MUBES Perdana IKASMAGO Digelar, Adit Setiawan Terpilih Ketua Umum Periode 2025–2030

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-39 SMA Negeri 1 Godean, keluarga besar alumni menggelar Musyawarah Besar (MUBES) perdana Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Godean (IKASMAGO). Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (14/12/2025) di Hotel Tara, Jalan Magelang, Yogyakarta.

MUBES perdana ini menjadi tonggak penting bagi para alumni dalam membangun organisasi IKASMAGO yang solid, terstruktur, dan berkelanjutan. Selain menjadi ajang silaturahmi lintas angkatan, forum tersebut juga menetapkan Ketua Umum serta susunan pengurus IKASMAGO untuk periode 2025–2030.

Melalui hasil musyawarah, Adit Setiawan terpilih sebagai Ketua Umum IKASMAGO. Usai pelantikan, Adit menyampaikan komitmennya untuk menjadikan IKASMAGO sebagai wadah yang kuat, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi alumni maupun sekolah.

“Hari ini kami resmi dilantik sebagai pengurus Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Godean. Kami memiliki semangat besar untuk tetap solid dan bersatu. Ke depan, kami akan menyusun dan menjalankan program-program yang berdampak positif, baik bagi alumni maupun keluarga besar SMA Negeri 1 Godean,” ujar Adit.

Adit juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pengurus akan menggelar rapat kerja besar pada Februari 2026. Rapat tersebut akan menjadi forum penetapan arah dan rencana kerja organisasi selama lima tahun ke depan.

“Rapat kerja nantinya akan membahas program strategis IKASMAGO periode 2025–2030. Selain itu, kami juga menyiapkan agenda reuni akbar yang ditargetkan dihadiri lebih dari alumni, sebagai momentum konsolidasi dan penguatan peran alumni,” tambahnya.

Salah satu program prioritas yang dicanangkan adalah pengembangan website resmi IKASMAGO serta pendataan alumni secara menyeluruh. Program ini diharapkan mampu memperkuat jejaring alumni, membuka peluang kolaborasi, serta menjadi sarana komunikasi yang efektif antara alumni dan sekolah.

“Dengan terbentuknya IKASMAGO, kami berharap terjalin kemitraan yang lebih kuat antara sekolah dan alumni, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan SMA Negeri 1 Godean. Ini adalah langkah awal menuju kolaborasi dan kemajuan bersama,” jelas Adit.

Sementara itu, alumnus SMAN 1 Godean, Kusno Setyo Utomo, mengapresiasi terselenggaranya MUBES perdana tersebut. Menurutnya, pembentukan organisasi alumni di momentum 39 tahun berdirinya sekolah membawa harapan baru bagi seluruh alumni.

“Saya melihat ini sebagai langkah yang sangat positif. Ikatan alumni kini lebih terorganisir dan memiliki wadah yang jelas. Ke depan, semoga nama besar SMA Negeri 1 Godean semakin harum dan terus berkembang,” ujar Kusno.

Dalam struktur kepengurusan IKASMAGO, Kusno Setyo Utomo dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Penggalangan Dana dan Pengembangan Usaha.

Dengan terselenggaranya MUBES perdana ini, IKASMAGO diharapkan tumbuh menjadi organisasi alumni yang produktif, inklusif, dan mampu berkontribusi nyata bagi alumni, sekolah, serta masyarakat luas. (Ilham Agus/KIM Seyegan)




SD Semoya Menjadikan Al Qur’an sebagai Mahkota Cahaya Penyejuk Mata dan Jiwa

Sleman – SD Muhammadiyah Semoya menyelenggarakan kegiatan Haflah Akhirussanah Kenaikkan Jilid Tilawati dan Hafalan Al-Qur’an, sebagai wujud syukur atas capaian pembelajaran Al-Qur’an peserta didik pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlagnsung di SD Muhammadiyah Semoya Tegaltirto, Berbah, pada Jumat (19/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Majelis Dikdasmen PCM Berbah, Kkpala sekolah, guru, karyawan, wali murid berserta murid SD Muhammadiyah Semoya kelas 1 sampai kelas 6.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Semoya, Rini Wuriyastuti mengucapkan selamat datang kepada wali murid dan tamu undangan. Ia menyatakan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang tidak sama dengan lainnya. T

“api kita harus yakin bahwa putra putri kita bila kurang dari sisi akademik pastilah memiliki kemampuan di sisi lain seperti seni budaya dan lainnya. Tugas kita sebagai pendidik orangtua menggali kemampuan dasar yang lebih menonjol. Kita pupuk dan kembangkan secara maksimal,” tuturnya.

Selanjutnya, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah, Suryati menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ibu wali yang telah berkenan menitipkan anak-anaknya untuk belajar di SD Muhammadiyah Semoya, juga Sekolah Muhammadiyah yang lain dari TK sampai SMK.

“Semoga dengan belajar di sekolah perserikatan Muhammadiyah akan mendapatkan manfaat dunia akhirat,” ucap Suryati.

Ketua panitia kegiatan, Dwi Rahmawati menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penuh makna dalam meneguhkan komitmen sekolah untuk membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, dan berkarakter Islami dan berkemuhamadiyahan.

“Melalui proses pembelajaran tilawati dan tahfidz, para siswa tidak hanya belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini,” tutur Dwi.

Dengan mengusung tema “Mahkota Cahaya: Menjadikan Al-Qur’an Penyejuk Mata dan Jiwa Orang Tua”, kegiatan ini diharapkan menjadi penguat sinergi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam mendidik generasi penerus Islam yang unggul danj berkemajuan.

“Semoga Al-Qur’an senantiasa menjadi cahaya dalam kehidupan anak-anak kita, di dunia maupun di akhirat,” pungkas Dwi. (Kusnadi KIM Berbah)




Desa Wisata Jaka Garong Turi Jadi Ajang Kemah Hizbul Wathan Mu’allimin Perkuat Karakter Kepemimpinan

Sleman – Hizbul Wathan (HW) Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan kemah sebagai bagian dari pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian peserta didik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Desa Wisata Jaka Garong, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, pada Selasa (16/12/2925) sampai denga Jumat (19/12/2025), dengan rangkaian agenda yang tersusun sistematis dan edukatif sebagaimana tercantum dalam jadwal resmi kegiatan.

Kemah ini diikuti oleh para peserta didik Mu’allimin Muhammadiyah dengan pendampingan pembina dan panitia. Desa Wisata Jaka Garong dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi alam, budaya, serta lingkungan yang mendukung pembelajaran berbasis alam terbuka dan penguatan nilai-nilai ke-Hizbul Wathan-an.

Rangkaian acara dimulai sejak hari pertama dengan registrasi peserta, upacara pembukaan, pendirian tenda, serta orientasi lokasi. Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai materi pembinaan seperti penguatan ideologi Hizbul Wathan, kepemimpinan, kedisiplinan, serta pelatihan keterampilan lapangan. Kegiatan malam diisi dengan api unggun dan pentas seni yang bertujuan membangun kebersamaan serta menumbuhkan kreativitas peserta.

Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi, jelajah alam, permainan edukatif, serta pelatihan ketangkasan. Materi-materi tersebut dirancang untuk melatih kerja sama tim, ketahanan fisik, serta kemampuan problem solving peserta di alam terbuka. Selain itu, terdapat pula sesi ibadah dan refleksi yang menanamkan nilai spiritual dan akhlak Islami dalam setiap aktivitas.

Kemah ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan kepramukaan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan melalui kemah HW, peserta dilatih untuk mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dengan lingkungan Desa Wisata Jaka Garong sangat mendukung proses pembelajaran ini.

Pihak pengelola Desa Wisata Jaka Garong, Herda juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Selain memberikan manfaat edukatif bagi peserta, kegiatan ini turut mengenalkan potensi wisata lokal kepada generasi muda dan mendorong sinergi antara lembaga pendidikan dan masyarakat desa,” tandasnya. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi )




Pembentukan FKUB Banyuraden Wujud Komitmen Jaga Kerukunan

Sleman – Pembentukan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tingkat Kalurahan Banyuraden dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat harmoni sosial dan menjaga kondusivitas kehidupan bermasyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang rapat Kalurahan Banyuraden, Kamis (18/12/2025), dengan melibatkan berbagai unsur lintas agama dan tokoh masyarakat setempat.

Forum yang dibentuk sebagai wadah dialog, komunikasi, dan kerja sama antarumat beragama di tingkat kalurahan ini dihadiri oleh Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi, Ketua FKUB Gamping, KH. Muhammad Nasrulloh, perwakilan Kantor Urusan Agama Kapanewon Gamping, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan pemuka lima agama di Kalurahan Banyuraden.

Dalam sambutannya, Hendy Indra Utama menuturkan bahwa pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi kerukunan dan harmoni sosial di tengah masyarakat Banyuraden yang majemuk.

“Keberadaan FKUB Banyuraden diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi serta mencegah potensi konflik sosial yang berlandaskan perbedaan keyakinan,” tuturnya dihadapan para pemuka agama.

Hendy pun menegaskan, pembentukan forum lintas agama ini dipandang sebagai kebutuhan strategis, mengingat dinamika kehidupan bermasyarakat yang semakin kompleks apalagi Banyuraden tergolong wilayah sub urban. Sehingga, perbedaan latar belakang agama dan keyakinan adalah sebuah keniscayaan yang harus dikelola dengan bijaksana agar menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Karena itu, FKUB diharapkan menjadi ruang dialog yang sehat, terbuka, dan solutif.

Pihaknya berharap kepengurusan FKUB Banyuraden yang terbentuk nantinya dapat menjadi jembatan komunikasi antarumat beragama, sekaligus mitra kalurahan dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Setiap persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai toleransi,” tandas Hendy.

Sementara itu, Ketua FKUB Kapanewon Gamping, KH. Muhammad Nasrulloh berharap dibawah kepemimpinan Kyai Ahmad Shofi yang terpilih sebagai Ketua FKUB Kalurahan Banyuraden periode 2025 – 2030 dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya moderasi beragama dan semangat kebangsaan.

“Nilai-nilai persatuan, gotong-royong, dan saling menghargai perlu terus ditanamkan, khususnya kepada generasi muda, agar kerukunan dapat terjaga secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut KH. Nasrulloh, sinergi antara kalurahan, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Dirinya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Banyuraden.

“Semoga FKUB Banyuraden yang terbentuk hari ini dapat menjalankan amanah dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat sekitar,” pintanya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Talk Show Akreditasi Berkala Perkuat Komitmen Transformasi Perpusda Sleman

Sleman – Talk show mengenai pentingnya akreditasi secara berkala bagi perpustakaan daerah (Perpusda) digelar oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman bersama Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan Nasional sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pengelolaan perpustakaan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (18/12/2025) menjadi ruang dialog strategis untuk menyamakan persepsi terkait standar pengelolaan perpustakaan yang sesuai dengan Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Pedoman Akreditasi Perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi memandu jalannya diskusi bersama Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan Nasional, Chaidir Amir, dan Budi Kurniawan yang mengupas perihal akreditasi secara berkala serta perlunya perubahan konsep perpustakaan seiring perkembangan teknologi informasi saat ini.

Dalam perbincangannya, Budi Kurniawan menegaskan bahwa akreditasi berkala bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen evaluatif untuk memastikan layanan perpustakaan berjalan profesional, terukur, dan berkelanjutan.

“Akreditasi menjadi tolok ukur kualitas tata kelola, koleksi, layanan, serta sumber daya manusia perpustakaan,” tandasnya.

Lewat talk show ini, pengunjung dan pegawai perpustakaan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai indikator dan instrumen penilaian akreditasi yang digunakan oleh pemerintah pusat. Budi menyampaikan bahwa kesesuaian terhadap standar nasional merupakan syarat utama agar perpustakaan daerah mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Budi pun menekankan pentingnya komitmen pimpinan daerah dan pengelola perpustakaan dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil akreditasi. Menurutnya, hasil penilaian tidak berhenti pada nilai, tetapi harus diimplementasikan dalam bentuk perbaikan sistem layanan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kompetensi pustakawan.

Selain membahas aspek teknis akreditasi, talk show ini menyoroti perubahan paradigma perpustakaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang disarankan oleh Chaidir Amir.

“Sebaiknya, perpustakaan tidak lagi diposisikan semata sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman koleksi buku, melainkan sebagai pusat pembelajaran, literasi digital, dan ruang kolaborasi masyarakat,” ujarnya.

Chaidir pun menuturkan bahwa transformasi konsep perpustakaan menjadi keharusan agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi digital. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai mampu memperluas akses layanan, mempercepat penyebaran informasi, serta meningkatkan daya tarik perpustakaan bagi masyarakat luas.

Dalam diskusi tersebut, Chaidir mendorong perpustakaan daerah Sleman untuk mengintegrasikan layanan digital tanpa meninggalkan fungsi dasar perpustakaan sebagai penjaga pengetahuan. Perpaduan antara koleksi cetak dan digital dinilai sebagai pendekatan ideal dalam menghadapi tantangan era informasi.

Talk show menjadi sarana berbagi praktik baik dalam pengelolaan perpustakaan modern, termasuk inovasi layanan berbasis teknologi, penguatan literasi informasi, serta pengembangan ruang perpustakaan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan sosial.

Dengan pengelolaan sesuai standar nasional dan konsep perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, perpustakaan daerah Sleman diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan dan berperan optimal dalam mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)