Edukasi Kebencanaan Masuk Sekolah, SDN Gambiranom Gandeng Destana–KSB Condongcatur

Sleman – SD Negeri Gambiranom, Kalurahan Condongcatur, Depok Sleman, mengadakan Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Sekolah pada Jumat (12/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah mulai pukul WIB ini merupakan langkah kolaboratif dengan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Condongcatur untuk meningkatkan kesiapsiagaan 330 siswa dalam menghadapi potensi bencana.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai berbagai jenis bencana serta cara penyelamatan diri yang tepat. Materi disampaikan dengan bahasa ringan agar mudah dipahami anak-anak. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan pula bahwa bencana dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu bencana alam, bencana non-alam, dan bencana sosial. Para siswa diajak mengenali contoh dari masing-masing kategori dan memahami langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

Ari Wijaya dari Tagana hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi spesifik tentang kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan angin puting beliung, dua bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Condongcatur. Ari menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan saat terjadi bencana.

“Saat gempa maupun angin puting beliung terjadi, jangan berisik, jangan berlari, jangan mendorong, dan jangan kembali ke lokasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila bencana terjadi ketika siswa berada di dalam kelas, langkah awal yang benar adalah berlindung di bawah meja, kemudian bergerak menuju titik kumpul sambil tetap melindungi kepala dengan tas.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur terhadap upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah, Jagabaya Condongcatur, Rudi Antariksawan, secara simbolis menyerahkan plang titik kumpul, jalur evakuasi, piagam, dan makanan untuk siswa kepada Kepala Sekolah SDN Gambiranom, Suyatmini.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas fasilitasi kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim Destana dan KSB Condongcatur atas materi dan pendampingan yang diberikan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Semoga anak-anak di SDN Gambiranom semakin siap dan tanggap menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya sadar bencana dapat terus tumbuh di lingkungan SDN Gambiranom sehingga sekolah menjadi tempat yang lebih aman, siaga, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana. (Tri Suhartati/KIM Depok)




PMI Kalasan Gelar Sosialisasi dan Tingkatkan Kapasitas Relawan

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Kalasan menyelenggarakan sosialisasi tentang kebencanaan pada Kamis (11/12/2025). Sosialisasi ini berlangsung di Aula Sumanggen dengan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.

Ketua PMI Kapanewon Kalasan, Sidi Nugroho, menuturkan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan relawan dari Kalurahan Tamanmartani, Tirtomartani, Selomartani, dan Purwomartani. Kegiatan ini bertujuan memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan tentang kebencanaan. Dengan ilmu yang diterima, para relawan diharapkan mampu melakukan upaya pengurangan risiko bencana. Selain itu, relawan juga diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap waspada dan siaga. Dengan demikian, bila terjadi bencana, para relawan dapat bergerak membantu masyarakat dengan cepat dan tepat.

Sementara itu, narasumber dari BPBD Kabupaten Sleman, Yusuf Toto, dalam paparannya menjelaskan bahwa secara geografis, Kabupaten Sleman berada di kawasan lereng Merapi. Beberapa ancaman bencana yang perlu diwaspadai adalah erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, cuaca ekstrem, tanah longsor, kebakaran hutan, serta lahan kekeringan dan banjir lahar hujan.

Dalam perkembangannya, lanjut Yusuf, berdasar penelitian, ternyata terdapat bencana lain yang perlu diwaspadai, meliputi pandemi wabah penyakit, likuifaksi, banjir, kegagalan teknologi, serta dampak konflik sosial.

Terhadap peran para relawan, Yusuf menekankan peningkatan kapasitas, keterampilan, dan pengetahuan atau era pra bencana yang meliputi kesiapsiagaan, mitigasi, dan pelatihan. Berikutnya, ia menyoroti fase Tanggap Darurat dengan melakukan kegiatan sesuai dengan prosedur, dan pada pasca bencana dengan pemulihan.

Yusuf juga menyatakan, di Kabupaten Sleman banyak komunitas relawan yang telah bersinergi dalam kegiatan, baik pra bencana, tanggap darurat, maupun pasca bencana. Hal yang demikian perlu terus dipertahankan.

Saat menutup sosialisasi, Panewu Kalasan, Samino, memberikan apresiasi kepada PMI Kapanewon yang telah secara mandiri melaksanakan sosialisasi dengan menggandeng BPBD. Ide sosialisasi ini muncul saat rapat koordinasi pimpinan Kapanewon. Ia menekankan bahwa menghadapi cuaca ekstrem saat ini, perlu diwaspadai dampak bencananya. Untuk itu, peningkatan kapasitas relawan menjadi penting demi kesiapsiagaan.

“Gayung bersambut, ternyata PMI Kapanewon masih mempunyai energi untuk melakukan sosialisasi,” tutupnya. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




PMI DIY Kirim Tim Layanan Kesehatan ke Aceh Tamiang, Fokus Bantuan di Wilayah Minim Akses

Sleman – Ketua Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY), Prabukusumo, bersama dengan PMI Kabupaten Bantul, secara resmi melepas 11 personel yang tergabung dalam Tim Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat (PKDD). Tim ini diberangkatkan sebagai respons tanggap darurat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan keliling, dukungan psikososial dasar, dan promosi kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (12/12/2025), dari Markas PMI DIY Gamping, Sleman.

Tim pelayanan kesehatan ini terdiri dari dokter, perawat, bidan, personel dukungan psikososial, dan koordinator lapangan, berasal dari PMI DIY dan PMI Kabupaten Bantul. Dalam perjalanannya, Tim PMI DIY yang terdiri dari lima orang akan berangkat melalui jalur udara dari Yogyakarta menuju Medan, kemudian dilanjutkan melalui jalur darat menuju Aceh Tamiang. Sementara itu, Tim PMI Kabupaten Bantul yang berjumlah enam orang akan berangkat melalui jalur darat dari Yogyakarta menggunakan ambulans langsung ke Aceh Tamiang.

“Tim ini rencananya akan memberikan pelayanan medis, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan melalui layanan kesehatan keliling di daerah yang belum tersentuh bantuan. Kami ingin memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, wanita, dan lansia, mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan psikososial,” tutur Prabukusumo, Ketua PMI DIY, saat melepas keberangkatan tim.

Dalam respons kemanusiaan tersebut, tim membawa peralatan kesehatan dan obat-obatan dari Yogyakarta untuk memberikan layanan dasar seperti pemeriksaan fisik, pemberian obat sesuai keluhan, edukasi dan informasi kesehatan, serta dukungan psikososial dasar bagi masyarakat terdampak. Tim akan membuka Pos Kesehatan di Markas PMI Kabupaten Aceh Tamiang dan menerapkan layanan kesehatan keliling, bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat terdampak, terutama di daerah yang sulit diakses dan belum mendapatkan bantuan kesehatan.

Rencananya, tim akan bertugas selama tiga minggu. Tim PMI Kabupaten Bantul telah berangkat melalui jalur darat pada Jumat (12/12/2025), dan Tim PMI DIY menyusul melalui jalur udara pada Minggu (14/12/2025). Sesampainya di Medan, Apotek K24 yang mendukung obat-obatan beserta apotekernya akan bergabung dalam Tim Layanan Kesehatan PMI DIY. Selain itu, Tim PMI DIY juga akan tergabung bersama PMI Kota Surakarta (Solo) dan Rumah Sakit PMI Bogor.

PMI DIY juga membuka donasi untuk bergerak bersama masyarakat meringankan beban korban bencana melalui rekening Bank Mandiri Cab Sudirman nomor atas nama Penanggulangan Bencana PMI Propinsi DIY. Hingga 12 Desember 2025 pukul WIB, donasi yang terkumpul telah mencapai ,00.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat seluruh Indonesia yang menyalurkan bantuannya melalui PMI DIY, baik melalui donasi langsung maupun melalui donasi pelanggan Apotek K24 yang mendukung penuh aksi-aksi kemanusiaan kita. Terima kasih juga kepada Lion Air yang telah memberikan diskon tiket dan bagasi gratis keberangkatan tim dari Yogyakarta ke Medan, serta Pemerintah Daerah DIY yang mendukung penuh kegiatan PMI DIY,” ujar Prabukusumo.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” tambahnya.

Gusti Prabu, sapaan akrab Ketua PMI DIY, berpesan kepada semua relawan untuk selalu menjaga keselamatan diri. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan pribadi agar tidak sampai membebani orang lain saat bertugas. “Selain itu, saat memberikan pelayanan kepada korban bencana, haruslah bersikap baik, menerapkan norma ketimuran, dan berperilaku baik karena membawa nama baik PMI Yogyakarta dan DIY,” pungkas Gusti Prabu. (Kusnadi / KIM Berbah)




Pentingnya Prosedur Jelas dalam Pengelolaan Konflik Organisasi

Sleman – Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia yang disampaikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Hilmy Muhammad, di Pondok Pesantren Nurul Ishlahiyyah Bakungan, Sleman, Kamis (11/12/2025), menegaskan kembali pentingnya pengelolaan konflik dengan prosedur yang jelas dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman, Najib Yuliantoro, beserta jajaran pengurus sebagai bagian dari penguatan nilai kebangsaan dan tata kelola organisasi yang sehat. Dalam paparannya, Hilmy Muhammad menjelaskan bahwa konflik merupakan dinamika alami yang tidak bisa dihindari dalam interaksi sosial. Namun, ia menekankan, konflik harus dikelola melalui mekanisme yang terukur, transparan, dan sesuai prinsip demokrasi agar tidak berkembang menjadi perpecahan.

Menurut Hilmy, organisasi yang tidak memiliki panduan penyelesaian konflik cenderung rentan terhadap disintegrasi internal. Ia menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) menjadi fondasi moral dalam mengelola perbedaan. Melalui pilar-pilar tersebut, setiap elemen bangsa memiliki arah etis dalam menghadapi ketegangan maupun pertentangan, tanpa meninggalkan nilai musyawarah dan keadilan.

“Pilar kebangsaan ini dapat menjadi rambu dalam menetapkan prosedur penyelesaian konflik yang berorientasi pada kemaslahatan bersama,” tandas Hilmy di hadapan kader muda Nahdlatul Ulama tersebut.

Hilmy juga mengapresiasi komitmen PC GP Ansor Sleman yang terus memperkuat kapasitas kader dalam tata kelola organisasi. Disampaikan bahwa sebagai salah satu garda terdepan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, GP Ansor perlu memastikan setiap proses pengambilan keputusan dan penyelesaian persoalan dilakukan sesuai prosedur, tidak emosional, dan mengedepankan hikmah kebijaksanaan.

Lebih lanjut, ia menyontohkan bahwa konflik yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan polarisasi dan menurunkan efektivitas gerakan. Di tubuh organisasi kepemudaan, hal ini bahkan dapat berdampak pada melemahnya kaderisasi dan menurunnya kepercayaan publik. Karena itu, prosedur penyelesaian konflik bukan sekadar aspek administratif, tetapi elemen strategis untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

Dalam forum tersebut, para peserta sosialisasi diberi pemahaman mengenai teknik manajemen konflik mulai dari identifikasi masalah, mencari aktor yang menjadi masalah, hingga pemilihan metode penyelesaian lewat forum yang tepat dan resmi untuk menyelesaikan masalah.

“Langkah-langkah ini harus dipahami secara sistemik agar setiap kader dapat berperan aktif dalam menciptakan iklim organisasi yang kondusif,” ujarnya.

Diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa tema pengelolaan konflik menjadi kebutuhan strategis dalam organisasi yang memiliki mobilitas tinggi seperti GP Ansor. Para peserta juga menyoroti pentingnya pelatihan lanjutan agar kemampuan manajemen konflik dapat diterapkan secara praktis.

Ketua PC GP Ansor Sleman, Najib Yuliantoro, memberikan apresiasi atas materi sosialisasi yang disampaikan Hilmy serta menekankan komitmen untuk memperkuat disiplin organisasi melalui penerapan prosedur penyelesaian konflik yang telah disepakati.

“Penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui Empat Pilar MPR RI sejalan dengan karakter kader Ansor yang menjunjung tinggi persatuan dan ketertiban sosial,” lanjutnya.

Pimpinan GP Ansor Sleman berharap kader di semua tingkatan dapat menerapkan pola penyelesaian konflik yang elegan dan berorientasi solusi. Sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bertumpu pada persatuan formal, namun juga pada kemampuan masyarakat dan organisasi dalam mengelola perbedaan secara beradab, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai kebangsaan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Peringati Hari Jadi Ke-79, Condongcatur Gelar Senam Massal untuk Jaga Kesehatan Lansia

Sleman – Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-79, Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar kegiatan Senam Lansia di GOR Kalurahan Condongcatur, Jumat (12/12/2025), mulai pukul hingga WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari perwakilan lansia dari 18 padukuhan, serta Pamong, BPKal, dan Lembaga Kalurahan Condongcatur. Dengan dipandu instruktur Tina, acara ini juga diramaikan dengan kehadiran Badan Narkotika Nasional (BNN) Sleman, Klinik Delima, dan Apotik Pratama yang turut mengisi sesi kegiatan.

Ketua Panitia Senam Lansia Condongcatur, Giyanto, menjelaskan bahwa senam lansia ini rutin dilaksanakan setiap peringatan Hari Jadi kalurahan. Acara ini berfungsi sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan bagi lansia di masing-masing padukuhan, yang di dalamnya termasuk senam rutin, pemeriksaan kesehatan, pemberian tambahan makanan bergizi, dan kegiatan lain.

“Tujuan kegiatan ini adalah agar tercipta Lansia hebat, mempertahankan kualitas hidup, mencegah penyakit kronis, meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan fisik, mental, sosial, dan spiritual lansia,” ungkap Giyanto.

Sementara itu, Tintrim Tri Pamungkas, selaku Ketua Kelompok Kerja (POKJA 4) TP PKK Condongcatur dan koordinator kegiatan, mengaku bangga dan sangat mengapresiasi semangat para lansia yang mengikuti acara tersebut, sehingga terlihat semuanya tampak sehat dan bahagia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kalurahan Condongcatur yang selalu memfasilitasi kegiatan ini. Momen ini adalah kesempatan bagi masyarakat menjalin kebersamaan dan silaturahmi para lansia. Kami juga berterima kasih kepada para sponsor yang telah memberikan hadiah doorprize sehingga kegiatan senam ini menjadi lebih semarak dan menarik,” ucap Tintrim.

Kegiatan Senam Lansia ini juga diisi dengan sosialisasi dari Denie Ruth Unarapal, Analisis Penyuluhan dan Layanan Informasi BNN DIY. Ia menyampaikan materi tentang program “3 Berani” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba serta pentingnya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaannya.

“Kita harus Berani Tolak apabila ada yang menawarkan makanan atau minuman yang tidak kita kenal. Kedua, Berani Lapor apabila di sekitar lingkungan kita ada yang menyalahgunakan Narkoba, sampaikan ke RT, RW, dan Kalurahan untuk diinfokan ke BNN. Pelapor tidak perlu takut karena kerahasiaan nama akan dilindungi. Dan yang ketiga, Berani Rehabilitasi jika ada keluarga atau tetangga yang menyalahgunakan narkoba, bisa langsung dibawa ke BNN, karena di BNNP DIY ada Klinik Pratama Sumber Waras yang melayani secara gratis. Sayangi keluarga kita dengan tidak menyalahgunakan Narkoba. War On Drugs for Humanity,” jelas Denie.

Acara diakhiri dengan undian doorprize berupa kompor gas, kipas angin, dispenser, rice cooker, dan peralatan rumah tangga lainnya. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan suvenir berupa sabun cuci piring. (Wasana / KIM Depok)