Embung Tambakboyo Jadi Ruang Rekreasi Sehat bagi Pemancing dan Penggemar Jogging

Sleman – Embung Tambakboyo berada pada tiga wilayah Condongcatur, Maguwoharjo dan Wedomartani, Kabupaten Sleman. Dengan membendung Sungai Tambakbayan dan Sungai Buntung, serta luasnya yang mencapai 7.8 hektare, Embung Tambakboyo mampu menampung air meter kubik.

Dibangun pada tahun 2003, embung ini berfungsi sebagai penahan banjir, konservasi dan cadangan air PDAM.  Selain itu, Embung Tambakboyo juga bermanfaat untuk pengairan lahan pertanian wilayah Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta.

Selain kemanfaatan utama sebagai penampung air, konservasi dan pengairan lahan pertanian warga memanfaatkan Embung Tambakboyo untuk rekreasi, olahraga dan memancing.

Kondisi embung yang terletak di lembah memberikan kesejukan dan kenyamanan. Selain itu, joging track yang tersedia mengelilingi embung dengan lebar 3 meter, panjang sekitar 1.7 kilometer juga menjadi fasiltas olahraga yang cukup untuk memeras keringat.

Salah satu pengunjung asal Berbah, Dwi Janah yang baru sekali berkunjung merasakan kesejukan, kedamaian saat berada di lingkungan Embung Tambakboyo.

“Tempat yang cocok untuk melepas penat bersama keluarga atau teman komunitas,” jelas Dwi sambil menikmati camilan yang dibawanya, Rabu (28/12/2025).

Dengan hanya membayar parkir dua ribu rupiah bisa mendapatkan suasana asri, tempat mancing yang nyaman bagi para penyuka mancing.

“Sepertinya pilihan waktu pagi dan sore hari akan lebih nyaman, matahari tidak terlalu menyengat. Mesti di pinggiran embung ada gazebo dan banyak warung tempat berteduh sekalian melepas haus sambil menikmati jajanan,” pungkas Dwi. (Kusnadi KIM Berbah)




KSB Merapi Rescue Umbulharjo Lakukan Koordinasi Barak Inklusi di Lereng Merapi

Sleman – Di kaki Merapi yang tak pernah benar-benar tidur, upaya kemanusiaan kembali disemai. Di antara udara dingin dan lanskap vulkanik yang menyimpan potensi ancaman, solidaritas tumbuh menjadi harapan. Pada Senin (29/12/2025), para relawan bergerak bukan hanya membawa kesiapsiagaan, tetapi juga gagasan tentang perlindungan yang inklusif bagi semua.

Kelompok Siaga Bencana (KSB) Merapi Rescue Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, melaksanakan kegiatan koordinasi dan kajian terkait Barak Inklusi, bertempat di Kandang Kuning Merapi.

Kegiatan ini difokuskan pada koordinasi dengan YEU (yayasan yang bergerak diisu inklusivitas dan kemanusiaan) guna membahas konsep serta kesiapan Barak Inklusi dan Gedung Serba Guna yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan anak-anak dalam situasi kebencanaan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan wawancara dan kajian lapangan sebagai dasar penyusunan rekomendasi pengembangan fasilitas barak yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengungsian. Tetapi juga sebagai ruang aman, layak, dan bermartabat bagi semua penyintas bencana.

Ketua KSB Merapi Rescue Umbulharjo, Sriyono menyampaikan bahwa pendekatan inklusif menjadi kebutuhan mendesak dalam sistem penanggulangan bencana di kawasan rawan erupsi.

“Penanganan bencana ke depan harus memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal. Barak inklusi adalah bentuk komitmen kami agar kesiapsiagaan Merapi juga berpihak pada kelompok paling rentan,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan personel KSB Merapi Rescue, yakni Sriyono dan Tri Awartin, yang secara aktif melakukan dialog, pengumpulan data, serta pemetaan kebutuhan di lapangan.

Melalui koordinasi ini, KSB Merapi Rescue menegaskan perannya sebagai garda terdepan kesiapsiagaan masyarakat berbasis lokal, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk membangun sistem perlindungan bencana yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. (ESK – KIM DSN)




Hijaukan Lereng Merapi, KSB Merapi Rescue Bersama Mahasiswa Lakukan Penghijauan di Kalikuning

Sleman – Di antara semilir angin lereng Merapi dan gemericik aliran Kalikuning, harapan tumbuh bersama akar-akar muda yang ditanam dengan ketulusan. Alam kembali disapa dan dirawat, sebagai ikhtiar menjaga keseimbangan bumi serta keselamatan generasi yang akan datang.

Kelompok Siaga Bencana (KSB) Merapi Rescue Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, melaksanakan kegiatan penghijauan pada Minggu (28/12/2025). Kegiatan tersebut dipusatkan di seputaran Tebing Kalikuning Tempuran, Dusun Bendosari, sebuah kawasan strategis yang rawan erosi dan membutuhkan penguatan vegetasi.

Kegiatan penghijauan dilakukan melalui penanaman pohon Trembesi dan Jati, yang memiliki fungsi ekologis penting sebagai penahan longsor, penyerap karbon, serta penjaga keseimbangan tata air. Aksi ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut melibatkan personel KSB Merapi Rescue dan mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Proklamasi. Mereka bersama-sama turun langsung ke lapangan. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya sinergi antara masyarakat dan kalangan akademisi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketangguhan wilayah rawan bencana.

Ketua KSB Merapi Rescue Kalurahan Umbulharjo, Sriyono mengatakan bahwa kegiatan penghijauan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen KSB dalam menjaga lingkungan lereng Merapi.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar menanam, tetapi menyiapkan masa depan. Lereng Merapi harus kita jaga bersama agar tetap aman, lestari, dan mampu melindungi masyarakat dari potensi bencana,” ujar Sriyono.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa menjadi energi positif dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian lingkungan.

“Kolaborasi antara masyarakat dan akademisi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang tangguh dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, KSB Merapi Rescue berharap kawasan Kalikuning semakin hijau, lestari, dan mampu menjadi benteng alami dalam mengurangi risiko bencana, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. (ESK – KIM DSN)




Kadin dan Disperindag Sleman Dorong Pengembangan Ekonomi Sleman Utara Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

Sleman — Upaya mendorong pengembangan ekonomi daerah terus diperkuat di Kabupaten Sleman. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman sepakat membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem industri lokal yang berkelanjutan dan adaptif, khususnya di wilayah Sleman Utara.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam agenda silaturahmi dan diskusi strategis yang digelar di Ruang Meeting Dekranasda Sleman, Selasa (30/12/2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal penyelarasan visi pembangunan ekonomi Sleman berbasis potensi lokal dan penguatan peran antar pemangku kepentingan.

Ketua Kadin Sleman periode 2025–2030, Yudi Prihantana menegaskan bahwa pengembangan ekonomi Sleman ke depan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Menurutnya, diperlukan ekosistem kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar potensi daerah dapat memberikan dampak ekonomi nyata.

“Sleman memiliki kekuatan besar di sektor wisata, pertanian, industri olahan, hingga ekonomi kreatif. Semua potensi tersebut perlu dikelola dalam satu kawasan ekonomi yang terintegrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman membuka ruang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan Kadin Sleman, khususnya dalam pengembangan ekonomi daerah, UMKM, dan investasi.

“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis pembangunan ekonomi Sleman dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” katanya.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman, Aris Herbandang menambahkan bahwa penguatan ekonomi daerah perlu didukung dengan strategi pemasaran, pengembangan branding, serta perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Sebagai langkah konkret, Disperindag Sleman telah menghadirkan etalase produk lokal hasil kurasi di sejumlah titik strategis sebagai rumah pemasaran tanpa penambahan margin harga.

Diskusi juga menyoroti pengembangan Sleman Utara sebagai kawasan ekonomi baru yang terintegrasi antara industri, pariwisata, dan transportasi, termasuk gagasan revitalisasi Pasar Pakem sebagai simpul pertumbuhan ekonomi wilayah.

Kolaborasi Kadin Sleman dan Disperindag ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mendorong pengembangan ekonomi Sleman Utara agar lebih kompetitif dan berdaya saing ke depan. (Ilham Agus/ KIM Seyegan)




Rakor Akhir Tahun PPKBD Margorejo Evaluasi Program Pendampingan Keluarga

Sleman — Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, menggelar rapat koordinasi (rakor) akhir tahun Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se-Kalurahan Margorejo, Selasa (30/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kalurahan Margorejo ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan peran kader dalam mendukung program kependudukan dan keluarga berencana di tingkat desa.

Rakor diikuti oleh 27 anggota kader PPKBD yang selama ini mendampingi 19 posyandu se-Kalurahan Margorejo. PPKBD sendiri merupakan kader di tingkat desa, yang berperan membantu Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dalam proses pelaksanaan dan pendampingan program keluarga berencana serta pembangunan keluarga.

Materi utama dalam rakor disampaikan oleh PLKB Kapanewon Tempel, Edi Santoso. Ia memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan program TPK (Tim Pendamping Keluarga) sepanjang tahun 2025, yang mencakup pendampingan calon pengantin (caten), ibu hamil, hingga ibu menyusui.

“Pendampingan yang dilakukan TPK tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek edukasi dan pencegahan risiko, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting. Peran kader PPKBD sangat strategis karena mereka bersentuhan langsung dengan keluarga di tingkat bawah,” ujar Edi dalam paparannya.

Menurutnya, keberhasilan program TPK sangat ditentukan oleh konsistensi kader dalam melakukan pendataan, pemantauan, dan pendampingan berkelanjutan kepada sasaran program. Ia juga mendorong agar koordinasi antara PPKBD, kader posyandu, dan pemerintah kalurahan terus diperkuat.

Sementara itu, Pemerintah Kalurahan Margorejo memberikan apresiasi atas dedikasi para kader PPKBD. Apresiasi tersebut disampaikan oleh Kamituwa Kalurahan Margorejo, Anwar Insani, yang hadir mewakili Lurah Margorejo.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh kader PPKBD yang selama ini telah bekerja dengan penuh komitmen. Peran panjenengan (anda) semua sangat penting dalam mendampingi keluarga, mulai dari calon manten hingga ibu dan anak, demi mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas,” kata Anwar Insani.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kalurahan Margorejo berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan PPKBD, baik melalui fasilitasi koordinasi, peningkatan kapasitas kader, maupun sinergi dengan program kesehatan dan sosial lainnya di tingkat kalurahan.

Rakor akhir tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum refleksi atas pelaksanaan program sepanjang 2025 sekaligus menjadi pijakan untuk menyusun langkah-langkah strategis pada tahun mendatang. Dengan penguatan peran PPKBD dan kolaborasi lintas sektor, Kalurahan Margorejo menargetkan peningkatan kualitas pendampingan keluarga serta kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di tingkat lokal. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)