Ribuan Peserta Meriahkan Fun Walk Condongcatur Berhadiah Sapi

Sleman — Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan acara Fun Walk dan Condongcatur Expo secara bersamaan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-79 Kalurahan. Kegiatan yang diikuti oleh peserta ini dipusatkan di Kompleks Kantor Kalurahan Condongcatur, Minggu, 14 Desember 2025.

Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Depok beserta jajarannya, Anggota DPRD Provinsi, Anggota DPRD Sleman, Danramil 11 Depok, Polsek Timur, Puskesmas Depok II, serta tamu undangan lainnya.

Meskipun cuaca gerimis dan hujan ringan sempat mengguyur sejak pukul WIB, antusiasme ribuan peserta tidak surut. Mereka perlahan memadati Halaman Balai Kalurahan Condongcatur.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengangkat bendera start pada pukul WIB, sedikit mundur dari jadwal karena menunggu hujan mereda. Ia mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama masyarakat, kali ini Fun Walk yang biasanya Fun Bike, rutin diadakan setiap tahun sebagai ajang silaturahmi warga dan mengkampanyekan pentingnya gaya hidup sehat.

“Fun Walk ini sebagai ajang silaturahmi warga masyarakat dan mengkampanyekan pentingnya olahraga karena dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran fisik,” ucapnya.

“Warga juga dapat menikmati waktu bersama keluarga, tetangga, dan teman-teman, menjalin kebersamaan, guyub rukun, serta menikmati hiburan dan aneka jajanan dari UMKM dan KWT untuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan Condongcatur Expo yang berlangsung selama tiga hari dalam satu lokasi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Lurah Condongcatur menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga, menumbuhkan budaya hidup sehat, serta mendorong peran aktif Karang Taruna dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Harapan kami sebagai Lurah Condongcatur, melalui kegiatan ini tercipta suasana guyub rukun, partisipasi warga yang semakin kuat, serta UMKM Condongcatur dapat terus bergerak dan berkembang. Hari jadi Kalurahan kali ini mengambil tagline ‘Condongcatur Guyub Rukun Kerta Raharja’ di usia ke-79 tahunnya,” pungkasnya.

Usai jalan sehat, sambil menunggu undian doorprize, peserta menikmati aneka jajanan makanan dan minuman dari tenda-tenda stand Condongcatur Expo. Mereka juga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis dari Puskesmas Depok 2 dan Apotik Kimia Farma, serta dihibur oleh organ tunggal dari Sagitta Production.

Koordinator acara Fun Walk dan Condongcatur Expo 2025 dari Karangtaruna Bhaktiloka Condongcatur, Halen Juventina, menjelaskan bahwa peserta Fun Walk dibatasi mengingat lokasi yang terbatas di Kantor Kalurahan Condongcatur. Hadiah utama yang disediakan, sebagai ciri khas Condongcatur dalam melaksanakan event olahraga, adalah seekor sapi, ditambah hadiah lain seperti sepeda, kulkas, mesin cuci, TV, dispenser, kipas angin, setrika, dan ratusan doorprize hiburan lainnya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada sponsorship yang telah mendukung acara ini, di antaranya Iga Bajog, Eticon, GKI Gejayan, Gejayan Inova, OB, Notaris Triniken, dan sponsor lain. Tak lupa juga terima kasih kepada Anggota DPRD DIY Rahayu Widi Nuryani, serta anggota DPRD Sleman Dedie Kusuma, Chisya Ayu Puspitaweni, dan Galuh Saraswati Leksono yang memberikan hadiah sepeda dan kulkas. Terima kasih juga kepada semua pihak yang terlibat, Satlinmas, Destana, KSB, Bhabinkamtibmas, Babinsa, sehingga acara dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman,” ucapnya.

Halen Juventina juga menyampaikan harapannya, semoga melalui kegiatan ini, semangat hidup sehat, persatuan, dan gotong royong masyarakat Condongcatur terus terjaga. “Condongcatur semakin maju, sejahtera, dan harmonis, serta kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan inovasi yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.

Peserta yang beruntung memperoleh Hadiah Utama 1 ekor sapi adalah Siti Chotimah, warga Jalan Nusa Indah No. 57 RT 27 RW 14 Dero Condongcatur, yang saat ini tinggal di Pakem.

“Sangat menyenangkan bisa ikut jalan sehat bersama. Meskipun tadi beberapa kali diguyur hujan, tetap semangat, dan Alhamdulillah tidak menyangka malah dapat undian hadiah utama seekor sapi. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini hadiahnya dapat lebih bervariasi dan lebih besar lagi,” Ucap Siti Chotimah.

Pemerintah Kalurahan Condongcatur melalui Jagabaya menerjunkan 50 personel petugas keamanan yang terdiri dari Satlinmas, Destana-KSB untuk kelancaran acara, dibantu RAPI Depok dan Jaga Warga Gejayan yang mengkondisikan parkir peserta Fun Walk. (Wasana/KIM Depok)




Peringati 200 Tahun Perang Jawa, Dalem Singodikaran Hadirkan Saresehan Sarat Sejarah dan Performance Puisi Raden Saleh

Sleman — Sebuah acara bersejarah digelar dengan penuh kekhidmatan di Dalem Singodikaran, Kadisono, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman, pada Minggu, 14 Desember 2025. Bertajuk, “Saresehan 200 Tahun Perang Jawa”, acara ini menjadi refleksi untuk mengenang salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme.

Acara dibuka oleh Panewu Tempel, Dakiri, didampingi Danramil dan Kapolsek Tempel, serta dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Kehadiran unsur pemerintahan dan kebudayaan tersebut menegaskan pentingnya merawat ingatan sejarah sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

Hujan pagi yang turun sejak awal tidak menyurutkan langkah para peserta. Pendopo Dalem Singodikaran yang telah berusia sekitar 235 tahun justru terasa semakin sarat makna. Pengageng Dalem Singodikaran, Agus Chaerul, menuturkan bahwa pada tahun 1826 bangunan ini pernah menjadi tempat berkumpulnya laskar Pangeran Diponegoro, sebuah persinggahan strategis yang luput dari pengawasan pasukan Belanda. Fakta ini meneguhkan posisi Dalem Singodikaran sebagai saksi bisu perjuangan.

Dalam sambutannya, Panewu Dakiri mengapresiasi para penggagas saresehan yang dinilainya berhasil menghadirkan sejarah secara hidup dan bermakna.

“Nilai-nilai perjuangan Perang Jawa tidak boleh berhenti sebagai catatan masa lalu, melainkan harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” tegas Dakiri.

Saresehan diisi dengan sesi akademik dan performance seni. Penggiat sejarah Yoga WR menguraikan latar belakang dan dampak Perang Jawa (1825–1830), perang terbesar pada masanya yang mengubah peta sosial, politik, dan budaya Nusantara.

Selanjutnya, Totok Suryo Nugroho, tampil membacakan puisi tentang kegundahan batin pelukis besar Raden Saleh. Puisi tersebut dibacakan oleh Totok dengan penghayatan yang mendalam, menggambarkan pergolakan batin Raden Saleh ketika melihat kepincangan sosial dan ketidakadilan di Nusantara sekembalinya dari belajar melukisnya di Eropa pada tahun 1851. Toto dengan lepas berteriak, tertawa, menjerit, dan berbisik, yang membuat pengunjung Saresehan terpaku menahan napas.

Pembacaan puisi mengenai Raden Saleh Sjarif Boestaman, pelukis kelahiran Semarang tahun 1811 yang dikenal sebagai pionir seni modern Indonesia, tidak dapat dilepaskan dari salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Penangkapan Pangeran Diponegoro”. Jiwa patriotisme Raden Saleh diungkapkan dengan penggambaran raut muka tegas dari Pangeran Diponegoro yang menahan marah yang dikhianati oleh Jendral De Kock.

Ketika ditanyakan bagaimana ia dapat mengontrol suaranya saat membacakan puisi itu, Totok merendah, “Saya sesungguhnya sedang radang tenggorokan. Syukur, tadi lancar dalam membawakan puisi.”

Rangkaian acara ditutup dengan gelar pusaka dan manuskrip. Ratusan keris, tombak, serta sejumlah senjata yang diyakini pernah digunakan langsung oleh laskar Diponegoro dipamerkan, menyedot perhatian pengunjung dan menghadirkan kedekatan emosional dengan sejarah perjuangan. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Gebyar Ibu Hamil di Margomulyo Maksimalkan Peran Kader untuk Percepatan Penurunan Stunting

Sleman — Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, menggelar kegiatan Gebyar Ibu Hamil. Acara ini merupakan wujud pemaksimalan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Kader Pembangunan Manusia (KPM), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Stunting. Kegiatan yang digelar pada hari Sabtu (13/12/2025) di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo ini juga disertai pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil (Bumil).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 ibu hamil dari wilayah Kalurahan Margomulyo sebagai upaya mendukung percepatan penurunan stunting sejak masa kehamilan. Para peserta mendapatkan edukasi kesehatan ibu hamil, termasuk talk show bertema “Pencegahan Stunting sejak Dini” yang menghadirkan dokter spesialis kandungan dari RS Queen Latifa Yogyakarta, serta fasilitas periksa kesehatan gratis berupa pemeriksaan tensi, gula darah, dan asam urat.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam pencegahan stunting. “Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Peran TPPS, KPM, dan TPK harus terus dimaksimalkan agar pendampingan ibu hamil dan balita dapat berjalan optimal hingga tingkat keluarga,” ujar Lurah Margomulyo.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Seyegan, Reni Anjar Asmarani, menyampaikan bahwa masa kehamilan merupakan periode krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. “Kesehatan ibu hamil sangat menentukan masa depan anak. Pemeriksaan rutin, konsumsi gizi seimbang, serta kepatuhan minum tablet tambah darah menjadi hal yang wajib diperhatikan,” jelasnya.

Kamituwo Margomulyo, Prasetyo Sujanarko, mengajak para kader dan masyarakat untuk aktif melakukan pendampingan. “Peran kader di lapangan sangat penting. Dengan pendampingan yang intensif, kita bisa mencegah stunting sejak dini dan memastikan ibu hamil mendapatkan layanan yang dibutuhkan,” tuturnya.

Setelah itu secara simbolis, Lurah Margomulyo memberikan PMT kepada tiga bumil sebagai perwakilan ibu hamil yang hadir. Paket yang diterima oleh ibu hamil adalah Beras 5 kg, Gulojowo 1 kg, Telur 1 kg, Kentang 1 kg, Teri 1 bungkus, Abon 1 bungkus, Buah 1 paket, dan Biskuit 1 bungkus.

Selain pemberian PMT, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan koordinasi antara TPPS, KPM, dan TPK Stunting dalam melakukan pendataan, pemantauan, serta pendampingan keluarga berisiko stunting di wilayah Kalurahan Margomulyo.

Melalui kegiatan Gebyar Ibu Hamil ini, Pemerintah Kalurahan Margomulyo berharap kesadaran ibu hamil akan pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan semakin meningkat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pengecoran Jalan Sedogan Dipercepat Lewat Gotong Royong Warga

Sleman — Semangat gotong royong kembali menguat di Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Warga setempat bersama lembaga kemasyarakatan melaksanakan pengecoran jalan lingkungan dengan memanfaatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, senilai Rp50 juta yang setelah dipotong pajak diterima bersih sebesar Rp42 juta dalam bentuk material bangunan.

Pengecoran jalan tersebut dilaksanakan secara swadaya melalui kerja bakti atau sistem gotong royong masyarakat. Kegiatan ini menyasar ruas jalan lingkungan di wilayah RT 4 dan RT 5 Sedogan dengan panjang sekitar 130 meter.

Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKal) Sedogan bidang pembangunan, Hari Widada, menjelaskan bahwa bantuan tersebut difokuskan sepenuhnya untuk mendukung proses pengecoran jalan yang selama ini menjadi kebutuhan warga.

“Bantuan Keuangan Khusus ini kami gunakan untuk mendukung gotong royong pengecoran jalan di RT 4 dan RT 5 Sedogan. Dengan panjang sekitar 130 meter, kebutuhan materialnya meliputi semen sekitar 600 sak, pasir 90 meter kubik, dan split 130 meter kubik,” ujar Hari Widada saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurutnya, dengan sistem pengerjaan berbasis partisipasi warga, proses pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. “Karena dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat Sedogan, kami optimistis pengerjaan bisa rampung dalam waktu kurang lebih satu minggu,” tambahnya.

Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan ini tidak hanya berdampak pada perbaikan akses fisik, tetapi juga memperkuat kohesi sosial warga. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus memupuk semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Harapannya, dengan adanya pengecoran dan perbaikan jalan ini, masyarakat semakin semangat dan semakin guyub dalam gotong royong. Jalan yang bagus tentu akan memberi dampak positif, baik dari sisi aksesibilitas maupun pergerakan ekonomi warga,” tutur Aisyah.

Ia menambahkan, akses jalan yang lebih baik akan mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari dan pada akhirnya bermanfaat bagi seluruh warga Sedogan. “Entah itu untuk kegiatan ekonomi, sosial, maupun layanan kemasyarakatan lainnya, jalan yang layak pasti membawa manfaat besar,” katanya.

Aisyah juga menjelaskan bahwa BKK dari anggota DPRD Sleman tersebut merupakan program yang telah closing pada tahun anggaran berjalan. Selain pengecoran jalan, Padukuhan Sedogan pada tahun ini juga menerima dukungan sarana dan prasarana lainnya.

“Selain pengecoran jalan dari BKK perubahan 2025 ini, Sedogan juga mendapatkan sarana olahraga berupa meja tenis meja dan perlengkapan bola voli. Jadi tahun ini ada dua program yang kami rasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah padukuhan bersama masyarakat telah menyiapkan rencana lanjutan untuk pemerataan pembangunan infrastruktur jalan. Aisyah menyebutkan bahwa wilayah RT 1 dan RT 2 juga telah diusulkan untuk mendapatkan program serupa pada tahun mendatang.

“Insyaallah, untuk tahun berikutnya akan ada program pengecoran jalan di RT 1 dan RT 2. Itu rencananya bersumber dari BKK Provinsi yang diusulkan melalui Pak Haris Sugiharta,” jelasnya.

Melalui kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah kalurahan, dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan jalan di Sedogan diharapkan menjadi contoh sinergi yang efektif dalam mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan warga. (SBD/KIM Senyum Tempel)




Sukses Digelar Sejak November, Lurah Sumbersari Resmi Tutup Pekan Olahraga Kalurahan 2025

Sleman — Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumbersari yang dibuka sejak 16 November 2025 ditutup secara resmi oleh Lurah Sumbersari. Acara penutupan berlangsung pada Sabtu (13/12/2025) di Lapangan bola voli Menulis, Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Moyudan beserta Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompinka), Kapolsek, Danramil, Pamong dan staf Kalurahan Sumbersari, Ketua dan anggota BPKal Sumbersari, serta turut hadir Anggota DPRD DIY Arif Kurniawan dan Anggota DPRD Sleman Erna Ekawati.

Pada kesempatan memberikan sambutan, Lurah Sumbersari, Sukadi, menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kapanewon Moyudan, Kapolsek, Danramil beserta jajaran, Satlinmas Sumbersari, dan Kelompok Jaga Warga yang telah membantu menjaga kondusivitas sehingga pelaksanaan Porkal bisa berjalan dengan lancar.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam bentuk apa pun.

“Pemerintah Kalurahan Sumbersari memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, baik panitia tingkat Kalurahan maupun panitia lokal yang sudah bekerja secara optimal, sehingga Porkal berjalan lancar. Semoga tahun depan bisa kembali melangsungkan Porkal denga lebih baik,” ungkap Sukadi.

Ketua Porkal Sumbersari, Junaidi, melaporkan bahwa Porkal dilaksanakan mulai tanggal 16 November 2025 sampai dengan 13 Desember 2025. Porkal mempertandingkan cabang olahraga bola voli, diikuti 13 tim putra dan 10 tim putri dari tiga belas padukuhan di Sumbersari.

“Alhamdulillah cuaca mendukung, sehingga dari jadwal pertandingan bisa berlangsung. Hanya tiga kali terjadi pertandingan tunda karena hujan,” ungkap Junaidi.

Lebih lanjut, Junaidi menuturkan bahwa dalam pertandingan tersebut panitia menyediakan trofi dan uang pembinaan untuk juara 1 sampai dengan 4, baik kategori putra maupun putri.

“Kali ini panitia menyediakan uang pembinaan ,00 untuk juara 1, ,00 untuk juara dua, ,00 untuk juara tiga, dan ,00 untuk juara empat, baik Putra maupun Putri,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa semua hadiah dalam bentuk uang akan dipotong pajak karena semua pihak taat pajak.

Acara diakhiri dengan penyerahan trofi kejuaraan oleh Panewu Moyudan, didampingi Kapolsek dan Danramil Moyudan. Selanjutnya, Lurah Sumbersari, Sukadi, menyerahkan uang pembinaan kepada para juara. (Giek/KIM Moyudan)