WKSBM Mulyo Mandiri Bagikan Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia

Sleman – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi hanya menyasar anak sekolah. Sebuah program inovatif diluncurkan oleh Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Mulyo Mandiri, Ngabean, Banyurejo, Tempel, Sleman, yang kali ini mengawali program MBG khusus bagi lansia. Kegiatan tersebut dimulai pada Jumat siang (12/12/2025).

Ketua WKSBM Mulyo Mandiri, Tri Yoga Zulianto, berkenan mengantarkan langsung MBG tersebut kepada 27 lansia di wilayahnya.

“Kami sangat peduli kepada lansia, yang sudah tidak lagi produktif, apalagi ada yang jompo dan sakit,” tuturnya melalui sambungan telepon pada Jumat (12/12/2025).

“Kali ini kami membagikan 27 porsi kepada lansia yang masing-masing seharga ,00,” sambungnya.

WKSBM Mulyo Mandiri memprogramkan kegiatan ini berlangsung sebanyak tiga kali di bulan Desember 2025, yang dibagikan setiap hari Jumat siang.

“Harapan kami, para lansia bisa makan dengan terpenuhi gizinya, walau kami baru bisa memberikan makan siang di hari Jumat,” tambah Tri Yoga.

Di tempat terpisah, Ketua Forum WKSBM Sleman, Subiyanto, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan WKSBM Mulyo Mandiri yang peduli terhadap lansia. “Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi WKSBM yang lain,” ungkap Pak Bi, panggilan akrab Subiyanto. (Giek / KIM Moyudan)




Jaga Kualitas Pelayanan, Kalurahan Margorejo Gelar Pemeriksaan Kesehatan untuk Pamong dan Staf

Sleman — Pemerintah Kalurahan Margorejo melaksanakan agenda pemeriksaan kesehatan bagi pamong, staf, para dukuh se-Kalurahan Margorejo, serta anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) pada Jumat (12/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Joglo Singodikoro, Kadisono, Margorejo ini merupakan upaya penting untuk menjaga kesehatan aparatur kalurahan, memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Sebanyak 23 orang mengikuti kegiatan ini, dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Tempel 1 didukung penuh oleh kader kesehatan Kalurahan Margorejo.

Pelayanan kesehatan yang disediakan cukup komprehensif, meliputi pengecekan kolesterol, tensi darah, gula darah, asam urat, hingga evaluasi kondisi fisik secara umum. Sejak pagi, peserta datang secara bergiliran mengikuti alur pemeriksaan yang telah diatur oleh tim kesehatan, sehingga kegiatan berjalan tertib dan efisien.

Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh aparatur yang hadir dan memanfaatkan layanan kesehatan ini. “Kami berterima kasih kepada seluruh pamong, staf, para dukuh, dan BPKal yang berkomitmen menjaga kesehatannya. Pelayanan masyarakat akan semakin baik jika aparatur berada dalam kondisi yang sehat,” ujar Azis.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Puskesmas Tempel 1 beserta kader kesehatan yang sudah menyiapkan layanan ini secara profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Bidan Kalurahan Margorejo dari Puskesmas Tempel 1, Farida Nur Aini, menjelaskan pentingnya deteksi dini kesehatan bagi aparatur pemerintah.

“Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi kesehatan para perangkat tetap terpantau. Deteksi dini sangat penting agar potensi gangguan kesehatan bisa segera ditangani,” ungkap Farida.

“Kami berharap kerja sama dengan pemerintah kalurahan terus berjalan, sehingga kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan,” tutupnya.

Kegiatan ini berlangsung lancar dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Mereka berharap program pemeriksaan kesehatan ini bisa menjadi agenda tahunan agar aparatur tetap bugar dalam menjalankan tugas pelayanan publik di Kalurahan Margorejo. (SBD/KIM Senyum Tempel)




Menyalakan Ansor Masa Depan, Konsolidasi dan Kaderisasi Jadi Fokus Utama Rapat Pleno GP Ansor Sleman

Sleman – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman menggelar rapat pleno di Pondok Pesantren Nurul Ishlahiyyah Bakungan, Sleman, Kamis (11/12/2025). Mengangkat tema “Menyalakan Ansor Masa Depan: Konsolidasi, Kaderisasi, Koherensi”, rapat pleno ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah gerakan organisasi sekaligus mempertegas peran Ansor dalam merespons dinamika sosial kemasyarakatan di tingkat lokal maupun nasional.

Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan program kerja bidang I sampai VII yang disampaikan oleh Ketua Bidang. Acara dilanjutkan dengan pemaparan agenda strategis organisasi tahun 2026 oleh Ketua GP Ansor Sleman, Najib Yuliantoro, yang menitikberatkan pada tiga pilar utama: konsolidasi, kaderisasi, dan koherensi.

Najib menempatkan konsolidasi sebagai fondasi penting untuk membangun kesatuan gerak antara pengurus cabang, pimpinan anak cabang, hingga ranting di bawahnya. Penegasan struktur dan koordinasi internal menjadi fokus agar seluruh program dapat berjalan efektif dan terukur.

Dalam aspek kaderisasi, ditegaskan perlunya pola pembinaan yang lebih sistematis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, penguatan pendidikan kader, perluasan basis keanggotaan, serta peningkatan kualitas pelatihan di berbagai level menjadi prioritas yang dipandang mampu memperkuat kapasitas individu sekaligus memperkokoh struktur organisasi. “Kaderisasi dipandang sebagai kunci keberlanjutan GP Ansor dalam jangka panjang,” ucap Najib.

Sementara itu, prinsip koherensi ditekankan sebagai elemen penting dalam menyatukan visi, program kerja, dan tindakan organisasi. Koherensi menjadi instrumen untuk memastikan bahwa seluruh program kerja memiliki keselarasan antara perencanaan dan implementasinya. Melalui pendekatan ini, GP Ansor diharapkan tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki relevansi dan dampak nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Najib menyampaikan bahwa rapat pleno ini menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi sepanjang tahun berjalan. Ia menegaskan perlunya peningkatan tata kelola, termasuk transparansi program dan keberanian menghadirkan terobosan baru yang lebih kontekstual dengan kebutuhan masyarakat Sleman.

Dalam forum tersebut, para peserta juga menyampaikan laporan perkembangan kegiatan di wilayah masing-masing. Penyampaian laporan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat akuntabilitas serta memperjelas capaian program di tingkat anak cabang dan ranting. Pleno kali ini pun memberikan ruang pembahasan program jangka menengah yang menyoroti isu-isu strategis seperti penguatan literasi digital kader, kolaborasi dengan lembaga pemerintah, serta peran aktif Ansor dalam mitigasi bencana dan ketahanan sosial.

“Berbagai inisiatif ini dianggap penting untuk memastikan peran Ansor tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkap Najib.

Harapannya, tema “Menyalakan Ansor Masa Depan” bukan sekadar slogan, melainkan pedoman bertindak dalam menghadirkan organisasi yang modern, inklusif, dan relevan terhadap tantangan masa kini.

“Konsolidasi yang kuat, kaderisasi yang berkualitas, serta koherensi dalam pelaksanaan program menjadi modal penting bagi Ansor untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial keagamaan dan kebangsaan di Kabupaten Sleman,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Kapanewon Moyudan Gelar Pisah Sambut Kepala Jawatan Umum

Sleman – Pemerintah Kapanewon Moyudan, Sleman, melangsungkan serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Jawatan Umum (Kawat Umum) pada Jumat (12/12/2025) di Ruang Abhinaya Kapanewon setempat.

Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Sleman tertanggal 8 Desember 2025, Kawat Umum Moyudan sebelumnya, Krisnawati, dipindah tugaskan sebagai Kawat Umum di Kapanewon Kalasan. Sebagai penggantinya adalah Danang Mintoko, yang sebelumnya menjabat sebagai Kawat Umum Kapanewon Ngaglik.

Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, dalam sambutannya menyampaikan selamat jalan kepada Kawat Umum yang lama, dan selamat datang kepada Kawat Umum yang baru. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Krisnawati yang selama ini telah bersama-sama mengabdikan diri di Kapanewon Moyudan.

“Kami yakin di balik ini semua ada hikmahnya. Salah satu keuntungan Krisnawati yakni lebih dekat dari rumah ke tempat tugas yang baru, karena rumahnya Prambanan, tugasnya di Kalasan,” ungkap Agung.

Selanjutnya, Agung juga mengucapkan selamat datang kepada Danang Mintoko. “Pak Danang juga lebih didekatkan, karena rumahnya Godean mendapat tugas di Moyudan,” sambungnya.

Panewu Moyudan berharap kepada Kawat Umum yang baru maupun Kawat Umum yang lama untuk menguatkan komitmen dan berintegrasi menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Krisnawati dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh jajaran Pemerintah Kapanewon Moyudan atas kerja sama yang telah dibangun selama ini.

“Jujur kali ini saya harus mengungkapkan dua kata yang berbeda, yaitu sedih dan gembira. Sedih karena saya harus meninggalkan teman-teman di sini yang sekian lama bersama-sama, gembira karena saya lebih dekat dengan tempat tugas yang baru,” ungkapnya.

Krisnawati juga memohon izin dan pamit kepada seluruh jajaran Pemerintah Kapanewon Moyudan.

“Semoga Bapak Panewu, Ibu Panewu Anom, dan seluruh Kawat dan staf selalu diberikan kesehatan, dan kemudahan dalam segala hal,” pungkasnya.

Sedangkan Kawat Umum baru, Danang Mintoko, dalam sambutannya selain memperkenalkan diri, juga memohon kerja sama dari seluruh jajaran dalam mengabdikan diri dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Moyudan.

“Dengan kerja sama dan kolaborasi yang baik, insyaallah akan menghasilkan sesuatu yang terbaik,” ucapnya. (Giek/KIM Moyudan)




Anies Baswedan Bahas Krisis Ekologi dan Urbanisasi dalam Kuliah Umum di Sleman

Sleman – Ruang Literasi Kaliurang (RLK) milik Willy Aditya, yang berada di Bondosari, Harjobinangun, Pakem Sleman, menyelenggarakan kuliah umum dan diskusi bertema “Kota dan Krisis Ekologi”. Acara tersebut menghadirkan Anies Rasyid Baswedan sebagai pembicara pada Kamis sore, (11/12/2025).

Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa Yogyakarta dan masyarakat umum, serta turut hadir Yustina Elistya Dewi, Kepala Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham DIY, bersama Analis Hukum dari Tim Biro Humas, Hukum, dan Kerjasama Sekjen Menkumham RI, Gita Novriani Amran dan Andika Riandito Kisworo.

Willy Aditya, selaku tuan rumah RLK, mengemukakan bahwa ruang literasi tersebut dapat digunakan secara gratis sebagai ajang silaturahmi dan berbagi pengetahuan. Ia bercerita bahwa ketika sedang mengisi acara inisiasi revisi Undang-Undang perbukuan Nasional, Anies menelepon untuk memberikan dukungan 100% terhadap revisi tersebut. Akhirnya Anies diajak menjadi pembicara dalam kesempatan kali ini untuk membicarakan kota dan krisis ekologi.

M. Taufik selaku moderator membuka pembahasan dengan mengemukakan bahwa bencana yang terjadi di tiga provinsi tersebut tersangka utamanya adalah orang-orang kota, padahal kota dan penghuninya adalah simbol kemajuan suatu peradaban.

Anies Rasyid Baswedan membuka paparannya dengan mengapresiasi Ruang Literasi Kaliurang (RLK) yang memiliki lebih dari buku. Menurutnya, ini menunjukkan contoh nyata dari seorang Willy Aditya, karena melalui RLK benih-benih gagasan tumbuh berkembang untuk Indonesia.

Mengenai krisis ekologi, Anies menyebut perilaku perusak ekologi sudah sangat ekstrem. Banyak orang hanya mengejar angka ekonomi dan melupakan nafas ekologi, padahal alam adalah rumah kehidupan.

“Kita harus buat ekosistem yang bukan melawan alam, tapi bersahabat dengan alam. Bersama-sama menyelamatkan makhluk penghuni bumi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti isu urbanisasi. Tahun 2000, penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan 42%. Angka ini melewati 50% pada tahun 2009. Kini, pada tahun 2023, angkanya mencapai 64%. Anies memprediksi penduduk kota akan mencapai 75% sekitar tahun 2030-2035.

“Jika sebuah kota tidak dirancang secara ekologi, maka akan makin bermasalah,” ujarnya.

Anies menekankan tata ruang kota harus diubah sehingga lebih ramah pada lingkungan. Ia mencontohkan, di Singapura, 75% adalah kawasan hijau dan 25% bangunan, sementara Kota Shanghai memiliki 80% kawasan hijau dan 20% bangunan.

Menurutnya, perlu ada pandangan terhadap kota sebagai kehidupan, mengoreksi atas kejadian kemarin, sembari menata yang baru dengan benar. Caranya antara lain dengan mencontoh dari kota-kota terbaik dunia, mengambil praktik-praktik baik yang sudah teruji, mengoreksi, mengadopsi, dan beradaptasi pada pendekatan yang baru.

Untuk itu, diperlukan seorang pemimpin yang memiliki gagasan dan narasi terbuka yang tidak anti kritik. Anies menyebut ada empat prinsip yang ia pegang dalam mengambil keputusan yaitu prinsip memenuhi rasa keadilan atau kesetaraan, prinsip kepentingan publik, prinsip menggunakan ilmu, data, dan metode ilmiah, serta terakhir adalag prinsip sesuai dengan Undang-undang.

Menjawab pertanyaan tentang banyaknya pemegang jabatan yang tidak sesuai dengan keahliannya, Anies mengatakan, “Jika suatu urusan diserahkan pada yang bukan ahlinya, maka tunggu bencananya.” Menurutnya, dalam menugaskan seseorang harus memiliki kriteria kompetensi, relevansi, integritas, dan rekam jejak. (Sulistiyono/KIM Seyegan)