Milad ke-54, SD Muhammadiyah Kayen Sleman Gelar Khitan Massal untuk Masyarakat Umum

Sleman – SD Muhammadiyah Kayen yang berlokasi di Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, memperingati milad ke-54 dengan aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pada Jumat (19/12/2025), sekolah ini menyelenggarakan kegiatan khitan massal sebagai bentuk pengabdian serta implementasi nyata dari peran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam menghadirkan layanan yang inklusif bagi warga sekitar.

Aksi sosial ini diikuti oleh 12 anak dari berbagai wilayah dan terlaksana berkat sinergi dengan tim medis dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Seluruh tindakan medis dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dengan menerapkan standar pelayanan kesehatan yang ketat. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh proses khitan berlangsung secara tertib, aman, serta menjamin kenyamanan bagi para peserta anak-anak.

Kepala SD Muhammadiyah Kayen, Estri Rukmiyanti, menjelaskan bahwa peringatan milad tahun ini dirancang agar tidak hanya bersifat seremonial semata. Pihak sekolah ingin menonjolkan fungsi sosial institusi pendidikan di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang. Menurutnya, sekolah harus menjadi pusat dakwah yang mampu menjawab persoalan sosial di lingkungannya.

“Khitan massal ini merupakan wujud layanan sosial sekaligus dakwah nyata yang memberikan kemanfaatan langsung kepada masyarakat. Kami membuka kegiatan ini untuk umum sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan kepedulian sosial bagi siapa pun yang membutuhkan bantuan,” ujar Estri Rukmiyanti di sela-sela kegiatan.

Estri menambahkan bahwa kolaborasi antara SD Muhammadiyah Kayen dan PKU Muhammadiyah Gamping mencerminkan integrasi nilai pendidikan dan kesehatan yang harmonis. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan dapat terus memperkuat kualitas layanan publik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Muhammadiyah sebagai organisasi yang profesional dan berkelanjutan dalam melayani umat.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan layanan khitan secara gratis. Sebagai bentuk apresiasi dan upaya menghibur anak-anak agar tidak tegang, panitia juga memberikan bingkisan berupa tas jinjing, makanan ringan, hingga uang saku. Kelancaran acara ini juga didukung penuh oleh para kader Muhammadiyah, organisasi otonom, serta relawan yang sigap menciptakan suasana kondusif dan ramah anak di lokasi sekolah.

Estri Rukmiyanti menegaskan bahwa SD Muhammadiyah Kayen akan terus menjaga identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap tanggung jawab sosial. Ia berjanji akan terus mengembangkan program-program kemaslahatan lainnya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di masa mendatang.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas, tidak hanya melalui prestasi akademik siswa, tetapi juga melalui aksi-aksi sosial yang berdampak nyata,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Padukan Rohani dan Jasmani, PKK Sedogan Gelar Pengajian Sabtu Legi Serta Layanan Kesehatan Gratis

Sleman – Pengurus PKK Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, kembali mempertegas perannya dalam membina masyarakat melalui kegiatan pengajian rutin Sabtu Legi. Bertempat di Musholla Sabila Rosyad Sedogan pada Sabtu, (20/12/2025), acara ini tidak hanya menjadi wadah pendalaman agama, tetapi juga sarana penguatan solidaritas sosial warga yang dijaga secara konsisten.

Nuansa berbeda terlihat sebelum jamaah memasuki area musholla. Para ibu pengurus PKK dan jamaah terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi penimbangan berat badan serta pengukuran tekanan darah. Layanan ini difasilitasi oleh petugas Posyandu Lansia dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PKK Sedogan sebagai upaya preventif menjaga kebugaran fisik warga di tengah kesibukan harian.

Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari, menjelaskan bahwa integrasi antara pengajian dan pemeriksaan kesehatan merupakan strategi untuk memberikan pelayanan menyeluruh bagi warga. Menurutnya, kesehatan fisik dan ketenangan batin adalah dua hal yang saling berkaitan dalam mendukung produktivitas masyarakat. Ia sangat mengapresiasi semangat para pengurus PKK yang tetap istikamah menghidupkan tradisi Sabtu Legi ini sebagai fondasi keharmonisan sosial di tingkat padukuhan.

“Kegiatan pengajian ini sengaja kami padukan dengan layanan kesehatan sederhana agar warga tidak hanya mendapatkan asupan rohani, tetapi juga perhatian nyata terhadap kondisi fisik mereka. Kami ingin warga Sedogan sehat secara jasmani dan matang secara spiritual. Silaturahmi yang terjalin di sini menjadi kunci utama dalam menjaga kerukunan antar tetangga,” ujar Aisyah Putri Wulansari saat memberikan sambutan.

Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh narasumber Asih Nuryanti yang mengupas tuntas mengenai urgensi tholabul ilmi atau menuntut ilmu dalam kehidupan seorang Muslim. Ia menekankan bahwa kehadiran jamaah dalam majelis ilmu merupakan bentuk ibadah yang sangat mulia dan tidak terbatas oleh jarak maupun usia. Dengan hadir di pengajian rutin, warga dianggap tengah menjemput keberkahan yang akan berdampak pada kualitas pengambilan keputusan dalam kehidupan berkeluarga.

Asih Nuryanti juga memberikan penekanan khusus mengenai kedahsyatan salat Subuh berjamaah yang memiliki delapan keberkahan utama. Beberapa di antaranya meliputi perlindungan langsung dari Allah sepanjang hari, kemudahan dalam menjemput rezeki, hingga ketenangan hati yang menjadi modal penting dalam menghadapi persoalan hidup. Ia mengajak para jamaah untuk menjadikan kedisiplinan salat Subuh sebagai barometer ketaatan ibadah lainnya.

“Jika salat Subuh berjamaah bisa kita jaga dengan konsisten, insyaallah ibadah-ibadah yang lain akan jauh lebih mudah untuk kita istiqamahkan. Subuh berjamaah adalah pondasi kedisiplinan seorang mukmin yang akan terpancar dari wajah yang bercahaya dan urusan yang dilapangkan oleh Allah. Mari kita mulai dari lingkungan terkecil kita di Sedogan ini untuk saling mengingatkan dalam kebaikan,” tutur Asih Nuryanti di hadapan para jamaah yang hadir.

Pengajian yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga. Melalui kegiatan rutin Sabtu Legi ini, PKK Padukuhan Sedogan membuktikan bahwa organisasi perempuan di tingkat akar rumput mampu menjadi motor penggerak pembinaan keagamaan sekaligus penjaga tradisi religius yang memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat modern. (SBD/KIM Senyum Tempel)




Perkuat Tata Kelola Wisata Desa, Pokdarwis Margowiyoso Margorejo Belajar Strategi Pengelolaan di Desa Wisata Gabugan

Sleman – Sinergi antarwilayah dalam mengembangkan potensi pariwisata terus diperkuat di Kabupaten Sleman. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Margowiyoso dari Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, melakukan kunjungan studi tiru ke Desa Wisata Gabugan, Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Joglo Joyo Pawiran ini bertujuan untuk mendalami strategi penguatan kelembagaan serta pengelolaan desa wisata yang berbasis pada partisipasi aktif masyarakat.

Kunjungan ini menunjukkan keseriusan lintas unsur dalam membangun ekonomi kreatif pedesaan. Rombongan yang hadir tidak hanya terdiri dari pengurus Pokdarwis Margowiyoso, tetapi juga melibatkan Lurah, pamong, staf Kalurahan Margorejo, hingga perwakilan Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal). Kehadiran jajaran pemerintahan dan lembaga desa ini menjadi bukti komitmen kolektif untuk mendorong sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi berkelanjutan di Margorejo.

Ketua Desa Wisata Gabugan, Heru Damarjati, menyambut hangat kedatangan rombongan tersebut dan menekankan bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata desa sangat bergantung pada soliditas internal. Menurutnya, desa wisata tidak akan bisa bertahan lama jika hanya dikelola secara perorangan tanpa adanya keterlibatan luas dari warga sekitar. Ia menggarisbawahi pentingnya transparansi dan kemampuan pengelola dalam mengemas potensi lokal menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual.

“Desa wisata tidak bisa berjalan sendiri. Kuncinya ada pada keterlibatan masyarakat, pengelolaan yang transparan, dan kemampuan membaca potensi desa agar memberi manfaat ekonomi nyata bagi warga. Kami selalu menekankan bahwa setiap warga adalah bagian dari pemilik jasa wisata ini,” ungkap Heru Damarjati di sela-sela pemaparan materi.

Lurah Donokerto, Waluyo Jati, menambahkan bahwa Desa Wisata Gabugan merupakan hasil dari proses panjang yang mengedepankan kearifan lokal dan semangat gotong royong. Baginya, dukungan dari pemerintah kalurahan harus berjalan seiring dengan kepercayaan antarwarga. Jika masyarakat sudah merasa memiliki desa wisata tersebut, maka aspek keberlanjutan akan terjaga dengan sendirinya tanpa harus dipaksakan.

Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, mengakui bahwa Desa Wisata Gabugan menjadi rujukan yang sangat relevan karena keberhasilannya mengelola potensi alam dan budaya secara terstruktur. Ia berharap kunjungan ini memberikan referensi konkret bagi Pokdarwis Margowiyoso dalam menyempurnakan konsep pengembangan wisata di Margorejo. Baginya, praktik baik yang sudah berjalan di Gabugan sangat inspiratif untuk diadaptasi sesuai dengan karakter lokal yang dimiliki Margorejo.

“Kami datang untuk belajar langsung dari praktik baik yang sudah teruji di lapangan. Harapannya, setelah kegiatan ini ada langkah penyesuaian dan penguatan konsep pengembangan desa wisata di Margorejo yang lebih matang dan sesuai dengan karakter unik wilayah kami,” ujar Abdul Azis Muh Ridwan dengan penuh optimisme.

Melengkapi sesi studi tiru tersebut, Sujatmiko Tri Atmojo memberikan pemaparan mendalam mengenai teknis perencanaan program dan inovasi produk wisata. Ia menekankan bahwa Pokdarwis harus mampu berperan sebagai motor penggerak yang dinamis sekaligus menjadi jembatan antara potensi desa dengan kebutuhan pasar pariwisata saat ini. Dengan visi yang seragam dan pembagian peran yang jelas, sinergi antara pemerintah kalurahan, BPKal, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan desa wisata yang tangguh dan mandiri. (SBD/KIM Senyum Tempel)




Respons Cepat Cuaca Ekstrem, Relawan Destana Sardonoharjo Evakuasi Pohon Tumbang di Candi Winangun

Sleman – Personel Desa Tangguh Bencana (Destana) Kalurahan Sardonoharjo kembali menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Sleman. Pada Sabtu sore (20/12/2025), tim relawan bergerak cepat melakukan evakuasi pohon tumbang yang dipicu oleh terjangan angin kencang di kawasan Candi Winangun, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul WIB tersebut menimpa sebuah pohon melinjo berdiameter kurang lebih 40 sentimeter milik Marwiyanto, warga RT 001 RW 011. Akibat hempasan angin yang cukup kuat, pohon tersebut roboh dan menimpa bangunan di sekitarnya. Kerusakan fisik dilaporkan terjadi pada rumah warga dengan total 40 genteng pecah, serta kerusakan pada tiga lembar seng bagian dapur sebuah rumah makan Padang di area tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Proses evakuasi dilakukan secara manual dan menggunakan alat potong oleh personel Destana Sardonoharjo yang terdiri dari Wahyudi, Deri, Yoyon, Sugiarto, Asep, dan Eka Sastra. Berkat koordinasi yang apik dan bantuan dari warga setempat, seluruh material pohon yang menimpa bangunan berhasil dibersihkan dengan aman dan terkendali dalam waktu singkat.

Ketua tim evakuasi, Wahyudi, menjelaskan bahwa kecepatan laporan dari warga menjadi faktor kunci keberhasilan penanganan di lapangan. Menurutnya, pemangkasan dahan dan evakuasi batang utama harus dilakukan dengan perhitungan yang matang agar tidak menambah kerusakan pada struktur bangunan yang tertimpa. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar lokasi segera steril dan pemilik rumah bisa segera memperbaiki kerusakan atapnya sebelum hujan turun kembali,” ujar Wahyudi di lokasi kejadian.

Aksi sigap para relawan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat. Toni, salah satu warga Candi Winangun, menyatakan rasa terima kasihnya atas bantuan tim Destana yang langsung hadir di lokasi sesaat setelah kejadian. Ia menilai keberadaan relawan desa sangat membantu warga, terutama dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan alat khusus.

“Kami warga Candi Winangun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Destana Sardonoharjo dan seluruh relawan. Mereka sangat sigap dan tanpa pamrih membantu evakuasi pohon tumbang ini sehingga aktivitas warga bisa kembali normal,” ungkap Toni penuh syukur.

Menanggapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Destana Sardonoharjo mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang memiliki pohon besar di dekat hunian. Warga diharapkan segera melaporkan kejadian kebencanaan melalui kanal komunikasi yang tersedia agar tim dapat memberikan penanganan secara cepat dan tepat demi meminimalisir kerugian materiil maupun risiko korban jiwa. (ESK/KIM DSN)




Perkuat Solidaritas dan Kualitas, Himpaudi Depok Sleman Gelar Refleksi Akhir Tahun di Caturtunggal

Sleman – Pengurus Cabang Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun dan Doa Bersama di Pendopo Puspadenta, Kalurahan Caturtunggal, Sabtu, 20 Desember 2025. Agenda ini menjadi momentum penting bagi para pendidik PAUD untuk mengevaluasi kinerja sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

Ketua TP PKK Kalurahan Caturtunggal, Suti Juwariyah, dalam arahannya menekankan bahwa pendidik PAUD memegang peran kunci dalam meletakkan fondasi karakter generasi penerus demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Persiapan yang matang sejak usia dini dianggap sebagai investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda. Ia juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk memiliki kepekaan sosial, mengingat saat ini banyak wilayah di Indonesia yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana alam.

“Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wujud kepedulian dan solidaritas kita terhadap sesama, terutama bagi peserta didik dan rekan pendidik PAUD di wilayah lain yang kehilangan sarana pembelajaran akibat bencana. Kita perlu merefleksikan kembali nilai kesabaran dan ketakwaan dalam menjalankan tugas mulia ini agar setiap langkah kita membawa keberkahan bagi anak bangsa,” ujar Suti Juwariyah di hadapan para pengurus.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Himpaudi Kabupaten Sleman, Sri Lestari, menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik melalui organisasi profesi. Sebagai mitra strategis Dinas Pendidikan, Himpaudi didorong untuk terus mengawal kualitas pengajaran di lembaga PAUD nonformal. Sri Lestari menekankan perlunya adaptasi metode pembelajaran yang lebih mendalam agar anak-anak mendapatkan stimulasi yang tepat sasaran.

“Kami terus mendorong implementasi pembelajaran berbasis deep learning serta penguatan literasi anak usia dini secara bertahap dan berkesinambungan. Pendidik harus mampu menciptakan suasana belajar yang bermakna agar rasa ingin tahu anak terus tumbuh secara alami sejak masa pertumbuhan awal mereka,” tegas Sri Lestari.

Dalam kesempatan tersebut, Himpaudi Kapanewon Depok juga menunjukkan aksi nyata dengan menyerahkan donasi yang dikumpulkan dari para anggota untuk korban bencana alam di Sumatera. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada pengurus kabupaten untuk segera disalurkan. Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa organisasi profesi tidak hanya fokus pada urusan akademik, tetapi juga aktif dalam tanggung jawab sosial.

Kapanewon Depok sendiri saat ini tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pendidik PAUD nonformal terbesar di Kabupaten Sleman, dengan total 90 lembaga yang menaungi 435 pendidik dan tenaga kependidikan. Potensi besar ini diakui oleh Ketua Himpaudi Kapanewon Depok, Arum Ariningsih, sebagai sebuah tantangan besar dalam hal koordinasi dan standarisasi layanan pendidikan.

“Jumlah pendidik dan lembaga yang besar di wilayah Depok ini merupakan kekuatan utama kami. Namun, hal ini harus dibarengi dengan penguatan kualitas dan sinergi yang solid agar layanan pendidikan anak usia dini benar-benar optimal. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan demi masa depan anak-anak di Sleman,” pungkas Arum Ariningsih menutup rangkaian acara. (Athiful/KIM Depok)