Kesbangpol Sleman Sosialisasikan Awal Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Sleman 2026

Sleman — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Awal Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman Tahun 2026, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula Unit 1 Pemda Sleman dan diikuti oleh perwakilan sekolah tingkat SLTA sederajat se-Kabupaten Sleman.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada pihak sekolah terkait mekanisme, persyaratan, dan tahapan seleksi calon Paskibraka. Sehingga proses penjaringan peserta didik dapat berjalan optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Sleman, Imawan Nur Syaifudin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan evaluasi pelaksanaan seleksi Paskibraka Tahun 2025, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara Kesbangpol dan pihak sekolah dalam menyiapkan calon-calon terbaik yang memiliki integritas, disiplin, serta jiwa nasionalisme yang kuat.

“Sosialisasi ini menjadi langkah awal agar sekolah memahami standar dan arah kebijakan seleksi Paskibraka Tahun 2026, sehingga dapat mempersiapkan siswa secara lebih terarah,” ujar Imawan.

Pada sesi kedua, materi teknis penerimaan dan seleksi Paskibraka disampaikan oleh Aipda Suwarno. Ia menjelaskan secara rinci persyaratan administrasi, tahapan seleksi, hingga aspek-aspek penilaian yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Adapun tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, parade, Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, intelegensi umum, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, serta seleksi kepribadian yang mencakup wawancara, penelusuran minat dan bakat, serta penelusuran rekam jejak peserta di media sosial.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung dinamis. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait kendala yang dihadapi peserta, syarat-syarat kondisi fisik, teknis pelaksanaan seleksi, serta peran sekolah dalam pembinaan awal calon Paskibraka.

Melalui sosialisasi ini, Kesbangpol Sleman berharap proses seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Sleman Tahun 2026 dapat berjalan lebih transparan, objektif, dan menghasilkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta siap mengemban tugas sebagai simbol kehormatan bangsa. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, BPBD Sleman Gelar Apel Siaga

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menggelar Apel Siaga Cuaca Ekstrem di Posko Utama Pakem, Selasa (16/12/2025). Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada musim hujan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman yang sekaligus bertindak sebagai pembina apel, Susmiarto dalam sambutannya mendorong seluruh unsur terkait untuk mengaktifkan posko terpadu, menyinkronkan data kawasan rawan bencana, serta memastikan ketersediaan logistik dan peralatan evakuasi.

“Momentum apel siaga ini menjadi penegasan bahwa keselamatan masyarakat sangat bergantung pada kesiapsiagaan dan koordinasi yang kuat. Seluruh unsur harus memahami peran masing-masing dan siap bergerak cepat,” ujar Susmiarto.

Susmiarto juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam upaya penanggulangan bencana. Menurutnya, penanganan cuaca ekstrem tidak dapat dilakukan secara persial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang solid dan terintegrasi.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan dan demonstrasi peralatan operasional penanggulangan bencana yang dimiliki BPBD Kabupaten Sleman.

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung respons cepat saat terjadi bencana, sekaligus memperkuat pemahaman lintas sektor terhadap dukungan peralatan yang tersedia di lapangan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan, seperti membersihkan saluran air serta memangkas pohon yang beresiko guna mengurangi potensi terjadinya bencana akibat dampak cuaca ekstrem.

“Simulasi berkala terus kita adakan, dan pelatihan relawan juga selalu diperbarui. Yang paling penting adalah peran serta masyarakat, karena kita menghadapi cuaca ekstrem ya,” jelasnya.

Apel siaga ini diikuti oleh berbagai unsur lintas sektor antara lain jajaran perangkat daerah, unsur TNI dan Polri, Basarnas, Instansi vertikal, BUMN/BUMD, relawan kebencanaan, serta pemerintah kapanewon dan kalurahan di wilayah rawan bencana.

Melalui Apel Siaga Cuaca Ekstrem ini diharapkan sinergi antara pemerintah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi potensi bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.




Jelang Nataru 2025, Pemkab Sleman Lakukan Pemantauan Ketersediaan BBM dan LPG

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan pemantauan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas LPG jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Selasa (16/12) di SPBU Adisutjipto dan SPPBE Bokoharjo Prambanan. Tim pemantauan Pemkab Sleman dipimpin secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Pemkab Sleman melalui UPTD Metrologi Legal Disperindag Sleman melakukan pengukuran uji tera pada alat pengisian bahan bakar di SPBU tersebut guna mengurangi potensi kecurangan dalam takaran bahan bakar dan melakukan pengujian serta pemberian tanda sah secara berkala terhadap pompa ukur BBM. Pemkab Sleman berkomitmen untuk menjaga keadilan dan kepuasan konsumen.

Danang menyampaikan jelang Nataru, Pemkab Sleman setiap tahun rutin melakukan pemantauan stok BBM dan LPG. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap aman dari akhir tahun hingga awal tahun karena demand yang melonjak sehinggak supply harus dipantau.

“Berdasarkan pemantauan ketersedian di dua titik, stok BBM dan LPG terpantau aman jelang Nataru. Pemkab Sleman meminta kerja sama dengan Pertamina terkait pemantauan takaran dan stok bahan bakar yang berada di wilayah Sleman untuk mengantisipasi frekuensi demand tinggi, agar tidak terjadi keterlambatan pengisian stok bahan bakar dan LPG,” jelas Danang

Lebih lanjut, Danang menyampaikan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, masyarakat Kabupaten Sleman diharapkan untuk melakukan belanja dengan bijak agar tidak menimbulkan panic buying. Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengkomunikasikan kebutuhan BBM dan LPG bersubsidi tercukupi selama masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Dengan adanya pengawasan yang ketat dan transparan, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kecurangan dalam takaran bahan bakar, karena pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga keadilan dan kepuasan konsumen,” kata Danang

Adapun ketersediaan Pertalite yakni KL dan Solar KL untuk alokasi 2025. Kemudian harga BBM bersubsidi bulan Januari sampai dengan Desember 2025 belum ada perubahan harga yaitu ,00/liter untuk pertalite dan ,00/liter untuk minyak solar. Jumlah SPBU dan pertashop yg sudah di tera dan siap melayani yakni sebanyak sebanyak 50 unit SPBU dan sebanyak 36 unit Pertashop di Kabupaten Sleman.




Operasi Lilin 2025, Wabup Sleman Ajak Semua Unsur Bersama Jaga Kamtibmas

Pemkab Sleman beserta jajaran Forkompinda dan stakeholder lainnya siap melaksanakan Operasi Lilin 2025 dalam rangka libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Rapat koordinasi terkait hal tersebut dilaksanakan pada Selasa (16/12), bertempat di Hotel Prima SR, Jl. Magelang, Tridadi, Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan Pemkab Sleman bersama pihak terkait berkomitmen untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama musim libur Nataru 2025. Ditegaskan bahwa kegiatan pengamanan Nataru ini harus dilakukan secara bersinergi dan berkolaborasi lintas sektor.

“Kami memerintahkan Satpol PP, Dishub, dan instansi terkait lainnya koordinasi dengan Polresta untuk menjamin kelancaran Nataru ini. Ini tidak bisa dijalankan sendiri, harus kita kerjakan bersama-sama berbagai unsur dan relawan” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Pemkab Sleman bersama stakeholder terkait juga telah siap menghadapi potensi kendala selama libur panjang Nataru 2025, seperti kemacetan, potensi bencana hidrometeorologi dan aktivitas erupsi Merapi, kecelakaan, dan seterusnya.

“Liburan ini sebenarnya adalah anugerah bagi Kabupaten Sleman karena mempunyai banyak objek wisata. Jadi mari kita manfaatkan kesempatan liburan ini untuk meningkatkan perekonomian, dan juga meningkatkan citra Kabupaten Sleman melalui pelayanan yang baik,” kata Danang.

Sementara Kapolresta Sleman, Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo, ., M.H., menyebutkan pada Operasi Lilin 2025 ini pihaknya akan menerjunkan 338 personil, perkuatan instansi samping personil (TNI, dishub, pol PP, dll.), serta 1071 personil cadangan dari Polresta Sleman. Kemudian akan didirikan 4 pos pengamanan yang terdiri dari 2 pospam (Gamping, Prambanan), 1 pos terpadu (tempel), dan 1 posyan (Amplaz).

Adapun untuk pengamanan ibadah Natal akan dikerahkan 568 personil pengamanan. Diterangkan bahwa di Kabupaten Sleman saat ini terdapat 101 gereja dan 18 kapel, di mana 16 gereja di antaranya merupakan gereja besar dengan kapasitas 1000 jamaah lebih.

“Pengamanan rumah ibadah dan pusat keramaian, dilaksanakan melalui sterilisasi, penjagaan dan pemantauan untuk memastikan kegiatan masyarakat berlangsung dengan aman,” kata Kapolresta Sleman.

“Saya harap masyarakat yang mengadakan kegiatan untuk minta ijin, minimal akan kami adakan patroli, atau maksimal kita lakukan pengamanan,” imbuhnya.




Rayakan HUT Ke-71, Gabungan Organisasi Wanita Sleman Gelar Bakti Sosial di Embung Tambakboyo

Sleman — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sleman menggelar acara bakti sosial dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-71. Acara yang dipusatkan di lokasi indah Embung Tambakboyo, Kapanewon Depok, pada Senin, 15 Desember 2025, ini menjadi bukti nyata komitmen GOW Sleman dalam memberdayakan dan peduli terhadap masyarakat.

Kegiatan bakti sosial ini dihadiri oleh perwakilan dari total 37 organisasi wanita yang tergabung di wilayah Kabupaten Sleman, menampilkan semangat kebersamaan dan sinergi yang luar biasa. Kehadiran berbagai elemen organisasi ini menunjukkan kekuatan perempuan Sleman dalam memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Ketua GOW Kabupaten Sleman, Siti Purwanti, menyampaikan sambutan penuh rasa syukur dan apresiasi. Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bergotong royong.

“Ulang tahun ke-71 ini bukan hanya sekadar perayaan usia, namun momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kami dalam melayani dan berkontribusi kepada masyarakat Sleman,” ujar Siti Purwanti. “Pada kesempatan yang berbahagia ini, GOW merasa terpanggil untuk berbagi kebahagiaan melalui bantuan sosial.”

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako yang diberikan secara langsung kepada tiga kelompok sasaran utama, yaitu para pedagang di sekitar area Embung Tambakboyo, pengemudi ojek online wanita, dan warga kurang mampu yang tinggal di lingkungan sekitar Embung Tambakboyo.

Siti Purwanti juga menutup sambutannya dengan harapan besar. “Semoga ke depannya, GOW tetap jaya, terus berkembang, dan senantiasa melangkah maju, menjadi wadah yang produktif bagi semua organisasi wanita di Sleman,” pungkasnya.

Semangat tulus untuk membantu juga terpancar jelas dari para relawan yang terlibat dalam pendistribusian bantuan, salah satunya Lidya Agustina. Lidya mengungkapkan betapa kegiatan bakti sosial GOW Sleman ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dan menggugah hati.

“Sebagai seorang relawan, saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari aksi nyata GOW Sleman hari ini,” kata Lidya Agustina. “Melihat ibu-ibu pedagang dan ojek online wanita yang berjuang setiap hari, serta warga yang membutuhkan, menerima bantuan ini dengan gembira adalah bayaran yang tak ternilai harganya. Ini membuktikan bahwa sinergi dan kepedulian dari banyak organisasi wanita di Sleman benar-benar bisa membawa perubahan kecil yang berdampak besar.”

Acara bakti sosial GOW Sleman di Embung Tambakboyo ini tidak hanya menjadi puncak perayaan HUT ke-71, tetapi juga penanda bahwa Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sleman siap menyongsong tahun-tahun mendatang dengan dedikasi yang lebih besar lagi dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan.

(Lidya / KIM Depok)