Pojok Baca PKK Sendangtirto Resmi Diluncurkan, Manfaatkan Bus Keliling untuk Tingkatkan Minat Baca Warga

Sleman — Kelompok Kerja (Pokja) 2 PKK Kalurahan Sendangtirto meluncurkan inisiatif perpustakaan bergerak dengan branding Pojok Baca. Perpustakaan yang memanfaatkan bus perpustakaan keliling ini diresmikan dengan pemotongan pita pada pintu masuk bus oleh Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, pada Minggu, 14 Desember 2025, di kompleks Kantor Kalurahan Sendangtirto, Sribit.

Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, menyambut baik gagasan mendirikan sebuah perpustakaan di kompleks perkantoran Kalurahan. Ia berharap Pojok Baca bisa menjadi tempat menimba ilmu, mencari informasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, hingga mencari peluang usaha lewat buku atau motivasi dari kisah sukses.

Ia juga menyoroti pentingnya perpustakaan sebagai solusi terhadap ketergantungan pada perangkat digital. “Permainan melalui perangkat digital memang mengasyikkan. Namun ancaman radiasi juga akan menyakitkan bila dalam penggunaan HP tidak dibatasi,” ujarnya.

“Pendirian Perpustakaan Pojok Baca dengan menggunakan bus yang ditata cantik akan menarik minat anak-anak untuk membaca buku. Pojok buku menjadi jawaban, solusi dari ketergantungan permainan dari perangkat digital,” tegas Amir Junawan.

Ketua Pokja 2 PKK Sendangtirto yang juga penggagas Pojok Baca, Endang Prihandayani, menyampaikan pentingnya membaca buku apa pun. Ia meyakini bahwa membaca buku akan menambah wawasan dan ilmu baru, yang pastinya akan memengaruhi pola pikir dan kemampuan lain yang memberikan manfaat.

“Dengan membaca buku seakan membuka jendela dunia. Akan terasa kecilnya kita dibandingkan dengan luas dan beragamnya apa yang ada di dunia,” kata Endang.

Ia menambahkan, Pojok Baca diharapkan menjadi oase yang tidak pernah kering bagi para pencari pengetahuan dan solusi. “Harapannya Pojok Baca menjadi tempat yang menyenangkan bagi para pencari informasi, solusi, dan pembuka wawasan,” pungkasnya. Endang juga menyatakan bahwa Pojok Baca terbuka terhadap donasi buku dari pihak manapun yang tidak memberikan ikatan. “Daripada buku dikirim ke tukang rosok mending dimanfaatkan di Pojok Baca Pokja 2 PKK Sendangtirto.”

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK) Sendangtirto, Joko Triyono, yang juga aktif sebagai Dosen Universitas AKPRIND Indonesia, menyampaikan bahwa Pojok Baca dengan fasilitas mobile diharapkan bisa lebih mendekatkan kepada target masyarakat, dengan kelengkapan koleksi buku yang berguna.

“Dukungan dan support baik dari pemerintah juga tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk suksesnya perpustakaan Pojok Baca Pokja 2 PKK Sendangtirto,” ungkap Ketua LPMK Sendangtirto.

(Kusnadi / KIM Berbah)




STMC Gelar Perayaan Ulang Tahun Ke-7, Pererat Solidaritas Lintas Komunitas

Sleman — STMC (Sedulur Touring Merapi Community) menggelar perayaan Anniversary ke-7 yang berlangsung meriah dan penuh kehangatan di Wisata Alam Ancol Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, pada 14 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus merefleksikan perjalanan STMC sebagai komunitas yang telah tumbuh dan terus bergerak selama tujuh tahun.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, jajaran pengurus dan seluruh anggota STMC, serta komunitas sahabat seperti LKY, KMD AWS, GEZEH, dan SS. Kehadiran lintas komunitas ini menambah semarak suasana dan menunjukkan kuatnya jaringan kebersamaan serta solidaritas yang telah terbangun selama ini.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada STMC. “Saya mengucapkan terima kasih kepada STMC yang telah membersamai dan mengantarkan perjalanan saya hingga sampai pada titik saat ini, di mana saya diamanahi menjadi Bupati Sleman. Kebersamaan dan solidaritas seperti inilah yang menjadi kekuatan besar dalam membangun perjalanan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Penasehat STMC, Switono, menuturkan bahwa perjalanan STMC hingga mencapai usia tujuh tahun bukanlah perjalanan yang mudah. “STMC tumbuh melalui proses panjang dengan berbagai dinamika dan tantangan. Namun berkat kesolidan, rasa kekeluargaan, dan komitmen seluruh anggota, STMC mampu bertahan dan terus melangkah hingga hari ini,” tuturnya.

Sebagai wujud rasa syukur, rangkaian acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan langsung oleh Bupati Sleman. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan, harapan, dan doa agar STMC semakin solid serta terus memberikan manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat luas.

Suasana keakraban semakin terasa saat acara ditutup dengan kegiatan seru flash mob “kewer-kewer” yang diikuti seluruh peserta dengan penuh antusias. Tawa, semangat, dan kekompakan yang tercipta menjadi penanda kuatnya ikatan persaudaraan di dalam STMC. Melalui perayaan ini, STMC berharap kebersamaan dan kolaborasi lintas komunitas terus terjaga dan berkembang di masa mendatang. (Ratna Zulia / KIM Senyum Tempel)




Wukirsari Perkuat Tata Kelola Arsip Digital dan Keamanan Siber, Pamong Dibekali Tanda Tangan Elektronik

Sleman — Pemerintah Kalurahan Wukirsari terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi melalui Sosialisasi Digitalisasi Kearsipan. Kegiatan yang berfokus pada pengamanan dokumen digital dan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) ini diselenggarakan pada Senin, 15 Desember 2025, di Ruang Rapat Sadewa lantai dua Balai Kalurahan Wukirsari. Peserta kegiatan ini meliputi Pamong, Staf Kalurahan, serta Dukuh se-Kalurahan Wukirsari.

Sosialisasi menghadirkan Netty Kusumawati, Kepala Seksi Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, sebagai narasumber. Jalannya kegiatan dipandu oleh Kepala Urusan Tata Laksana Kalurahan Wukirsari, Rosyid Ma’ruf.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Lurah Wukirsari, Handung Tri Rahmawan, yang menekankan bahwa transformasi digital dalam pengelolaan arsip adalah bagian penting dari reformasi birokrasi di tingkat kalurahan.

“Arsip bukan sekadar dokumen, tetapi bukti pertanggungjawaban dan dasar pengambilan kebijakan. Dengan digitalisasi, kita ingin pengelolaan arsip di Wukirsari lebih rapi, aman, dan mudah diakses sesuai kewenangan,” tutur Handung.

Menurutnya, digitalisasi arsip juga menuntut kesiapan aparatur kalurahan agar mampu memahami sistem serta menjaga keamanan dokumen yang dikelola.

Pada sesi utama, Netty Kusumawati menyampaikan materi mengenai keamanan siber dalam kearsipan digital, dengan fokus pada pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam administrasi pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa TTE memiliki kekuatan hukum yang sah karena dilengkapi sistem enkripsi dan identitas digital yang terverifikasi.

“Tanda Tangan Elektronik bukan sekadar gambar atau scan tanda tangan. TTE memiliki mekanisme enkripsi, identitas penandatangan, serta jejak digital yang menjamin keaslian dan keutuhan dokumen,” jelas Netty.

Ia menambahkan, penggunaan TTE harus diimbangi dengan kesadaran keamanan digital, seperti menjaga kerahasiaan akun, kata sandi, serta perangkat yang digunakan dalam pelayanan administrasi.

Melalui sosialisasi ini, pamong dan dukuh diharapkan mampu memahami pengelolaan arsip digital secara lebih komprehensif. Pemerintah Kalurahan Wukirsari berkomitmen menjadikan digitalisasi kearsipan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan kalurahan yang adaptif, profesional, dan terpercaya.

(Lilik Rudi / KIM “Wara Aji” Cangkringan)




Ngaglik Gelar Rakorpim, Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cipta Kondisi Aman Jelang Nataru

Sleman — Pemerintah Kapanewon Ngaglik menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) bertema Cipta Kondisi Jelang Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Rakorpim ini dilaksanakan pada Senin (15/12/2025) pukul WIB di Joglo Sido Mampir, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Acara ini diikuti unsur Forum Komunikasi Pimpinan (Forkopim), legislatif, TNI-Polri, layanan kesehatan, KUA, serta para lurah se-Kapanewon Ngaglik.

Panewu Ngaglik, Wawan Widyantoro, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, khususnya dengan gereja terkait jadwal ibadah dan pengaturan parkir. Kapanewon bersama Polsek Ngaglik juga akan melakukan silaturahmi ke gereja-gereja serta berkoordinasi untuk pengondisian perayaan Tahun Baru.

Kapolsek Ngaglik, Yuliyanto, melaporkan langkah pengamanan terpadu melalui koordinasi lintas sektoral dengan FKUB, ormas Islam, linmas, dan relawan. Polsek telah mendata delapan gereja yang menggelar misa Natal, termasuk aspek lokasi, parkir, dan potensi kerawanan. Posko terpadu akan didirikan di Gereja Banteng.

Selain itu, Polsek juga akan mengadakan rapat koordinasi dengan pelaku usaha dan tempat hiburan untuk pengaturan perayaan Tahun Baru, termasuk ketentuan dan lokasi kembang api guna mencegah kebakaran.

Kepala Puskesmas 1 dan 2 Ngaglik menyatakan komitmen mendukung pengamanan Nataru dengan membuka layanan tambahan pada sore hari serta melakukan monitoring ibu hamil dengan Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang bertepatan hari libur Nataru.

Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, menekankan Rakorpim sebagai media komunikasi efektif untuk menyampaikan kendala dan kebutuhan agar ditindaklanjuti hingga terealisasi. Ia mengingatkan Ngaglik sebagai salah satu penyangga kemacetan saat liburan karena jalur wisata dan kuliner.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru dengan libur panjang, kami menyampaikan harapan Bupati Sleman agar tidak muncul citra ‘Sleman tidak nyaman bagi pengunjung’, baik dari sisi keamanan maupun lalu lintas,” ujar Gustan Ganda. Ia mendorong kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan mengambil langkah antisipatif.

Rakorpim ini menegaskan komitmen bersama menjaga keamanan, kelancaran ibadah, dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Ngaglik. (ESK/KIM DSN)




Siswa SLB Tunas Kasih Donoharjo Borong Gelar Juara Nasional Young Coder World Cup 2025

Sleman — SLB Tunas Kasih ABCD Donoharjo menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Young Coder World Cup (YCWC) 2025 cabang Para Intermediate. Dua siswa berhasil meraih podium, yakni Juara 1 Angger Gagat Raino dan Juara 2 Tsani Prasetyo Abimanyu, keduanya dari SLB ABCD Balong. Sementara Juara 3 diraih peserta dari Jakarta. Prestasi ini diraih pada kompetisi nasional yang digelar pada Minggu (14/12/2025) di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan.

Arif Mugi Setiawan, Guru sekaligus pendamping siswa, menjelaskan bahwa YCWC 2025 diselenggarakan oleh Timedoor Academy dalam rangkaian National Exhibition dengan lebih dari delapan cabang lomba.

“Khusus cabang Para Intermediate, lomba diikuti oleh 12 peserta dari empat daerah, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Jakarta. Kompetisi dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi presentasi proyek menggunakan Project Based Display (PBD), demonstrasi game yang dibuat dengan , serta sesi tanya jawab dengan dewan juri,” terangnya.

Ia menambahkan, meskipun peserta lain dari SLB Tunas Kasih ABCD Donoharjo, Haura Asysyifaa Dhoriifah, belum berhasil meraih podium, Haura tetap menunjukkan sikap positif dan semangat tinggi untuk terus belajar.

Arif menjelaskan bahwa tantangan utama adalah faktor pengalaman, mengingat ini adalah pengalaman pertama anak-anak mengikuti lomba coding tingkat nasional. Beberapa peserta sempat merasa grogi, khususnya saat sesi penjurian.

“Meskipun presentasi dan demonstrasi game dapat dilakukan dengan maksimal, pada sesi tanya jawab terdapat momen ketika anak-anak lupa materi. Kondisi tersebut dinilai wajar mengingat mereka masih berada pada tahap awal pengalaman kompetisi nasional,” jelasnya.

Pendampingan pembuatan game dilakukan sekitar satu minggu. Sementara itu, persiapan presentasi mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah SLB Tunas Kasih ABCD Donoharjo, Muh Usup, khususnya dalam membimbing penggunaan bahasa isyarat yang baik, jelas, dan komunikatif. Pendampingan lanjutan juga dilakukan oleh guru kelas Anisa Nurul Kharimah, didukung Tri Oentari di bidang kesiswaan, Raehana Rahmawati selaku Bendahara Sekolah, serta seluruh elemen sekolah.

Kepala Sekolah SLB ABCD, Muh Usup, menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara anak, guru, orang tua, dan juga Yayasan Kesejahteraan Bina Remaja. Ia berpesan kepada para pemenang, untuk tidak sombong dan terus berkarya.

“Untuk juara 1 persiapkan untuk ajang tingkat internasional. Untuk anak-anak yang lain semoga keberhasilan mas Angger dan mas Abi menjadi pemicu teman-teman untuk menjadi ahli-ahli coding,” ujar Muh Usup.

Ia juga berharap semua pihak ke depan lebih membuka peluang untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) agar lebih berperan dalam berbagai aspek. “Karena diperlukan banyak pihak untuk lebih memanusiakan anak-anak yang istimewa ini,” pungkasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)