Sinergi Pelaku Usaha: Kopdar UMKM Sardonoharjo Padukan Fun Game dengan Materi “Tangga Bisnis”

Sleman — Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, menggelar Kopdar UMKM Sardonoharjo sebagai penutup rangkaian kegiatan UMKM sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Rumah UMKM Sardonoharjo, Tegalrejo Turen, dan berlangsung dalam suasana hangat, akrab, serta penuh semangat kebersamaan.

Acara dibuka oleh Eka Sastra dari DSN Outbound melalui sesi ice breaking dan fun game. Para pelaku UMKM diajak melatih kekompakan, kerja sama, serta membangun energi positif lewat permainan yang seru dan menghibur. Suasana cair dan penuh tawa menjadi pembuka yang efektif sebelum memasuki sesi utama kegiatan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi “Tangga Bisnis” yang disampaikan oleh Bayu Bharotodiasto. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami tahapan pengembangan usaha, pentingnya pola pikir bertumbuh, serta strategi agar UMKM mampu naik kelas. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sharing session yang interaktif.

Kopdar UMKM Sardonoharjo juga diramaikan dengan pembuatan foto produk UMKM oleh KIM DSN Sardonoharjo. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan promosi digital agar produk-produk UMKM Sardonoharjo tampil lebih menarik dan profesional, khususnya untuk pemasaran di media sosial dan platform daring.

Ketua Forkom UMKM Sardonoharjo, Lina Syafira, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi penutup agenda Forkom UMKM di tahun 2025. “Semoga di tahun 2026 nanti, UMKM Sardonoharjo bisa lebih akrab, lebih kompak, dan saling mendukung, sehingga kita bisa sukses dan naik kelas bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Anang Setiawan, selaku Ulu-Ulu Kalurahan Sardonoharjo, menyampaikan optimisme terhadap peran UMKM ke depan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, Kalurahan Sardonoharjo berpeluang menggelar perayaan besar Hari Jadi Kalurahan, yang nantinya akan diisi dengan berbagai event dan membuka ruang luas bagi UMKM untuk tampil dan berpartisipasi.

Kegiatan Kopdar UMKM Sardonoharjo ditutup dengan makan bersama, menambah keakraban antar pelaku usaha. Melalui kegiatan ini, Forkom UMKM Sardonoharjo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM yang berkarya dan mandiri, serta siap tumbuh bersama menyongsong tahun 2026. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Peran Perempuan Kunci Keluarga Sakinah, Muslimat NU Margorejo Gelar Pengajian Selapanan

Sleman – Ranting Muslimat NU Kalurahan Margorejo menggelar Pengajian Selapanan di Padukuhan Surowangsan pada Jumat (12/12/2025). Kegiatan yang diikuti oleh jamaah Muslimat NU dari berbagai padukuhan ini menghadirkan tausyiah dari Gus Syarif Hidayat dari Pondok Pesantren API Assalam Kerisan, Banyurejo, Tempel.

Dalam tausyiahnya, Gus Syarif Hidayat menyampaikan pentingnya peran perempuan sebagai pilar utama dalam membangun keluarga yang sakinah. Ia menjelaskan bahwa perempuan salehah adalah mereka yang senantiasa taat kepada perintah Allah SWT serta mampu menjalankan perannya dalam rumah tangga dengan penuh tanggung jawab, kesabaran, dan keikhlasan. Ketaatan kepada suami, menurutnya, harus dipahami dalam bingkai nilai-nilai agama, saling menghormati, dan kerja sama untuk kebaikan bersama.

“Rumah tangga akan tentram ketika suami dan istri saling memahami peran masing-masing, saling menjaga, dan saling menguatkan dalam kebaikan,” tutur Gus Syarif Hidayat di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan jamaah agar perempuan mampu menempatkan diri secara bijak dalam kehidupan bermasyarakat, dengan menebar kebaikan, menjaga hubungan dengan tetangga, serta menghindari sikap yang dapat memicu konflik sosial. Menurutnya, kebahagiaan hidup tidak hanya diukur dari materi, tetapi dari ketenangan batin dan keharmonisan hubungan dengan sesama.

Dalam tausyiah tersebut, Gus Syarif Hidayat turut mengulas enam sikap yang sebaiknya dihindari karena kerap menjadi sumber persoalan dalam rumah tangga, antara lain kebiasaan mengeluh berlebihan, tidak menghargai jasa pasangan, gemar membandingkan diri dengan orang lain, tidak cermat mengelola perekonomian keluarga, suka membesar-besarkan masalah, serta mudah tersulut emosi. Sikap-sikap tersebut dinilai dapat mengikis rasa syukur dan keharmonisan keluarga.

Sementara itu, Ketua Ranting Muslimat NU Kalurahan Margorejo, Arwani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir dan istiqamah mengikuti pengajian selapanan Jumat Pon tersebut. Ia berharap kegiatan pengajian ini terus menjadi sarana peningkatan keimanan sekaligus mempererat ukhuwah di kalangan ibu-ibu Muslimat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Semoga pengajian selapanan ini membawa keberkahan dan menjadi bekal kebaikan dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat,” ujar Arwani.

Pengajian ditutup dengan doa bersama. Selain menjadi sarana peningkatan spiritual, kegiatan rutin ini juga menjadi wadah silaturahmi dan penguatan peran Muslimat NU dalam membumikan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin di Kalurahan Margorejo. (sbd/kim senyum tempel)




Pasar Bela Negara Edisi ke-19 Sleman, Edukasi Nasionalisme Ditanamkan Sejak Usia Dini

Sleman — Pasar Bela Negara (PBN) edisi ke-19 kembali digelar pada Jumat pagi (12/12/2025), di kawasan utara Lapangan Pemda Sleman. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Jumat ini menjadi ruang edukasi publik yang memadukan penguatan nilai kebangsaan, pemberdayaan UMKM, serta hiburan edukatif bagi masyarakat.

Pasar Bela Negara merupakan inisiatif Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Carya Budhi Chantya, lembaga pendamping UMKM. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi produk UMKM lokal, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai bela negara secara inklusif dan menyenangkan.

Pada edisi kali ini, Pasar Bela Negara semakin semarak dengan hadirnya stan hasil bumi sebagai wujud ketahanan pangan. Berbagai produk dibagikan secara gratis kepada pengunjung, mulai dari sayuran segar, bibit tanaman, buah-buahan, hingga tempe. Antusiasme warga terlihat tinggi dalam menyambut program berbagi pangan tersebut.

Suasana Pasar Bela Negara juga semakin meriah dengan kehadiran anak-anak TK As Surur Prujakan yang mengikuti kegiatan outbound Bela Negara. Keceriaan anak-anak semakin lengkap dengan hiburan sulap edukatif bersama Kak Akur, Pesulap Jujur, yang menyampaikan dongeng perjuangan dan pesan-pesan nasionalisme melalui pertunjukan sulap interaktif.

Salah satu agenda utama PBN edisi ini adalah talk show yang dipandu Lina Syafira dan Bobby Tinampi. Talk show berlangsung seru dan edukatif dengan menghadirkan narasumber Yayuk Hidayah, seorang Training of Facilitator (TOF) Bela Negara Kementerian Hukum dan HAM RI sekaligus dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tema yang diangkat adalah “Mengenalkan Nilai-Nilai Dasar Bela Negara Sejak Usia Dini”.

Dalam pemaparannya, Yayuk menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan lima Nilai Dasar Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara. Menurutnya, nilai-nilai tersebut bukan sekadar konsep, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku nyata di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat.

“Penanaman nilai bela negara sejak usia dini dinilai menjadi kunci pembentukan karakter bangsa yang kuat. Melalui pendidikan, keteladanan, dan pembiasaan, generasi muda diharapkan tumbuh sebagai penerus bangsa yang berjiwa nasionalis dan patriotik, siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Pasar Bela Negara diharapkan terus menjadi ruang edukasi publik yang menarik, interaktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat karakter cinta tanah air di tengah masyarakat Sleman dan sekitarnya. (Andy Ahmad / KIM DSN Ngaglik)




Cegah Stunting Sejak Kandungan, Kalurahan Sardonoharjo Salurkan PMT untuk Ibu Hamil Berisiko

Sleman — Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil berisiko di Padukuhan Rejosari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menjaga kesehatan ibu dan janin sekaligus upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

PMT diserahkan oleh Kamituwa Sardonoharjo dengan tujuan memperkuat pemantauan dan pendataan ibu hamil berisiko. Sinergi antara bidan kesehatan di tingkat kalurahan dan Puskesmas Ngaglik diharapkan dapat saling melengkapi sehingga kondisi ibu hamil berisiko terpantau secara berkelanjutan.

Selain penyaluran PMT, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi dan pembahasan terkait stunting, pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil, serta peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.

Sebanyak 40 ibu hamil berisiko menerima PMT berupa telur Omega 3, susu Prenagen Emesis, serta tambahan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan serat. Bantuan gizi tersebut diharapkan mampu meningkatkan asupan nutrisi ibu hamil dan mendukung pertumbuhan janin secara optimal.

Kamituwa Sardonoharjo, Bayu Kristiyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kalurahan dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak.

“Melalui pemberian PMT dan edukasi stunting ini, kami berharap kesehatan ibu hamil berisiko dapat terus terjaga serta pendampingan dapat dilakukan secara maksimal melalui koordinasi antara kalurahan dan Puskesmas Ngaglik,” ujarnya.

Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menekan angka stunting dan mewujudkan generasi sehat sejak dalam kandungan. (ESK/KIM DSN)




Kuatkan Kesiapsiagaan, Relawan PMI Depok Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Yogyakarta

Sleman – Kota Yogyakarta menjadi saksi peningkatan kapasitas relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari berbagai daerah. Selama lima hari penuh, mulai dari Senin (8/12/2025), hingga penutupan pada Jumat (12/12/2025), total 30 relawan dari kota dan kabupaten di wilayah Yogyakarta berkumpul untuk menjalani pelatihan intensif Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Dalam kegiatan yang vital ini, PMI Kapanewon Depok menunjukkan komitmen kuatnya dengan mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berpartisipasi. Keikutsertaan ini menegaskan peran penting PMI Depok dalam memastikan bahwa standar penanganan kegawatdaruratan di wilayahnya selaras dengan praktik terbaik.

BHD, yang merupakan serangkaian tindakan darurat, adalah keterampilan penyelamat nyawa yang harus dimiliki oleh setiap relawan. Pelatihan ini memfokuskan pada penanganan kritis bagi seseorang yang mengalami henti jantung atau henti napas, di mana setiap detik menjadi penentu keberhasilan pertolongan.

Selama pelatihan, para peserta digembleng untuk menguasai lima langkah esensial BHD, antara lain: memeriksa kesadaran dan pernapasan korban, memanggil bantuan darurat segera, melakukan kompresi dada yang efektif, memberikan napas buatan, dan menggunakan Automated External Defibrillator (AED) bila tersedia.

Lidya Agustina, salah satu relawan perwakilan dari PMI Kabupaten Depok yang mengikuti pelatihan, mengungkapkan kesan mendalamnya.

“Pelatihan ini membuka mata kami betapa krusialnya kecepatan. Bukan hanya teori, kami langsung mempraktikkan bagaimana lima langkah BHD harus dilakukan tanpa ragu di momen genting. Dengan bekal ini, kami merasa lebih siap dan percaya diri untuk menjadi jembatan antara korban dan tim medis, sekaligus meningkatkan peluang selamatnya nyawa,” ujar Lidya dengan antusias.

Dengan bekal yang didapatkan dalam pelatihan ini, relawan PMI Depok kini memiliki kesiapan yang lebih tinggi untuk bertindak cepat, tepat, dan menjadi harapan pertama bagi masyarakat yang tertimpa musibah kegawatdaruratan. Keahlian ini adalah investasi kemanusiaan yang akan berdampak langsung pada peningkatan peluang hidup korban di lapangan. (Lidya / KIM Depok)