Bentuk Karakter Mandiri, Puluhan Siswa SD Negeri Sompokan Margomulyo Ikuti Perjusa Pramuka Penggalang

Sleman – Sekolah Dasar Negeri Sompokan Margomulyo sukses menyelenggarakan Perkemahan Jum’at–Sabtu (Perjusa) bagi Pramuka Penggalang Ramu yang berlangsung meriah di lingkungan sekolah pada 19–20 Desember 2025. Diikuti oleh 49 peserta dari kelas VI, kegiatan ini dirancang secara khusus untuk membentuk karakter disiplin, kemandirian, serta kreativitas peserta didik sebagai bekal berharga menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat sore dengan praktik Teknologi Tepat Guna (TTG). Dalam sesi ini, para penggalang diajarkan keterampilan menjernihkan air menggunakan botol mineral bekas dan bahan alam sederhana. Praktik ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis bertahan hidup di alam bebas, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif siswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ketersediaan air bersih.
Suasana semakin hangat ketika malam tiba dengan dilaksanakannya upacara api unggun yang khidmat di tengah lapangan. Usai upacara, kemeriahan berlanjut dengan panggung pentas seni yang menampilkan bakat-bakat siswa, mulai dari pembacaan puisi, olah vokal, hingga pertunjukan kelompok yang penuh tawa dan kebersamaan. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan langsung para pembina, Suradal dan Kasidi, dengan dukungan penuh dari dewan guru SD Negeri Sompokan.
Suradal menegaskan bahwa Perjusa merupakan ruang laboratorium sosial yang efektif bagi siswa kelas akhir. Menurutnya, pengalaman tidur di luar rumah dan mengelola kebutuhan regu secara mandiri akan memberikan dampak psikologis yang positif bagi perkembangan emosional anak. “Melalui Perjusa ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang teori kepramukaan, tetapi mereka benar-benar mempraktikkan cara bekerja sama, disiplin waktu, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompoknya,” ujar Suradal saat memantau jalannya kegiatan.
Selain aspek rekreasi dan edukasi, agenda utama dalam perkemahan ini adalah penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang diakhiri dengan pelantikan Pramuka Penggalang. Kasidi menambahkan bahwa proses pelantikan ini merupakan pengakuan formal atas pencapaian kecakapan hidup para siswa. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka tidak hanya dihafal, tetapi diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.
Ayesha, salah satu siswi kelas VI yang menjadi peserta, mengungkapkan kegembiraannya dapat terlibat dalam perkemahan ini. Baginya, pengalaman belajar menjernihkan air dan tampil di pentas seni bersama teman-teman adalah momen yang paling berkesan. “Kegiatannya seru sekali karena bisa belajar hal baru yang bermanfaat dan tidur bareng teman-teman. Pengalaman ini tidak akan saya lupakan,” kata Ayesha.
Senada dengan rekannya, Allvino yang juga dilantik menjadi Penggalang Ramu merasa tingkat kepercayaan dirinya meningkat drastis setelah mengikuti rangkaian acara. Ia mengaku belajar banyak tentang keberanian tampil di depan publik dan pentingnya koordinasi dalam sebuah regu. Melalui keberhasilan pelaksanaan Perjusa ini, SD Negeri Sompokan Margomulyo berkomitmen untuk terus menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai pilar utama pendidikan karakter bagi seluruh siswanya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



