Bantuan Kemanusiaan Terus Mengalir dari PMI DIY, Kirim Tim Medis Hingga Ratusan Kantong Darah ke Aceh

Sleman – Bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus mengalir. Bantuan tersebut dikirimkan dalam berbagai bentuk, mulai dari sembako, pakaian, bantuan medis, hingga relawan, dengan tujuan meringankan beban para korban bencana. Palang Merah Indonesia (PMI) DIY menjadi salah satu pihak yang secara aktif menyikapi kondisi darurat di Sumatera.

“Bantuan akan terus kita kirimkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan skala prioritas di tempat bencana. Kita berusaha agar tidak terjadi penumpukan barang di gudang,” jelas Wakil Ketua PMI DIY, Haka Astana M. Widya, Jumat (12/12/2025), di Markas PMI DIY, Gamping, Sleman.

Keterangan tersebut disampaikannya saat pelepasan tim relawan kemanusiaan PMI DIY ke lokasi bencana di Aceh, sebagai dukungan pelayanan kesehatan dan psikososial di wilayah terdampak di Aceh Tamiang.

Lebih lanjut, Haka menambahkan bahwa tim yang diberangkatkan terdiri dari lima orang dari PMI DIY dan enam orang dari PMI Kabupaten Bantul. Mereka terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta relawan terlatih.

Tim kemanusiaan tersebut membawa peralatan kesehatan dan obat-obatan untuk memberikan layanan dasar seperti pelayanan medis, dukungan psikososial, serta promosi kesehatan. Tim akan berkeliling menggunakan mobil ambulans yang dibawa dari PMI DIY untuk mendukung mobilitas pelayanan, menjangkau wilayah yang minim tersentuh bantuan. Sasaran utama bantuan adalah semua yang terdampak bencana, namun prioritas diberikan pada kelompok rentan yang terdiri dari bayi, anak-anak, wanita, ibu hamil, dan lansia.

“Kita berharap kelompok rentan tersebut akan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan pendampingan psikologis dampak bencana,” kata Haka.

Selain bantuan medis, relawan, dan obat-obatan, PMI DIY juga sudah mengirimkan beberapa bantuan secara bertahap. Dengan berkoordinasi bersama PMI Pusat, PMI DIY telah mengirimkan total 200 kantong darah yang sangat dibutuhkan di wilayah bencana. Kantong darah yang memerlukan penanganan khusus dan cepat tersebut dikirim dari PMI DIY melalui PMI Pusat, yang kemudian didistribusikan ke wilayah bencana menggunakan pesawat.

Kantong darah yang dikirim terdiri dari 50 kantong golongan AB, 75 kantong golongan B, dan 75 kantong golongan O. “Pengiriman kantong darah tersebut sudah dilakukan beberapa hari yang lalu, bertahap sesuai kebutuhan,” ungkap Haka.

Dalam situasi bencana, perlu diterapkan skala prioritas dan melihat situasi dan kondisi dalam menyampaikan bentuk bantuan, dengan harapan bantuan tepat sasaran dan kemanfaatannya lebih optimal. Pihak PMI DIY melihat bahwa bantuan pakaian layak pakai sudah mencukupi, sehingga PMI DIY mengalihkan bantuan dalam bentuk lain, yaitu perlengkapan bayi. PMI DIY sudah mengirimkan perlengkapan bayi sejumlah 37 koli dengan berat sekitar empat kuintal. Perlengkapan bayi terdiri dari popok, pakaian bayi, dan gendongan bayi.

“Pengiriman menggunakan jasa JNE yang sudah bekerja sama, di mana mereka sudah menetapkan posko titik kumpul dan pengiriman,” pungkas Wakil Ketua PMI DIY. (Kusnadi/KIM Berbah)




JSLU Mulai Disalurkan di Kapanewon Tempel, 182 Lansia Terima Bantuan Melalui 15 Waluyo

Sleman — Penyaluran Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) di wilayah Kapanewon Tempel resmi dimulai pada Jumat (12/12/2025) dan akan berlangsung hingga Minggu (14/12/2025). Sebanyak 182 lansia penerima manfaat dijadwalkan menerima bantuan melalui 15 Waluyo (Warung Lanjut Usia Yogyakarta) yang tersebar di delapan kalurahan di Tempel. JSLU merupakan program Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk pemenuhan kebutuhan dasar lansia miskin, dengan sistem pembelanjaan langsung di warung UMKM lokal yang menjadi mitra penyalur. Skema ini dinilai efektif membantu lansia sekaligus menggerakkan ekonomi padukuhan.

Sebaran Waluyo di Tempel meliputi berbagai titik: Kalurahan Merdikorejo memiliki Waluyo di Padukuhan Kembang dan Soka Martani; Kalurahan Margorejo di Kemiri dan Ngabean; serta Kalurahan Lumbungrejo di Panggung. Di Kalurahan Mororejo, Waluyo berada di Duren Sawit dan Rebobong Lor, sementara di Kalurahan Pondokrejo tersebar di Jlopo, Dukuh, dan Glagahombo. Waluyo lainnya berada di Nglengkong Lor (Sumberejo), Bandung Wetan dan Semampir (Tambakrejo), serta di Nglengis dan Senoboyo (Banyurejo).

Penyaluran perdana pada Jumat (12/12) berlangsung di delapan titik Waluyo: Kembang, Jlopo, Glagahombo, Dukuh, Rebobong Lor, Nglengkong Lor, Semampir, dan Nglengis. TKSK Kapanewon Tempel, M. Arif Yasfani, menyampaikan bahwa hari pertama berjalan tertib dan lancar.

“Monitoring kami lakukan langsung di lapangan untuk memastikan setiap lansia menerima haknya. Mekanisme Waluyo terbukti sangat memudahkan, karena lansia dapat langsung membelanjakan kebutuhan pokok di warung sekitar rumah mereka,” ujarnya.

Arif menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian penyaluran selesai. “Kami memastikan tidak ada penerima yang terlewat. Koordinasi dengan para pemilik Waluyo sudah kami lakukan sejak awal agar proses penyaluran berjalan transparan dan tepat sasaran,” tambahnya.

Pendamping JSLU, Darsono, juga mengapresiasi kesiapan warung-warung yang menjadi mitra. “Pemilik Waluyo sudah menyiapkan seluruh kebutuhan pokok yang ditetapkan Dinas Sosial DIY. Lansia tinggal memilih sesuai kebutuhan masing-masing, jadi prosesnya sangat membantu mereka,” tuturnya.

Ia menyebut bahwa keberadaan Waluyo di setiap padukuhan membuat program ini lebih ramah terhadap kondisi para lansia. “Mayoritas lanjut usia memiliki keterbatasan mobilitas. Karena lokasi Waluyo dekat, mereka tidak perlu pergi jauh sehingga lebih nyaman dan aman,” jelasnya.

Untuk penyaluran hari kedua pada Sabtu (13/12), Darsono menjelaskan bahwa pelaksanaan akan dilakukan di enam titik Waluyo, yaitu Ngabean, Bandung Wetan, Senoboyo, Panggung, Duren Sawit, dan Kemiri. Ia menyebut hanya Waluyo Panggung yang tidak dimonitor langsung karena prosesnya sudah tertib. Penyaluran akan ditutup pada Minggu (14/12/2025) di satu lokasi terakhir, yaitu Waluyo Soka Martani, Kalurahan Merdikorejo. (SBD/KIM Senyum Tempel)




Evaluasi Program 2025, TP PKK Sleman Gelar Rakor Tingkat Kabupaten Hingga Kalurahan

Sleman – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang menjadi evaluasi terakhir program kerja tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025, mulai pukul WIB hingga selesai, di Restoran Taman Pringsewu Yogyakarta.

Rakor ini dihadiri oleh 17 Ketua TP PKK Kapanewon dan 86 Ketua TP PKK Kalurahan se-Kabupaten Sleman. Acara utamanya adalah mengevaluasi seluruh kegiatan yang sudah dilaksanakan di tingkat Kalurahan dan Kapanewon, mencakup seluruh 10 Program Pokok PKK dari Kelompok Kerja (Pokja) I sampai Pokja IV.

Selain evaluasi program di tingkat bawah, TP PKK Kabupaten Sleman juga menyampaikan paparan mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Dalam sesi ini, masukan dari TP PKK Kapanewon dan Kalurahan diminta agar dapat dibahas dan dijadikan program prioritas TP PKK Kabupaten Sleman di tahun 2026, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi.

Salah satu agenda penting dalam rakor ini adalah pengumuman hasil Monitoring dan Evaluasi Tertib Administrasi di Tingkat Kabupaten Sleman yang dilaksanakan oleh TP PKK Kabupaten pada tahun 2025.

Adapun Kapanewon yang meraih Juara dalam evaluasi ini adalah Juara 1 diraih Kapanewon Turi dengan nilai 5465, Juara 2 diraih Kapanewon Gamping dengan nilai 4635, Juara 3 diraih Kapanewon Berbah dengan nilai 4464, Juara Harapan 1 diraih Kapanewon Godean dengan nilai 4450, dan Juara Harapan 2 diraih Kapanewon Seyegan dengan nilai 4397.

Di tengah keseriusan evaluasi, acara juga diselingi momen spontanitas untuk merayakan peserta yang berulang tahun di bulan Desember. Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Parmilah, memberikan doa serta mengucapkan Selamat Ulang Tahun.

“Melalui Rakor ini, kami berharap kerja keras PKK di semua tingkatan dapat terus ditingkatkan dan menjadi bekal evaluasi program di tahun mendatang,” tutup Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Parmilah. (Bandiyah/KIM Manggolo Purnomo Sleman)




GP Ansor Turi Audiensi dengan Pemerintah Kapanewon, Siap Bentuk Pos Bantuan Hukum

Sleman – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Turi menegaskan komitmennya memperkuat peran organisasi dalam pelayanan masyarakat melalui sinergi strategis dengan pemerintah dan pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum). Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Kapanewon Turi, Jumat (12/12/2025).

Audiensi dilakukan oleh Ketua GP Ansor Turi, Andi Purnomo, bersama jajaran pengurusnya sebagai sarana dialog konstruktif untuk menyelaraskan program kerja Ansor dengan kebijakan pembangunan di tingkat kapanewon.

Menurut Andi, sinergi strategis dengan pemerintah Kapanewon Turi dipandang sebagai langkah penting untuk memastikan setiap program Ansor memiliki relevansi dan kontribusi nyata bagi kepentingan publik. Melalui koordinasi yang terstruktur, pihaknya berharap dapat memperluas peran sosialnya sekaligus meningkatkan kapasitas kader sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan daerah dan mengatasi berbagai isu sosial di masyarakat.

“Agenda ini menjadi tonggak penting bagi GP Ansor Turi dalam menghadirkan program yang lebih terarah, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi menyampaikan berbagai program kerja yang bersifat keagamaan maupun sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, termasuk rencana pelatihan kepemimpinan dasar guna mencetak kader handal yang mampu berkolaborasi dengan pemerintah.

“Kami juga menginisiasi pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Kapanewon Turi sebagai layanan bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum,” sambungnya.

Sementara itu, Joko Susilo selaku Panewu Turi memberikan apresiasi kepada GP Ansor Turi yang telah mengambil inisiatif untuk melakukan audiensi dan memperkuat komunikasi kelembagaan dengan Pemerintah Kapanewon Turi.

“Langkah ini menunjukkan keseriusan GP Ansor dalam meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kesadaran akan pentingnya harmonisasi program antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah,” kata Joko.

Ia memandang Ansor sebagai mitra strategis yang memiliki potensi besar dalam penguatan sosial kemasyarakatan karena memiliki jaringan kader yang luas, semangat kebangsaan yang kuat, dan pengalaman panjang dalam pelayanan masyarakat. Kombinasi tersebut, menurutnya, menjadikan Ansor sebagai organisasi yang relevan dalam membantu pemerintah menjaga ketertiban sosial, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta mendampingi warga dalam berbagai dinamika kehidupan.

Pemerintah Kapanewon Turi sangat terbuka terhadap gagasan GP Ansor yang bersifat konstruktif, termasuk rencana pembentukan Pos Bantuan Hukum maupun program-program lain yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat. Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi berlanjut dalam kerja-kerja nyata yang terukur dan dapat dirasakan langsung oleh warga Turi. Pemerintah kapanewon siap mendukung bentuk-bentuk kemitraan yang memperkuat keadilan sosial, meningkatkan literasi hukum, serta memperluas ruang layanan publik yang inklusif. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Puluhan Santri Sleman Ikuti ‘Ngaji Literasi Digital’ Nasional untuk Tingkatkan Keamanan Bermedia Sosial

Sleman – Inisiatif “Ngaji Literasi Digital – Part Yogyakarta” sukses digelar di Kafe Main Main, Bantul, Yogyakarta, pada Kamis (11/12/2025). Acara ini bertujuan meningkatkan kecerdasan dan keamanan digital, dan secara khusus menarik partisipasi aktif dari puluhan santri yang berasal dari wilayah Sleman.

Kegiatan kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital RI dengan Duta Santri Nasional ini mengusung tema “Tangkas di Dunia Digital: Aman, Cerdas, Produktif.” Dengan target 100 peserta dari pesantren se-DIY, kontingen dari Sleman menunjukkan antusiasme tinggi untuk mendapatkan wawasan tentang ruang digital.

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah kehadiran narasumber inspiratif, termasuk Farichatus Sholichah (Duta Santri Nasional 2018/Konten Kreator), yang merupakan alumni dari Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman. Narasumber lain yang turut hadir adalah Fariz Ahmad (Duta Santri Kreatif Nasional 2021) dan Muyassarotul H. (Pembina Duta Santri Nasional).

Farichatus Sholichah, yang memiliki ikatan kuat dengan Sleman, secara tegas mengingatkan para peserta mengenai pentingnya kewaspadaan dalam bermedia sosial. Ia menekankan bahwa setiap data yang dibagikan secara online harus dikelola dengan bijak.

“Kami senantiasa mengingatkan kepada para peserta untuk berhati-hati dalam bermedia sosial karena segala data yang disebar dengan mudah terbagikan dan dapat menimbulkan kejahatan bila kita tidak berhati-hati dalam mengelola media sosial,” ujar Faricha, memberikan pesan mendalam sebagai sesama alumni pesantren di Sleman.

Melalui pelatihan ini, diharapkan puluhan santri dari Sleman dan DIY lainnya dapat mengambil contoh dari Farichatus Sholichah, bertransformasi menjadi kreator konten yang cerdas, produktif, dan mampu menjaga keamanan diri di tengah derasnya arus informasi digital. (Ajeng/KIM DSN)