Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Sleman Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kantor Kalurahan Banyuraden

Sleman – Pemerintah Kalurahan Banyuraden resmi memulai langkah besar dalam pembenahan infrastruktur pelayanan publik melalui pembangunan gedung perkantoran baru. Dimulainya proyek strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Tegalyoso, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (20/12/2025).

Acara simbolis tersebut diawali dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati Sleman yang disaksikan oleh jajaran pejabat setempat, di antaranya Panewu Gamping Suyanto, Komandan Koramil 17/Gamping Wahyani, serta perwakilan instansi pemerintah di wilayah Kapanewon Gamping. Turut hadir pula Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan Banyuraden, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) Banyuraden.

Lurah Banyuraden, Sudarisman, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap proyek ini. Pembangunan gedung perkantoran tersebut menelan anggaran pendapatan dan belanja kalurahan (APBKal) Banyuraden sebesar . Dana besar ini dialokasikan sebagai solusi atas kendala keterbatasan sarana prasarana yang selama ini menghambat optimalisasi pelayanan di tengah dinamika kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Selama ini keterbatasan sarana perkantoran menjadi tantangan besar bagi kami dalam mengoptimalkan pelayanan publik. Peletakan batu pertama ini adalah tonggak awal sekaligus komitmen kami untuk memperkuat tata kelola pemerintahan kalurahan yang lebih profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan warga Banyuraden,” ujar Sudarisman di sela-sela kegiatan.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa keberadaan gedung perkantoran yang representatif merupakan fondasi krusial dalam mewujudkan birokrasi yang efektif dan efisien. Menurutnya, infrastruktur yang memadai secara psikologis akan mendorong kinerja aparatur desa menjadi lebih baik, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Ia memandang pembangunan ini sangat strategis untuk mendukung kelancaran administrasi di tingkat paling bawah.

Harda juga memberikan catatan penting agar proses pembangunan dilaksanakan dengan prinsip tata kelola yang bersih. Ia mewanti-wanti agar seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan, dilakukan secara tertib administrasi, tepat mutu, tepat waktu, dan akuntabel. Hal ini bertujuan agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dalam jangka panjang dan terhindar dari permasalahan regulasi di masa mendatang.

“Saya berharap gedung perkantoran yang baru ini nantinya menjadi simbol keterbukaan pelayanan dan penguatan peran kalurahan sebagai ujung tombak pemerintahan di Kabupaten Sleman. Pembangunan harus dipastikan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku agar kebermanfaatannya berkelanjutan bagi seluruh warga,” tutur Harda Kiswaya.

Dengan resminya pembangunan gedung baru ini, Pemerintah Kalurahan Banyuraden optimistis mampu memberikan wajah baru pelayanan publik yang lebih nyaman dan cepat. Pemerintah daerah pun berharap seluruh proses konstruksi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti, sehingga gedung tersebut dapat segera difungsikan untuk mendorong kesejahteraan dan kemajuan tata kelola pemerintahan di wilayah Banyuraden. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Milad ke-54, SD Muhammadiyah Bersama RS UAD Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat

Sleman – Semarak peringatan Milad ke-54 SD Muhammadiyah Kayen di Condongcatur, Depok, Sleman, tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga aksi nyata di bidang kesehatan. Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) turut ambil bagian dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi jemaah pengajian dan warga sekitar yang dipusatkan di Kompleks Masjid Nurul Hidayah Kayen pada Sabtu (20/12/2025).

Layanan kesehatan ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata RS UAD dalam mendukung derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat pilar dakwah sosial Muhammadiyah. Kepala Bidang Humas, Pemasaran, dan Medikolegal RS UAD, Tata Swastika Ayuningtyas, mengungkapkan bahwa kehadiran tim medis di lokasi bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi warga dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit tidak menular.

Layanan yang tersedia meliputi skrining gigi, pemeriksaan kadar asam urat, kolesterol, gula darah, hingga skrining katarak. Menurut Tata, pemeriksaan ini sangat krusial mengingat banyak masyarakat yang sering kali mengabaikan gejala-gejala kecil sebelum kondisi kesehatan mereka memburuk. Dengan adanya skrining ini, warga dapat mengetahui profil kesehatan mereka secara instan dan mendapatkan saran medis awal dari petugas di lapangan.

“Animo masyarakat sangat baik dan melampaui ekspektasi kami. Banyak peserta yang dengan sadar datang untuk memeriksakan kesehatannya, mulai dari orang tua siswa hingga lansia di sekitar masjid. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pengecekan rutin sudah mulai meningkat dengan pesat,” ujar Tata Swastika Ayuningtyas di sela-sela memantau jalannya pemeriksaan.

Salah satu warga sekitar, Maryanti, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis ini karena tidak perlu jauh-jauh datang ke fasilitas kesehatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan setiap ada acara besar di lingkungan sekolah atau masjid. Senada dengan hal tersebut, Tata menekankan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan kesehatan dalam naungan Muhammadiyah merupakan bentuk sinergi yang harus terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh umat secara berkesinambungan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi lahan dakwah Muhammadiyah melalui pendekatan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Melalui pemeriksaan gratis ini, nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian dapat terus ditanamkan sebagai bagian dari gerakan Islam berkemajuan yang solutif terhadap persoalan di tengah masyarakat,” tambah Tata Swastika Ayuningtyas.

Kegiatan ini secara tidak langsung juga mempertegas peran penting Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam bidang kesehatan dan pendidikan yang berjalan beriringan. Dengan suksesnya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, SD Muhammadiyah Kayen dan RS UAD membuktikan bahwa peringatan hari lahir institusi bisa menjadi momentum untuk menebar kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat umum. (Athiful/KIM Depok)




Cegah Fenomena Brain Rot, Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada Ajak Sekolah dan Orang Tua Perkuat Sinergi

Sleman – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY), Muhammad Ikhwan Ahada, memberikan peringatan keras mengenai ancaman fenomena brain rot atau pembusukan pola pikir yang kian nyata menghantui generasi muda. Hal tersebut ia tegaskan dalam acara Pengajian Akbar Milad ke-54 SD Muhammadiyah Kayen yang berlangsung khidmat di Masjid Nurul Hidayah, Condongcatur, Depok, Sleman, pada Sabtu (20/12/2025).

Muhammad Ikhwan Ahada mengungkapkan bahwa para peneliti internasional telah mencatat kecenderungan penurunan kualitas berpikir secara global sejak tahun 2024. Fenomena brain rot ini ditandai dengan menguatnya sikap egois, hilangnya jati diri, serta pola pikir instan yang mengabaikan proses pendalaman nilai-nilai kehidupan. Menurutnya, kondisi ini merupakan alarm bagi para pendidik dan orang tua agar lebih waspada dalam memproteksi anak-anak dari pengaruh budaya digital yang merusak karakter.

Pendidikan di lingkungan yang Islami dan berorientasi pada karakter disebut sebagai langkah strategis untuk membentengi generasi masa depan. Ikhwan menekankan bahwa sekolah Islam harus mampu menjalankan peran ganda, yakni sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan sekaligus wahana penanaman keimanan dan akhlak mulia. Namun, ia juga menegaskan bahwa institusi pendidikan tidak bisa bekerja sendirian tanpa keterlibatan aktif dari lingkungan keluarga.

“Fenomena brain rot ini merupakan peringatan serius bagi kita semua. Anak-anak harus dilindungi dari pola hidup dan cara berpikir praktis yang menghambat perkembangan kepribadian mereka. Pendidikan karakter itu tidak cukup hanya sekadar diajarkan di kelas, tetapi harus dicontohkan secara nyata di rumah. Sinergi antara keluarga dan sekolah adalah kunci utama dalam menyiapkan generasi yang berakhlak dan tetap memiliki jati diri yang kuat,” ujar Muhammad Ikhwan Ahada di hadapan ratusan wali murid dan jemaah yang hadir.

Lebih lanjut, Ikhwan memberikan apresiasi tinggi kepada SD Muhammadiyah Kayen yang telah konsisten selama lebih dari lima dekade berkontribusi dalam pembangunan pendidikan dasar di Kabupaten Sleman. Momentum milad ke-54 ini diharapkan menjadi sarana refleksi untuk memperkuat komitmen lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam mencetak generasi yang berilmu dan berkemajuan. Ia berharap sekolah dan orang tua bisa menghasilkan tindak lanjut nyata berupa pengawasan bersama terhadap tumbuh kembang anak di era digital.

Melalui penguatan ekosistem pendidikan yang sehat dan berlandaskan nilai-nilai Islam, PWM DIY optimistis satuan pendidikan Muhammadiyah mampu melahirkan generasi masa depan yang tangguh. Ikhwan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak lelah membangun kebiasaan nilai keislaman dalam keseharian anak. Penutupan acara pengajian ini menjadi seruan bagi seluruh masyarakat untuk kembali memprioritaskan keteladanan dalam mendidik anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan tidak mudah tergerus arus zaman. (Athiful/KIM Depok)




Perkuat Kemandirian Umat, LAZISNU Sleman Gelar Madrasah Amil untuk Ratusan Relawan KOIN NU

Sleman – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Kabupaten Sleman secara resmi menyelenggarakan Madrasah Amil ke-2 bagi relawan KOIN NU se-Kabupaten Sleman pada Sabtu (20/12/2025). Agenda besar yang berlangsung di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta ini dihadiri oleh lebih dari 200 relawan yang tersebar dari berbagai penjuru Sleman untuk memperdalam tata kelola filantropi Islam yang profesional.

Mengangkat tema besar bertajuk “Transformasi Amil: Amanah, Adaptif, dan Berdampak”, kegiatan ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi para pejuang kemanusiaan di tingkat akar rumput. Fokus utama pelatihan adalah memperkuat kapasitas dan integritas para amil agar mampu mengelola dana umat secara transparan sekaligus inovatif. Langkah ini dipandang perlu guna merespons dinamika sosial ekonomi masyarakat yang terus berkembang.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sleman, Sidiq Pramono, saat membuka acara menyatakan bahwa Madrasah Amil adalah ruang krusial untuk refleksi bersama. Ia mengakui bahwa gerak KOIN NU di lapangan memiliki tantangan yang beragam, mulai dari wilayah yang sudah mapan hingga daerah yang masih memerlukan pendampingan ekstra. Menurutnya, semangat para relawan harus terus dipupuk agar gerakan kemandirian ini tidak hanya sekadar berjalan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mustahik.

“Melalui Madrasah Amil ini, kita ingin melahirkan pemahaman serta spirit baru untuk memperkuat gerakan KOIN NU yang sudah berjalan. Kita semua menyadari bahwa di lapangan ada wilayah yang sudah berjalan sangat baik dan ada pula yang masih tertatih-tatih. Semua itu perlu terus kita dorong bersama agar semakin optimal dalam melayani umat,” ujar Sidiq Pramono memberikan motivasi kepada peserta.

Guna memperkaya perspektif para relawan, panitia menghadirkan empat narasumber berkompeten dari berbagai latar belakang. Anggota DPR RI Dapil DIY, Kaisar Abu Hanifah, hadir memberikan pandangan dari sisi regulasi, sementara Ketua LAZISNU PWNU DIY, Mambaul Bahri, mengulas strategi penguatan filantropi organisasi. Penulis buku NU 2.0 at Grass-Roots, Hasan Bachtiar, serta motivator Fatih Wijaya turut membedah pentingnya inovasi digital dan manajemen komunikasi agar amil lebih adaptif di era modern.

Ketua LAZISNU PCNU Sleman, Hani Rochmanuddin, menegaskan bahwa menjaga ritme semangat relawan adalah tantangan terbesar dalam pengelolaan zakat dan infak. Ia berharap para pejuang KOIN NU dapat pulang membawa bekal pengetahuan yang praktis untuk diterapkan di wilayah masing-masing. Profesionalitas amil dalam mendata, menghimpun, dan menyalurkan dana umat akan menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan ekonomi jamaah secara jangka panjang.

“Kami menyelenggarakan Madrasah Amil kedua ini sebagai ikhtiar nyata untuk menjaga nyala semangat relawan KOIN NU di Sleman. Kami ingin para amil tidak hanya amanah, tetapi juga profesional dalam menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat. Dengan amil yang berkualitas, KOIN NU akan menjadi pilar utama kemandirian umat di Kabupaten Sleman,” ungkap Hani Rochmanuddin saat memberikan keterangan di sela-sela acara. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Sambut Akhir Tahun, Kajian Sabtu Pagi Masjid Baiturrahim Turi Ajak Umat Perkuat Muhasabah Diri

Sleman – Menjelang pergantian tahun, Masjid Baiturrahim Turi menyelenggarakan kegiatan rohani yang mendalam melalui kajian rutin Sabtu Pagi pada Sabtu, (20/12/2025). Ratusan jamaah memadati ruang utama masjid untuk mengikuti pemaparan dari Sutan Kumala Pontas Nasution, seorang dai asal Tapanuli Selatan yang juga aktif sebagai pengajar di Pondok Pesantren Tahfidzil Quran Muhammadiyah Ibnu Juraimi Yogyakarta. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa momentum akhir tahun masehi seharusnya menjadi cermin untuk mengevaluasi kualitas diri secara spiritual.

Sutan Kumala Pontas Nasution menggarisbawahi bahwa pergantian waktu bukan sekadar seremonial kalender, melainkan peringatan akan berkurangnya jatah umur manusia di dunia. Ia mengajak jamaah untuk menghidupkan kembali semangat introspeksi sebagaimana pesan legendaris dari Khalifah Umar bin Khattab yang meminta umat untuk menghisab diri sendiri sebelum kelak dihisab oleh Allah di hari akhir. Menurutnya, kesadaran akan kematian yang bisa datang sewaktu-waktu merupakan penggerak utama bagi seorang muslim untuk hidup lebih terarah dan penuh makna.

Dalam kajiannya, Sutan merujuk pada firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan orang beriman untuk memperhatikan bekal apa yang telah disiapkan untuk hari esok. Ia menjelaskan bahwa pengulangan kata takwa dalam ayat tersebut menunjukkan betapa krusialnya nilai ketakwaan sebagai fondasi kehidupan. Muhasabah diri yang jujur akan menghindarkan seseorang dari penyakit hati seperti merasa paling suci atau sombong, karena ia menyadari betapa banyaknya kekurangan yang perlu diperbaiki.

“Momentum akhir tahun semestinya dimanfaatkan untuk menghitung dan menilai kembali perjalanan hidup yang telah dilalui. Kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah hari ini sudah lebih baik dari kemarin? Sebab, orang yang kualitas amal perbuatannya menurun termasuk golongan yang merugi. Jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal di akhirat kelak dan berharap dikembalikan ke dunia karena kurangnya amal shalih,” ujar Sutan Kumala Pontas Nasution di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa setiap jiwa bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang telah diperbuat selama di dunia. Sutan mengingatkan sebuah hadis tentang lima perkara yang akan dipertanyakan di hari kiamat kelak, mencakup penggunaan umur, pemanfaatan ilmu, cara mendapatkan dan membelanjakan harta, hingga kesehatan jasad. Ia menegaskan bahwa indikator kecerdasan seorang mukmin adalah seberapa sering ia mengingat kematian dan seberapa matang persiapan yang ia lakukan untuk menghadapi kehidupan abadi di akhirat.

Kajian berlangsung dengan suasana khidmat dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat serta bangsa. Melalui pesan-pesan spiritual ini, pengurus Masjid Baiturrahim Turi berharap para jamaah dapat memasuki tahun yang baru dengan semangat perbaikan diri yang lebih kuat dan komitmen ibadah yang lebih istikamah. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)