Tim Voli Putra Ambarketawang Raih Gelar Juara Turnamen Bupati Sleman Cup 2025

Sleman– Tim Bola Voli Putra Ambarketawang yang mewakili Kapanewon Gamping berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menjuarai Turnamen Bola Voli Bupati Sleman Cup 2025. Kepastian gelar juara tersebut diraih setelah mereka tampil dominan dan mengalahkan Tim Voli Putra Sendangagung dengan skor akhir 3-1 pada partai final yang digelar di Lapangan Bola Voli Gentingan, Sidoagung, Kabupaten Sleman, Minggu malam (29/12/2025).

Pertandingan final berlangsung sangat sengit dan disaksikan oleh ratusan penonton yang datang dari berbagai wilayah di Sleman. Atmosfer kompetisi terasa sangat semarak, mengingat laga puncak ini merupakan penentu tim terbaik dalam ajang bergengsi tingkat kabupaten tersebut. Sejak set pertama, Tim Putra Ambarketawang menunjukkan permainan yang sangat solid dengan koordinasi rapi, serangan efektif, serta pertahanan yang disiplin.

Kombinasi smash tajam dan blok yang kokoh membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Memasuki set-set berikutnya, para pemain Ambarketawang terlihat semakin percaya diri. Dukungan suporter yang memadati area lapangan turut menjadi pemantik semangat para atlet untuk terus tampil maksimal hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.

Lurah Ambarketawang yang juga bertindak sebagai ofisial tim, Sumaryanto, menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain dan pelatih yang telah mempersiapkan diri secara matang sejak babak penyisihan. Ia menilai kemenangan ini adalah hasil dari komitmen jangka panjang dalam membina atlet-atlet lokal di wilayahnya.

“Program latihan yang konsisten dan strategi permainan yang tepat menjadi kunci utama keberhasilan tim Kapanewon Gamping meraih gelar juara malam ini. Kami sangat bangga dengan perjuangan anak-anak di lapangan yang tidak kenal lelah mengejar bola. Kemenangan ini bukan semata-mata soal trofi, tetapi bukti bahwa pembinaan olahraga di tingkat kalurahan berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Sumaryanto dengan nada bangga usai pertandingan.

Turnamen Bola Voli Bupati Sleman Cup 2025 diikuti oleh tim-tim terbaik dari seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus sarana mempererat persaudaraan dan sportivitas antarwilayah. Panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta dan penonton. Selain berjalan lancar dan aman, kompetisi ini dinilai mampu meningkatkan kualitas teknis permainan bola voli di tingkat lokal.

Salah satu pemain tim Ambarketawang juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih dengan kerja keras kolektif tersebut. “Kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh warga Ambarketawang dan Gamping yang selalu memberikan dukungan. Pertandingan final tadi sangat menguras tenaga, namun instruksi pelatih dan kekompakan tim membuat kami bisa tetap fokus hingga set terakhir,” ungkapnya di tengah selebrasi juara.

Dengan keberhasilan ini, Tim Putra Ambarketawang diharapkan dapat terus menjaga performa terbaik mereka dan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk aktif berprestasi di bidang olahraga. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi Ambarketawang sebagai salah satu kekuatan besar dalam cabang olahraga bola voli di Kabupaten Sleman. Penghujung turnamen ditandai dengan penyerahan piala dan penghargaan yang menjadi puncak kebanggaan bagi tim Kapanewon Gamping.(Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Juara PORDA DIY 2025 Turun Gunung, Ratusan Atlet Panaskan Persaingan Lurah Condongcatur Cup VI

Sleman – Geliat olahraga tenis meja di Kabupaten Sleman kembali memanas. GOR Kalurahan Condongcatur dipadati oleh ratusan pegiat olahraga pingpong yang antusias mengikuti Turnamen Tenis Meja Lurah Condongcatur Cup VI pada Minggu (28/12/2025). Turnamen bergengsi ini menjadi penutup rangkaian perayaan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur yang berlangsung maraton sejak pagi hingga malam hari.

Ajang ini terbukti bukan sekadar turnamen antar-kampung biasa. Tercatat sebanyak 180 atlet yang berasal dari berbagai klub ternama dan komunitas tenis meja turut ambil bagian. Mereka bertarung sengit di nomor ganda usia bebas, menyuguhkan reli-reli panjang dan teknik tinggi yang menghibur para penonton yang memadati tribun.

Ketua Penyelenggara yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Sleman, Budi Sanyoto, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan acara tersebut. Menurutnya, kejuaraan rutin seperti ini sangat vital bagi keberlangsungan ekosistem olahraga di daerah, terutama dalam hal penjaringan bakat.

“Penyelenggaraan kejuaraan ini adalah bagian konkret dari upaya pembinaan atlet secara berkelanjutan. Selain itu, ajang ini menjadi momen penting untuk memperkuat silaturahmi dan ekosistem tenis meja di Sleman agar semakin solid,” ujar Budi Sanyoto di sela-sela pertandingan.

Turnamen yang dibuka resmi oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, ini semakin bergengsi dengan kehadiran bintang tamu Jason. Atlet tenis meja yang menyandang status Juara Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY 2025 tersebut turun ke arena dan berlaga di nomor ganda usia bebas. Kehadiran Jason menjadi magnet tersendiri yang mendongkrak kualitas kompetisi, sekaligus memaksa lawan-lawannya untuk mengeluarkan kemampuan terbaik guna mengimbangi permainan sang juara daerah.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, berharap turnamen ini mampu memicu semangat para atlet lokal untuk terus mengasah kemampuan. Ia menegaskan bahwa pemerintah kalurahan berkomitmen menyediakan ruang bagi pengembangan prestasi olahraga bagi masyarakat.

“Semoga turnamen ini bisa menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka. Yang paling penting, ajang ini harus menjadi sarana menjalin persahabatan dan kerja sama yang baik antar-pemain dari berbagai klub,” ungkap Reno Candra Sangaji.

Penanggung jawab kegiatan, Jumat, melaporkan bahwa kompetisi berjalan sangat ketat hingga partai final yang berlangsung menjelang tengah malam. Berdasarkan hasil akhir pertandingan, pasangan Arvan dan Rinosa dari PTM OPJ berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih oleh Osama dan Arif dari PTM MMC, sedangkan posisi Juara 3 Bersama ditempati oleh pasangan Muji dan Ahmad L dari PTM MMC serta Jason dan Jocelyn dari PTM Genesis.

Pasangan lain yang berhasil menembus babak 8 besar di antaranya Anca dan Febri dari PTM IT Solo, Hasbi dan Marsin dari PTM Kisma, Faisal dan Ari dari PTM Lodadi, serta Ian dan Nisa dari PTM MMC. Seluruh peserta menunjukkan sportivitas tinggi dan menjunjung prinsip permainan yang jujur selama kompetisi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lurah Condongcatur, Ketua PTM MMC, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras. Semoga ajang ini terus menjadi wadah pembinaan prestasi, mempererat ukhuwah, serta memajukan tenis meja baik di tingkat lokal maupun regional,” tutup Jumat (Wasana/KIM Depok).




Satlat Demak Ijo Sleman Catat Prestasi Gemilang dalam Kejurda Tarung Derajat DIY 2025

Sleman – Satuan Latihan (Satlat) Demak Ijo, Kabupaten Sleman, mencatatkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tarung Derajat antar Satlat se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam ajang yang berlangsung di Gedung Olahraga Serbaguna Stadion Sultan Agung pada Minggu (28/12/2025) tersebut, Satlat Demak Ijo berhasil memboyong satu medali emas dan empat medali perak dari lima petarung yang diterjunkan.

Kejuaraan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Daerah Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) DIY, Sunaryanta. Tercatat sebanyak 144 petarung dari 21 satlat di seluruh kabupaten dan kota se-DIY turut berpartisipasi. Ajang ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk melakukan pembinaan atlet sekaligus menjaring bibit-bibit potensial guna menghadapi kompetisi di tingkat nasional.

Pelatih Utama Tarung Derajat DIY, Dedi Kusnadi, menjelaskan bahwa Kejurda edisi kali ini menampilkan pertarungan berkualitas di 31 kelas, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga kategori Umum. Untuk menjamin keselamatan dan kualitas kompetisi, peserta diwajibkan telah mencapai tingkatan sabuk Kurata III atau Kurata II dengan rekomendasi pelatih.

“Kurata III dan II menandakan bahwa atlet telah menguasai teknik dasar dan lanjutan, termasuk kombinasi serangan serta pertahanan. Kejurda merupakan ajang kompetisi resmi dengan intensitas tinggi, sehingga hanya atlet dengan penguasaan teknik dan kematangan mental yang memadai yang layak diturunkan agar mereka siap menghadapi tekanan pertarungan,” ujar Dedi Kusnadi.

Pelatih Satlat Demak Ijo Sleman, Feriyadi, menyatakan kepuasan atas penampilan impresif anak asuhnya. Keberhasilan seratus persen diraih oleh timnya karena seluruh petarung yang diturunkan berhasil membawa pulang medali. Ia menilai capaian ini merupakan buah dari proses latihan konsisten yang mengedepankan disiplin dan strategi bertanding yang matang.

“Capaian ini mencerminkan kesiapan teknik, fisik, dan mental atlet dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat. Kekompakan tim dan kedisiplinan petarung dalam mengikuti instruksi pelatih menjadi kunci utama. Kami tetap akan melakukan evaluasi rutin untuk meningkatkan performa pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” kata Feriyadi.

Medali emas bagi Satlat Demak Ijo diraih oleh Mutiara Nur Fauziah yang turun di kelas Putri SMA 58,1 – 62 Kg setelah tampil dominan di partai final. Sementara itu, empat medali perak masing-masing dipersembahkan oleh Bimasakti Manusakerti di kelas Putra SMP 62,1 – 66 Kg, Olivia Putri di kelas Putri SMP 46,1 – 48 Kg, Muhammad Rehan di kelas Putra SMA 55,1 – 58 Kg, serta Kristanti di kelas Putri SMA 45,1 – 50 Kg.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan moral orang tua dan lingkungan Satlat yang mampu meningkatkan kepercayaan diri para petarung saat berada di arena. Dengan raihan medali tersebut, Satlat Demak Ijo Sleman optimistis dapat terus bersaing di level yang lebih tinggi dan terus berkontribusi dalam memajukan olahraga Tarung Derajat di wilayah DIY (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping).




Pelatihan Sinoman dan MC Bahasa Jawa, Upaya Menjaga Tradisi dan Mencetak Pemuda Berkarakter di Sardonoharjo

Sleman – Malam perlahan merangkul Padukuhan Candi 3, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Di bawah langit yang tenang dan cahaya lampu yang menerangi ruang terbuka, semangat para pemuda justru kian menyala. Suasana syahdu tersebut menjadi saksi dimulainya Pelatihan Keterampilan Kepemudaan “Sinoman dan MC Bahasa Jawa” yang digelar pada Minggu malam (29/12/2025). Kegiatan ini merupakan ikhtiar nyata dalam menjaga tradisi sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan sosial yang bermakna.

Acara yang berlangsung di Ruang Terbuka Padukuhan Candi 3 tersebut dibuka secara resmi oleh Kamituwo Kalurahan Sardonoharjo, Bayu Kristiyanto. Dalam sambutannya, Bayu menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya pembinaan kepemudaan agar tetap berakar pada nilai-nilai budaya Jawa. Meskipun zaman terus berkembang, pemuda diharapkan mampu tampil percaya diri dan profesional dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan tanpa meninggalkan identitas aslinya.

“Pelatihan ini bukan sekadar belajar menjadi sinoman atau pembawa acara, tetapi juga tentang menanamkan etika, tata krama, serta rasa tanggung jawab. Pemuda adalah garda terdepan dalam kegiatan sosial dan adat di masyarakat, sehingga kapasitas mereka harus terus ditingkatkan agar tradisi kita tidak tergerus zaman,” ujar Bayu Kristiyanto saat memberikan arahan kepada para peserta.

Untuk memberikan pemahaman yang mendalam, pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Hariyono Purwono dan Ngadiyono. Keduanya dikenal aktif sebagai praktisi dan pelatih sinoman serta MC Bahasa Jawa di wilayah Sleman. Materi diberikan secara aplikatif, mencakup pengenalan peran sinoman dalam tradisi Jawa, teknik dasar memandu acara menggunakan Bahasa Jawa yang baik dan benar (krama alus), hingga cara menjaga sikap dan pembawaan diri saat bertugas di hadapan tamu undangan.

Hariyono Purwono dalam sesinya menjelaskan bahwa menjadi sinoman dan MC bukan hanya soal kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga tentang kepekaan rasa dan kemampuan membaca situasi lapangan. Menurutnya, penggunaan bahasa dalam tradisi Jawa memiliki aturan tidak tertulis yang berkaitan erat dengan penghormatan kepada orang lain.

“Bahasa Jawa memiliki ruh yang sangat dalam. Ketika digunakan dengan tepat sesuai dengan unggah-ungguh, ia mampu menghadirkan suasana yang hangat, sakral, dan penuh makna dalam setiap acara adat maupun kemasyarakatan. Kami ingin para pemuda di sini merasakan kebanggaan saat mampu berkomunikasi dengan bahasa ibu mereka secara fasih,” jelas Hariyono Purwono.

Para peserta dari kalangan remaja dan pemuda tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Selain mendapatkan pemahaman teori, mereka juga diajak untuk praktik langsung melakukan simulasi pelayanan tamu (sinoman) dan membawakan acara (pambiwara) guna melatih kepercayaan diri. Praktik langsung ini dianggap efektif untuk mengikis rasa canggung yang sering dialami generasi muda saat harus menggunakan bahasa Jawa formal.

Melalui pelatihan ini, diharapkan akan lahir kader-kader muda di Sardonoharjo yang siap melestarikan tradisi luhur. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kepemudaan yang berpijak pada budaya lokal mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap berkontribusi nyata bagi lingkungan sosial mereka. Sinergi antara pemerintah kalurahan dan pemuda ini diharapkan dapat terus berlanjut demi menjaga kelestarian warisan budaya tak benda di Kabupaten Sleman. (ESK/KIM DSN)




Alumni SMA N 1 Kalasan Angkatan 1980 Teguhkan Semangat Pengabdian di Masa Pensiun

Sleman – Alumni SMA N 1 Kalasan Angkatan 1980 meneguhkan komitmen untuk terus berbakti kepada masyarakat di mana pun mereka berada. Meskipun saat ini rata-rata anggota alumni telah berusia di atas 60 tahun dan banyak yang sudah memasuki masa pensiun, semangat untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi sesama atau “Migunani Mring Sasami” tetap menjadi landasan utama dalam menjalani masa tua.

Peneguhan komitmen tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Reuni ’80, Abdul Kasri, dalam acara reuni yang digelar pada Minggu (28/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Joglo Endang Widi Winarni, Ngalian, Widodomartani, Kapanewon Ngemplak ini dihadiri oleh puluhan alumni yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Abdul Kasri menjelaskan bahwa reuni ini bukan sekadar ajang silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan, melainkan juga sarana untuk bertukar informasi mengenai peran pengabdian masing-masing alumni di wilayahnya. Menurutnya, kontribusi kepada masyarakat tidak terbatas pada mereka yang sebelumnya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi juga berlaku bagi para purnawirawan TNI, Polri, maupun praktisi swasta.

“Sekecil apa pun peran serta kita bagi masyarakat, hal itu tetap berada dalam bingkai semangat Praba Ambara SMA N 1 Kalasan. Ini sangat sesuai dengan tema reuni kita kali ini, yaitu Urip Iku Urup, yang berarti hidup itu harus mampu memberi manfaat atau cahaya bagi orang lain,” ujar Abdul Kasri dengan penuh semangat di hadapan rekan-rekan angkatannya.

Dalam rangkaian acara tersebut, dua alumni yang berprofesi sebagai tenaga medis, Eko Kuswandono dan Sunu, turut memberikan tips kesehatan bagi para pra-lansia dan lansia. Eko Kuswandono yang sengaja datang jauh-jauh dari Riau menekankan pentingnya manajemen pola hidup sehat yang mencakup pengaturan makan, istirahat, dan olahraga secara teratur.

“Di usia kita saat ini, sangat penting untuk memperhatikan kadar dan jenis asupan harian. Hindari konsumsi alkohol serta rokok, dan sebagai insan yang bertaqwa, setiap usaha menjaga kesehatan ini harus senantiasa disertai dengan doa agar kita tetap bugar di masa tua,” ungkap Eko Kuswandono.

Melengkapi pesan kesehatan tersebut, Sunu yang sehari-hari bertugas di RSUD Prembun Kebumen mengingatkan rekan-rekannya untuk selalu waspada terhadap bahaya dehidrasi. Ia mengimbau para alumni agar jangan pernah mengabaikan kebutuhan cairan tubuh meskipun sedang dalam kondisi sibuk atau merasa enggan karena sering buang air kecil.

“Sesibuk apa pun, kita harus ingat dan menyempatkan diri untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jangan pernah merasa malu membawa bekal air mineral sendiri dan jangan merasa repot jika harus sering ke kamar mandi, karena itu adalah tanda tubuh kita terhidrasi dengan baik,” pungkas Sunu yang langsung diikuti oleh gerakan para peserta reuni meminum air mineral secara serentak.

Berdasarkan data pengurus, alumni SMA N 1 Kalasan Angkatan 1980 saat ini tersebar di berbagai provinsi mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Bali dan Nusa Tenggara. Mereka memiliki latar belakang profesi yang beragam, mulai dari TNI, Polri, dokter, dosen, guru, hingga pelukis dan selebritas. Alumni angkatan ini memiliki agenda reuni besar lintas jurusan setiap tiga tahun sekali, sementara mereka yang berdomisili di sekitar wilayah Sleman dan Klaten rutin bertemu setahun dua kali untuk menjaga kekompakan. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)