Perkuat Keterlibatan Ayah dalam Pendidikan, Pusbinaan Kring I Condongcatur Sosialisasikan Gerakan GEMAR

Sleman – Penguatan peran keluarga dalam pembangunan masyarakat menjadi fokus utama dalam pertemuan rutin Pusat Pembinaan (Pusbinaan) Kring I Kalurahan Condongcatur yang digelar di Gedung Balai RW Babadan Baru, Padukuhan Kentungan, Jumat (19/12/2025). Agenda ini tidak hanya menjadi sarana koordinasi antar pengurus, tetapi juga menjadi momentum untuk menyosialisasikan program strategis nasional yang menyasar keterlibatan figur ayah dalam dunia pendidikan.

Ketua Pusbinaan Kring I, Suhartini, membuka acara dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota yang selama ini telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Suhartini yang juga menjabat sebagai Dukuh Kentungan menekankan bahwa keberhasilan berbagai agenda di wilayah, termasuk perayaan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur, merupakan buah dari sinergi dan kebersamaan yang solid. Ia berharap semangat gotong royong ini terus menjadi fondasi dalam menjalankan program-program Pusbinaan di masa mendatang demi kesejahteraan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Petugas Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Depok, Siti Juwariyah, memaparkan secara mendalam mengenai Gerakan Ayah Mengambil Rapor atau yang dikenal dengan istilah GEMAR. Program ini dirancang untuk memecah stigma bahwa urusan pendidikan anak hanya bertumpu pada peran ibu semata. Melalui GEMAR, para ayah didorong untuk hadir secara fisik dan emosional di sekolah guna memantau langsung perkembangan belajar anak-anak mereka.

Siti Juwariyah menjelaskan bahwa kehadiran seorang ayah memiliki dampak psikologis yang signifikan terhadap kepercayaan diri dan motivasi belajar anak. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Nomor 14 Tahun 2025 yang bertujuan memperkokoh ketahanan keluarga di tingkat nasional.

“Kehadiran ayah saat pengambilan rapor bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk dukungan moral yang sangat berharga bagi anak. Kami ingin para ayah di Condongcatur, khususnya di Kabupaten Sleman, menyadari bahwa setiap menit yang mereka luangkan di sekolah akan membantu menumbuhkan harapan dan mempersiapkan anak menghadapi tantangan masa depan dengan lebih tangguh,” ujar Siti Juwariyah di hadapan para peserta.

Program GEMAR ini diharapkan menjadi gerakan masif yang mampu melahirkan generasi Indonesia yang unggul dan berkualitas. Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama dari para pengurus Pusbinaan untuk terus mengedukasi masyarakat di lingkungannya masing-masing mengenai pentingnya peran ayah. Dengan partisipasi aktif semua pihak, diharapkan kualitas keluarga di Kalurahan Condongcatur dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Bela Negara Jadi Kunci Utama Terwujudnya Indonesia Maju

Sleman – Pemerintah Kapanewon Moyudan menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke- 77, dan Hari Ibu ke- 97 tahun 2025, yang berlangsung pada Jum’at (19/12/2025) di halaman Kapanewon Moyudan, Sleman.

Upacara diikuti oleh Panewu beserta jajaran Pemerintah Kapanewon Moyudan, Kapolsek, Danramil beserta anggota, lurah beserta pamong se- Kapanewon Moyudan, dan seluruh pimpinan di Kapanewon Moyudan.

Panewu Anom Moyudan, Mahmudah Arfiyati mengajak seluruh warga Sleman untuk melakukan introspeksi, dan merenungi perjalanan panjang Bangsa Indonesia, dan perannya sebagai warga negara.

“Dua momentum yang kita peringati hari ini, bukan sekedar seremonial tahunan, tetapi kita jadikan sebagai refleksi yang mendalam. Siapa kita, apa yang bisa kita perjuangkan, apa yang ingin kita wujudkan bersama,” ungkapnya.

Mahmudah mengatakan bahwa peringatan Hari Bela Negara ke- 77 hendaknya mengingatkan kepada pendiri bangsa, dan dijadikan sebagai titik tindakan nyata untuk menunjukkan kecintaan terhadap bangsa. Kecintaan tersebut dapat dibuktikan dengan kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen untuk menjaga persatuan yang berkelanjutan dalam kehidupan berbangsa.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional dan penuh dedikasi,” tandasnya.

Ia pun mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan pada Tanah Air melalui tindakan nyata. Sesuai tema Hari Bela Negara ke-77 yakni ‘Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju’.

“Tema tersebut memiliki makna Bela Negara yang kuat merupakan kunci utama, untuk mewujudkan Indonesia maju, berdaya saing, dan tahan terhadap segala ancaman,” ujarnya.

Sementara itu, peringatan Hari Ibu ke- 97 bukan semata-mata mengenang domestik seorang ibu. Tetapi sebagai wujud apresiasi perjuangan kaum perempuan Indonesia dalam kesetaraan, pendidikan, dan ruang partisipasinya dalam pembangunan.

“Kaum perempuan bukan sekedar pendamping tetapi mitra sejajar dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan negara,” ujar Mahmudah.

Ia mengungkapkan bahwa kiprah perempuan di Sleman semakin kuat dalam berbagai bidang. Hal tersebut dibuktikan bahwa perempuan di Sleman tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan keluarga, tetapi juga ketahanan sosial, ekonomi daerah.

Adapun tema peringatan hari Ibu ke- 97 adalah ‘Perempuan Berdaya, dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045, yang menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

“Melalui tema tersebut menekankan bahwa perempuan memiliki peran sebagai agen perubahan, penggerak ekonomi, dan penjaga nilai sosial,” imbuhnya.  (Giek/ KIM Moyudan)




Kapanewon Pakem Gelar Peringatan Hari Bela Negara ke-77 dan Hari Ibu

Sleman – Pemerintah Kapanewon Pakem melaksanakan Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Ibu, di Halaman Kapanewon Pakem, pada Jumat (19/12/2025).

Upacara tersebut dipimpin oleh Inspektur Upacara Danramil Pakem, diikuti oleh jajaran Forkopimkap, aparatur pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dan peserta upacara lainnya.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk peringatan atas dua momentum nasional yang memiliki makna strategis bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Hari Bela Negara dan Hari Ibu. Kedua peringatan tersebut menjadi sarana refleksi bersama untuk meneguhkan kembali nilai pengabdian, pengorbanan, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” ujar Danramil Pakem, Kapten Arm Wahyu Kuncoro.

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa bela negara tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan bersenjata. Melainkan diwujudkan melalui peran nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan profesi dan tanggung jawab masing-masing.

“Nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, integritas, ancasian, serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan bangsa menjadi bagian penting dari implementasi bela negara di era modern,” imbuhnya

Lebih lanjut, di tengah tantangan global, perubahan sosial, ekonomi, serta derasnya arus informasi, semangat bela negara menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” kata Wahyu.

Pada kesempatan itu, disampaikan juga apresiasi terhadap peran strategis perempuan Indonesia, khususnya dalam konteks peringatan Hari Ibu.

“Perempuan tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pembangunan nasional. Tema Perempuan Berdaya, Berkarya Menuju Indonesia Emas 204, menegaskan bahwa perempuan merupakan agen perubahan dalam mewujudkan masa depan bangsa,” pungkasnya.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar unsur masyarakat, meningkatkan rasa cinta tanah air, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. (Asrori Wardan / Kim Pakem)




Tumbuhkan Cinta Tanah Air Sejak Dini, PAUD Pencarsari Sleman Belajar ke Museum Dirgantara Mandala

Sleman — Sebanyak 30 anak PAUD Pencarsari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik mengikuti kegiatan outing class ke Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, pada Jumat (19/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana ceria dan penuh antusiasme.

Kunjungan edukatif ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar anak usia dini.

Kepala PAUD Pencarsari, Suharini menjelaskan bahwa outing class ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala memiliki banyak manfaat bagi peserta didik. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas mampu membantu anak-anak belajar dengan cara yang lebih praktis dan menyenangkan.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi juga mengalami langsung. Ini menstimulasi perkembangan kognisi, sosial, dan emosional mereka secara bersamaan,” ujar Suharini.

Ia menambahkan, kunjungan ke museum juga memberikan pengalaman baru yang memperluas wawasan anak serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini. “Pembelajaran di luar kelas seperti ini menjadi lebih bermakna dan tak terlupakan bagi anak-anak,” katanya.

Selama berada di museum, rombongan PAUD Pencarsari diterima oleh Mayor Dewantoro, selaku instruktur pendamping. Dengan ramah, ia menjelaskan berbagai koleksi pesawat dan sejarahnya, serta dengan sabar menjawab beragam pertanyaan polos namun penuh rasa ingin tahu dari anak-anak.

“Di sini ada 61 pesawat terbang. Semua pesawat yang ada di sini adalah pesawat yang memiliki cerita sejarah,” jelas Mayor Dewantoro kepada para siswa. Ia kemudian menunjuk salah satu koleksi unggulan, pesawat C-140 Jet Star.

“Pesawat ini dulu dipakai Presiden Soekarno, Presiden pertama kita. Pesawat ini diperoleh dari Amerika Serikat dan diberikan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, John F. Kennedy. Pesawat ini kita beri nama Pancasila, dengan kode A-1645 yang berarti 1 Juni 1945, hari lahirnya Pancasila,” terangnya.

Kegiatan outing class tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, sejalan dengan upaya pendidikan karakter pada anak-anak PAUD. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




Pisah Sambut Dandim 0732/Sleman, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho Gantikan Letkol Infantri Yusuf Prasetyo

Sleman – Pemkab Sleman menggelar acara pisah sambut Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman, dari Letkol Infantri Yusuf Prasetyo, ., M.M. kepada Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho. Acara dilaksanakan pada Kamis (18/12), di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.

Hadir pada acara tersebut Bupati Sleman, Harda Kiswaya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dan jajaran Forkopimda dan pejabat di lingkungan Kabupaten Sleman, serta stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, Harda menyambut baik kehadiran Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho di Kabupaten Sleman. Ia berharap sinergitas Pemkab Sleman dengan Kodim 0732/Sleman dibawah kepemimpinan Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho akan semakin baik dalam menyejahterakan masyarakat Sleman.

“Dan kepada yang terhormat, Bapak Letkol Infantri Yusuf Prasetyo, ., M.M. mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kerjasama, karya, dan dedikasinya selama bertugas di Kodim 0732 Kabupaten Sleman,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sinergi antara TNI dan Pemkab Sleman telah memberikan kontribusi yang baik dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan, mitigasi bencana, memperkuat ketahanan wilayah dan ketahanan sosial masyarakat.

Sementara itu Dandim Sleman yang baru, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, menyampaikan terima kasih telah diterima dengan baik di Kabupaten Sleman. Ia juga berharap dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Sleman dalam menjalankan berbagai program ke depannya.

Kami mohon petunjuk, arahan, bimbingan, dan masukan dari bapak Bupati, Forkopimda, agar ke depannya dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Letkol Infantri Yusuf Prasetyo, ., M.M., Dandim Sleman sebelumnya, mengaku senang dapat bertugas di Kabupaten Sleman. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkab dan Forkopimda Sleman yang telah memberikan banyak bantuan selama ia bertugas di Kabupaten Sleman.

“Sembilan bulan tak terasa kami bertugas di Sleman, sangat nyaman. Terimakasih bantuannya saat kami bertugas dengan segala dinamikanya. Belum banyak kontribusi yang kami berikan, tapi kami sudah berusaha yang terbaik.
Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan,” ucapnya.