Lewat Musyawarah Panjang, Warga Margorejo Mantapkan Arah APBKal 2026

Sleman – Proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) tidak semata berkutat pada perhitungan angka, namun juga menjadi cermin arah pembangunan dan harapan warga. Hal itu tercermin dalam Sidang Penyepakatan Rancangan APBKal Kalurahan Margorejo Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Pertemuan Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Rabu (24/12/2025).

Sidang dipimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Margorejo, Edy Triyanto, dan dihadiri oleh Lurah Margorejo beserta jajaran pamong, anggota BPKal, serta perwakilan Kapanewon Tempel. Forum tersebut menjadi ruang musyawarah strategis untuk menyatukan pandangan antara pemerintah kalurahan dan lembaga permusyawaratan dalam menetapkan arah kebijakan anggaran tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, menegaskan bahwa penyusunan Rancangan APBKal Tahun Anggaran 2026 telah melalui tahapan perencanaan yang partisipatif dan berjenjang. Aspirasi warga dihimpun sejak musyawarah tingkat padukuhan hingga musyawarah kalurahan, lalu diselaraskan dengan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKP Kalurahan) Tahun 2026.

“APBKal ini kami susun sebagai jawaban atas kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. Pengelolaan anggaran kalurahan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga. Kepercayaan publik adalah kunci, sehingga setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan dan berdampak nyata,” ujar Abdul Azis Muh Ridwan di depan peserta sidang.

Pemaparan teknis rancangan anggaran disampaikan oleh Kaur Perencanaan Rahutomo Irawan bersama Carik Margorejo Ariyanto Wibowo. Keduanya memaparkan struktur pendapatan kalurahan, rencana belanja, serta prioritas program yang akan dijalankan pada 2026. Ariyanto menjelaskan bahwa rancangan tersebut telah disusun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan arah kebijakan pembangunan daerah.

Sejumlah anggota BPKal kemudian menyampaikan tanggapan, saran, dan catatan terhadap pos-pos anggaran yang dipaparkan. Ketua BPKal, Edy Triyanto, menegaskan bahwa pembahasan tersebut merupakan wujud fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat agar kebijakan tepat sasaran.

“BPKal ingin memastikan APBKal benar-benar berpihak pada kepentingan warga dan dapat dilaksanakan secara efektif. Kami sangat teliti dalam meninjau setiap usulan agar program pembangunan tahun depan berjalan maksimal tanpa pemborosan yang tidak perlu,” tegas Edy Triyanto.

Arahan dan evaluasi juga diberikan oleh Kepala Jawatan Praja Kapanewon Tempel, Sri Lestari. Ia menekankan pentingnya konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan kegiatan demi tercapainya target desa. Sri Lestari mengingatkan bahwa perencanaan yang baik harus diikuti dengan pelaksanaan yang disiplin agar seluruh tujuan pembangunan dapat tercapai tepat waktu.

Hasil sidang tersebut kemudian dituangkan dalam Berita Acara Persetujuan Kesepakatan BPKal sebagai dasar pengajuan evaluasi kepada Panewu Tempel. Selanjutnya, Panewu Tempel menetapkan Keputusan Nomor 88/ tentang Hasil Evaluasi Rancangan Peraturan Kalurahan Margorejo mengenai APBKal Tahun Anggaran 2026. Dengan rampungnya tahapan ini, Pemerintah Kalurahan Margorejo diharapkan segera melaksanakan pembangunan yang berpijak pada tata kelola pemerintahan yang baik (SBD/KIM Senyum Tempel).




Wakil Bupati Sleman Hadiri Perayaan Natal di GBI Aletheia Berbah, Tekankan Pentingnya Toleransi

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri perayaan menyambut Natal di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Aletheia Tirta Kencana, Krandon, Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Rabu (24/12/2025). Kehadiran orang nomor dua di Sleman tersebut menjadi simbol keharmonisan dan dukungan pemerintah terhadap kemerdekaan beragama di wilayah Kabupaten Sleman.

Dalam kunjungan tersebut, Danang Maharsa didampingi oleh Panewu Berbah Djaka Sumarsono, Kapolsek AKP Dwi Daryanto, Danramil Kapten Inf Siswanto, serta Ketua FKUB Achmad Muhajir Hanifi. Hadir pula jajaran tokoh masyarakat dari FKDM, PWNU, relawan, hingga Lurah Sendangtirto Amir Junawan beserta pamong dan satuan Linmas setempat.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman dan jajaran Forkopimda, Danang Maharsa menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh jemaat. Ia berharap momentum ini membawa kedamaian bagi semua umat. Menurutnya, kunjungan bersama jajaran pimpinan kecamatan merupakan wujud nyata penghormatan negara terhadap seluruh umat beragama di Sleman agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan aman.

“Kita sebagai warga negara nasionalis yang berdasarkan Pancasila harus selalu bisa melindungi semua umat dalam melakukan peringatan hari besarnya di Kabupaten Sleman. Mudah-mudahan perayaan Natal ini menjadi pengingat tentang pengorbanan dan hikmat yang memberikan perasaan sejahtera serta damai sentosa bagi kita semua,” ujar Danang Maharsa saat memberikan sambutan.

Ia juga menambahkan doa agar seluruh masyarakat diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi tantangan di tahun mendatang. Menjelang pergantian tahun, Danang berharap Tuhan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warga Sleman pada tahun 2026.

Senada dengan hal tersebut, Panewu Berbah Djaka Sumarsono menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati yang dinilai memberikan semangat bagi jajaran pemerintah kapanewon. Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama Forkopimda, FKUB, dan FKDM secara rutin melakukan kunjungan ke berbagai tempat peribadatan untuk memastikan kerukunan umat tetap terjaga.

“Sebagai wujud menjaga dan menghormati kerukunan umat, kami bersama lembaga terkait melakukan kunjungan langsung ke tempat-tempat peribadatan di wilayah Berbah. Hal ini dilakukan untuk memastikan Berbah tetap menjadi rumah yang nyaman bagi keberagaman,” jelas Djaka Sumarsono.

Sementara itu, Pendeta Daniel Pujarsono selaku Gembala Sidang GBI Aletheia Tirta Kencana, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran para pejabat daerah. Ia menilai kehadiran negara dan FKUB menegaskan bahwa wilayah Berbah dalam kondisi yang sangat kondusif dan aman. Ia pun merasa bangga karena jemaatnya diterima dengan sangat baik oleh lingkungan sekitar.

“Kami merasa kehadiran kami walau sedikit tetapi diterima dalam lingkungan masyarakat dengan rukun dan damai. Oleh sebab itu, kami sering disebut oleh pemerintah sebagai pelopor moderasi dalam kerukunan umat beragama,” ungkap Daniel Pujarsono.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, pihaknya menerapkan falsafah Jawa “Pager Mangkok”. Falsafah ini menggambarkan bahwa perlindungan terbaik bukanlah pagar tembok yang tinggi, melainkan silaturahmi dan kebaikan yang diamalkan kepada tetangga. Sebagai bukti nyata, pihak gereja menyediakan fasilitas lapangan dan gazebo yang bebas digunakan oleh seluruh warga masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Dengan falsafah Pager Mangkok, kita berharap dalam berkehidupan akan rukun, damai, dan sejahtera tanpa adanya pergesekan. Kebaikan yang kita berikan kepada orang lain akan kembali menjadi perlindungan bagi kita sendiri,” pungkas Daniel Pujarsono (Kusnadi/KIM Berbah).




Lumbungrejo Perkuat Pengamanan Malam Natal, Tindak Lanjut Surat Edaran Bupati Sleman

Sleman – Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, memperkuat pengamanan wilayah menjelang perayaan Natal 2025. Langkah ini merupakan tindak lanjut resmi atas Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0670 Tahun 2025 mengenai Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum pada Masa Libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 demi menjamin keamanan masyarakat.

Surat Edaran tersebut menekankan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan selama libur panjang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban jika tidak diantisipasi. Oleh karena itu, Bupati menginstruksikan seluruh panewu dan lurah untuk memberdayakan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas), kelompok Jaga Warga, serta unsur masyarakat lainnya guna melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing.

Menanggapi arahan tersebut, Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim, menginstruksikan jajaran Jagabaya bersama personel Omah Jaga Warga dan Linmas untuk melaksanakan pengamanan Malam Natal serta patroli wilayah pada Rabu (24/12/2025) malam. Sinergi ini juga melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai bentuk kolaborasi solid antara pemerintah kalurahan, TNI, dan Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Misbah Al Hakim menyatakan bahwa pengamanan ini adalah komitmen nyata pemerintah kalurahan dalam menjalankan instruksi pemerintah daerah sekaligus merawat harmoni sosial. Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan umat Kristiani dapat beribadah dengan tenang tanpa merasa khawatir akan gangguan keamanan.

“Kami melaksanakan pengamanan Natal ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sleman. Tujuannya adalah memastikan saudara-saudara kita umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman, serta situasi lingkungan di Lumbungrejo tetap kondusif bagi seluruh warga tanpa terkecuali,” ujar Misbah Al Hakim saat memantau personel di lapangan.

Selain fokus pada lokasi ibadah, Misbah menambahkan bahwa pengamanan juga menyasar pemantauan lingkungan secara menyeluruh. Hal ini mencakup pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol, siskamling, hingga penertiban aturan tamu wajib lapor 1×24 jam di tingkat padukuhan agar tidak ada celah bagi tindakan kriminalitas.

Partisipasi aktif warga melalui Omah Jaga Warga menjadi elemen penting yang diapresiasi oleh pemerintah kalurahan. Semangat gotong royong ini dinilai sebagai bukti bahwa nilai toleransi di Lumbungrejo masih sangat kuat. Misbah menekankan bahwa kehadiran warga dalam menjaga lingkungannya sendiri adalah modal sosial yang sangat berharga dalam menciptakan ketenteraman umum.

“Keterlibatan warga yang tergabung dalam Jaga Warga dan satuan Linmas sangat kami apresiasi. Ini menunjukkan semangat gotong royong dan toleransi antarumat beragama di Lumbungrejo masih terjaga dengan baik dan menjadi teladan bagi wilayah lain,” kata Misbah menambahkan.

Rangkaian patroli keamanan malam Natal dimulai dari GKKI Bibis, dilanjutkan ke GKJ Kromodangsan, serta menyisir pos kamling di wilayah Sedogan dan Kopen. Kegiatan berakhir di area Ngepos dengan situasi yang terpantau aman dan terkendali. Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo berharap suasana sejuk ini dapat terus terjaga hingga perayaan Tahun Baru 2026 mendatang (SBD/KIM Senyum Tempel).




Pantauan Malam Natal Kapanewon Ngaglik, Wujud Nyata Negara Hadir Menjaga Kedamaian

Sleman – Malam Natal pada 24 Desember 2025 menjadi momentum kebersamaan dan pengabdian lintas unsur di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Dalam suasana malam yang khidmat dan penuh toleransi, Kapanewon Ngaglik menggelar kegiatan Pantauan Malam Natal sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga keamanan, kenyamanan, serta kelancaran ibadah bagi umat Kristiani.

Kegiatan diawali dengan koordinasi di Kantor Kapanewon Ngaglik sebelum tim bergerak menuju sejumlah rumah ibadah. Lokasi pemantauan meliputi Gereja St. Yosef Donoharjo, GBKP Runggun Sariharjo, Gereja Katolik Santo Alfonsus Maria de Liguori Nandan Sariharjo, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Minomartani, Gereja Katolik Santo Petrus & Paulus Minomartani, hingga Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Banteng Sinduharjo.

Pemantauan dilakukan secara menyeluruh oleh tim gabungan yang terdiri dari jajaran Jawatan Keamanan, Jawatan Pemerintahan, Jawatan Sosial, Jawatan Tata Usaha, PMI Kapanewon, Satlinmas, Jagawarga, serta staf Kapanewon. Sinergi lintas sektor ini memastikan setiap rangkaian ibadah Natal di wilayah tersebut dapat berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan bagi para jemaat.

Wahyu Irawan, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Pantauan Malam Natal merupakan bagian dari pelayanan pemerintah untuk memastikan hak setiap warga negara dalam beribadah terpenuhi. Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan bukan sekadar urusan teknis keamanan, melainkan simbol persaudaraan antarwarga.

“Melalui pantauan ini, kami ingin memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan rasa aman dan damai. Ini adalah bentuk kehadiran negara sekaligus semangat kebersamaan kita semua dalam menjaga toleransi dan persaudaraan di wilayah Ngaglik,” ujar Wahyu Irawan di sela-sela kunjungannya ke salah satu gereja.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah, unsur keamanan, relawan, dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial. Selama pemantauan berlangsung, situasi di seluruh lokasi terpantau aman, kondusif, dan terkendali. Kehadiran aparat dan relawan di lokasi disambut hangat oleh pengurus gereja maupun jemaat yang sedang beribadah.

Pantauan Malam Natal di Kapanewon Ngaglik ini menegaskan pesan kebangsaan bahwa negara hadir untuk merawat setiap perbedaan. Upaya ini diharapkan dapat terus memperkokoh nilai-nilai persatuan demi terciptanya kedamaian bersama di Kabupaten Sleman (ESK/KIM DSN).




Sinergi Lintas Sektor di Sleman, Pengamanan Misa Natal Ngaglik Berjalan Aman dan Kondusif

Sleman – Semangat toleransi dan kebersamaan kembali menguat di Kabupaten Sleman menjelang pelaksanaan ibadah Misa Natal 2025. Polresta Sleman melalui Polsek Ngaglik menggelar Apel Gabungan Kesiapan Pengamanan Misa Natal di wilayah Kapanewon Ngaglik pada Rabu (24/12/2025) sore. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan aparat dan elemen masyarakat dalam menjaga kedamaian serta kenyamanan umat Kristiani yang menjalankan ibadah.

Apel gabungan yang dilaksanakan di Posko Terpadu Pengamanan NATARU Kapanewon Ngaglik tersebut diikuti oleh sekitar 70 personel gabungan. Unsur yang terlibat terdiri dari Polsek Ngaglik, Banser, Linmas, Jaga Warga, hingga relawan gereja. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terkendali.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Panewu Kapanewon Ngaglik, Wawan Widyantoro, serta Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Ngaglik, Wahyu Irawan. Wawan Widyantoro memberikan apresiasi atas keterlibatan seluruh unsur pengamanan yang menjadi simbol nyata kerukunan umat beragama yang telah terbangun dengan sangat baik di wilayah Ngaglik.

“Soliditas yang kita lihat hari ini adalah kunci agar saudara-saudara kita dapat beribadah dengan tenang. Keterlibatan Banser, Jaga Warga, dan elemen masyarakat lainnya menunjukkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab kita bersama dalam bingkai toleransi,” ujar Wawan Widyantoro di sela-sela kegiatan.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolsek Ngaglik, Yuliyanto. Dalam arahannya, Yuliyanto menegaskan agar seluruh personel pengamanan melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid di lapangan guna mengantisipasi setiap potensi gangguan sejak dini.

Yuliyanto menginstruksikan petugas untuk memperhatikan pengaturan arus lalu lintas serta penataan parkir kendaraan jemaat agar tidak terjadi kemacetan. Selain itu, pengamanan juga dilakukan secara mobile untuk memastikan jemaat merasa aman selama rangkaian ibadah Misa berlangsung.

“Kami meminta seluruh petugas tetap waspada dan mengedepankan sikap humanis. Pastikan koordinasi di lapangan berjalan lancar agar pelaksanaan ibadah tidak terganggu oleh kendala teknis maupun potensi gangguan keamanan lainnya,” tegas Yuliyanto kepada para personel.

Hingga berakhirnya apel dan dimulainya penjagaan, situasi di wilayah Ngaglik terpantau aman dan terkendali. Kesiapan Polresta Sleman bersama seluruh pemangku kepentingan ini diharapkan dapat menjaga harmoni dan kedamaian di tengah masyarakat selama perayaan Natal berlangsung (ESK/KIM DSN).