Cegah Stunting Sejak Dini, Ibu Hamil Margomulyo Ikuti Talk Show Kesehatan Bersama RS Queen Latifa

Sleman — Kalurahan Margomulyo menyelenggarakan kegiatan bakti sosial bekerja sama dengan Rumah Sakit Jejaring RS Queen Latifa Yogyakarta yang diikuti oleh para ibu hamil (Bumil) di wilayah Kalurahan Margomulyo. Kegiatan itu sendiri dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Gedung Serba Guna Margomulyo.

Kegiatan bakti sosial ini dikemas dalam bentuk talk show kesehatan dengan menghadirkan narasumber Alfun Dhiya An, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Pada kesempatan tersebut, Alfun di depan 40 ibu hamil menyampaikan materi bertema “Pencegahan Stunting Sejak Dini”, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan ibu sejak masa kehamilan sebagai langkah awal mencetak generasi yang sehat dan berkualitas.

Dalam pemaparannya, Alfun menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dalam kandungan.

“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak dan kualitas hidup anak di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak ibu mengandung,” jelasnya.

Selain itu, Alfun juga mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, konsumsi suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta pemeriksaan kehamilan secara rutin. Ia menambahkan bahwa dukungan keluarga, khususnya suami, memiliki peran besar terhadap kesehatan fisik dan mental ibu hamil.

“Ibu hamil yang mendapatkan dukungan penuh dari keluarga akan lebih siap secara fisik dan psikologis dalam menjalani kehamilan,” jelas Alfun.

Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, terlihat dari keaktifan ibu hamil dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai topik, mulai dari pola makan sehat, risiko kehamilan, hingga upaya menjaga kesehatan janin.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan RS Queen Latifa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam mendukung program pencegahan stunting di Kalurahan Margomulyo. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Septi, perwakilan Kader Posyandu Kalurahan Margomulyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil.

“Dengan adanya edukasi langsung dari dokter spesialis, ibu hamil menjadi lebih memahami pentingnya gizi, pemeriksaan kehamilan rutin, dan pola hidup sehat. Hal ini sangat membantu kami dalam mendampingi ibu hamil di wilayah Margomulyo,” ungkapnya.

Selain talk show, RS Queen Latifa juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis yang berupa pemeriksaan tensi, gula darah, dan asam urat. Pemeriksaan tensi ini sangat penting bagi ibu hamil sehingga memberi media edukasi kepada bumil untuk periksa teratur selama kehamilan. Melalui kegiatan bakti sosial ini, Kalurahan Margomulyo bersama RS Queen Latifa Yogyakarta berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara pemerintah kalurahan, fasilitas kesehatan, dan kader posyandu dalam mendukung kesehatan ibu dan anak serta menurunkan angka stunting di wilayah Kalurahan Margomulyo. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tingkatkan Gizi Anak, Kalurahan Margomulyo Gelar Edukasi Parenting Disertai Pemberian PMT Balita

Sleman — Pemerintah Kalurahan Margomulyo menyelenggarakan kegiatan Edukasi Parenting Balita pada hari Sabtu (13/12/2025), bertempat di Ruang Rapat Kalurahan Margomulyo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pengasuhan balita guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Acara dibuka dengan sambutan dari Sri Lestari, Istri Lurah Margomulyo, yang menyampaikan pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam memberikan pola asuh yang tepat sejak usia dini. Ia juga mengapresiasi kehadiran para peserta dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat.

“Upaya edukasi ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan balita sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Selanjutnya, kegiatan diisi oleh kader dengan edukasi parenting balita, yang membahas tentang pola asuh, pemenuhan gizi, serta stimulasi tumbuh kembang anak. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya kesehatan dan perkembangan balita.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Balita sebagai bentuk dukungan pemerintah kalurahan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan status gizi anak. Adapun paket PMT balita yang diberikan kepada orang tua meliputi Beras 5 kg, Kentang 2 kg, Abon 1 bungkus (300 gram), Teri 1 bungkus, Buah 1 paket, Telur 1 kg, Gula jawa 1 kg, dan Kacang hijau.

Prasetyo Sujanarko, Kamituwa Kalurahan Margomulyo, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kalurahan, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Margomulyo menegaskan komitmennya dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak,” jelas Prasetyo.

Kegiatan edukasi parenting ini diikuti oleh 35 orang tua balita, kader posyandu, serta perangkat kalurahan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara, terlihat dari keaktifan dalam sesi penyampaian materi dan diskusi yang berlangsung interaktif. Edukasi parenting ini diharapkan mampu memberikan pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kalurahan Margomulyo berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bupati Sleman Kukuhkan Tuwanggana Kabupaten Sleman

Sleman – Bupati Sleman Harda Kiswaya mengukuhkan pengurus dan anggota Tuwanggana Kabupaten Sleman masa bakti 2025 – 2030 yang merupakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK), bertempat di Pendopo Parasamya, Senin (15/12).

Pengukuhan ini diawali dengan pelantikan pengurus Tuwanggana Kabupaten Sleman oleh Wakil Ketua Parukunan Tuwanggana DIY, Bendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Bimantoro yang dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK).

Tuwanggana merupakan mitra strategis kalurahan yang berperan menyerap aspirasi masyarakat serta melakukan pembinaan dan pengawasan di tingkat kalurahan hingga kabupaten/kota.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan dan pengukuhan Tuwanggana ini adalah representasi dari kekuatan sosial yang berada di masyarakat.

“Lembaga ini (Tuwanggana) hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk lebih aktif berperan dalam proses pembangunan bersama pemerintah, sehingga partisipasi masyarakat menjadi nyata dan terukur dalam setiap kebijakan dan program pembangunan yang kita jalankan,” kata Harda.

Harda menilai, Tuwanggana memiliki peran strategis menjadi wahana penghubung antara aspirasi warga dan penyelenggaraan roda pemerintahan di kalurahan.

“Saya harap para pengurus mampu mendorong partisipasi masyarakat secara luas, menyerap keinginan serta kebutuhan masyarakat, dan kemudian menyampaikannya dengan tepat kepada pihak kalurahan untuk ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan yang sesuai kebutuhan riil di
lapangan,” ujarnya.

Adapun tanggung jawab Tuwanggana ini sebagaimana dalam keputusan Bupati Sleman memiliki tugas dalam pembinaan dan pengembangan kelembagaan, penyerapan aspirasi, dana dan informasi, serta menggerakan program masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.




Kuatkan Solidaritas, Galang Donasi PCM Turi untuk Korban Bencana Sumatra Capai Rp42 Juta

Sleman — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Kliwon pada Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan yang bertepatan dengan 25 Rajab 1447 Hijriah tersebut tidak hanya menjadi forum penguatan ideologi dan dakwah, tetapi juga momentum penting penggalangan dana kemanusiaan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Kajian yang dipusatkan di lingkungan SD Muhammadiyah Balerante ini dihadiri oleh jajaran pimpinan persyarikatan, pimpinan dan pegawai amal usaha Muhammadiyah, serta jamaah pengajian dari berbagai ranting di Kapanewon Turi. Meski hujan sempat mengguyur sejak pagi, antusiasme jamaah tidak surut, menunjukkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial yang tinggi.

Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta seluruh jamaah yang tetap hadir dan berpartisipasi aktif. Ia menekankan bahwa semangat keikhlasan menjadi kunci utama dalam setiap gerak langkah Muhammadiyah, baik dalam beribadah, bermusyawarah, maupun berbagi kepada sesama. Mengutip pesan KH. Ahmad Dahlan, Bambang menegaskan bahwa keterbatasan, kondisi cuaca, bahkan kesempitan materi tidak boleh menghalangi semangat untuk berinfak dan menolong sesama demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pada kesempatan tersebut, PCM Turi juga menyampaikan laporan sementara penggalangan dana kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatra. Hingga kegiatan Kajian Ahad Kliwon berlangsung, dana yang berhasil dihimpun dari warga Muhammadiyah Turi mencapai ,00 dan masih terus bertambah. Seluruh donasi tersebut dikoordinasikan melalui Lazismu Turi untuk selanjutnya disalurkan ke daerah terdampak sesuai kebutuhan mendesak para korban.

Sementara itu, narasumber kajian, Gita Danu Pranata, menyampaikan bahwa tema Milad ke-113 Muhammadiyah, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, harus diwujudkan dalam aksi nyata, salah satunya melalui gerakan filantropi dan kepedulian sosial. Menurutnya, penggalangan dana yang dilakukan PCM Turi merupakan contoh konkret pengamalan Risalah Islam Berkemajuan yang tidak berhenti pada tataran wacana.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri telah menjadikan kerja-kerja kemanusiaan sebagai bagian tak terpisahkan dari dakwah. Semakin bertambah usia, Muhammadiyah justru semakin menunjukkan kematangan dan kekuatan perannya dalam menjawab persoalan umat dan bangsa. “Gerakan menolong korban bencana adalah wujud nyata Islam yang mendorong kemajuan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gita Danu menjelaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan menempatkan penguatan tauhid sebagai fondasi, sekaligus mendorong amal sosial sebagai manifestasi keimanan. Melalui sinergi antara pimpinan, amal usaha, dan jamaah, Muhammadiyah Turi diharapkan terus konsisten menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas, terutama dalam situasi darurat kemanusiaan. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri Turi)




Titik Kumpul Cabai Tempel: Jaga Stabilitas Harga dan Lindungi Petani dari Spekulan

Sleman — Menjelang pukul empat sore, suasana di STA (Sub Terminal Agribisnis), Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan Kabupaten Sleman di Tempel mulai hidup. Satu per satu petani cabai berdatangan membawa hasil panen dari ladang mereka. Lokasinya berada di Kalurahan Lumbungrejo, tepat di sebelah timur Lapangan Olahraga Desa. Tempat ini telah menjadi titik temu penting bagi denyut ekonomi cabai di wilayah Tempel dan sekitarnya.

Setibanya di STA, cabai ditimbang oleh petugas. Petani kemudian menerima tanda bukti penerimaan. Proses berlanjut dengan penyortiran dan pemilahan cabai berdasarkan mutu, sebuah tahapan penting yang menentukan nilai jual. Cabai yang telah terkumpul tidak langsung dijual di tempat, melainkan diikutkan dalam lelang jarak jauh yang terpusat di Kapanewon Pakem.

Hasil lelang biasanya sudah dapat diketahui pada malam hari, antara pukul hingga WIB. Dari sinilah harga terbentuk secara lebih adil dan transparan. Mardi, petugas TPA, saat ditemui pada Sabtu, 13 Desember 2025, menjelaskan bahwa tempat pengumpulan cabai ini buka setiap hari tanpa libur. Pengecualian hanya pada Hari Raya, itupun telah diberitahukan jauh hari sebelumnya kepada para petani.

Menariknya, TPA ini tidak mengambil keuntungan. Tujuan utamanya adalah melindungi petani agar tidak menjadi korban permainan harga oleh spekulan cabai. Petani pun diberi keleluasaan: hasil penjualan dapat diambil malam itu juga, keesokan harinya, atau saat mereka kembali menyetor cabai. Cabe yang terkumpul utamanya untuk keperluan pasar lokal, sisanya diambil oleh ekspedisi dan diangkut dengan truk untuk memenuhi pasar cabai di Jakarta.

Pada masa panen raya, cabai yang terkumpul bisa mencapai dua ton per hari. Saat ini, volume harian berkisar antara 700 kilogram hingga satu ton. STA Tempel pun bukan sekadar tempat transaksi, namun juga jendela keterbukaan harga cabai bagi para petani.

“Fungsi utama kami adalah menjaga harga jual cabai agar tetap stabil dan menguntungkan petani. Dengan sistem lelang terpusat, permainan harga oleh tengkulak bisa diminimalisir, dan petani mendapatkan harga yang paling layak untuk kerja keras mereka,” ujar Mardi. (Sadhono Hadi / KIM Senyum Tempel)