Kapanewon Depok Susun Variabel IKK Penerimaan Masyarakat terhadap Program Bangga Kencana

Sleman – Kegiatan penyusunan variabel Indeks Kepuasan Keluarga (IKK) penerimaan masyarakat terhadap program bangga kencana, dilangsungkan Pemerintah Kapanewon Depok, pada Kamis (18/12/2025) di Ruang Anglocita Tama kantor kapanewon setempat.

Kegiatan ini diikuti oleh para kader se-Kapanewon Depok ini, bertujuan untuk memperoleh alat ukur yang sederhana dan tepat guna dalam menilai pelaksanaan Program bangga kencana di masyarakat.

Pada kesempatan itu, mereka terlibat aktif berdiskusi untuk menyusun variabel yang akan digunakan dalam mengukur tingkat penerimaan dan kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan program bangga kencana.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BKKBN Pusat, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), K/IT Bangga Kencana, dan tim akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sementara narasumber yaitu Khairunisa Azahra, menyampaikan materi dan pendampingan teknis terkait penyusunan variabel IKK.

“Indeks Kepuasan Keluarga (IKK) adalah indikator yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana masyarakat memahami, menerima, dan merasakan manfaat program bangga kencana dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dihasilkan indikator yang mampu menggambarkan secara objektif tingkat penerimaan masyarakat terhadap program bangga kencana, sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan program ke depan. (Tri Suhartati KIM Depok)




Jamin Keamanan Wisatawan Nataru, Puluhan Sopir Jeep Wisata Merapi Jalani Tes Urine Dadakan

Sleman – Guna memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman bersama Badan Kesbangpol Sleman menggelar aksi deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025) di Joglo Athiya, Umbulharjo, Cangkringan ini menyasar puluhan sopir Jeep Wisata Lereng Merapi sebagai garda terdepan layanan wisata andalan di Kabupaten Sleman.

Aksi kolaboratif ini melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polresta Sleman, hingga Kodim 0732 Sleman. Dari pelaksanaan tes urine yang dilakukan terhadap 43 orang pengemudi jeep, petugas menyatakan seluruh peserta tes menunjukkan hasil negatif. Hal ini menjadi kabar positif bagi kesiapan sektor pariwisata Sleman dalam menyambut lonjakan pengunjung di akhir tahun.

Kepala BNNK Sleman, Teguh Tri Prasetya, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kewaspadaan serta deteksi dini terhadap peredaran gelap narkotika di kawasan wisata. Ia menekankan pentingnya ketahanan diri para pengemudi mengingat posisi mereka yang krusial dalam industri pariwisata daerah.

“Kabupaten Sleman memiliki wisata Lava Tour Merapi, sehingga para driver jeep diharapkan memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kegiatan kolaborasi lintas instansi ini merupakan bukti kepedulian dan kerjasama yang baik untuk mewujudkan Kabupaten Sleman Sembada Bersinar atau Bersih Narkoba,” ujar Teguh Tri Prasetya di sela-sela kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Samsul Bakri, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya pencegahan ini. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci efektivitas pengawasan di lapangan.

“Kami bersinergi dengan BNNK Sleman dan instansi terkait mendukung pelaksanaan kegiatan tes urine dalam rangka mengoptimalkan Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Sleman,” tegas Samsul Bakri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, memprediksi akan terjadi kenaikan signifikan jumlah wisatawan yang masuk ke wilayah lereng Merapi. Mengingat jeep wisata merupakan salah satu ikon utama pariwisata Sleman, faktor keselamatan yang dipengaruhi oleh kesehatan pengemudi menjadi prioritas utama.

“Dengan adanya libur Natal dan Tahun Baru, diprediksi wisatawan yang masuk ke wilayah Kabupaten Sleman akan meningkat. Untuk mendukung keamanan dan ketertiban selama liburan, diharapkan para pelaku wisata juga terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” kata Edy Winarya.

Edy juga mengapresiasi langkah strategis ini karena dapat memberikan rasa aman lebih bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Merapi. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap para pelaku wisata dapat menjalankan tugasnya memandu wisatawan dengan kondisi fisik yang prima, sehat, dan bebas dari pengaruh obat-obatan terlarang demi kelancaran liburan akhir tahun.




Dampingi Mendikdasmen dan Ketua Komisi IV DPR RI Luncurkan Mobil Layanan Gerak PIP, Bupati Sleman Dukung Pemerataan Akses Pendidikan

Sleman – Guna melaksanakan percepatan Program Indonesia Pintar (PIP), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto meluncurkan Mobil Layanan Gerak PIP di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan pada Kamis (18/12). Bupati Sleman, Harda Kiswaya menyatakan siap mendukung program ini guna peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan di Sleman.

Harda mengatakan Pemkab Sleman menyadari bahwa tantangan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kualitas pembelajaran, tetapi juga akses dan keberlanjutan pendidikan,terutama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga rentan. Ia menyampaikan Program Indonesia Pintar merupakan wujud kehadiran negara guna memastikan bahwa tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Kami menyambut baik upaya percepatan penyaluran PIP Tahun 2025 serta persiapan dini PIP Tahun 2026. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat bersama DPR RI dalam menjamin ketepatan waktu, ketepatan sasaran, serta efektivitas pemanfaatan bantuan pendidikan,” ujar Harda

Sementara itu, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa dengan layanan mobil ini, diharapkan penyaluran PIP dapat tersalurkan dengan baik dan diterima murid sesuai dengan hak masing-masing sebagai penerima. Ia berharap dana bantuan PIP tersalurkan secara tepat sasaran dan memastikan dana bantuan digunakan sebaik-baiknya

“Untuk Kabupaten Sleman, penyaluran PIP menjangkau peserta didik dengan total anggaran Rp . Ini adalah komitmen pemerintah dalam mewujudkan akses pendidikan berkualitas bagi murid dari keluarga kurang mampu,” ujarnya

Ia menambahkan proses penyaluran bekerjasama dengan bank-bank mitra yang ditetapkan oleh Kemendikdasmen. Kemudian kedepan ia berharap PIP dapat berkesinambungan dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar penerima manfaat dapat memperoleh bantuan pendidikan secara berkelanjutan.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto mengharap sinergi dan kolaborasi stakeholder diperlukan dalam menyukseskan program ini. Ia menambahkan seluruh pihak harus mengawal dan membantu penyaluran PIP tepat sasaran dan benar benar membantu peserta didik.

“Dengan kolaborasi baik dari orangtua, guru, pemerintah serta masyarakat, semoga PIP akan menjadi jembatan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia,” pungkas Titiek




Sinergi Pusat dan Daerah, Irigasi Tersier Moyudan Resmi Beroperasi untuk Dukung Swasembada Pangan

Sleman – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman untuk meresmikan saluran irigasi tersier di Dusun Karangtalun, Kapanewon Moyudan, pada Kamis, 18 Desember 2025. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, hadir langsung mendampingi untuk meninjau infrastruktur pengairan yang baru saja selesai dibangun tersebut.

Proyek peresmian ini merupakan inisiasi dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak atau BBWSO. Pembangunan tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 sebagai bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi guna mengoptimalkan distribusi air ke lahan pertanian warga. Infrastruktur ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan hasil panen sekaligus mendorong kesejahteraan para petani di wilayah Sleman.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman siap mendukung penuh program ketahanan dan swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Ia menilai keberadaan irigasi yang baik adalah kunci utama stabilitas produktivitas pertanian di daerahnya.

“Kami menghaturkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat terutama Ibu Titiek Soeharto atas dukungan, bantuan dan pendampingan kepada masyarakat Sleman guna mengimplementasikan upaya menjaga ketahanan dan swasembada pangan di Sleman dan DIY,” ujar Harda Kiswaya saat memberikan sambutan di lokasi peresmian.

Di sisi lain, Titiek Soeharto mengungkapkan bahwa selama ini dirinya sering menerima laporan mengenai kendala saluran irigasi yang tidak berfungsi optimal dan dalam kondisi rusak di berbagai daerah. Ia berharap melalui program Inpres ini, masalah pengairan dari hulu ke hilir dapat segera teratasi demi mewujudkan kemandirian pangan nasional.

“Kalau kita berfokus pada pengairan sawah yang baik saya rasa produktivitas petani akan meningkat. Daripada membuka lahan baru lebih baik meningkatkan produktivitas lahan yang ada dengan meningkatkan kualitas airnya dan ph tanahnya agar hasilnya meningkat,” jelas Titiek Soeharto.

Melengkapi penjelasan teknis, Kepala BBWSO, Maryadi Utama, memaparkan bahwa irigasi tersier di Karangtalun ini memiliki panjang jangkauan 259 meter. Dengan panjang tersebut, saluran ini diproyeksikan mampu melayani kebutuhan air untuk lahan pertanian seluas 12 hektare. Pembangunan ini merupakan bagian dari tahap ketiga pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 yang menyasar optimalisasi tata guna air di daerah-daerah produktif.




Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Sleman Terima BLT Cukai Tembakau

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau kepada karyawan PT Mitra Adi Jaya. Perusahaan yang berlokasi di Kalitirto, Berbah, Sleman ini merupakan salah satu mitra produksi sigaret dari PT HM Sampoerna Tbk.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, didampingi jajaran terkait pada Kamis (18/12/2025). Turut hadir dalam agenda tersebut Direktur PT Mitra Adi Jaya, Ari Nugroho, untuk mendampingi para pekerja menerima hak mereka secara langsung.

Dalam sambutannya, Danang Maharsa menjelaskan bahwa total penerima BLT DBHCHT di seluruh wilayah Kabupaten Sleman mencapai sekitar orang dengan besaran bantuan masing-masing 700 ribu rupiah. Danang menegaskan bahwa porsi terbesar bantuan ini dialokasikan untuk karyawan di unit tersebut karena skala industrinya yang besar.

“Dari BLT, sebanyak untuk Sampoerna Kalasan. Karena Sampoerna Kalasan ini merupakan salah satu pabrik rokok terbesar yang ada di Sleman. Jadi, mendapatkan BLT terbanyak karena memang karyawannya banyak,” ujar Danang saat memberikan sambutan di lokasi acara.

Lebih lanjut, Danang memaparkan bahwa tahun ini Pemkab Sleman mengelola DBHCHT sebesar 3,6 miliar rupiah untuk berbagai program strategis sesuai regulasi terbaru. Ia merinci bahwa dana tersebut digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, sektor kesehatan, dan penegakan hukum, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2024 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Pada kesempatan yang sama, Ari Nugroho selaku Direktur PT Mitra Adi Jaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Sleman dan seluruh pemangku kepentingan atas perhatian bagi para buruh. Ia menilai penyaluran bantuan ini sangat membantu kondisi finansial karyawan, terutama dalam menyambut momen hari besar.

“Saya harap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, terlebih menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab Sleman,” kata Ari Nugroho di hadapan para karyawan.

Pihak perusahaan berharap sinergi antara pemerintah daerah dan sektor industri ini terus berlanjut guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan hidup pada industri hasil tembakau di wilayah Kabupaten Sleman.