Dinas Pertanian Sleman Kukuhkan KEP Afinitas Mulya Sejahtera di Margomulyo

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman melaksanakan pengukuhan Kelompok Ekonomi Petani (KEP) Afinitas Mulya Sejahtera sebagai bagian dari program Desa Mandiri Pangan (Demapan). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, pada Senin (15/12/2025).

Acara pengukuhan dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Lurah Margomulyo, Perwakilan BP4 Wilayah 3 Seyegan, PPL Kalurahan Margomulyo serta pengurus dan anggota KEP Afinitas Mulya Sejahtera.

Sebelum pengukuhan dilaksanakan, Ketua Afinitas Mulya Sejahtera, Tri Saptini memberikan sambutan berkaitan dengan sejarah terbentuknya KEP Afinitas Mulya Sejahtera yang berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan bagian dari Desa Mandiri Pangan (Demapan).

Saptini menjelaskan, pada awalnya Afinitas ini beranggotakan keluarga miskin yang mempunyai usaha produktif. Adapun bentuk usahanya ialah olahan pangan, kue, jenang, emping, jajanan pasar, aneka keripik, dan hasil pertanian. Afinitas Mulya Sejahtera ini juga mendapat pelatihan sebagai upaya peningkatan kapasitas dari Dinas Pertanian Sleman.

Namun, kelompok Afinitas ini juga mengalami kesulitan dalam mencari legalitas kelembagaan. Sehingga, atas saran dari BP4 akhirnya dibentuklah KEP.

“Pada tahun 2025 ini, Afinitas Mulyo Sejahtera memperoleh bantuan CSR dari BI yang diwujudkan dalam pelatihan keuangan, showroom untuk usaha dan rak untuk memajang produk. Di samping itu, Afinitas juga sudah mendapatkan akta notaris sehingga bisa dikukuhkan saat ini,” jelas Saptini.

Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati menyampaikan bahwa pembentukan dan pengukuhan KEP Afinitas Mulya Sejahtera merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat desa. Program Demapan diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi petani melalui penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto pada kesempatan tersebut mengapresiasi dukungan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman dan Kapanewon Seyegan. Ia berharap KEP Afinitas Mulya Sejahtera dapat menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan ekonomi desa.

“Dengan dikukuhkannya KEP Afinitas Mulya Sejahtera, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, kalurahan, dan kelompok tani semakin kuat dalam mewujudkan Desa Mandiri Pangan yang berkelanjutan di Kalurahan Margomulyo,” ujarnya.

Selain pengukuhan, kegiatan ini juga diisi dengan paparan singkat mengenai peran dan fungsi Kelompok Ekonomi Petani dalam mendukung program Demapan. Perwakilan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ana Maria menegaskan pentingnya komitmen anggota kelompok dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.

“KEP ini tidak hanya dibentuk secara administratif, tetapi harus benar-benar menjadi wadah penguatan ekonomi keluarga petani melalui usaha produktif yang dikelola bersama,” ujarnya.

Selanjutnya Ana menyampaikan bahwa keberadaan KEP Afinitas Mulya Sejahtera diharapkan mampu menjadi contoh bagi kalurahan lain dalam mengembangkan kemandirian pangan.

 “Program Desa Mandiri Pangan akan berhasil apabila ada partisipasi aktif masyarakat. Kami berharap KEP ini dapat tumbuh, mandiri, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga Margomulyo,” tuturnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




PMI Sleman Terima Kunker PMI Tabalong, Bahas Manajemen dan Mobilisasi Relawan

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan studi tiru ke PMI Kabupaten Sleman, Selasa (16/12/2025). Rombongan diterima oleh Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini didampingi Wakil Ketua, sekretaris beserta jajaran pengurus lainya, di Ruang Rapat Pengurus.

Ketua PMI Kabupaten Tabalong, Hj. Eko Nur Aviani menuturkan, kehadirannya di PMI Sleman dalam rangka merealisasi program kerjanya, yaitu melakukan studi tiru terkait dengan manajemen relawan serta mobilisasi relawan.

“Kami ingin belajar dari Sleman yang menurut pandanganya lebih maju dalam hal manajemen dan mobilisasi relawan. Selain itu PMI Tabalong juga ingin melihat secara langsung terkait komponen lainya yang menjadikan PMI Sleman maju dan berkembang pesat,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, menuturkan jajaran pengurus yang dipimpinya terus mengedapankan kerja sama dan pengembangan kemitraan. Secara internal, pengurus bersama karyawan dan relawan saling bahu membahu membesarkan PMI dan berkomitmen menjadikan PMI yang profesional.

“Komitmen itu perlu dan diimplementasikan dalam menyukseskan program kerja,” jelas Mafilindati.

Dalam hal pengembangan kemitraan, Mafilindati menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah beserta seluruh OPD. Sementara itu dalam rangka pembinaan relawan, PMI menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di wilayah Kabupaten Sleman serta pihak sekolah.

Dalam kunjungan itu, secara khusus rombongan mendapatkan penjelasan dari anggota bidang Diklat dan SDM, Dwi Suryanto, terkait manajemen relawan sejak rekrutmen hingga mobilisasi.

Dwi Suryanto menjelaskan bahwa setiap tahun PMI Sleman melakukan rekrutmen relawan baik untuk Palang Merah Remaja (PMR) Mula, Madya dan Wira. Rekrutmen juga berlaku untuk Korp Sukarelawan (KSR) Unit Markas, dan Tenaga Sukarela (TSR) unit Markas.

“Hasil rekrutmen dilanjutkan dengan orientasi dan pelantikan serta peningkatan kapasitas dalam bentuk diklat dan simulasi terhadap para relawan, selanjutnya dimobilisasi sesuai keperluan,” katanya.

“Untuk KSR Unit Perguruan Tinggi, Unit Markas serta TSR dimobilisir untuk piket posko harian, piket layanan emergensi dan kedaruratan, siaga natal dan tahun baru, siaga lebaran serta layanan untuk kegiatan kemasyarakatan lemba. Mobilisasi relawan tetap berdasarkan standar operasional prosedur, efektif dan efisien. Saat ini unit-unit ada di sekolah, di perguruan tinggi dan unit markas. Selain itu juga ada di kalurahan dengan Komponen Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT),” pungkas Dwi Suryanto. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




Senjata Perang Diponegoro Dihadirkan dalam Gelar Pusaka Dalem Singodikaran

Sleman – Dalem Singodikaran, Kadisono, Margorejo, Tempel, Sleman, menjadi ruang perjumpaan antara sejarah dan budaya dalam Gelar Pusaka yang digelar selama tiga hari, yaitu tanggal 14 hingga 16 Desember 2025.

Dalam gelaran tersebut, sekitar 90 pusaka dihadirkan kepada publik, terdiri atas tombak, mata anak panah, lembing, serta keris yang mendominasi koleksi.

Pengageng Dalem Singodikaran, R. Chaerul Wardhana, menjelaskan bahwa sebagian besar pusaka merupakan koleksi kerabat Trah RM Singodikoro. Sementara lainnya berasal dari luar kerabat.

“Ini baru pertama kali kami adakan. Harapannya bisa berlanjut, tentu dengan melihat antusiasme masyarakat,” ujarnya saat ditemui pada, Senin (15/12/2025).

Pameran ini memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menyaksikan perjalanan panjang Keris Nusantara, mulai dari era Mataram Kuno, Majapahit, hingga Mataram Islam, karya para empu yang ditempa sepenuhnya secara manual. Keris-keris modern juga ditampilkan, dengan jejak teknologi mesin yang masih kasatmata. Perbedaan gaya Yogyakarta dan Surakarta pun hadir secara halus, hanya dapat ditangkap oleh mata yang terlatih.

Hal yang menyentuh adalah kehadiran sejumlah senjata yang digunakan dalam Perang Diponegoro. Keris, pedang, mata tombak, lembing, hingga pisau tersaji sebagai saksi bisu keberanian para pejuang Jawa. Di hadapan pusaka-pusaka ini, sejarah terasa lebih dekat dan terhayati.

Dengan penuh ketelatenan, para pemandu menjelaskan detail fisik keris dari pamor yang menghias bilah logam, luk atau lekukan bilah, hingga hulu atau pegangan yang menyimpan nilai estetika dan simbolik.

Keindahan keris bahkan telah tampak sejak ia bersemayam dalam warangka. Busana keris dari kayu pilihan ini memiliki ragam bentuk, menandai fungsi pemakaian, konteks upacara, hingga status sosial pemiliknya. Beberapa warangka dibuat dari kayu utuh, menuntut keterampilan tinggi dalam proses pengukirannya.

Gelar pusaka ini kembali menegaskan bahwa keris bukan sekadar senjata. Namun karya budaya yang memuat teknologi, seni, filsafat, dan spiritualitas, sekaligus cermin jati diri sebuah bangsa. (Sadhono Hadi / KIM Senyum Tempel)




Pertemuan Wali Murid TK ABA Krasakan Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Sleman — TK ABA Krasakan menggelar pertemuan wali murid yang dirangkai dengan kegiatan parenting bersama KBA Asholikhin, pada Selasa (16/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan TK ABA Krasakan Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel ini, bertujuan memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia dini.

Acara dihadiri oleh wali murid, jajaran pendidik, Komite TK ABA Krasakan, serta perwakilan KBA Asholikhin. Pertemuan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan Komite TK ABA Krasakan, Isnaini Noor Hidayat, yang menegaskan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara orang tua dan sekolah.

“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama antara guru dan orang tua. Sinergi inilah yang perlu terus kita bangun,” ujar Isnaini dalam sambutannya.

Materi utama parenting disampaikan oleh Dwi Martini Budi Utami selaku pemerhati keluarga dan pendidikan anak. Materi yang disampaikan mengusung tema “Keluarga Bahagia untuk Emosi Aman untuk Tumbuh Kembang Anak Sehat”.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pendidikan anak bermula dari keluarga. Sementara sekolah berperan sebagai pendukung dan penguat nilai-nilai yang ditanamkan di rumah.

“Anak tidak hanya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Orang tua tetap memiliki peran utama karena sekolah sifatnya membantu dan melengkapi pendidikan di rumah,” kata Dwi.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak bersikap otoriter dalam mendidik anak. Menurut Dwi, ada tiga sikap orang tua yang perlu dihindari, yakni selalu ingin menang sendiri, selalu merasa benar, serta tidak mau mendengar pendapat orang lain.

Selain itu, disampaikan pula pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Kurangnya kedekatan emosional dapat memicu berbagai persoalan, seperti anak menjadi kurang peka, muncul perasaan bersalah yang berlebihan, hingga berkembangnya sikap egois.

Pada sesi lanjutan, dibahas pula persoalan pengasuhan di era digital. Orang tua diminta lebih bijak dan selektif dalam mendampingi anak menggunakan gawai atau telepon genggam, agar tidak berdampak negatif pada perkembangan sosial dan emosional anak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat Al-Fatihah dan surat Al-Lahab sebagai bagian dari pembiasaan nilai keagamaan. Acara juga dirangkai dengan momen pamitan salah satu guru, Sumardiyati, yang akan purna tugas per 1 Januari 2026 setelah mengabdi selama 40 tahun.

“Atas nama sekolah dan wali murid, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Ibu Sumardiyati selama ini. Semoga menjadi amal jariyah,” ujar Nur R, Ketua PRA Lumbungrejo 2, dalam sesi pamitan.

Pertemuan wali murid ini ditutup dengan doa dan harapan agar kerja sama antara orang tua, sekolah, dan lingkungan terus terjalin demi menciptakan generasi yang berakhlak, mandiri, dan berkarakter kuat sejak usia dini. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Dinkop UMKM Sleman Gelar Sarasehan Peningkatan SDM

Sleman – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman menyelenggarakan sarasehan anggota UMKM Kabupaten Sleman, Selasa (16/12/2025) di Pendopo DPRD Kabupaten Sleman. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang memperingati ulang tahun UMKM Sleman ke-3 pada tanggal 17 Desember.

Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, Ardi Sehami mengucapkan terima kasih atas fasilitasi dari Dinkop UMKM Sleman untuk menyelenggarakan agenda Forkom UMKM Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut, Ardi menyebut masa bakti kepengurusan sebelumnya berakhir pada bulan Desember. Untuk itu perlu dipersiapkan calon pengurus baru dari masing-masing kapanewon.

“Tapi sebelumnya harus menyiapkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari bidang masing-masing,” jelas Ardi.

Ia juga menyampaikan bahwa agenda selanjutnya ialah sosialisasi aplikasi Sleman Smart dari AMIKOM, sosialisasi Koperasi Pemasaran UMKM Kabupaten Sleman, Sapa Forkom UMKM, dan Muskab Forkom UMKM Sleman.

“Semoga kegiatan hari ini berjalan untuk UMKM Sleman lebih sejahtera,” pungkas Ardi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Sleman, Sutiasih, mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman akan berupaya memfasilitasi semua kegiatan yang dilakukan dari forkom kabupaten serta forkom kapanewon dan kalurahan.

Sutiasih juga mendorong keberadaan koperasi yang sudah dimulai tahun 2024. Dalam kondisi sekarang, banyak peluang usaha dengan adanya program Makanan Bergizi Murah (MBG) yang menjadi program prioritas presiden.

“Kita bisa masuk sebagai pemasok pendukung sebagai pemasok bahan pangan dapur MBG tetapi harus melalui koperasi Forkom,” tandas Sutiasih.

Selain itu nanti akan ada sosialisasi aplikasi Sleman Mart yang telah dibuat dengan kerja sama dengan AMIKOM. Aplikasi Sleman Mart yang akan menjadi aplikasi pemasaran UMKM secara digital.

“Harapannya Sleman Mart akan menjadi market place atau pasar online Kabupaten Sleman dan harapannya bisa menggantikan Mbiz menjadi Sleman Mart untuk aplikasi pembayaran,” jelasnya. (Kusnadi KIM Berbah)