Kapanewon Moyudan Bekerja Sama dengan Baznas Bagikan 34 Paket Sembako kepada Kaum Dhuafa

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97, Kapanewon Moyudan membagikan sembako kepada 34 kaum dhuafa, pada Rabu (24/12/2025) di Pendopo Kapanewon setempat.

Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang baik antara Kapanewon Moyudan dan Baznas.

“Pemerintah Kapanewon Moyudan mengumpulkan zakat dan infak dan diserahkan ke Baznas. Maka dapat kami sebutkan hari ini merupakan pengembalian dari Baznas untuk warga Moyudan,” tuturnya.

Ia juga berharap bantuan tersebut bisa membantu kebutuhan warga Moyudan yang kurang mampu.

“Bantuan yang tidak seberapa ini merupakan wujud kepedulian kami, semoga bermanfaat,” pungkas Agung.

Sementara, Panewu Anom Moyudan, Mahmudah Afriyati menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ibu ke- 97, sesuai dengan temanya yaitu “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”.

“Kegiatan ini merupakan bentuk karya kami, untuk membantu kepada 34 keluarga kurang mampu,” ujar Mahmudah.

Ia pun mengatakan bahwa melalui bantuan tersebut, keluarga bisa berdaya dan terbantu dalam memenuhi kebutuhannya.

“Kegiatan ini insyaallah bisa rutin kami lakukan, setiap satu atau dua bulan sekali,” tandasnya.  (Giek / KIM Moyudan)




PLUT 2 Minggir Selenggarakan Pelatihan Strategi Komunikasi Bisnis bagi UMKM Sleman

Sleman – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman melalui Pusat Latihan Usaha Terpadu (PLUT) Unit 2 yang berada di Kliran IX, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, menyelenggarakan pelatihan strategi komunikasi bisnis bagi UMKM, pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini dipandu oleh pewakilan Mitajani Consultants, Sri Astuti, dan diikuti oleh beberapa pelaku UMKM dari berbagai kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang tepat, membantu dalam membangun brand dan menguasai negosiasi dalam berbisnis.

Menurut Sri Astuti, komunikasi bisnis sangat penting dikuasai oleh pelaku UMKM. Komunikasi yang jelas, tertata dan sesuai konteks akan mengurangi kesalah pahaman dengan konsumen, meningkatkan kepercayaan dan keberhasilan dalam penjualan.

“Komunikasi bisnis itu ibarat seni karena tidak bisa pakai satu pola untuk semua konsumen, emosi atau keadaan psikologi konsumen harus lebih diutamakan dari padal ogika, tidak terlalu keras memaksa atau lembek dalam menawarkan produk. Karena itu lebih baik banyak berlatih daripada berteori,” jelasnya.

Komunikasi bisnis bisa dilakukan dengan cara verbal (kata, kalimat, pesan tertulis) dan non verbal seperti nada suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan kecepatan merespon chat.

“Senyum ringan, anggukan, ambil nafas diam sebentar cara mudah memulai komunikasi. Bahasa badan dengan menghadap lawan bicara, bahu rileks tidak menyamping atau membelakangi, kontak mata akan memperlancar dalam berkomunikasi,” katanya.

Dalam komunikasi transaksi bisnis, Sri Astuti megnatakan pelaku usaha bisa menggunakan produk dengan menerangkan, menawarkan dan komunikasi timbal balik tentang produk yang akan dijual.

“Jika tidak membawa produk, bisa menggunakan brosur, foto, atau media sosial usaha. Dalam komunikasi bisnis jangan terlalu banyak cerita yang tidak sesuai dengan latar belakang, psikologis dan kebutuhan pembeli. Penjual tetap fokus pada tujuan utamanya yaitu memasarkan produknya,” ujarnya.

“Selanjutnya penjual juga perlu mengetahui tipe-tipe pembeli. Ada pembeli ‘Si Cepat’ yang maunya praktis dan langsung transaksi saja. ‘Si Hemat’ yang langsung bertanya harga. ‘Si Ramah’ yang banyak ngobrol. ‘Si Banyak Tanya’ yang detail bertanya tentang produk yang ditawarkan. Dan ‘Si Ragu’ yang banyak pertimbangan. Jika cocok baru dilanjut,” smabung Sri Astuti.

Pelatihan diselingi dengan simulasi peserta, satu berperan sebagai penjual dan satu berperan sebagai pembeli. Dilanjutkan dengan diskusi dan evaluasi pelatihan. (Sulistiyono, KIM Seyegan)




Aksi Sosial Koramil 17 Gamping dan KSP Dian Mandiri Warnai Hari Juang ke-80 TNI-AD

Sleman – Peringatan Hari Juang ke-80 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) dimaknai secara konkret melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Momentum bersejarah ini diwujudkan melalui kolaborasi antara Koramil 17 Gamping dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dian Mandiri Nogotirto dengan menggelar kegiatan pembagian sembako serta kacamata plus bagi warga yang membutuhkan.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Markas Komando Koramil 17 Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (23/12/2025) diikuti oleh jajaran TNI, pengurus koperasi, serta masyarakat sekitar wilayah Kapanewon Gamping. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh keakraban, mencerminkan kedekatan antara aparat kewilayahan dan warga binaan.

Komandan Koramil 17 Gamping, Kapten Infanteri Wahyani menyampaikan bahwa peringatan Hari Juang TNI-AD bukan sekadar seremoni tahunan. Melainkan momentum refleksi atas nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Melalui kegiatan sosial, TNI berupaya hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan warga kurang mampu,” ucapnya.

Menurutnya Kapten Wahyani, pembagian sembako diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Sementara pemberian kacamata plus ditujukan untuk meningkatkan kualitas penglihatan warga lanjut usia maupun pekerja yang mengalami gangguan penglihatan, sehingga tetap produktif dalam aktivitas sehari-hari.

Aksi ini sekaligus memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat, sejalan dengan doktrin pembinaan teritorial yang menempatkan rakyat sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas wilayah dan ketahanan nasional.

Sementara itu, Pengurus KSP Dian Mandiri Nogotirto, Retno Dwinanti Putri menegaskan bahwa keterlibatan koperasi dalam kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial lembaga terhadap lingkungan sekitar.

“Kolaborasi dengan Koramil 17 Gamping dinilai sejalan dengan semangat gotong-royong dan kepedulian sosial yang menjadi nilai dasar pembangunan masyarakat,” sambungnya.

Retno menambahkan bahwa koperasi tidak hanya berperan dalam penguatan ekonomi anggota. Namun juga memiliki kewajiban moral untuk hadir dalam kegiatan kemanusiaan. Sinergi dengan TNI menjadi contoh nyata bagaimana berbagai elemen dapat bersatu demi kepentingan bersama.

Masyarakat penerima bantuan menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan rasa syukur. Bantuan yang diberikan dinilai sangat membantu, terutama bagi warga lanjut usia yang membutuhkan kacamata untuk menunjang aktivitas membaca maupun bekerja.

Melalui peringatan Hari Juang TNI-AD ke-80 ini, Koramil 17 Gamping menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara melalui pengabdian yang humanis, kolaboratif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi lintas sektor diharapkan dapat terus berlanjut demi terwujudnya masyarakat yang tangguh dan berdaya,” pungkas Kapten Wahyani. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pembinaan BUMKal Kalurahan Margomulyo Digelar di Gedung Serbaguna

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margomulyo melaksanakan kegiatan pembinaan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), pada Selasa (23/12/2025) di Gedung Serba Guna Kalurahan Margomulyo.

Kegiatan ini diikuti oleh Pamong Kalurahan, BPKal, pengurus BUMKal Usaha Mulia, pengawas BUMKal, dan Pendamping Desa. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman dan Tenaga Ahli BUMKal Kabupaten Sleman.

Panewu Seyegan, Agung Endarta dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan kelembagaan BUMKal serta pentingnya sinergi antara pengurus, pengawas, dan pemerintah kalurahan dalam menjalankan usaha BUMKal.

“Peran BUMKal sangat strategis dalam menggerakkan ekonomi Kalurahan. Sehingga perlu sinergi dengan pemerintah kalurahan untuk saling menguatkan tidak saling melemahkan,” jelas Agung.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan pengurus dan pengawas BUMKal Usaha Mulia memperoleh pemahaman yang lebih baik terkait tata kelola, regulasi, serta strategi pengembangan usaha BUMKal ke depan.

Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Nana Sujarwit menyampaikan bahwa BUMKal harus dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Pengurus tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga bertanggung jawab secara administrasi dan pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami menekankan pentingnya pemisahan keuangan BUMKal dengan keuangan kalurahan, sehingga pengelolaan usaha menjadi lebih jelas, sehat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Tenaga Ahli BUMKal Kabupaten Sleman, Agung Margandi menyampaikan bahwa BUMKal diharapkan mampu menggali potensi lokal Kalurahan Margomulyo dan mengembangkannya menjadi unit usaha yang berkelanjutan serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selebihnya, Agung menjelaskan berkaitan dengan kelembagaan, termasuk sistematika pengajuan badan hukum bagi BUMKal.

Menurut Agung, BUMKal Usaha Mulia Margomulyo sudah terdaftar di Kementerian, namun belum dilengkapi dokumen pendukung lainnya. Untuk itu Agung bersedia untuk memfasilitasi template yang diperlukan seperti AD/ART dan program kerja. Selebihnya, Agung menjelaskan organisasi BUMKal yang menempatkan Musyawarah Kalurahan (Muskal) sebagai keputusan tertinggi dalam organisasi BUMKal.

Ia bahkan menjelaskan tentang laporan yang dibuat oleh Pengawas BUMKal yang dalam anggaran dasar secara detail mencantumkan banyak wewenang dari pengawas BuUMKal.

“Pengawas BUMKal memiliki peran strategis dalam memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai aturan. Fungsi pengawasan harus aktif, bukan sekadar formalitas,” jelasnya.

Kegiatan pembinaan BUMKal ditutup Ulu ulu Kalurahan Margomulyo, Agus Purwanto dengan harapan dokumen dukung pengajuan badan hukum BUMKal segera dipenuhi diakhir tahun ini.

“Melalui pembinaan ini, kami berharap pengurus BUMKal Usaha Mulia dapat menyusun perencanaan usaha yang matang, memahami regulasi, serta meningkatkan kapasitas manajemen agar BUMKal semakin maju,” ujarnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bunda Literasi Sleman Hadiri Launching Buku Antologi Jamaah Ibu Ibu Masjid Al Kautsar Mrincingan

Sleman – Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Parmila Harda Kiswaya menghadiri acara launching buku antologi jamaah ibu-ibu Masjid Al Kautsar yang diselenggarakan pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di serambi Masjid Al Kautsar, Padukuhan Mrincingan, Kalurahan Margomulyo.

Acara launching buku ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat literasi dikalangan ibu-ibu jamaah masjid. Buku antologi edisi perdana tersebut mengusung judul “Menulis dan Berkarya”, yang memuat 10 karya esai hasil tulisan dari enam penulis, seluruhnya merupakan jamaah ibu-ibu Masjid Al Kautsar.

Ketua Takmir Masjid Al Kautsar, Mulyono menyampaikan apresiasi atas semangat ibu-ibu yang berani menuangkan pengalaman hidup ke dalam tulisan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini membuktikan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pengembangan ilmu dan literasi masyarakat.

Penggagas Gerakan Literasi Jamaah Masjid Al Kautsar Mrincingan, Suwandi dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan literasi ini merupakan bagian dari ikhtiar memakmurkan masjid melalui kegiatan yang membangun kualitas jamaah.

“Kami berharap Masjid Al Kautsar tidak hanya ramai untuk ibadah, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya gagasan, pengetahuan, dan karya. Buku antologi ini adalah langkah awal, semoga ke depan semakin banyak jamaah yang berani menulis dan berbagi inspirasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Parmila Harda Kiswaya, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para ibu-ibu penulis. Menurutnya, mereka dipilih sebagai penulis karena selama ini dikenal memiliki banyak cerita, pengalaman hidup, dan sudut pandang yang menarik untuk dibagikan. Mereka juga memegang peran penting dalam membentuk karakter anak.

“Ibu-ibu itu sebenarnya kaya cerita. Tinggal diarahkan dan difasilitasi agar pengalaman hidupnya bisa menjadi karya tulis yang bermanfaat dan menginspirasi,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan literasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi jamaah masjid lainnya di Kabupaten Sleman.

Launching buku antologi ini menjadi bukti bahwa literasi dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana, termasuk dari serambi masjid, melalui semangat ibu-ibu yang terus belajar dan berkarya.

“Saya berharap kegiatan literasi ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan lebih banyak ibu-ibu yang ikut menulis, saling belajar, dan menjadikan masjid sebagai tempat bertumbuh bersama,” ujarnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)