Dorong Daya Saing UMKM Pemuda, Karang Taruna Depok Sleman Bekali Diri dengan Strategi Pemasaran Berbasis AI

Sleman – Kesiapan pemuda dalam menghadapi era digital terus diperkuat melalui program Inkubasi Bisnis yang menyasar Karang Taruna se-Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Sasana Anglocita Tama pada Jumat, 19 Desember 2025 tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan khusus mengenai strategi pemasaran berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Hadir sebagai narasumber utama, Tri Wismiarsi yang merupakan pakar dari Sampoerna University menekankan bahwa penguasaan teknologi AI kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi wirausaha muda. Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas pemuda dalam memahami konsep pemasaran secara mendalam, mulai dari komunikasi hingga praktik teknis yang relevan dengan kebutuhan pasar modern yang serba cepat.

Tri Wismiarsi menjelaskan bahwa pemasaran pada dasarnya adalah proses mengenali dan memenuhi kebutuhan pasar sasaran melalui proposisi nilai yang kompetitif. Dalam konteks ini, komunikasi pemasaran menjadi sarana strategis untuk menyampaikan informasi kepada konsumen dengan tujuan memengaruhi sikap dan perilaku terhadap produk maupun jasa yang ditawarkan. Ia menegaskan bahwa pesan yang disampaikan harus dirancang secara terencana agar tetap tepat sasaran dan efektif.

“Kami merancang pelatihan ini agar para pemuda tidak hanya memahami pemasaran secara konseptual, tetapi juga mampu mempraktikkan komunikasi pemasaran yang nyata dengan bantuan teknologi AI. Di tengah persaingan yang ketat, kreativitas yang didukung oleh alat digital yang tepat akan menjadi pembeda bagi usaha mereka,” ujar Tri Wismiarsi di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa penerapan AI dalam dunia pemasaran sangat bergantung pada ketajaman pelaku usaha dalam menyusun profil konsumen secara rinci. Data mengenai usia, jenis kelamin, daya beli, hingga kebiasaan dan hobi pelanggan menjadi dasar utama. Menurutnya, AI memiliki keunggulan dalam membantu pelaku usaha menyusun pesan pemasaran yang lebih terarah karena berbasis pada pengolahan data yang akurat.

Strategi pesan yang diajarkan mencakup tiga aspek utama, yakni strategi kognitif untuk membangun kesadaran merek, strategi afektif untuk menumbuhkan rasa suka dari pelanggan, serta strategi konatif yang bertujuan mendorong keyakinan hingga keputusan pembelian. Ketiga tahapan ini dinilai perlu diterapkan secara konsisten oleh para pengurus Karang Taruna agar usaha yang mereka kelola memiliki fondasi yang kuat.

“AI sangat membantu dalam merancang konten melalui teknik prompting yang tepat, namun semua itu harus didukung oleh riset konsumen yang mendalam. Kami ingin para pemuda di Kapanewon Depok dan Kabupaten Sleman ini mampu meningkatkan efektivitas pemasaran mereka sehingga daya saing usahanya naik kelas, baik di pasar lokal maupun yang lebih luas,” pungkas Tri Wismiarsi.

Melalui kegiatan inkubasi ini, diharapkan muncul generasi wirausaha muda yang melek teknologi dan mampu memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di wilayah Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Wujud Kepedulian Sesama, Warga Sanggrahan dan Jamaah Masjid Al-Mubarok Salurkan Donasi Bencana Aceh Melalui Lazismu

Sleman – Kepedulian terhadap saudara sebangsa yang tertimpa musibah ditunjukkan secara nyata oleh warga Sanggrahan RW 08, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah. Bersama jamaah Masjid Al-Mubarok, mereka berhasil menggalang donasi sebesar Rp9,5 juta untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dana kemanusiaan tersebut diserahkan secara resmi melalui lembaga zakat Lazismu Berbah pada Jumat (19/12/2025).

Prosesi penyerahan donasi dilangsungkan di hadapan jamaah seusai pelaksanaan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Mubarok. Ketua Takmir Masjid Al-Mubarok, Sumadi, menyerahkan secara langsung uang tunai hasil penggalangan tersebut kepada Kepala Kantor Lazismu Berbah, Saifu Rizal, dengan didampingi oleh Ketua RW 08 Sanggrahan, Mohammad Jupri.

Mohammad Jupri dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggalangan dana ini merupakan bentuk solidaritas warga atas penderitaan yang dialami warga di Sumatera. Ia menegaskan bahwa jarak yang jauh bukan menjadi penghalang bagi masyarakat Berbah untuk ikut meringankan beban para korban.

“Donasi ini murni diniatkan untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera yang saat ini tengah berjuang menghadapi dampak banjir dan tanah longsor. Harapannya, bantuan yang tidak seberapa ini bisa meringankan beban hidup mereka di sana,” ujar Mohammad Jupri di hadapan para jamaah.

Tindakan kedermawanan warga ini tergolong luar biasa mengingat saat ini Takmir Masjid Al-Mubarok sebenarnya tengah memikul amanah besar untuk membebaskan lahan seluas 167 meter persegi di sebelah utara masjid. Lahan tersebut direncanakan akan dibeli seharga Rp1,169 miliar sesuai kesepakatan dengan pemilik tanah. Langkah pembebasan lahan ini sangat mendesak karena Masjid Al-Mubarok yang berdiri megah dua lantai tersebut selama ini tidak memiliki halaman parkir yang memadai.

Kondisi geografis masjid saat ini membuat kendaraan jamaah terpaksa menumpang di halaman SD Negeri Berbah. Jika pembebasan lahan berhasil dilakukan, wajah masjid akan diputar menghadap ke utara sehingga akses jamaah dari jalan utama menjadi jauh lebih mudah.

“Nantinya, masjid akan terlihat jauh lebih megah di atas tanah seluas 356 meter persegi. Namun, yang paling krusial adalah akses wajah masjid yang langsung tembus ke jalan utama, sehingga jamaah tidak lagi kesulitan untuk masuk,” jelas Sumadi.

Merespons aksi sosial tersebut, Kepala Kantor Lazismu Berbah, Saifu Rizal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan warga menitipkan donasi melalui lembaganya. Ia menjelaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan dihimpun terlebih dahulu di Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman sebelum disalurkan ke lokasi bencana. Penggalangan donasi untuk Aceh ini rencananya akan ditutup pada 26 Desember 2025 mendatang.

Saifu Rizal juga memberikan dukungan moril terhadap rencana pengembangan Masjid Al-Mubarok. Ia berkomitmen bahwa setelah agenda kemanusiaan untuk Aceh selesai, Lazismu akan ikut bergerak membantu takmir dalam menghimpun donasi bagi pembebasan lahan di utara masjid.

“Kami sangat terharu dengan keikhlasan jamaah yang mendahulukan bantuan bencana meski sedang membutuhkan dana besar untuk masjid sendiri. Insyaallah, setelah ini kami siap bersinergi membantu penggalangan donasi untuk pelepasan tanah masjid ini,” pungkas Saifu Rizal. (Kusnadi/KIM Berbah)




Perkuat Literasi Finansial, Sampoerna University Edukasi Pemuda Sleman Teknik Kelola Keuangan Mandiri

Sleman – Sampoerna University menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas hidup generasi muda melalui penyelenggaraan Seminar Kewirausahaan bagi pemuda di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kegiatan yang berlangsung di Sasana Anglocita Tama pada Jumat (19/12/2025) tersebut difokuskan pada penguatan literasi keuangan, khususnya dalam mengelola anggaran pribadi secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan.

Kepala Program Studi Akuntansi Sampoerna University, Budi Kurniawan, dalam pemaparannya menegaskan bahwa kemampuan mengelola anggaran pribadi bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan instrumen mendasar untuk mengendalikan pengeluaran dan meminimalkan risiko finansial di masa depan. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap arus kas akan membantu individu dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih terukur dan tidak impulsif.

Budi Kurniawan menjelaskan bahwa langkah awal dalam menyusun anggaran pribadi yang sehat adalah dengan menghitung penghasilan bersih secara rutin. Setelah itu, setiap detail pengeluaran harus dicatat dengan teliti guna mendapatkan gambaran utuh mengenai pola konsumsi. Dengan data tersebut, seseorang dapat melakukan klasifikasi berdasarkan jenis dan prioritas sehingga alokasi dana menjadi lebih efisien.

“Setiap pengeluaran perlu dikelompokkan agar kita tahu mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan. Hal ini akan sangat memudahkan dalam proses alokasi anggaran bulanan agar tidak terjadi defisit,” ujar Budi Kurniawan saat memberikan materi di hadapan puluhan pemuda Depok.

Pakar keuangan lulusan Wolverhampton University Inggris tersebut juga menambahkan pentingnya melakukan peninjauan dan penyesuaian anggaran secara berkala. Menurutnya, anggaran tidak boleh bersifat kaku karena harus mampu mengakomodasi kondisi keuangan aktual serta kebutuhan mendesak yang mungkin muncul secara tiba-tiba. Sebagai solusi praktis, ia merekomendasikan penerapan prinsip 50:30:20 sebagai acuan dalam pengelolaan pendapatan.

Dalam skema tersebut, 50 persen penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti biaya tempat tinggal, komunikasi, transportasi, dan konsumsi harian. Sementara itu, 30 persen digunakan untuk kebutuhan non-prioritas termasuk rekreasi dan gaya hidup. Sisanya, yakni 20 persen, wajib dialokasikan untuk tabungan, dana darurat, pembayaran kewajiban, hingga investasi jangka panjang.

“Penerapan prinsip ini diharapkan dapat membantu pemuda menyusun prioritas keuangan secara lebih terstruktur serta meningkatkan disiplin diri. Dengan pengelolaan yang tertib sejak dini, mereka akan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan ekonomi jangka panjang yang semakin dinamis,” tambah Budi Kurniawan.

Menutup kegiatan tersebut, Budi menegaskan bahwa edukasi literasi keuangan ini merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang mandiri secara finansial. Ia berharap seminar ini menjadi pematik bagi pemuda di Kapanewon Depok untuk mulai mempraktikkan gaya hidup keuangan yang sehat demi masa depan yang lebih sejahtera. (Athiful/KIM Depok)




Perkuat Literasi Digital Desa, KIM DSN Bekali Pegiat Informasi Sukoharjo Teknik Penulisan Berita Berbasis AI

Sleman – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Dinamika Sinema Nusantara (DSN) dipercaya menjadi narasumber dalam agenda pembinaan dan pengelolaan dokumen informasi publik bagi jajaran KIM Kalurahan Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam, 19 Desember 2025, di Resto D’Brongkos, Ngaglik, Sleman tersebut diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas pengurus Karang Taruna, perwakilan dukuh, perangkat kalurahan, pengurus BUMKal, hingga pengelola Perpustakaan Generasi Sukoharjo Cerdas.

Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto, mengapresiasi tinggi kiprah KIM DSN yang selama ini dinilai sangat konsisten dalam mempromosikan potensi lokal melalui kanal mandiri DSN TV. Ia menegaskan bahwa pemerintah kalurahan berkomitmen penuh untuk mendukung penyebarluasan informasi desa agar semakin dikenal luas oleh publik. Sebagai bentuk keseriusan, pihaknya telah menyiapkan anggaran khusus untuk memberikan apresiasi bagi warga yang aktif mempublikasikan potensi Sukoharjo.

“Saya ingin seluruh elemen di Sukoharjo memiliki semangat yang sama dalam memberitakan kegiatan dan potensi desa kita. Ke depan, kami akan menganggarkan penghargaan bagi para pegiat informasi agar mereka semakin termotivasi. Perlu diketahui bahwa kegiatan malam ini didukung penuh oleh dana keistimewaan,” tutur Hadi Subronto saat memberikan sambutan.

Ketua KIM Kalurahan Sukoharjo, Sutup Wigati, menambahkan bahwa keberanian untuk mulai menulis adalah kunci utama dalam pengelolaan informasi organisasi. Ia menyadari bahwa menghasilkan tulisan berkualitas membutuhkan proses panjang, namun hal itu tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mulai mendokumentasikan fakta yang terjadi di lapangan. Sutup menekankan pentingnya kejujuran dalam setiap informasi yang diproduksi agar kredibilitas KIM tetap terjaga.

Materi inti pelatihan disampaikan oleh perwakilan KIM DSN, Eka Sastra Kurniawan. Ia mengawali sesi dengan pemaparan tentang peran vital media sebagai motor pembangunan desa. Eka menegaskan bahwa di era digital saat ini, publikasi adalah cerminan dari kemajuan sebuah wilayah. Tanpa adanya publikasi yang masif dan terstruktur, potensi besar yang dimiliki oleh sebuah desa tidak akan pernah tersampaikan kepada masyarakat luas atau investor potensial.

“Membangun desa berarti membangun Indonesia melalui media. Mustahil orang luar tahu keunggulan desa kita jika kita sendiri enggan mempublikasikannya. Mari manfaatkan ruang komunikasi seperti grup WhatsApp KIM untuk saling berbagi informasi dan menjaring data yang bisa dikembangkan menjadi berita yang bermanfaat bagi warga,” ungkap Eka Sastra Kurniawan.

Dalam sesi teknis, peserta tidak hanya diajarkan prinsip dasar jurnalistik 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, dan How), tetapi juga dibekali dengan keterampilan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Eka menjelaskan bahwa penggunaan AI dapat mempercepat proses penyusunan draf berita, namun verifikasi data dan kaidah jurnalistik tetap menjadi tanggung jawab penuh sang penulis agar berita tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Acara ditutup dengan penuh keceriaan saat Lurah Sukoharjo memberikan penghargaan langsung kepada sejumlah peserta yang berhasil menyusun artikel berita selama pelatihan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya gelombang jurnalisme warga di Kalurahan Sukoharjo yang mampu mengangkat citra positif desa di kancah nasional. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Buka Peluang Global, Kedutaan Besar AS Ajak Pemuda Sleman Gabung Program Kepemimpinan YSEALI

Sleman – Pemerintah Amerika Serikat melalui perwakilan Kedutaan Besar dan Konsulatnya di Indonesia terus berupaya memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda di tingkat lokal. Dalam sebuah sosialisasi yang digelar di Gedung Sasana Anglocita Tama, Jumat, 19 Desember 2025, Kenny Fernando selaku perwakilan Kedubes AS memaparkan peluang besar bagi pemuda-pemudi di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, untuk terlibat dalam Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI).

Program strategis ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan kepemimpinan, memfasilitasi pertukaran budaya, serta membangun jejaring lintas negara bagi generasi muda di kawasan Asia Tenggara. Kenny menjelaskan bahwa YSEALI merupakan inisiatif yang sangat kompetitif dan berada di bawah naungan Biro Pendidikan dan Urusan Kebudayaan Amerika Serikat. Melalui program ini, para calon pemimpin masa depan diberikan akses untuk mendapatkan pelatihan intensif yang mampu mengubah cara pandang mereka terhadap isu-isu global.

Salah satu skema yang paling diminati adalah Academic Fellows Program (AFP), yang menyasar kalangan mahasiswa serta lulusan baru. Program ini menawarkan pengalaman pembelajaran yang fokus pada penguatan kapasitas akademik serta pemahaman lintas budaya. Kenny menekankan bahwa YSEALI tidak hanya ingin mencetak individu yang kompeten secara mandiri, tetapi juga bertujuan untuk membentuk sebuah komunitas pemimpin regional yang mampu bekerja sama melintasi batas negara demi menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

“Dinamika kawasan Asia Tenggara di masa depan sangat bergantung pada tangan generasi muda saat ini. Melalui YSEALI, kami ingin membina mereka untuk membangun kepemimpinan yang inklusif serta mempererat hubungan persahabatan antara Amerika Serikat dan negara-negara di Asia Tenggara,” ujar Kenny Fernando di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Kenny menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen jangka panjang Pemerintah Amerika Serikat dalam memperkuat hubungan antar-masyarakat. Hubungan ini dinilai sangat krusial mengingat gabungan penduduk Amerika Serikat dan Asia Tenggara mencapai satu miliar jiwa. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih mendalam serta kerja sama yang lebih harmonis di berbagai bidang kehidupan.

Ia pun menaruh harapan besar agar pemuda-pemudi di Kabupaten Sleman, khususnya wilayah Depok yang dikenal sebagai pusat pendidikan, dapat memanfaatkan peluang ini secara optimal. Partisipasi aktif dari generasi muda Sleman dianggap penting untuk membawa gagasan konstruktif dari daerah ke panggung internasional.

“Kami sangat berharap semakin banyak pemuda dari Sleman yang berani mengambil tantangan ini. Kehadiran mereka tidak hanya untuk pengembangan diri, tetapi juga untuk berkontribusi sebagai penghubung kerja sama yang solid antara Indonesia, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat di masa yang akan datang,” pungkas Kenny Fernando. (Athiful/KIM Depok)