal imunisasi rutin yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain memberikan penyuluhan, Tim Gerak Cepat Puskesmas Depok II juga melakukan penyisiran terhadap Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) milik warga. Pengecekan ini bertujuan untuk mendata secara akurat cakupan imunisasi di Padukuhan Pringwulung serta mendeteksi balita mana saja yang status imunisasinya masih belum lengkap atau tertinggal.

Kepala Puskesmas Depok II, Endang Sulistyowati, menekankan bahwa cakupan imunisasi yang optimal atau Universal Child Immunization (UCI) sangat krusial untuk memastikan balita tetap sehat. Ia menjelaskan bahwa imunisasi tidak hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga menciptakan kekebalan kelompok. Menurutnya, meskipun balita yang sudah divaksin suatu saat terpapar penyakit, gejala yang muncul hanya akan berupa gejala minimal dan tidak membahayakan keselamatan jiwa sang anak.

“Sebagai bentuk komitmen kami dalam memudahkan akses, jadwal pelayanan imunisasi lengkap yang sedianya jatuh pada hari libur nasional Kamis, 25 Desember 2025, akan kami ajukan lebih awal ke hari Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Puskesmas Pembantu Gejayan. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan bagi orang tua untuk memberikan hak kesehatan bagi anak-anak mereka,” ujar Endang Sulistyowati saat memberikan pengarahan.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Imunisasi Bidan Tyas bersama tim Surveilans Indah Putrianti mengimbau para kader untuk menggerakkan program Kejar Imunisasi. Program ini dikhususkan bagi balita yang status imunisasinya tertinggal akibat berbagai alasan, seperti kondisi anak yang sempat sakit, orang tua yang lupa jadwal, atau kurangnya pemahaman mengenai manfaat vaksin. Program pengejaran ini masih dapat dilakukan secara efektif sebelum balita mencapai usia 60 bulan.

“Program Kejar Imunisasi ini adalah kesempatan emas bagi orang tua untuk melengkapi status perlindungan anak yang sempat tertunda. Kami berharap para kader aktif menyisir warga agar tidak ada satu pun balita di Pringwulung yang terlewatkan dari jangkauan imunisasi dasar lengkap,” tutur Bidan Tyas menekankan pentingnya pendataan ulang.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, turut memberikan apresiasi atas peran aktif warga dan kader dalam mendukung kegiatan ini. Ia menilai semangat gotong royong dalam mendeteksi dini kesehatan anak merupakan langkah terbaik untuk memutus rantai penularan penyakit menular. Sementara itu, Dukuh Pringwulung Sahid Fahrudin menutup kegiatan dengan memotivasi para ibu agar lebih rajin memanfaatkan layanan Posyandu setiap bulan.

“Harapan kami ke depan tidak ditemukan lagi kasus PD3I di Padukuhan Pringwulung dan tidak sampai terjadi KLB. Orang tua harus berperan aktif mengimunisasi anaknya tepat waktu karena mencegah jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati saat sudah jatuh sakit,” pungkas Sahid Fahrudin. (Wasana/KIM Depok)




Hendi Endarno Terpilih Jadi Dukuh Kranggan 1 Melalui Seleksi Ketat di Jogotirto

Sleman – Proses pengisian jabatan pamong desa untuk posisi Dukuh Kranggan 1, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, akhirnya mencapai puncaknya. Ujian seleksi yang digelar secara maraton pada Senin, 22 Desember 2025 di Kompleks Perkantoran Kalurahan Jogotirto tersebut berhasil menetapkan satu nama terpilih melalui serangkaian tes akademik hingga keterampilan praktis.

Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penguji dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang telah mengawal proses transparansi seleksi ini. Ia menekankan bahwa jabatan dukuh memiliki peran krusial sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah kalurahan dengan warga di tingkat padukuhan. Mitha berharap figur yang terpilih benar-benar mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan dukungan selama proses seleksi berlangsung.

“Semoga dengan terpilihnya dukuh yang baru akan membawa keadaan Kranggan 1 menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Siapa pun yang terpilih merupakan putra terbaik yang diharapkan mampu menjadi pelayan masyarakat yang cekatan dan inovatif,” ujar Mitha Mayasari saat memberikan sambutan pembukaan.

Perwakilan tim juri dari UNY, Yudik Prasetyo, mengungkapkan bahwa jalannya ujian berlangsung lancar dengan semangat kompetisi yang sehat dari para peserta. Tim akademisi melakukan penilaian secara objektif dengan parameter yang ketat untuk menjaring pemimpin yang memiliki integritas dan kecakapan intelektual. Menurutnya, antusiasme para peserta memudahkan tim juri dalam memotret potensi kepemimpinan masing-masing calon secara mendalam.

“Harapannya dengan kegiatan ujian seleksi yang dilaksanakan secara profesional ini, Kalurahan Jogotirto akan mendapatkan seorang pemimpin yang sesuai dengan harapan warga. Kami berterima kasih atas kepercayaan panitia yang telah memberikan amanah kepada kami untuk melakukan tahapan seleksi ini,” ungkap Yudik Prasetyo.

Ketua Panitia Pemilihan Pamong sekaligus Ulu-ulu Kalurahan Jogotirto, Maryadi, menjelaskan bahwa rangkaian panjang pengisian lowongan jabatan ini sebenarnya sudah dimulai sejak Oktober 2025. Proses penjaringan menghasilkan tiga kandidat utama yang dinyatakan lolos administrasi, yakni Evanur Julian, Hendi Endarno, dan Rais Atmoko. Ketiganya wajib menempuh ujian yang meliputi tes akademik, wawancara mendalam, psikologi, kemampuan berpidato, hingga uji keterampilan pengoperasian komputer.

Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai akhir dari tim penguji, Hendi Endarno keluar sebagai pemenang setelah meraih nilai tertinggi sebesar 83,93 poin. Maryadi menegaskan bahwa hasil ini sudah final secara perhitungan teknis, meskipun panitia masih memberikan masa sanggah selama satu hari kerja bagi pihak-pihak yang mungkin memiliki keberatan terhadap proses yang telah dijalankan.

“Pada seleksi yang sudah berlangsung maraton dari pagi hingga siang ini, Hendi Endarno mendapatkan nilai terbaik dengan total 83,93. Dengan demikian, Padukuhan Kranggan 1 kini sudah memiliki calon dukuh baru yang siap dilantik. Panitia tetap menjalankan prosedur dengan memberikan waktu satu hari jika ada yang ingin mengajukan keberatan secara resmi,” pungkas Maryadi.

Terpilihnya Hendi Endarno sebagai calon Dukuh Kranggan 1 diharapkan dapat segera diikuti dengan proses pelantikan agar pelayanan administrasi dan pembangunan di wilayah tersebut dapat berjalan optimal. Warga Kranggan 1 kini menanti gebrakan baru dari pemimpin muda mereka untuk membawa perubahan positif di tengah masyarakat. (Kusnadi/KIM Berbah)