Rayakan Hari Ibu, Sekolah Lansia Kalimasada Sleman Gelar Pemeriksaan Kesehatan hingga Lomba Keluwesan

Sleman – Sekolah Lansia Kalimasada menunjukkan bahwa usia senja bukan penghalang untuk tetap aktif, sehat, dan berdaya. Dalam rangka memperingati Hari Ibu, lembaga ini menggelar rangkaian kegiatan spesial mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga lomba keluwesan bagi para lansia yang dilaksanakan di Pendopo Kalimasada Kayunan, Donoharjo, Sleman, pada Minggu (21/12/2025). Agenda ini dirancang khusus untuk meningkatkan kebahagiaan serta harapan hidup para lansia melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.

Ketua Sekolah Lansia Kalimasada, Titik Winarti, menjelaskan bahwa lomba keluwesan menjadi salah satu daya tarik utama karena mengajak para lansia mengenang masa muda mereka. Dengan mengenakan kebaya dan berjalan layaknya peragawati di atas panggung, para peserta ditantang untuk menunjukkan kepercayaan diri mereka di hadapan penonton. Titik menegaskan bahwa aspek psikologis berupa kebahagiaan adalah kunci utama kesehatan bagi mereka yang sudah memasuki usia lanjut.

“Kami ingin para lansia merasa bahagia dan kembali percaya diri. Dengan berdandan rapi dan berjalan di atas panggung, semangat hidup mereka kembali berkobar. Kebahagiaan seperti ini sangat penting untuk menjaga imunitas dan kesehatan mental di usia senja, sehingga mereka tidak merasa kesepian atau tidak berdaya,” ujar Titik Winarti di sela-sela acara.

Penilaian lomba dilakukan secara objektif oleh dewan juri dari luar lembaga, yang terdiri dari mantan PLKB Sri Lestari, instruktur yoga Ari, serta perwakilan mahasiswa Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII). Kriteria penilaian meliputi keserasian busana, keberanian tampil, kerapian, hingga ekspresi wajah. Di kategori putri, Ety sukses menyabet juara pertama, disusul Sukamti dan Marsih. Sementara untuk kategori putra, gelar juara pertama diraih oleh Suratno, diikuti oleh Sukarsi dan Wijiono. Seluruh peserta, baik yang menang maupun belum, mendapatkan apresiasi berupa hadiah dan doorprize dari para sponsor.

Selain perayaan Hari Ibu, Sekolah Lansia Kalimasada secara rutin menjalankan berbagai program kesehatan berkelanjutan. Salah satunya adalah Posyandu Lansia bulanan yang bekerja sama dengan mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk pemeriksaan mulut. Di bidang kebugaran, mereka aktif menyelenggarakan kelas yoga setiap hari Kamis dan kegiatan renang atau ceciblon setiap Senin pada minggu kedua setiap bulan guna menjaga fleksibilitas tubuh para lansia.

“Selain fisik, kami juga sangat memperhatikan aspek spiritual dan mental. Ada pengajian rutin serta TPA lansia untuk yang muslim, sementara bagi lansia Katolik juga difasilitasi kegiatan keagamaan melalui kapel. Kami percaya bahwa ketenangan batin adalah fondasi dari kesehatan fisik yang prima,” tutur Titik Winarti menambahkan mengenai keragaman program di lembaganya.

Sekolah Lansia ini juga merambah sektor pemberdayaan ekonomi dan lingkungan. Meski menghadapi kendala keterbatasan tempat, mereka tetap mengelola Bank Sampah Berkah dan kelompok tani lansia yang bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk menanam sayuran serta empon-empon di sekitar pondok. Titik Winarti juga mengungkapkan rencananya untuk merintis kelompok UMKM lansia agar para anggotanya memiliki produktivitas ekonomi yang lebih mandiri. Melalui berbagai kegiatan seni seperti paduan suara dan hadroh, Sekolah Lansia Kalimasada berkomitmen untuk terus menjadi wadah yang menjaga keseimbangan fungsi otak dan kesehatan mental para lansia di Donoharjo. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Wujudkan Desa Mandiri Sampah, Pemuda Sidoharjo Turi Masifkan Gerakan Pilah Sampah dan Biopori

Sleman – Permasalahan sampah yang kian kompleks menuntut inovasi pengelolaan berbasis masyarakat hingga tingkat rukun tetangga. Merespons kondisi tersebut, para pemuda di RT 06 Sidoharjo, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, mengambil langkah nyata dengan menggencarkan gerakan Pilah Sampah Produktif. Gerakan ini bukan sekadar upaya menjaga kebersihan, melainkan komitmen membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan mulai dari lingkup rumah tangga.

Program Pilah Sampah Produktif menitikberatkan pada pemilahan sampah sejak dari sumbernya dengan membagi kategori sampah menjadi organik, non-organik, serta anorganik yang bernilai ekonomis seperti besi, plastik, kertas, dan kaca. Gerakan ini diperkuat dengan pembuatan lubang biopori secara massal di pekarangan warga sebagai solusi pengolahan limbah dapur menjadi kompos alami sekaligus meningkatkan daya serap air tanah.

Ketua Pemuda Sidoharjo, Dendra, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengangkutan ke tempat pembuangan sementara yang kapasitasnya kian terbatas. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah adalah fondasi paling kuat. Dendra meyakini bahwa sampah yang terkelola dengan baik sejak dari rumah tidak akan menjadi beban lingkungan, melainkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

“Kesadaran memilah sampah dari rumah merupakan kunci utama pengelolaan sampah berkelanjutan. Kami ingin mengubah pola pikir bahwa sampah itu kotor menjadi sesuatu yang bisa dikelola. Melalui dukungan bor biopori, komposter, dan tempat sampah pilah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, kami lebih termotivasi untuk menjadikan Sidoharjo sebagai percontohan desa mandiri sampah,” ujar Dendra saat memandu praktik lapangan bersama warga, Minggu (21/12/2025)

Gerakan ini mendapatkan sambutan positif dengan melibatkan sekitar 80 kepala keluarga, termasuk partisipasi aktif ibu-ibu PKK dan pemuda setempat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi edukatif mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, disusul dengan pelatihan teknis pembuatan lubang biopori. Warga diajarkan cara memasukkan sampah sisa dapur ke dalam lubang biopori untuk mengundang biota tanah yang nantinya akan memproses sampah tersebut menjadi pupuk organik.

Selain pengolahan sampah organik, Pemuda RT 06 juga tengah mematangkan rencana pengembangan Bank Sampah. Melalui sistem ini, sampah anorganik yang telah dipilah akan dikumpulkan secara rutin untuk dijual ke pengepul, sementara hasilnya dicatat secara transparan sebagai tabungan warga. Upaya ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) secara signifikan.

Salah satu warga, Maryanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang sangat praktis bagi penghuni desa. “Dulu semua sampah kami jadikan satu dan langsung dibuang. Sekarang kami tahu mana yang bisa jadi pupuk dan mana yang bisa ditabung di bank sampah. Lingkungan jadi lebih rapi dan pekarangan kami dapat pasokan pupuk gratis dari lubang biopori,” ungkapnya dengan antusias.

Melalui gerakan gotong royong ini, pemuda RT 06 Sidoharjo berharap dapat mewujudkan lingkungan yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga hijau dan produktif. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi pemicu bagi wilayah lain di Kapanewon Turi untuk menerapkan pola serupa guna menjaga kelestarian alam Sleman secara kolektif. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Semarakkan Hari Ibu, PKK Padukuhan Blendung Sleman Gelar Lomba Paduan Suara Antar-RW

Sleman – Suasana di area Joglo Kulon, kawasan Bendung Karangtalun, Ngluwar, Magelang, mendadak riuh dengan suara merdu kaum ibu pada Minggu, 21 Desember 2025. Sebanyak puluhan anggota PKK dari Padukuhan Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman, berkumpul untuk menyelenggarakan lomba menyanyi antar-RW dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97. Agenda ini menjadi ajang unjuk bakat sekaligus penguat tali silaturahmi bagi para penggerak perempuan di tingkat padukuhan tersebut.

Lagu wajib yang diperlombakan adalah Mars PKK Dusun Blendung, di mana setiap RW mengirimkan perwakilan regu yang terdiri dari 10 orang. Para peserta tampil dengan penuh penghayatan di hadapan dewan juri yang terdiri dari Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanudin, serta dua juri lainnya yakni Eny Ms dan Sri Wahyuni. Penilaian dilakukan secara ketat meliputi aspek harmonisasi vokal, penguasaan lirik, hingga kekompakan performa di atas panggung.

Ketua Panitia sekaligus Ketua PKK Padukuhan Blendung, Sri Windari, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas partisipasi aktif seluruh anggota. Menurutnya, lomba ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan menjadi wadah untuk merefleksikan peran ibu dalam membangun harmoni di lingkungan tempat tinggal. Sri Windari berharap melalui seni suara, semangat kebersamaan dalam organisasi PKK semakin solid sehingga mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi warga Blendung.

“Tujuan utama kami mengadakan lomba ini adalah untuk menyemarakkan peringatan Hari Ibu sekaligus menjaga kekompakan antar-anggota. Kami ingin meningkatkan semangat kebersamaan dalam wadah organisasi ibu-ibu di Padukuhan Blendung agar tetap satu visi dalam membangun desa. Lewat nyanyian, kita bisa merasakan energi positif dan kegembiraan bersama yang akan dibawa pulang ke rumah masing-masing,” ujar Sri Windari saat membuka acara dengan penuh semangat.

Apresiasi senada juga datang dari Dukuh Blendung, Rizky Anas Ikhwanudin. Ia menilai kegiatan yang diinisiasi oleh PKK selalu menghadirkan warna positif bagi kemajuan padukuhan. Rizky menegaskan bahwa kontribusi kaum ibu di sektor sosial dan pemberdayaan masyarakat menjadi pilar utama pembangunan di tingkat akar rumput. Ia berharap semangat yang ditunjukkan dalam lomba ini dapat terus dipertahankan dalam menjalankan program-program kemasyarakatan lainnya.

“Selamat Hari Ibu bagi seluruh ibu di Padukuhan Blendung yang tidak pernah lelah dan selalu bersemangat dalam setiap kegiatan. Terima kasih atas kontribusi nyata yang telah diberikan selama ini untuk kemajuan wilayah kita. Semoga dedikasi ini menjadi amal ibadah dan kedepannya kita bisa melangkah bersama untuk membawa Padukuhan Blendung menjadi lebih maju dan sejahtera,” tutur Rizky Anas Ikhwanudin di sela-sela proses penilaian.

Setelah melalui persaingan yang cukup ketat di meja juri, hasil akhir menunjukkan kualitas vokal yang hampir merata di setiap regu. Berdasarkan akumulasi nilai, perwakilan dari RW 23 berhasil mengamankan posisi juara ketiga dengan total nilai 730 poin. Posisi juara kedua diraih oleh RW 22 yang mengumpulkan 740 poin, sementara gelar juara pertama disabet oleh RW 21 dengan perolehan nilai tertinggi yakni 745 poin.

Acara peringatan Hari Ibu ini diakhiri dengan penyerahan hadiah dan foto bersama, yang menambah suasana hangat kekeluargaan di pinggiran Bendung Karangtalun. Keberhasilan acara ini membuktikan bahwa peran perempuan dalam pelestarian nilai budaya dan penguatan organisasi lokal tetap menjadi kunci keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Sleman. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Demokrasi Tingkat Akar Rumput, Warga Tambakboyo Condongcatur Gelar Pemilihan Ketua RW Ala Pemilu

Sleman – Nuansa pesta demokrasi terasa kental di halaman Masjid Annur, Kampung Tambakboyo, Padukuhan Dero, Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman, pada Minggu (21/12/2025). Warga Rukun Warga (RW) 61 menyelenggarakan pemilihan ketua RW periode 2026-2031 dengan sistem pencoblosan langsung layaknya Pemilihan Umum (Pemilu). Langkah ini diambil sebagai sarana edukasi politik sekaligus memastikan figur pemimpin yang terpilih memiliki legitimasi kuat dari aspirasi masyarakat.

Ketua Panitia Pemilihan, Periyadi, menjelaskan bahwa seluruh proses mulai dari penjaringan hingga pelaksanaan teknis dilakukan secara swadaya oleh para pemuda Tambakboyo. Sebanyak delapan kandidat muncul dari hasil penjaringan aspirasi warga sebelumnya. Dalam pelaksanaan pemungutan suara tersebut, tercatat ada 330 warga yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan syarat usia minimal 17 tahun atau sudah pernah menikah. Mekanisme pemilihan dilakukan secara transparan mulai dari bilik suara hingga penghitungan secara terbuka.

“Kami sengaja mengadopsi tata cara Pemilu agar warga bisa belajar berdemokrasi secara langsung. Dari delapan calon yang ada, warga memilih dengan cara mencoblos tanda gambar calon sesuai keinginan mereka. Prinsipnya adalah dari warga, oleh warga, dan untuk warga agar ketua RW terpilih benar-benar mendapat dukungan penuh dalam menjalankan amanah nantinya,” ujar Periyadi di sela-sela penghitungan suara.

Berdasarkan hasil penghitungan suara yang berlangsung khidmat, Sugino berhasil meraih suara mayoritas dengan total 183 suara dan kembali terpilih untuk menjabat di periode kedua. Kandidat lainnya yakni Pameran meraih 77 suara, Weni memperoleh 30 suara, Robert mendapatkan 20 suara, Sri meraih 11 suara, sementara Felik dan Suryo masing-masing mendapatkan 10 suara, dan Yatini mengantongi 9 suara.

Lurah Condongcatur, Reno Canda Sangaji, mengapresiasi antusiasme warga Tambakboyo dalam menjalankan proses pergantian pengurus tersebut. Ia menegaskan bahwa sesuai regulasi, masa bakti pengurus RT dan RW di seluruh wilayah Condongcatur memang akan berakhir pada Maret 2026. Pemerintah Kalurahan telah mengirimkan surat edaran kepada para dukuh untuk segera memfasilitasi pembentukan kepengurusan baru agar data sudah terkumpul paling lambat pada 15 Januari 2026 untuk kemudian dilantik secara serentak.

“Kami sangat bangga dengan inisiatif warga yang memilih jalur demokrasi langsung. Ini menunjukkan kedewasaan berpolitik masyarakat sudah sangat baik. Kami berpesan agar pengurus terpilih segera menyusun rencana kerja karena pelantikan akan dilakukan serentak pada awal tahun depan agar pelayanan masyarakat tetap berjalan berkesinambungan,” ungkap Reno Canda Sangaji.

Jagabaya Condongcatur, Rudi Antariksawan, menambahkan bahwa tantangan koordinasi di wilayah ini cukup besar mengingat terdapat 212 RT dan 64 RW yang tersebar di 18 padukuhan. Tren pemilihan ala Pemilu ini ternyata juga mulai menjamur di beberapa wilayah lain seperti di RW 14 Dero yang telah melaksanakan hal serupa beberapa waktu lalu. Meski demikian, pemerintah kalurahan tetap memberikan ruang bagi wilayah lain yang ingin menggunakan metode musyawarah mufakat asalkan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.

Sesuai dengan Peraturan Kalurahan Condongcatur Nomor 02 Tahun 2021, calon pengurus RT dan RW harus memenuhi berbagai kualifikasi mulai dari ketaatan kepada Pancasila, sehat jasmani rohani, hingga berumur minimal 25 tahun atau pernah menikah. Syarat paling krusial adalah calon pengurus harus berkelakuan baik, dikenal oleh masyarakat setempat, serta memiliki kemauan kuat untuk mengabdi. Sugino sebagai ketua RW terpilih mengaku siap melanjutkan pengabdiannya dan merangkul kembali seluruh warga termasuk para kandidat lain demi kemajuan Kampung Tambakboyo. (Wasana/KIM Depok)




Dominasi Jawa Tengah, Tim Catur Sembada Sleman Borong Trofi di Grand Final Liga Catur Pelajar

Sleman – Kontingen catur Kabupaten Sleman sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Grand Final Liga Catur Junior Beregu Campuran Taruna Bidak Mutiara 2025. Turnamen yang berlangsung di Objek Wisata Watu Gajah Park, Desa Waringin Putih, Kabupaten Semarang, pada Minggu, 21 Desember 2025 tersebut menjadi panggung pembuktian bagi ketangguhan para pecatur muda asal Bumi Sembada.

Sekretaris Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Sleman, Achmad Ridlo, menjelaskan bahwa perjalanan tim Sleman menuju babak puncak ini dilalui dengan konsistensi tinggi sejak putaran pertama hingga keempat. Percasi Sleman total menurunkan tujuh tim yang terdiri dari tim Sembada 1 hingga 5, serta tim Mata Aksara 1 dan 2. Dari seluruh tim yang berlaga, tim Sembada 1 dan Sembada 2 berhasil mengamankan tiket menuju Grand Final dan bersaing dengan pecatur-pecatur terbaik dari berbagai daerah.

Hasil akhir pertandingan yang berlangsung ketat menunjukkan dominasi tim Sleman di papan atas. Tim Sembada 1 sukses meraih predikat juara kedua atau runner-up, sementara tim Sembada 2 menyusul di peringkat keempat sebagai juara harapan satu. Raihan ini disambut sukacita oleh para ofisial dan pendamping, mengingat persaingan di liga catur junior Jawa Tengah dikenal sangat kompetitif dan memiliki standar permainan yang tinggi.

“Hasil ini sangat membanggakan bagi kami. Tim Sembada 1 meraih juara kedua, sedangkan Sembada 2 meraih peringkat keempat. Kemenangan ini membuktikan bahwa pembinaan atlet catur muda di Sleman berjalan di jalur yang benar. Kami melihat anak-anak mampu menjaga fokus dan mental bertanding hingga babak terakhir,” ujar Achmad Ridlo saat memberikan keterangan terkait hasil pertandingan.

Prestasi kontingen Sleman tidak hanya berhenti di nomor beregu. Pada Turnamen Catur Pelajar Watu Gajah Cup 2025 kategori perorangan, para pecatur muda Sleman juga menyapu bersih posisi podium. Di kategori SD/MI putri, Shaholaw Prinzha Herfesa tampil perkasa dengan menyabet juara pertama, disusul oleh Adawiyah Amalia Husna di peringkat keempat. Sementara itu, pada kategori SD/MI putra, Damar Maulana Putra berhasil membawa pulang trofi juara kedua.

Kegemilangan Sleman semakin lengkap setelah Adimas Setya Nugroho yang turun di kategori SMP/SMA sukses menyabet juara kedua. Achmad Ridlo menambahkan bahwa rentetan trofi yang dibawa pulang kali ini akan menjadi catatan sejarah penting bagi perkembangan olahraga catur di Kabupaten Sleman. Ia optimistis hasil ini akan memicu semangat para atlet lainnya untuk terus berlatih dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

“Perolehan trofi kejuaraan dan kemenangan ini akan menambah torehan prestasi yang membanggakan serta memberikan semangat baru bagi Percasi Kabupaten Sleman. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah di Sleman untuk terus mendukung minat bakat siswanya di cabang olahraga catur, karena potensi kita sangat besar,” pungkas Achmad Ridlo dengan optimis.

Trofi juara kedua diserahkan langsung kepada perwakilan ofisial Suranto, sementara trofi peringkat keempat diterima oleh Marlan. Kesuksesan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi kalender kompetisi catur tahun 2026 mendatang, sekaligus memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu barometer pembinaan pecatur muda di wilayah DIY dan Jawa Tengah. (Kusnadi/KIM Berbah)