Pererat Silaturahmi Lintas Generasi, Porkal Badminton Condongcatur 2025 Sukses Digelar

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur kembali menghidupkan semangat sportivitas warga melalui gelaran Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Cabang Bulu Tangkis. Kompetisi tahunan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur ini berlangsung meriah di GOR Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, sejak tanggal 16 hingga 20 Desember 2025.

Pertandingan yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing padukuhan ini mencapai puncaknya pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, hadir langsung menutup acara sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang telah berjuang. Ia mengungkapkan bahwa atmosfer pertandingan final tahun ini terasa sangat luar biasa karena para pendukung setia mendampingi tim hingga larut malam.

“Alhamdulillah, malam ini kita telah menyaksikan pertandingan final untuk tim putri dan putra yang telah lolos babak penyisihan sebelumnya. Pertandingan berlangsung sangat seru dan penuh semangat hingga pukul WIB. Porkal cabang badminton ini telah menjadi agenda rutin setiap tahun dengan tujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi serta menjaring bibit-bibit atlet berbakat, di samping meningkatkan kebanggaan identitas padukuhan masing-masing,” ujar Reno Candra Sangaji saat memberikan sambutan penutup.

Lebih lanjut, Reno menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar mengejar status juara. Ia melihat bulu tangkis sebagai instrumen untuk membangun kebersamaan dan suasana harmonis antarwarga. Menurutnya, keguyuban yang tercipta selama turnamen merupakan aset berharga bagi kondusivitas wilayah Condongcatur. Ia mengaku bangga melihat sinergi antara generasi muda yang berprestasi dan para orang tua yang memberikan dukungan penuh di pinggir lapangan.

“Saya bangga melihat anak-anak muda kita berprestasi, bangga melihat para orang tua yang setia mendukung, dan bangga melihat Condongcatur yang guyub rukun. Terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dan warga yang telah mendukung suksesnya acara ini. Semoga semangat olahraga terus hidup di tengah masyarakat kita,” tambah Reno Candra Sangaji.

Hasil akhir Porkal Badminton 2025 mencatatkan prestasi gemilang bagi sejumlah padukuhan. Pada kategori ganda putri, pasangan Fika dan Yovela dari Dero berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati oleh juara bertahan tahun lalu, Zaneta dan Zelda dari Gejayan, disusul oleh Anindita dan Adeeva dari Pondok sebagai juara ketiga, serta Devi dan Neni dari Soropadan di peringkat keempat.

Sementara itu, pada kategori putra, Padukuhan Soropadan sukses mempertahankan dominasi mereka dengan kembali meraih juara pertama. Padukuhan Dabag menyusul di posisi kedua, sementara juara ketiga diraih oleh Padukuhan Manukan, dan posisi keempat ditempati oleh Padukuhan Pondok. Kesuksesan acara ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi pada perhelatan Porkal di tahun-tahun mendatang. (Wasana/KIM Depok)




Sinergi Budaya dan Ekonomi, Perayaan HUT ke-78 Kalurahan Tegaltirto Berlangsung Meriah

Sleman – Lapangan Kadisono, Berbah, menjadi saksi kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kalurahan Tegaltirto yang digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025. Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian acara yang memadukan semangat pola hidup sehat, pelestarian budaya tradisional, hingga penguatan ekonomi lokal melalui gelar UMKM.

Kemeriahan diawali dengan senam sehat massal yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat Tegaltirto. Suasana semakin semarak ketika panitia membagikan ratusan hadiah menarik, dengan hadiah utama berupa mesin cuci dan kulkas bagi peserta yang beruntung. Keseruan berlanjut pada lomba tumpeng nasi kuning yang diikuti oleh perwakilan PKK dari seluruh padukuhan di Tegaltirto. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Berbah, Dwi Daryanto, mengumumkan Padukuhan Semoya sebagai juara pertama, disusul Padukuhan Berbah sebagai juara kedua, dan Padukuhan Blendangan sebagai juara ketiga.

Aspek pelestarian budaya menjadi ruh utama dalam perayaan tahun ini melalui penampilan kesenian tradisional kuda lumping atau jathilan Bekso Satriyo Mudho dari Padukuhan Kuton yang tampil memukau sejak siang hingga sore hari. Memasuki malam hari, panggung utama menyuguhkan pementasan ketoprak bertajuk “Keris Mataram” di bawah arahan sutradara Murjiono. Pertunjukan ini melibatkan sederet pemain lokal seperti Sumaryono, Dewi Rengganis, hingga Jumadi yang berhasil menyedot perhatian penonton melalui akting dan narasi sejarah yang kuat.

Di sisi lain lapangan, stand UMKM menjadi pusat perhatian bagi warga yang ingin berbelanja produk lokal. Ketua Forkal UMKM Tegaltirto, Bawono atau yang akrab disapa Pak Be, menjelaskan bahwa pemerintah kalurahan memberikan ruang khusus bagi para pelaku usaha untuk memamerkan dagangannya. Meski mengutamakan anggota Forkal Tegaltirto, pihak panitia tetap terbuka bagi pelaku usaha dari luar wilayah demi semangat kebersamaan ekonomi.

“Kami memberikan wadah bagi teman-teman pelaku usaha untuk berjualan bersama di sini. Mengenai rezeki, kami percaya semua sudah ada yang mengatur, yang terpenting adalah semangat gotong royongnya,” ujar Bawono saat ditemui di sela-sela acara.

Selain menjadi ajang transaksi jual beli, gelaran UMKM ini juga menyediakan pojok konsultasi gratis terkait legalitas usaha. Masyarakat bisa mendapatkan pendampingan langsung untuk pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi Halal dari tenaga ahli yang sudah tersertifikasi. Layanan ini diberikan tanpa dipungut biaya sedikit pun sebagai bentuk dukungan nyata bagi peningkatan kelas usaha mikro di Tegaltirto.

“Layanan konsultasi pendampingan legalitas usaha ini tidak hanya kami buka saat momen HUT Kalurahan hari ini saja. Pada kesempatan lain, kami juga siap membantu para pelaku usaha secara gratis agar produk mereka memiliki izin yang lengkap dan resmi,” pungkas Bawono menegaskan komitmennya.

Peringatan hari jadi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, namun juga mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjadi momentum kebangkitan ekonomi pasca perayaan. Integrasi antara seni ketoprak, kompetisi kreativitas kuliner, dan kemudahan layanan perizinan usaha menjadikan HUT ke-78 Tegaltirto sebagai teladan perayaan desa yang komprehensif dan berdampak luas bagi masyarakat. (Kusnadi/KIM Berbah)




Transformasi Filantropi dari Akar Rumput, LAZISNU Sleman Perkuat Gerakan Koin NU Lewat Madrasah Amil

Sleman – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Sleman terus mematangkan langkah transformasi kelembagaan dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat basis. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Madrasah Amil ke-2 yang melibatkan ratusan relawan Koin NU se-Kabupaten Sleman pada Sabtu (20/12/2025), bertempat di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Kegiatan yang mengusung tema besar mengenai amil yang amanah, adaptif, dan berdampak ini menjadi momentum penting bagi lebih dari 200 relawan untuk melakukan konsolidasi visi. Fokus utamanya adalah memastikan gerakan filantropi Nahdlatul Ulama di wilayah Sleman semakin profesional dan mampu merespons kebutuhan masyarakat secara inklusif. Penulis buku NU 2.0 at Grass-Roots, Hasan Bachtiar, hadir sebagai narasumber utama untuk membedah konsep inovasi pengelolaan zakat yang berpijak pada nilai-nilai tradisi sekaligus responsif terhadap dinamika modern.

Hasan Bachtiar menekankan bahwa konsep LAZISNU 2.0 bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan penguatan peran komunitas sebagai motor utama gerakan. Ia berpendapat bahwa kemaslahatan universal hanya bisa dicapai jika pengelolaan dana umat dilakukan dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang erat. Menurutnya, amil di tingkat akar rumput adalah ujung tombak yang harus memiliki wawasan luas sekaligus keikhlasan tinggi dalam menjalankan tugasnya.

“LAZISNU tidak boleh hanya terjebak pada urusan administrasi pengelolaan dana semata. Lembaga ini harus menjelma menjadi gerakan sosial yang nyata dalam menghadirkan kemaslahatan bagi siapa saja, melalui kerja-kerja kolaboratif yang dilandasi nilai keikhlasan,” ujar Hasan Bachtiar saat memberikan paparan di hadapan para relawan.

Dalam forum tersebut, dipaparkan tiga pilar utama dalam pengembangan LAZISNU di masa depan. Pilar pertama berkaitan dengan pengelolaan berbasis keilmuan atau Ghiroh Ilmiyyah, di mana pengembangan organisasi harus didukung oleh data, riset, dan pelatihan yang berkelanjutan. Pilar kedua adalah Ri’ayatul Ummah, yakni penguatan peran lembaga hingga ke tingkat dusun dan jamaah masjid melalui optimalisasi 86 ranting yang ada di Sleman agar program kerja langsung menyentuh kebutuhan keluarga di pelosok.

Pilar terakhir yang tidak kalah penting adalah Ikhlashud Da’wah, sebuah prinsip pengabdian yang menekankan pada nilai ibadah. Para amil diharapkan mampu membangun kerja tim yang solid dengan menanggalkan orientasi materi, serta mengarahkan seluruh tenaga untuk pengabdian kepada umat. Keikhlasan ini dipandang sebagai energi utama yang akan menjaga keberlangsungan gerakan filantropi NU di tengah masyarakat yang majemuk.

Ketua LAZISNU PCNU Sleman, Hani Rochmanuddin, menambahkan bahwa madrasah amil ini merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat. Ia berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para relawan memiliki standar profesionalitas yang sama dalam melayani masyarakat. Melalui penguatan ini, LAZISNU Sleman optimistis dapat menjadi lembaga yang lebih adaptif dalam menghadapi perubahan zaman dan tetap konsisten memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga Sleman. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Cuaca Ekstrem Terjang Bangunkerto Turi, Belasan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Sleman – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kapanewon Turi pada Sabtu sore, (20/12/2025), menyisakan kerusakan cukup parah di Kalurahan Bangunkerto. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang yang menutup akses jalan utama, kerusakan atap bangunan milik warga, hingga gangguan jaringan listrik di Padukuhan Kendal dan Pandansaren.

Berdasarkan laporan di lapangan, titik kerusakan paling menonjol terjadi di Jalan Medari–Kendal, di mana pohon mahoni dan nangka roboh menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat lumpuh total. Kondisi serupa terjadi di sisi barat Masjid Sumiah Mansur, di mana rumpun bambu dan pohon sengon tumbang menutupi jalan desa. Selain menghalangi mobilitas, kabel listrik di wilayah RT 03 RW 11 Kendal juga dilaporkan roboh, yang memicu kekhawatiran warga akan potensi bahaya arus pendek.

Kerusakan bangunan dialami oleh sejumlah warga, salah satunya Haryanto di RT 03 RW 11 Kendal, yang rumah dan kandang ternaknya tertimpa pohon. Di lokasi lain, rumah Bariyah dan Momon mengalami kerusakan parah pada bagian atap karena asbes dan genting beterbangan tersapu angin. Kerusakan cukup dramatis terjadi di rumah Suki Dirjowiyono di Dusun Pandansaren, di mana hampir seluruh wuwung atau atap bagian atas hancur berhamburan, hanya menyisakan satu buah di atas genting.

Dukuh Kendal, Agus Dwi Subekti, menjelaskan bahwa sesaat setelah badai mereda, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kampung Siaga Bencana (KSB) Mbangun Raharja untuk melakukan evakuasi. Ia memuji kesigapan para relawan dan warga yang bergerak cepat menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang pohon yang melintang di jalan. Agus memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meski kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Kami sangat berterima kasih khususnya kepada relawan KSB Mbangun Raharja dan warga yang telah bahu-membahu. Berkat kerja sama ini, sebelum malam tiba, pembersihan pohon tumbang dan pemulihan akses jalan sudah dapat diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama,” ujar Agus Dwi Subekti saat meninjau proses evakuasi.

Di sisi lain, salah satu warga terdampak, Momon, mengungkapkan betapa mencekamnya situasi saat angin kencang menghantam atap rumahnya hingga hancur. Ia berharap adanya bantuan stimulan untuk perbaikan atap mengingat curah hujan masih diprediksi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Kejadiannya sangat cepat, asbes dan genting langsung beterbangan. Saya berharap ada bantuan untuk menutup atap ini sementara agar kalau hujan turun lagi, bagian dalam rumah tidak banjir,” tutur Momon dengan nada penuh harap.

Menanggapi situasi cuaca yang masih tidak menentu, pemerintah kalurahan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Agus Dwi Subekti menekankan pentingnya warga untuk memangkas dahan pohon yang terlalu rimbun di dekat rumah guna meminimalisir risiko serupa terulang kembali. Saat ini, koordinasi lintas sektoral terus dilakukan untuk mendata total kerugian materiil serta memulihkan jaringan listrik yang sempat padam akibat kabel yang tertimpa pohon. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Asah Jiwa Kewirausahaan, Pengurus OSIS MAN 4 Sleman Manfaatkan Momen Pembagian Rapor untuk Berjualan Camilan Kreatif

Sleman – Momen pembagian rapor hasil belajar di MAN 4 Sleman pada Jumat, 19 Desember 2025, menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk mempraktikkan ilmu kewirausahaan secara langsung. Di tengah kesibukan melayani hampir 600 orang tua dan wali murid yang hadir, para pengurus OSIS Pratisma madrasah setempat berinisiatif membuka gerai penjualan camilan sehat berbahan dasar pisang dan ketela di halaman sekolah.

Kegiatan ini merupakan strategi cerdas para siswa dalam melihat peluang pasar di tengah keramaian tamu yang datang. Dafa Hari Wijaya, salah satu pengurus OSIS yang bertugas di gerai tersebut, menjelaskan bahwa mereka menawarkan berbagai varian rasa kekinian untuk menarik minat pembeli. Produk yang dipasarkan meliputi keripik singkong dengan rasa pedas seblak, balado, dan BBQ, hingga keripik pisang dengan varian cokelat, stroberi, serta green tea.

Kerja sama dengan pihak eksternal seperti PT Saynana juga menjadi bagian dari manajemen pemasaran yang mereka jalankan. Selain berjualan di lokasi, para siswa aktif melakukan promosi melalui media sosial dan grup percakapan digital untuk menjangkau guru serta pegawai madrasah. Dafa menegaskan bahwa seluruh keuntungan dari penjualan ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk menambah kas organisasi guna mendukung program kerja OSIS di masa mendatang.

“Kami berbagi tugas agar semua layanan madrasah tetap berjalan lancar, mulai dari memandu tamu hingga menata kendaraan. Sebagian dari kami fokus di stand penjualan dan promosi. Kami ingin membuktikan bahwa mengisi waktu luang dengan berjualan bisa dilakukan dengan hati riang tanpa beban, sekaligus belajar mencari dana mandiri untuk organisasi,” ujar Dafa Hari Wijaya penuh semangat.

Inisiatif positif ini mendapat dukungan penuh dari pihak madrasah. Pembina OSIS Pratisma, Agus Musthofah, menyatakan bahwa keterlibatan 14 siswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari penanaman mental wirausaha sejak dini. Menurutnya, konsep berjualan dengan hati riang menunjukkan ketulusan para siswa dalam belajar mandiri dan melihat potensi ekonomi tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, menilai langkah ini sangat sejalan dengan slogan madrasah yang menekankan prestasi dan kemandirian. Ia memandang praktik berjualan ini sebagai laboratorium nyata bagi siswa untuk mengasah keberanian dan kreativitas dalam dunia bisnis yang sesungguhnya.

“Langkah anak-anak ini sejalan dengan slogan Madrasah Teristimewa yang kita usung, di mana siswa harus terdepan dalam prestasi dan memiliki mental wirausaha yang kuat. Inilah kegiatan nyata untuk menanamkan karakter mandiri dan pantang menyerah bagi murid kami. Saya sangat bangga melihat mereka mampu mengubah waktu luang menjadi peluang ekonomi yang bermanfaat,” tegas Ahmad Arif Makruf.

Pengalaman berharga juga dirasakan oleh Azka Faris Lombu, Koordinator Bidang Olah Raga dan Seni Budaya OSIS Pratisma. Ia mengungkapkan bahwa jalinan kerja sama dengan mitra sponsor memberikan pelajaran baru mengenai profesionalisme dalam berorganisasi. Dengan adanya praktik langsung seperti ini, para siswa diharapkan memiliki bekal kecakapan hidup yang lebih matang saat mereka lulus dan terjun ke masyarakat nantinya. (Edy/KIM Sumber Biwara)