Evaluasi Kinerja Lurah 2025, Kalurahan Margorejo Perkuat Sinergi dan Tata Kelola Pemerintahan

Sleman — Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, menggelar kegiatan “Umpan Balik dan Pembahasan Hasil Pengawasan Kinerja Lurah Tahun 2025”, pada Selasa (30/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kalurahan Margorejo ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kalurahan dan Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal).

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, Carik, Kepala Seksi (Kasi), Kepala Urusan (Kaur), dan seluruh anggota BPKal Margorejo. Forum ini difokuskan pada evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan kalurahan sepanjang tahun 2025, sekaligus menjadi ruang koreksi dan perbaikan bersama demi kemajuan Kalurahan Margorejo.

Ketua BPKal Margorejo, H. Edi Triyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan BPKal bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bagian dari mekanisme checks and balances (pengawasan dan keseimbangan) dalam pemerintahan kalurahan.

“Pengawasan ini kami maksudkan sebagai upaya bersama untuk saling mengingatkan, saling mengoreksi, dan membangun sinergi agar penyelenggaraan pemerintahan kalurahan semakin baik dan akuntabel,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPKal Margorejo, Ardhian Dwi Putranto memaparkan hasil pengawasan kinerja lurah dan pamong kalurahan selama tahun 2025. Ia menyampaikan sejumlah catatan, mulai dari pelaksanaan program pembangunan, pelayanan kepada masyarakat, hingga administrasi dan pengelolaan keuangan kalurahan.

“Hasil pengawasan ini kami sampaikan secara terbuka agar dapat menjadi bahan evaluasi bersama dan ditindaklanjuti secara konstruktif,” kata Ardhian.

Dalam sesi pembahasan, para pamong kalurahan turut memberikan penjelasan atas catatan yang disampaikan BPKal. Penjelasan tersebut mencakup capaian program, kendala yang dihadapi di lapangan, dan rencana perbaikan ke depan agar kinerja pemerintahan kalurahan semakin optimal.

Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan menyampaikan apresiasinya atas peran aktif BPKal dalam menjalankan fungsi pengawasan. Menurutnya, masukan dan kritik yang disampaikan menjadi energi positif bagi peningkatan kinerja pemerintahan kalurahan.

“Kami mengapresiasi pengawasan dan masukan dari BPKal. Ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk mewujudkan pemerintahan kalurahan yang transparan, profesional, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ungkap Abdul Azis.

Ia menambahkan, sinergi antara lurah, pamong kalurahan, dan BPKal merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan Kalurahan Margorejo. Dengan komunikasi yang terbuka dan evaluasi berkelanjutan, diharapkan pelayanan publik dan pembangunan kalurahan ke depan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil pembahasan serta terus memperkuat kolaborasi demi kemajuan Kalurahan Margorejo di tahun-tahun mendatang. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Pemkab Sleman dan Kanwil Ditjenpas DIY Sepakat Lakukan Kerjasama Sinergi Penyelenggaraan Pemasyarakatan di Kabupaten Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama Kantor Wilayah Ditjenpas DIY tentang sinergi pelaksanaan penyelenggaraan pemasyarakatan di Kabupaten Sleman pada Selasa (30/12) di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya melakukan penandatanganan secara langsung bersama dengan Kepala Kanwil Ditjenpas DIY, Lili. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian Dapur Sehat SAKA Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta secara simbolis dengan pemotongan pita.

Harda dalam sambutannya menyampaikan kerjasama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun sinergi lintas sektor demi peningkatan kualitas pelayanan publik, dalam hal ini bidang pemasyarakatan dan pembinaan warga binaan.

“Lapas memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan kembali nilai-nilai kehidupan dan kemandirian bagi warga binaan. Oleh karena itu, berbagai upaya peningkatan kualitas layanan di dalam lapas, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan sehat, layak, dan bergizi, menjadi bagian proses pembinaan yang humanis dan berkeadilan,” ujar Harda

Lebih lanjut, Harda juga berharap dengan adanya KUHP baru terkait pidana kerja sosial nantinya dapat diterapkan di Lapas Narkotika Kelas IIA dan lapas lain yang memungkinkan terpidana melakukan kegiatan bermanfaat di masyarakat sebagai bentuk rehabilitasi dan pemulihan karakter, menawarkan manfaat seperti mengurangi kepadatan lapas, menciptakan kontribusi positif, serta memberikan efek jera melalui tanggung jawab publik yang tinggi.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas DIY, Lili menyampaikan kerjasama dengan Pemkab Sleman ini penting guna mengimplementasikan KUHP baru terkait Pidana Kerja Sosial. Lili menyampaikan mayoritas Lapas di DIY sudah hampir over capacity sehingga penerapan pidana kerja sosial dibutuhkan yang seyogyanya akan mulai diterapkan 2 Januari 2026.

“Lapas di DIY mayoritas sudah hampir over capacity. Oleh karenanya dengan KUHP baru nantinya warga binaan bisa melakukan kerja sosial sehingga diterima kembali di masyarakat. Dengan berbagai pelatihan skill di Lapas tentu harapannya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” jelas Lili




Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat, Sardonoharjo Mantapkan Peran RT dan RW Membangun Desa Berdaya

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, terus berupaya menguatkan peran Ketua RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan publik. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan pembinaan intensif yang digelar di Aula Kalurahan Sardonoharjo pada Senin (29/12/2025). Acara ini menghadirkan narasumber lintas sektor sebagai wujud nyata sinergi dalam membangun wilayah yang lebih adaptif dan solid.

Narasumber yang hadir dalam pertemuan strategis tersebut antara lain Panewu Ngaglik Wawan Widiantoro, Kapolsek Ngaglik Yulianto, Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho, serta Jagabaya Sardonoharjo Cahyo Wening. Hadir pula Direktur BUMKal Sardonoharjo Cahyo Binanto dan Ketua KDMP Sardonoharjo Mukijo untuk memberikan perspektif ekonomi dan sosial kepada para peserta.

Lurah Sardonoharjo, Harmo Widyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa posisi RT dan RW sangat krusial karena mereka adalah lembaga yang bersentuhan langsung dengan dinamika harian masyarakat. Ia mengingatkan para peserta agar senantiasa mengedepankan nilai pengabdian dalam menjalankan amanah sebagai pelayan warga di tingkat paling bawah.

“Ujung tombak pelayanan ada di tangan bapak dan ibu selaku Ketua RT dan RW. Kami ingin menekankan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling berguna bagi masyarakat. Pembinaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana silaturahmi untuk menanamkan kembali fungsi vital lembaga kemasyarakatan sebagai pemangku kepentingan wilayah,” ujar Harmo Widyanto di hadapan ratusan pengurus wilayah.

Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro, menambahkan bahwa saat ini wilayah Ngaglik sedang berada pada fase peralihan dari pedesaan menuju perkotaan. Perubahan fisik wilayah dan pergeseran sektor ekonomi dari pertanian ke jasa menuntut RT dan RW untuk lebih responsif terhadap perubahan sosial yang menyertainya. Menurutnya, Ngaglik bukan lagi wilayah pedesaan seutuhnya, sehingga cara-cara lama dalam berkomunikasi harus mulai menyesuaikan dengan pola masyarakat urban.

“Ngaglik sudah berubah, RT dan RW harus mampu membaca perubahan ini dan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Kita butuh cara-cara yang lebih adaptif dalam menangani persoalan warga di tengah pergeseran jenis pekerjaan dari petani ke sektor perdagangan dan jasa,” kata Wawan Widiantoro menjelaskan tantangan wilayah.

Dari sisi keamanan, Kapolsek Ngaglik Yulianto menegaskan komitmen kepolisian untuk memberikan perlindungan maksimal dengan bantuan informasi dari level RT. Ia berharap koordinasi yang sudah terjalin dapat diperkuat untuk mendeteksi dini potensi konflik sosial di lingkungan masing-masing.

“Kami dari kepolisian memastikan kesiapan penuh dalam menangani berbagai potensi gangguan keamanan. Jika terjadi permasalahan sekecil apa pun di masyarakat, kami siap bergerak cepat melakukan penanganan, tentunya dengan dukungan koordinasi dari bapak-ibu Ketua RT dan RW di lapangan,” tegas Yulianto.

Selain aspek keamanan, penguatan layanan darurat dan ekonomi juga menjadi sorotan. Jagabaya Sardonoharjo, Cahyo Wening, menginformasikan bahwa Ambulans Siaga serta Desa Tangguh Bencana (Destana) kini disiagakan selama 24 jam penuh untuk melayani warga. Sementara itu, Direktur BUMKal Sardonoharjo, Cahyo Binanto, mengajak para ketua wilayah untuk aktif mendukung penguatan ekonomi lokal. Ia meyakini bahwa kolaborasi antara badan usaha milik desa dan lembaga kemasyarakatan adalah kunci utama dalam menciptakan kesejahteraan warga secara kolektif. (ESK/KIM DSN)




Momentum Purna Tugas Dukuh Gandu Ditandai Gelaran Wayang Kulit Dalang Perempuan Elisha

Sleman – Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, menyerahkan secara resmi Surat Keputusan (SK) Purna Tugas kepada Dukuh Gandu, Kelik Sudiyana, dalam sebuah prosesi khidmat yang dibalut dengan pementasan seni budaya. Penyerahan SK tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pertunjukan wayang kulit lakon “Petruk Dukun” oleh dalang perempuan populer, Elisha Orcarus Allasso, di Lapangan Padukuhan Gandu, Sendangtirto, Kapanewon Berbah, pada Minggu (28/12/2025) malam.

Acara perpisahan pemimpin kewilayahan ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Panewu Berbah Djaka Sumarsono, Kapolsek Dwi Daryanto, Danramil Siswanto, serta Anggota DPRD Sleman, Mbah Wanto dan Galuh Saraswati Leksono. Kehadiran para tokoh tersebut bersama ratusan warga menunjukkan besarnya apresiasi terhadap pengabdian yang telah diberikan oleh Kelik Sudiyana selama menjabat.

Dalam sambutannya, Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan pelayanan tulus yang telah diberikan Kelik Sudiyana kepada masyarakat Gandu. Ia menekankan bahwa meski masa jabatan secara administratif telah berakhir, pengalaman dan pengetahuan mantan dukuh tersebut masih sangat dibutuhkan untuk kemajuan wilayah.

“Kami sangat berterima kasih atas pengabdian selama ini. Kami berharap meski sudah memasuki purna tugas, Kelik Sudiyana masih berkenan memberikan petunjuk dan bimbingan kepada pejabat pengganti sebelum nantinya ditetapkan Dukuh Gandu yang definitif. Pengalaman beliau adalah aset berharga bagi padukuhan ini,” ujar Amir Junawan.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Amir Junawan juga menyerahkan SK Penjabat (PJ) Dukuh Gandu kepada Bayu Purna Irawan yang saat ini menjabat sebagai Kaur Tatalaksana Kalurahan Sendangtirto. Pemilihan Bayu didasari pertimbangan strategis karena ia merupakan warga asli Gandu yang tinggal bersebelahan dengan mantan dukuh. Kedekatan tersebut diharapkan memudahkan koordinasi dan transisi kepemimpinan di tingkat padukuhan.

“Penunjukan ini bertujuan agar pelayanan kepada warga tidak terputus. Meskipun hanya menjabat sementara, kami berharap Bayu Purna Irawan bisa memimpin Padukuhan Gandu menjadi lebih baik dan tetap bersinergi dengan tokoh masyarakat senior di sini,” tambah Amir Junawan.

Pentas wayang kulit dengan lakon “Petruk Dukun” yang dibawakan oleh dalang perempuan sengaja dipilih sebagai simbol penyamaan derajat perempuan sekaligus memperingati Hari Ibu di Padukuhan Gandu. Acara dimulai secara simbolis saat Ketua Panitia, Agus Haitami, menyerahkan tokoh wayang kepada Elisha Orcarus Allasso di atas panggung.

“Semoga pertunjukan malam ini menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi warga Gandu dan para penggemar seni. Yang terpenting adalah kita semua ikut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya Jawa yang adiluhung agar tidak punah ditelan zaman,” ungkap Agus Haitami.

Kemeriahan acara ini juga membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Salah satu pedagang, Erna, mengaku sangat bersyukur karena dagangannya laris manis diborong pengunjung yang memadati lapangan sejak sore hari.

“Penonton malam ini luar biasa banyak. Saya berjualan dimsum dan kue kukus, baru jam sembilan malam dagangan saya sudah habis total. Saya sampai harus menambah stok lagi untuk memenuhi permintaan pembeli. Terima kasih sudah difasilitasi tempat berjualan, semoga acara seperti ini sering diadakan,” tutur Erna dengan penuh semangat.

Acara purna tugas yang dikemas dengan pementasan budaya ini berlangsung aman dan kondusif, menciptakan kenangan manis bagi warga Gandu sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah kalurahan. (Kusnadi/KIM Berbah)




Syukuran Natal Umat Kristiani Lumbungrejo Perkuat Persaudaraan dan Toleransi Warga

Sleman – Paguyuban Umat Kristiani Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menggelar acara Syukuran Natal bersama di Gedung Olahraga (GOR) Kalurahan Lumbungrejo pada Senin (29/12/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul hingga WIB ini menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan rasa aman di tengah masyarakat yang majemuk.

Acara ini dihadiri oleh tokoh lintas gereja, jajaran Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta anggota DPRD Kabupaten Sleman. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan kolektif terhadap kebebasan menjalankan ibadah yang aman dan tertib di wilayah setempat. Sepanjang acara, suasana penuh keakraban terasa kental saat umat mengikuti rangkaian ibadah, doa bersama, hingga renungan Natal.

Ketua Panitia Syukuran Natal, Sujatmika, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa dukungan dari pemerintah kalurahan merupakan faktor kunci yang menciptakan kenyamanan bagi umat Kristiani dalam merayakan hari besar keagamaan mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo atas dukungan penuh, mulai dari fasilitas tempat, jaminan keamanan, hingga bantuan pendanaan. Bagi kami, pemerintah kalurahan sudah seperti rumah kedua karena kedekatan dan perhatian yang diberikan selama ini. Kami berharap persaudaraan lintas agama di Lumbungrejo semakin erat ke depannya,” ujar Sujatmika.

Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim, turut memberikan apresiasi atas kedewasaan umat dalam menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Ia mengajak seluruh warga untuk terus mengedepankan nilai-nilai persatuan meski hidup dalam perbedaan keyakinan demi kemajuan desa.

“Kami sangat mengapresiasi perayaan Natal yang penuh semangat persaudaraan ini. Harapan kami, mari kita terus menggalang persatuan meskipun ada perbedaan keyakinan. Mari jadikan keragaman ini sebagai kekuatan untuk membangun Lumbungrejo yang lebih baik,” kata Misbah Al Hakim.

Pesan perdamaian juga disampaikan oleh Ketua Sinode Gereja Kristen Kalam Kudus Indonesia (GKKI), Albertus Susilo Handoko. Ia menegaskan bahwa esensi Natal adalah panggilan iman untuk menghadirkan kasih dan damai di ruang publik. Senada dengan hal itu, Ketua Paroki Santo Yusup Medari, Yohanes Ari Purnomo, mengingatkan bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata berupa pelayanan dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang batas perbedaan.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, yang hadir di lokasi menilai kegiatan ini sebagai refleksi harmoni dalam pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antarwarga tanpa melihat latar belakang agama merupakan modal utama untuk mewujudkan masyarakat yang berperadaban maju.

Keamanan di sekitar lokasi GOR Lumbungrejo dijaga secara terpadu oleh personel Omah Jaga Warga bersama Satlinmas Kalurahan guna memastikan situasi tetap kondusif. Acara kemudian ditutup dengan renungan Natal oleh Pendeta Eko Iswanto yang mengangkat tema kehadiran Tuhan dalam menyelamatkan keluarga.

“Yesus adalah Imanuel, yang berarti Allah beserta kita. Melalui keluarga yang hidup dalam iman dan ketaatan, damai sejahtera akan senantiasa mengalir ke tengah masyarakat luas,” ungkap Eko Iswanto dalam pesan penutupnya. Perayaan ini berakhir dengan penuh kehangatan, sekaligus mempertegas posisi Lumbungrejo sebagai wilayah yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. (SBD/KIM Senyum Tempel)